| Home | Indonesian Papist | Renungan Pagi| Doa Umat Misa Harian | Privacy Policy | Support Lumen Christi |



Facebook  X  Whatsapp  Instagram 

Oktober 29, 2026

Jumat, 30 Oktober 2026 Hari Biasa Pekan XXX

Bacaan I: Flp 1:1-11 "Allah telah memulai karya baik di antaramu; Dia akan melanjutkannya sampai akhir pada hari Kristus Yesus."
 
Mazmur Tanggapan: Mzm 111:1-2.3-4.5-6 "Besarlah perbuatan-perbuatan Tuhan."
 
Bait Pengantar Injil:  Yoh 10:27 "Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku, sabda Tuhan; Aku mengenal mereka, dan mereka mengikuti Aku." 
 
Bacaan Injil: Luk 14:1-6 "Siapakah yang anak atau lembunya terperosok ke dalam sumur tidak segera menariknya keluar meski pada hari Sabat?"
 
warna liturgi hijau
 
Bacaan Kitab Suci dapat dibaca pada Alkitab atau klik tautan ini
 
 

 

Doa memiliki dua aspek—dimensi pribadi dan dimensi komunal. Saat berdoa, kita tentu akan memanjatkan permohonan untuk kebutuhan dan intensi kita sendiri. Hal ini mencerminkan hubungan pribadi kita dengan Allah serta ketergantungan kita kepada-Nya dalam menjalani hidup. Namun, dalam doa, kita juga berada dalam kesatuan dengan Tubuh Kristus, yaitu Gereja, seraya kita mendoakan kebutuhan Gereja maupun dunia.

Dalam doa, kita tidak hanya memandang kebutuhan diri sendiri, tetapi juga menoleh kepada sesama yang sedang membutuhkan. Dalam bacaan pertama, Rasul Paulus mengungkapkan kepada jemaat di Filipi bahwa ia mengucap syukur kepada Allah setiap kali teringat akan mereka. Setiap kali ia mendoakan mereka, ia melakukannya dengan sukacita, seraya mengenang bagaimana mereka telah turut serta menyebarkan Kabar Baik. Ia juga menyampaikan bahwa dalam doanya, ia memohon agar kasih mereka satu sama lain semakin melimpah, serta agar pengetahuan dan daya tangkap mereka terus berkembang, sehingga mereka senantiasa mampu mengenali apa yang terbaik. Demikian pula halnya dengan doa kita; hendaknya kita tidak hanya berdoa untuk diri sendiri, tetapi juga untuk sesama. Sebagai pribadi maupun sebagai anggota Tubuh Kristus, kita perlu meningkatkan pengetahuan dan memperdalam daya tangkap kita agar senantiasa dapat mengenali apa yang terbaik. Melalui kesatuan dengan Allah, kita dimampukan untuk melakukan perbuatan yang baik dan penuh kasih, serta menjadi pewarta Kabar Baik keselamatan.

Oktober 28, 2026

Kamis, 29 Oktober 2026 Hari Biasa Pekan XXX

 Bacaan I: Ef 6:10-20 "Kenakanlah perlengkapan senjata Allah agar kalian dapat bertahan."

Mazmur Tanggapan: Mzm 144:1.2.9-10 "Terpujilah Tuhan, Gunung Batuku!"

Bait Pengantar Injil: Luk 13:35, Mrk 11:10 "Diberkatilah yang datang dalam nama Tuhan. Terpujilah Engkau di surga."

Bacaan Injil: Luk 13:31-35 "Tidaklah semestinya seorang nabi dibunuh kalau tidak di Yerusalem."  
 
warna liturgi hijau
 
Bacaan Kitab Suci dapat dibaca pada Alkitab atau klik tautan ini

Foto: Diocese of Siouxfall



Saudara-saudari terkasih, hidup kita di dunia ini tidak lepas dari peperangan rohani melawan kuasa kegelapan yang terus berusaha menjauhkan kita dari jalan keselamatan. Sebagaimana diingatkan oleh Rasul Paulus kepada jemaat di Efesus, kita tidak akan mampu melawan kekuatan jahat ini hanya dengan mengandalkan diri sendiri, melainkan harus mengenakan seluruh perlengkapan senjata Allah. Ancaman rohani yang mengincar jiwa kita jauh lebih berbahaya daripada ancaman fisik dari penguasa duniawi, sehingga kita dituntut untuk senantiasa berjaga-jaga, menaruh kepercayaan penuh kepada Tuhan, dan berserah pada bimbingan-Nya dalam setiap langkah kehidupan kita.
 
​Dalam menghadapi berbagai peperangan dan tantangan tersebut, Tuhan Yesus telah memberikan teladan nyata tentang keteguhan hati dalam menjalankan kehendak Bapa. Meskipun menghadapi ancaman maut dari Raja Herodes dan kenyataan pahit bahwa banyak orang menolak kehadiran-Nya, Yesus tetap melangkah maju untuk melayani, menyembuhkan, dan mewartakan kebenaran. Sikap pantang menyerah pada tekanan dunia ini menjadi panggilan bagi kita semua sebagai umat Kristiani untuk terus berjuang melakukan kehendak Allah, menjalani hidup yang penuh kebajikan, serta menjadi teladan yang saling menguatkan bagi sesama melalui perkataan maupun perbuatan kita.
 
​Oleh karena itu, marilah kita senantiasa peka terhadap panggilan Tuhan dan menggunakan segala karunia serta kesempatan yang ada untuk memperteguh iman kita di tengah dunia. Dengan mengenakan perlengkapan senjata Allah, kita serahkan seluruh hidup, keluarga, dan perjuangan kita ke dalam tangan kasih-Nya agar Ia senantiasa menuntun dan meluruskan jalan kita saat kita mulai goyah. Semoga Tuhan senantiasa melindungi kita dan menganugerahkan keberanian agar kita mampu bertahan menghadapi segala cobaan, sehingga kita senantiasa layak menjadi saksi yang setia dan pancaran terang kasih Kristus bagi semua orang, kini dan sepanjang masa. Amin.
 

Jadilah Pelita Kasih Bersama Kami

Terima kasih sudah menyediakan waktu sejenak untuk merenungkan kebaikan Tuhan bersama lumenchristi.id. Apabila sapaan Sabda Tuhan hari ini memberkati dan meneguhkan hati Anda, kami mengundang Anda untuk ikut serta mendukung pelayanan ini.

Setiap persembahan kasih yang Anda salurkan melalui QRIS akan menjadi pelita yang mencerahkan langkah kami untuk menjangkau lebih banyak jiwa, mendekatkan mereka pada Kristus dan Gereja-Nya.

Doa kami senantiasa menyertai Anda dan keluarga. Tuhan Yesus memberkati.






 


Oktober 27, 2026

Rabu, 28 Oktober 2026 Pesta Santo Simon dan Yudas, Rasul


Bacaan I: Ef 2:19-22 "Kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah."

Mazmur Tanggapan: Mzm 19:2-3.4-5; Ul: lh.5a "Di seluruh dunia bergemalah suara mereka."

Bait Pengantar Injil: Mat 5:16 "Allah, Tuhan kami, Engkau kami puji dan kami muliakan. Kepada-Mu paduan para rasul bersyukur, ya Tuhan."

Bacaan Injil: Luk 6:12-19 "Mereka datang untuk mendengarkan Dia dan untuk disembuhkan dari penyakit mereka."
 
warna liturgi merah
 
Bacaan Kitab Suci dapat dibaca pada Alkitab atau klik tautan ini  
Public Domain

Tidak banyak yang diketahui tentang dua orang kudus yang pestanya kita rayakan hari ini. Simon disebut sebagai "orang Zelot", kemungkinan karena semangatnya yang berkobar bagi kemerdekaan Yahudi sebelum ia dipanggil oleh Yesus. Yudas atau Tadeus adalah penulis salah satu surat dalam Perjanjian Baru, di mana ia memperingatkan umat Kristen perdana agar waspada terhadap ajaran sesat dan imoralitas. Ia juga dihormati sebagai santo pelindung untuk "perkara-perkara yang mustahil". Menurut sumber-sumber tradisional, keduanya berkarya bersama dalam misi di Persia dan akhirnya wafat sebagai martir.

Kisah keduanya juga memberi kita gambaran tentang orang-orang yang dipilih Yesus untuk menjadi murid-murid-Nya. Baik mereka berdua maupun para rasul lainnya adalah orang-orang biasa yang berasal dari latar belakang yang tidak menonjol. Namun, mereka masing-masing memiliki tujuan dalam rencana keselamatan Allah. Keduanya menjadi pribadi yang penuh semangat bagi Kristus dan Kerajaan Allah; mereka juga menjadi saluran rahmat Allah bagi mereka yang mencari kasih dan pengampunan-Nya, atau bagi mereka yang memohon pertolongan Allah saat menghadapi masalah hidup yang tampak tanpa harapan, bahkan mustahil untuk diatasi. Mungkin kita merasa diri kita tidak berarti, sehingga kita berpikir bahwa kita tidak memiliki peran apa pun dalam rencana keselamatan Allah. Namun, marilah kita memohon doa dari Santo Simon dan Santo Yudas agar kita dapat menemukan tujuan hidup kita, serta peran kita dalam rencana keselamatan Allah. Meskipun kita mungkin merasa tidak berarti, bukan berarti hidup kita adalah sesuatu yang mustahil. Sebab bersama Allah, segala sesuatu dan setiap orang menjadi mungkin. 

lumenchristi.id 2026 - Situs ini menggunakan cookies untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan menggunakan situs ini, Anda telah menyetujui penggunaan cookies dari Kami.