| Home | Indonesian Papist | Renungan Pagi| Doa Umat Misa Harian | Privacy Policy | Support Lumen Christi |



Facebook  X  Whatsapp  Instagram 

Agustus 26, 2026

Kamis, 27 Agustus 2026 Peringatan Wajib St. Monika


Bacaan I: 1Kor 1:1-9 "Di dalam Kristus kalian telah menjadi kaya dalam segala hal."

Mazmur Tanggapan: Mzm 145:2-3.4-5.6-7 "Aku hendak memuji nama-Mu selama-lamanya, ya Allah Rajaku."

Bait Pengantar Injil: Mat 24:42a,44 "Berjaga-jaga dan bersiap-siaplah, sebab kalian tidak tahu bilamana Anak Manusia datang."

Bacaan Injil: Mat 24:42-51 "Hendaklah kamu selalu siap siaga."
      
warna liturgi hijau
 
Bacaan Kitab Suci dapat dibaca pada Alkitab atau klik tautan ini
 
 

 

Sebagaimana tak seorang pun dapat mengatakan bahwa ia tidak pernah berbuat salah, demikian pula tak seorang pun dapat mengatakan bahwa ia belum pernah kehilangan fokus atau teralihkan perhatiannya. Kenyataannya, manusia bukanlah mesin. Kita tidak bergerak berdasarkan program atau bekerja secara mekanis layaknya mesin jam. Namun, bahkan mesin pun bisa rusak akibat keausan dan berbagai masalah lainnya.

Saat kita menyatakan iman kepada Allah, kita tentu ingin setia dan berkomitmen kepada-Nya dengan segenap hati. Akan tetapi, kita juga harus memperhitungkan kelemahan, kerapuhan, dan kegagalan manusiawi kita.

Dalam perumpamaan Injil, kita mendengar kisah tentang hamba yang tidak jujur ​​yang menuruti keinginannya sendiri dan tertangkap basah oleh tuannya. Namun, dalam bacaan pertama, Santo Paulus mengatakan bahwa Yesus akan menjaga kita tetap teguh dan tak bercela. Kita hanya perlu beriman kepada Allah yang setia kepada kita. Marilah kita terus berdoa agar kita senantiasa dekat dengan Allah dan setia kepada-Nya, terutama di saat menghadapi cobaan dan godaan.

Agustus 25, 2026

Rabu, 26 Agustus 2026 Hari Biasa Pekan XXI

 
Bacaan I: 2Tes 3:6-10.16-18 "Barangsiapa tidak mau bekerja, janganlah ia makan."
 
Mazmur Tanggapan:  Mzm 128:1-2.4-5; R:1

Bait Pengantar Injil: 1 Yoh 2:5 "Sempurnalah cinta Allah dalam hati orang yang mendengarkan Sabda Kristus."

Bacaan Injil: Mat 23:27-32 "Kalian ini keturunan pembunuh nabi-nabi."

warna liturgi hijau
 
Bacaan Kitab Suci dapat dibaca pada Alkitab atau klik tautan ini

  



Sering dikatakan bahwa tindakan jauh lebih bermakna daripada sekadar kata-kata, terutama ketika kita dihadapkan pada sebuah pekerjaan atau tanggung jawab yang nyata. Dalam situasi seperti itu, akan terlihat jelas siapa yang hanya pandai merangkai kata tanpa berbuat apa-apa, dan siapa yang benar-benar turun tangan untuk menyelesaikannya. 

Prinsip ini sejalan dengan teguran Santo Paulus dalam bacaan pertama kepada jemaat di Tesalonika, di mana ia menetapkan aturan tegas bahwa mereka yang menolak untuk bekerja tidak patut mendapat makan. Pesan ini secara tajam menyoroti perbedaan antara orang-orang yang mau bersusah payah mengolah tanah demi tumbuhnya kehidupan, dengan mereka yang hanya berpangku tangan menunggu hasil panen. 

Hal senada juga dikritisi oleh Yesus dalam Injil ketika Ia menelanjangi kemunafikan para ahli Taurat dan orang Farisi. Meskipun mereka fasih bersilat lidah dan mengaku tidak akan menumpahkan darah para nabi seperti nenek moyang mereka, kata-kata itu justru menyingkapkan kejahatan hati mereka sendiri. 

Belajar dari hal ini, semoga perbuatan-perbuatan baik kita dapat menghasilkan buah kebaikan yang sejati demi pertumbuhan sesama; dan biarlah tutur kata kita senantiasa dipenuhi dengan kelembutan, sehingga mampu menjadi dorongan yang tulus bagi orang lain untuk ikut melakukan perbuatan baik.

Agustus 24, 2026

Selasa, 25 Agustus 2026 Hari Biasa Pekan XXI

 

Bacaan I: 2Tes 2:1-3a.13b-17 "Berpeganglah pada ajaran-ajaran yang telah kalian terima dari kami."
       
Mazmur Tanggapan: Mzm 96:10-13 "Tuhan akan datang menghakimi dunia dengan adil."

Bait Pengantar Injil: Ibr 4:12 "Sabda Allah itu hidup dan penuh daya, menguji segala pikiran dan maksud hati."

Bacaan Injil: Mat 23:23-26 "Yang satu harus dilakukan, tetapi yang lain jangan diabaikan."
       
warna liturgi hijau
 
Bacaan Kitab Suci dapat dibaca pada Alkitab atau klik tautan ini
   


 

Saudara-saudari terkasih dalam Kristus, melalui bacaan Kitab Suci hari ini kita diajak untuk merenungkan kembali kemurnian iman kita dan menjaga langkah agar senantiasa terhindar dari noda kemunafikan serta godaan kemuliaan duniawi yang kerap mengalihkan pandangan kita dari Tuhan. Peringatan ini terasa begitu nyata ketika kita mendengar teguran keras Tuhan terhadap orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat. Mereka, yang seharusnya memegang tanggung jawab mulia untuk membimbing umat, justru terjebak pada penyalahgunaan wewenang dan menuntut penghormatan, sembari memandang rendah mereka yang dianggap berdosa seperti pemungut cukai dan pelacur. Ketaatan mereka hanyalah ketaatan lahiriah yang hampa, sebuah pertunjukan ketaatan untuk dipamerkan di rumah ibadat maupun di jalan-jalan, tanpa sedikit pun menyentuh makna sejati dan Roh dari Hukum Allah itu sendiri. Sikap yang kaku, keras, dan penuh prasangka ini pada akhirnya tidak mendekatkan jiwa-jiwa kepada keselamatan, melainkan membebani umat sehingga banyak yang enggan berupaya mendekat kepada Allah dan justru tetap tinggal dalam dosa.

Dari kisah ini, kita disadarkan bahwa ketaatan yang buta dan sekadar menjaga citra diri berisiko sangat besar menjadikan kita batu sandungan, mencoreng nama baik Tuhan, dan menjauhkan sesama dari kasih Allah. Sebagai umat Katolik yang telah dipanggil, dipilih, dan dipercaya untuk menerima Injil, kita dituntut untuk menghidupi iman yang tidak sebatas di bibir saja. Iman kita harus berakar pada pemahaman yang mendalam dan utuh akan kebenaran serta kasih-Nya bagi kita. Oleh karena itu, marilah kita jadikan perenungan hari ini sebagai panggilan untuk mengevaluasi diri, memastikan bahwa setiap tindakan, perkataan, dan dedikasi hidup kita sehari-hari sungguh-sungguh selaras dengan ajaran serta kehendak Allah. Di tengah berbagai kesempatan dan situasi kehidupan yang ada, Tuhan senantiasa membukakan jalan; dan kini semuanya berpulang pada diri kita masing-masing, apakah kita bersedia memantapkan komitmen seutuhnya untuk melangkah dengan tulus di jalan keselamatan yang telah Ia persiapkan bagi kita.

Agustus 23, 2026

Bacaan Liturgi: 24 - 30 Agustus 2026

 
Senin, 24 Agustus: Pesta St. Bartolomeus, Rasul (M). 
Why. 21:9b-14; Mzm. 145:10-11,12-13ab,17-18; Yoh. 1:45-51. 
 
Selasa, 25 Agustus: Hari Biasa Pekan XXI (H).
Pfak  St. Ludovikus, St. Yosef dari Calasanz
2Tes 2:1-3a.13b-17; Mzm 96:10.11-12a.12b-13; Mat 23:23-26. 
 
Rabu, 26 Agustus: Hari Biasa Pekan XXI (H). 
2Tes 3:6-10.16-18; Mzm 128:1-2.4-5; Mat 23:27-32. 
 
Kamis, 27 Agustus: Peringatan Wajib St. Monika (P).
1Kor 1:1-9; Mzm 145:2-3.4-5.6-7; Mat 24:42-51.
 
Jumat, 28 Agustus: Peringatan Wajib St. Agustinus, Uskup dan Pujangga Gereja (P). 
1Kor 1:17-25; Mzm 33:1-2.4-5.10ab.11; Mat 25:1-13
 
Sabtu, 29 Agustus: Peringatan Wajib Wafatnya St. Yohanes Pembaptis (M).
Yer. 1:17-19; Mzm. 71:1-2,3-4a,5-6ab,15ab,17; Mrk. 6:17-29. 
 
Minggu, 30 Agustus: Hari Minggu Biasa XXII (H). 
Yer. 20:7-9; Mzm. 63:2,3-4,5-6,8-9; Rm. 12:1-2; Mat. 16:21-27.
 
 

Russ Allison Loar (CC BY-NC-ND 2.0)

lumenchristi.id 2026 - Situs ini menggunakan cookies untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan menggunakan situs ini, Anda telah menyetujui penggunaan cookies dari Kami.