| Home | Indonesian Papist | Renungan Pagi| Doa Umat Misa Harian | Privacy Policy | Support Lumen Christi |



Facebook  X  Whatsapp  Instagram 

September 30, 2026

Kamis, 01 Oktober 2026 Pesta St. Teresia dari Kanak-kanak Yesus, Perawan-Pujangga Gereja, Pelindung Karya Misi

 
Author Nheyob
Bacaan I: Yes 66:10-14c "Aku mengalirkan kepadanya keselamatan dari sungai."

Atau 1Kor 12:31-13:13 "Sekarang tinggal iman, harapan, dan kasih, namun yang paling besar diantaranya adalah kasih."
 

Mazmur Tanggapan: Mzm 119:66.71.75.91.125.130 "Sinarilah hamba-Mu, ya Tuhan, dengan wajah-Mu."

Bait Pengantar Injil: Mat 11:25 "Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, sebab misteri Kerajaan-Mu Kaunyatakan kepada orang kecil."

Bacaan Injil: Mat 18:1-5 "Jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Surga."

warna liturgi putih

Bacaan Kitab Suci dapat dibaca pada Alkitab atau klik tautan ini


Santa Teresia dari Kanak-kanak Yesus juga dikenal sebagai "Bunga Kecil Yesus".

Santa Theresia ditetapkan sebagai pelindung misi bersama Santo Fransiskus Xaverius pada tahun 1927.

Hal ini sungguh menakjubkan karena ia adalah seorang biarawati dalam komunitas Karmelit yang hidup dalam klausura (hidup tertutup) di Lisieux, Normandia, Prancis.

Berbeda dengan Santo Fransiskus Xaverius yang berkelana jauh untuk mewartakan Injil dan membaptis banyak orang, Santa Theresia menghabiskan seluruh hidup religiusnya di dalam biara yang tertutup.

Meskipun ia memiliki keinginan untuk pergi ke tanah misi, kondisi kesehatannya yang buruk menghalanginya untuk mewujudkan hal tersebut.

Namun demikian, ia senantiasa mendoakan karya misi, dan setiap tindakan kecilnya pun ia persembahkan kepada Allah dalam doa.

Dalam memoarnya, "Kisah Suatu Jiwa" (The Story of a Soul), ia mengatakan bahwa dirinya hanyalah jiwa yang sangat kecil, sehingga ia hanya dapat mempersembahkan hal-hal yang sangat sederhana kepada Allah.

Akan tetapi, ia mempersembahkan hal-hal sederhana tersebut kepada Allah dengan penuh kasih demi keselamatan jiwa-jiwa.

Itulah pula pesan yang terkandung dalam bacaan Injil hari ini: kerendahan hati seperti anak kecil adalah jalan menuju Kerajaan Allah.

Hati yang kecil, rendah hati, dan bersahaja seperti anak kecil—seperti hati Santa Theresia—itulah yang dipandang besar di mata Allah.

September 29, 2026

Support lumenchristi.id

Terima kasih sudah menyediakan waktu sejenak untuk merenungkan kebaikan Tuhan bersama lumenchristi.id. Apabila sapaan Sabda Tuhan hari ini memberkati dan meneguhkan hati Anda, kami mengundang Anda untuk ikut serta mendukung pelayanan ini.

Setiap persembahan kasih yang Anda salurkan melalui QRIS akan menjadi pelita yang mencerahkan langkah kami untuk menjangkau lebih banyak jiwa, mendekatkan mereka pada Kristus dan Gereja-Nya.

Doa kami senantiasa menyertai Anda dan keluarga. Tuhan Yesus memberkati.






 


Rabu, 30 September 2026 Peringatan Wajib St. Hieronimus, Imam dan Pujangga Gereja

 

Bacaan I: Ayb 9:1-12.14-16 "Masakan manusia benar di hadapan Allah?"
 

Mazmur Tanggapan: Mzm 88:10bc-11.12-13.14-15 "Semoga doaku sampai ke hadirat-Mu, ya Tuhan."

Bait Pengantar Injil: Flp 3:8-9 "Segala sesuatu kuanggap sebagai sampah, agar aku memperoleh Kristus dan bersatu dengan-Nya."

Bacaan Injil: Luk 9:57-62 "Aku akan mengikuti Engkau ke mana pun Engkau pergi." 
 
warna liturgi putih

Bacaan Kitab Suci dapat dibaca pada Alkitab atau klik tautan ini
Credit: wideonet/istock.com
      Setiap kali kita berbicara tentang Allah di depan umum, kita akan berbicara dengan penuh hormat dan menggunakan bahasa yang santun, terutama dalam doa bersama. Namun, saat kita memeriksa batin, kita mungkin harus mengakui bahwa sikap kita tidak selalu demikian hormatnya. Terutama dalam ruang pribadi, kita cenderung bersikap lebih akrab dengan Allah. Dan ketika hidup dilanda kekacauan serta segala sesuatu terasa hancur berantakan, percakapan kita dengan Allah bisa menjadi tajam dan terus terang. Bisa jadi kita merasa marah kepada Allah, bahkan menuntut penjelasan dari-Nya, atau sampai pada titik menuduh Allah tidak mendengarkan dan tidak mengabulkan doa-doa kita.

Dalam bacaan pertama, saat Ayub berbicara tentang Allah di hadapan teman-temannya, ia sungguh menunjukkan rasa hormat kepada Allah dan mengakui kemahakuasaan-Nya dalam segala aspek. Ayub menyadari posisinya di hadapan Allah; ia tahu bahwa dirinya hanyalah makhluk ciptaan dan tidak memiliki dasar untuk menggugat Allah, meskipun ia mungkin tidak memahami alasan di balik penderitaannya. Demikianlah cara Ayub menggambarkan Allah di hadapan teman-temannya, dan hal itu juga mencerminkan keyakinan imannya akan Allah.

Apa yang dikatakan Ayub tentang Allah dalam bacaan pertama itu sungguh patut menjadi bahan permenungan dan refleksi bagi kita. Meskipun Allah senantiasa mengampuni kita saat kita bersikap kurang hormat atau bahkan berani menentang-Nya, marilah kita memohon kepada Tuhan Allah agar menganugerahi kita hati yang rendah hati dan penuh penyesalan. Dengan demikian, saat kita berbicara tentang Allah kepada orang lain, mereka pun akan mengetahui keyakinan iman kita akan Allah.
 

September 27, 2026

Selasa, 29 September 2026 Pesta St. Mikael, Gabriel dan Rafael, Malaikat Agung

 

 Bacaan I: Dan 7:9-10.13.14 "Pakaian-Nya putih seperti salju."  
atau Why 12:7-12a

Mazmur Tanggapan: Mzm. 138:1-2ab.2cde-3.4.5 "Di hadapan para dewata aku hendak bermazmur bagi-Mu, ya Tuhan."

Bait Pengantar Injil: Mrk 10:45 "Pujilah Tuhan, hai segala tentara-Nya, muliakanlah Dia, hai para hamba yang melakukan kehendak-Nya."

Bacaan Injil: Yoh 1:47-51 "Engkau akan melihat malaikat-malaikat Allah turun naik kepada Anak manusia."
     
warna liturgi putih

Bacaan Kitab Suci dapat dibaca pada Alkitab atau klik tautan ini 
 
 
Public Domain

 
Kitab Suci memuat banyak bagian yang merujuk pada malaikat, baik dalam Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru. Selain itu, Perjanjian Baru sering menyebutkan malaikat dalam berbagai peristiwa penting.

Ada malaikat yang menyampaikan pesan kepada Maria, Yusuf, dan para gembala; malaikat yang melayani Kristus setelah pencobaan-Nya di padang gurun; malaikat yang mendatangi Kristus saat Ia bergumul hebat dalam penderitaan-Nya; malaikat di makam Kristus yang telah bangkit; serta malaikat yang membebaskan Rasul Petrus dan Paulus dari penjara.

Namun, Kitab Suci hanya menyebutkan istilah "malaikat agung" sebanyak dua kali. Penyebutan itu terdapat dalam Yudas 9, di mana Mikhael disebut sebagai malaikat agung, dan dalam 1 Tesalonika 4:16, yang menyebutkan bahwa "suara malaikat agung" akan terdengar saat kedatangan Kristus kembali.

Gereja Katolik Roma menghormati tiga malaikat agung: Mikhael, Gabriel, dan Rafael.


Dalam bahasa Ibrani, nama Mikhael berarti "Siapakah yang seperti Allah?" atau "Siapakah yang setara dengan Allah?" Sejak masa awal Kekristenan, Santo Mikhael digambarkan sebagai seorang panglima yang memegang tombak di tangan kanannya untuk menyerang Iblis, dan memegang pelepah palem hijau di tangan kirinya sebagai lambang kemenangan atas kejahatan.

Gabriel berarti "Utusan Allah" atau "Kekuatan Allah." Ia adalah pewarta misteri-misteri Allah, khususnya misteri Inkarnasi Allah dan segala misteri lain yang berkaitan dengannya. Ia digambarkan sedang memegang lentera yang menyala, melambangkan bahwa hanya Allah yang dapat menerangi misteri-misteri tersebut.

lumenchristi.id 2026 - Situs ini menggunakan cookies untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan menggunakan situs ini, Anda telah menyetujui penggunaan cookies dari Kami.