Bacaan I: Kis 2:14a.36-41 "Allah telah membuat Yesus menjadi Tuhan dan Kristus."
Mazmur Tanggapan: Mzm 23:1-3a.3b-4.5.6, Ul: lih. 1 "Tuhanlah gembalaku, takkan kekurangan aku."
Bacaan II: 1Pet 2:20b-25 "Kamu telah kembali kepada gembala dan pemelihara jiwamu."
Bait Pengantar Injil: Yoh: 10:14 "Akulah gembala yang baik, sabda Tuhan, Aku mengenal domba-domba-Ku, dan domba-domba-Ku mengenal Aku."
Bacaan Injil: Yoh 10:1-10 "Akulah pintu kepada domba-domba."
Mazmur Tanggapan: Mzm 23:1-3a.3b-4.5.6, Ul: lih. 1 "Tuhanlah gembalaku, takkan kekurangan aku."
Bacaan II: 1Pet 2:20b-25 "Kamu telah kembali kepada gembala dan pemelihara jiwamu."
Bait Pengantar Injil: Yoh: 10:14 "Akulah gembala yang baik, sabda Tuhan, Aku mengenal domba-domba-Ku, dan domba-domba-Ku mengenal Aku."
Bacaan Injil: Yoh 10:1-10 "Akulah pintu kepada domba-domba."
Saudara dan saudari terkasih dalam Kristus, pada hari Minggu Paskah IV kita selalu merayakan satu aspek dari Allah yang membuat Dia mengasihi kita, bahwa Dia adalah Gembala kita yang baik, Dia yang membimbing umat yang setia di Allah kepada diri-Nya sendiri. Hari ini bacaan Kitab Suci mencerminkan dengan tepat fakta itu, menunjukkan kepada kita, betapa Allah mengasihi seluruh dunia dan seluruh umat manusia.
Saudara dan saudari dalam Kristus, lalu mengapa Tuhan memilih untuk dikenal sebagai Gembala yang Baik? Tentunya Dia dapat membiarkan diri-Nya dikenal sebagai Raja yang agung, atau Guru, dengan gelar yang lebih sesuai dengan status-Nya sebagai Tuhan. Memang ada banyak profesi lain yang jauh lebih berharga dan bereputasi pada saat itu, dan bahkan seperti sekarang ini, seorang gembala bukanlah pekerjaan yang sangat disukai atau dihormati. Namun, itu benar-benar profesi yang mulia dalam kenyataan.
Saudara dan saudari dalam Kristus, lalu mengapa Tuhan memilih untuk dikenal sebagai Gembala yang Baik? Tentunya Dia dapat membiarkan diri-Nya dikenal sebagai Raja yang agung, atau Guru, dengan gelar yang lebih sesuai dengan status-Nya sebagai Tuhan. Memang ada banyak profesi lain yang jauh lebih berharga dan bereputasi pada saat itu, dan bahkan seperti sekarang ini, seorang gembala bukanlah pekerjaan yang sangat disukai atau dihormati. Namun, itu benar-benar profesi yang mulia dalam kenyataan.



