| Home | Indonesian Papist | Renungan Pagi| Doa Umat Misa Harian | Privacy Policy | Support Lumen Christi |



Facebook  X  Whatsapp  Instagram 

Oktober 19, 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 Hari Biasa Pekan XXIX


Bacaan I: Ef 3:2-12 "Rahasia Kristus kini telah diwahyukan dan para bangsa menjadi pewaris perjanjian."
        
Kidung Tanggapan: Yes 12:2-3.4bcd.5-6 "Kamu akan menimba air dengan kegirangan dari mata air keselamatan."
 
Bait Pengantar Injil:  Mat 24:44 "Berjaga-jaga dan bersiap-siaplah, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga."
 
Bacaan Injil: Luk 12:39-48 "Barangsiapa diberi banyak, banyak pula yang dituntut darinya."

warna liturgi hijau
 
Bacaan Kitab Suci dapat dibaca pada Alkitab atau klik tautan ini
 

 Author:   Nheyob
   
Bayangkan seorang kaya raya yang berada di penghujung usianya berniat menyerahkan seluruh harta warisannya kepada Anda. Ia tidak meminta imbalan yang rumit, melainkan hanya satu syarat sederhana: setiap bulan pada tanggal yang telah ditentukan, Anda cukup berkunjung ke makamnya dan meletakkan seikat karangan bunga. Di awal, syarat tersebut tentu terasa sangat ringan jika dibandingkan dengan kelimpahan kekayaan yang diterima secara cuma-cuma. Siapa yang tidak sanggup menjalankan tugas sepele itu demi hidup yang serba terjamin? Namun, seiring berjalannya waktu, ketika kenyamanan hidup sudah menggenggam erat dan tidak ada satu orang pun yang datang menuntut pertanggungjawaban, ujian kesetiaan yang sesungguhnya baru dimulai. Berbagai kesibukan, kecenderungan menunda, dan godaan untuk meremehkan janji perlahan muncul, membuat kita mulai mencari-cari alasan untuk mengabaikan komitmen sederhana tersebut.

Kisah ini menjadi cermin jernih bagi kehidupan spiritual kita bersama Allah. Dalam Injil ditegaskan bahwa kepada orang yang telah menerima banyak hal, banyak pula yang akan dituntut darinya, dan kepada mereka yang telah dipercayakan banyak hal, akan diharapkan lebih banyak lagi. Ketika kita merenungi betapa melimpahnya berkat, rahmat, dan pemeliharaan yang telah dikaruniakan Allah, kita dipanggil untuk tidak sekadar menikmati semua itu dalam zona nyaman. Tanggung jawab atas berkat tidak boleh luntur hanya karena kita merasa hidup sudah aman dan tidak ada teguran langsung yang membayangi.

Mengucap syukur yang sejati menuntut kesetiaan yang terus dirawat dari hari ke hari. Allah menghendaki agar berkat yang kita terima tidak berhenti pada diri sendiri, melainkan mengalir keluar dalam bentuk kasih yang nyata, kebaikan yang tulus, kesabaran, pengertian, serta pengampunan bagi sesama. Ketika kita tetap setia menjaga rasa syukur dan mewujudkannya dalam tindakan nyata di tengah segala gangguan duniawi, Allah yang Maharahim akan senantiasa melimpahkan berkat demi berkat dalam perjalanan hidup kita.

Selasa, 20 Oktober 2026 Hari Biasa Pekan XXIX


Bacaan I: Ef 2:12-22 "Kristuslah damai sejahtera kita yang mempersatukan kedua belah pihak."
 
Mazmur Tanggapan:  Mzm 85:9ab-10.11-12.13-14 "Tuhan hendak berbicara tentang damai kepada umat-Nya."

Bait Pengantar Injil: Luk 21:36 "Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, agar kalian tahan berdiri di hadapan Anak Manusia."

Bacaan Injil: Luk 12:35-38 "Berbahagialah hamba yang didapati tuannya sedang berjaga."

warna liturgi hijau
 
Bacaan Kitab Suci dapat dibaca pada Alkitab atau klik tautan ini
 

Gambar oleh: pxfuel.com (CC)

   
Ada satu hal yang bisa kita katakan tentang kehidupan: biasanya, hidup tidak berjalan sesuai rencana. Kita mungkin membuat daftar tugas, namun pada akhirnya, jika kita berhasil menyelesaikan separuhnya saja, itu sudah bisa dianggap sebagai sebuah pencapaian. Kita bahkan mungkin berencana melakukan satu hal saja, namun pada kenyataannya, kita justru tidak sempat memulainya sama sekali. Hal itu terjadi karena hidup ini penuh dengan kejutan. Dan sering kali, kita mungkin tidak terlalu menyukai kejutan-kejutan tersebut.

Jadi, ketika Yesus meminta kita untuk bersiap sedia dan menjaga pelita kita tetap menyala, itu berarti satu hal. Yaitu, kita harus siap menghadapi segala kejutan. Namun, jika kita memandang kejutan-kejutan ini sebagai petunjuk dari Allah, kita akan menyadari bahwa Allah hendak memperlihatkan sesuatu yang luar biasa kepada kita. Dan melalui doa, hati kita akan mengenali kejutan-kejutan tersebut sebagai penyataan dari Allah. Kita pun akan memahami bahwa ketika hidup tidak berjalan sesuai rencana kita, Allah sebenarnya sedang merencanakan sesuatu yang jauh lebih baik bagi kita.

Jadilah Pelita Kasih Bersama Kami

Terima kasih sudah menyediakan waktu sejenak untuk merenungkan kebaikan Tuhan bersama lumenchristi.id. Apabila sapaan Sabda Tuhan hari ini memberkati dan meneguhkan hati Anda, kami mengundang Anda untuk ikut serta mendukung pelayanan ini.

Setiap persembahan kasih yang Anda salurkan melalui QRIS akan menjadi pelita yang mencerahkan langkah kami untuk menjangkau lebih banyak jiwa, mendekatkan mereka pada Kristus dan Gereja-Nya.

Doa kami senantiasa menyertai Anda dan keluarga. Tuhan Yesus memberkati.






 


Oktober 18, 2026

Senin, 19 Oktober 2026 Hari Biasa Pekan XXIX

 

Bacaan I: Ef 2:1-10 "Tuhan telah menghidupkan kita bersama dengan Kristus, dan telah memberi kita tempat di surga bersama dengan Dia."  

Mazmur Tanggapan: Mzm 100:2-5; Ul: lh. 3c "Tuhanlah yang menjadikan kita, dan punya Dialah kita."

Bait Pengantar Injil: Mat 5:3 "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Surga."

Bacaan Injil: Luk 12:13-21 "Bagi siapakah nanti harta yang telah kausediakan itu?"
      
warna liturgi hijau
 
Bacaan Kitab Suci dapat dibaca pada Alkitab atau klik tautan ini
 
Karya: thanasus/istock.com
Konon, ada dua momen penting dalam hidup kita. Pertama adalah saat kita dilahirkan. Kedua adalah saat kita mengetahui alasan kita hadir di dunia ini. Kita tahu bahwa saat lahir, kita datang ke dunia ini tanpa membawa apa pun. Kemudian, naluri manusiawi untuk bertahan hidup muncul; kita menginginkan segala sesuatu yang menunjang kelangsungan hidup, kenyamanan, dan rasa aman. 
   
Jadi, kita hidup demi kelangsungan hidup dan—seperti yang digambarkan dalam bacaan pertama—kita mendambakan kenikmatan indrawi serta pemuasan hasrat fisik. Seperti orang kaya dalam perumpamaan Injil, kita hanya memikirkan diri sendiri dan ingin memiliki sebanyak mungkin. Namun, kita lupa bahwa kita tidak dapat membawa apa pun saat meninggalkan dunia ini. Dalam sikap mementingkan diri sendiri itu, kita juga lupa bahwa selalu ada kecukupan untuk memenuhi kebutuhan setiap orang, tetapi tidak akan pernah cukup untuk memuaskan keserakahan siapa pun. Akan tetapi, ketika kita merenungkan alasan kehadiran kita di dunia ini serta makna hidup kita, Allah dapat menyingkapkan sesuatu kepada kita. 
   
Allah mengutus Putra-Nya, Yesus Kristus, ke dunia ini untuk menyelamatkan kita dan menyatakan bahwa kita adalah karya seni Allah. Ketika kita menyadari hal itu, kita pun paham bahwa kita adalah harta berharga milik Allah yang menghadirkan keindahan dan kasih bagi dunia yang penuh kekurangan ini.  Marilah kita menjadi karya seni Allah bagi sesama, agar mereka pun dapat memahami alasan kehadiran mereka di dunia ini.

lumenchristi.id 2026 - Situs ini menggunakan cookies untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan menggunakan situs ini, Anda telah menyetujui penggunaan cookies dari Kami.