| Home | Indonesian Papist | Renungan Pagi| Doa Umat Misa Harian | Privacy Policy | Support Lumen Christi |



Facebook  X  Whatsapp  Instagram 

Agustus 14, 2026

Sabtu, 15 Agustus 2026 Hari Biasa Pekan XIX

 
Bacaan I: Yeh 18:1-10.13b.30-32 "Aku menghukum kalian sesuai dengan tindakanmu sendiri.

Mazmur Tanggapan: Mzm 51:3-4.5-6a.12-13.14.17 "Ciptakanlah hati yang murni dalam diriku, ya Allah."

Bait Pengantar Injil: Mat 11:25 "Terpujilah Engkau, Bapa, Tuhan langit dan bumi, sebab misteri kerajaan Kaunyatakan kepada kaum sederhana."

Bacaan Injil: Mat 19:13-15 "Janganlah menghalang-halangi anak-anak datang kepada-Ku, sebab orang-orang seperti merekalah yang empunya Kerajaan Surga!"

       
  warna liturgi hijau
 
Bacaan Kitab Suci dapat dibaca pada Alkitab Deuterokanonika atau klik tautan ini 
        

Lauren/flickr (CC BY-NC-ND 2.0)

 Setiap kali terjadi masalah, reaksi yang paling mungkin muncul adalah mencari tahu siapa yang bersalah. Sudah menjadi kecenderungan manusia untuk mencari seseorang yang dapat disalahkan atas apa pun yang tidak berjalan semestinya. Bahkan, hal ini bisa berujung pada tindakan menjadikan seseorang sebagai kambing hitam, sementara yang lain dibiarkan tanpa hukuman.

Dalam bacaan pertama, Tuhan Allah melalui nabi Yehezkiel menyoroti pepatah: ‘Ayah-ayah makan buah mentah, dan gigi anak-anaknya menjadi ngilu’? Tuhan Allah membantah pepatah tersebut dan menegaskan bahwa orang yang berdosa-lah yang akan dihukum. Kendati demikian, tidak dapat disangkal bahwa orang tua memiliki tanggung jawab atas pembinaan moral anak. Namun, ketika anak beranjak dewasa, tanggung jawab dan akuntabilitas pribadi pun harus ada.

Dalam Injil, Yesus mengatakan bahwa Kerajaan Allah adalah milik anak-anak kecil. Orang tua perlu menyadari bahwa di dalam diri anak-anak kecil mereka, terdapat Kerajaan Allah. Hadiah terbaik yang dapat diberikan orang tua kepada anak-anak mereka adalah memberkati dan berdoa bersama mereka. Dengan demikian, anak-anak mereka akan bertumbuh dalam hikmat dan kasih karunia, serta menghasilkan buah kasih bagi Allah dan sesama.

Agustus 13, 2026

Jumat, 14 Agustus 2026 Peringatan Wajib St. Maksimilianus Maria Kolbe, Imam – Martir


Bacaan I: Yeh 16:59-63 "Aku akan mengingat perjanjian-Ku dengan dikau, dan engkau akan merasa malu."
   

Mazmur Tanggapan: Yes 12:2-3.4bcd.5-6 "Engkau telah berbalik dari kemarahan-Mu."

Bait Pengantar Injil: lih. 1Tes 2:13 "Sambutlah pewartaan ini sebagai sabda Allah, bukan sebagai perkataan manusia."

Bacaan Injil: Mat 19:3-12 "Karena ketegaran hatimu Musa mengizinkan kalian menceraikan isterimu, tetapi semula tidaklah demikian."

warna liturgi merah

Bacaan Kitab Suci dapat dibaca pada Alkitab atau klik tautan ini




Saat mencari solusi, kita cenderung memilih cara yang paling mudah. Misalnya, ketika hendak menggantung sesuatu di dinding, kita lebih memilih memaku dinding daripada mengebor lubang dan memasang kait dengan sekrup. Kedua cara itu memang bisa berhasil, namun kita tahu bahwa paku tidak sekuat kait yang dipasang dengan sekrup pada dinding. Sudah menjadi kecenderungan manusia untuk memilih solusi termudah dan jalan yang paling ringan hambatannya.

Ketika orang-orang Farisi hendak menguji Yesus mengenai masalah perceraian, mereka ingin memancing-Nya agar mengatakan bahwa perceraian itu diperbolehkan. Namun, Yesus justru membawa mereka kembali pada awal penciptaan dan maksud Allah mengenai pernikahan antara laki-laki dan perempuan. Pernikahan pasti akan menghadapi tantangan dan kesulitan; menjaga kasih dalam pernikahan adalah perjalanan panjang dan berliku yang menuju pada pintu yang sempit.

Dalam bacaan pertama, Allah sebenarnya bisa saja dengan mudah meninggalkan umat-Nya saat mereka tidak setia, tidak tahu berterima kasih, dan tidak taat kepada-Nya. Akan tetapi, Allah menunjukkan bahwa Ia mengampuni umat-Nya, bahkan ketika mereka tidak layak menerimanya. Mengampuni adalah pilihan yang sulit, terutama jika kita merasa pihak lain tidak pantas mendapatkannya atau tidak menghargainya. Namun, saat kita mengambil keputusan sulit untuk mengasihi dan mengampuni, Allah akan memberkati kita karenanya. Ya, Allah akan memberkati mereka yang ingin meneladani-Nya dalam hal mengasihi dan mengampuni.

Agustus 12, 2026

Kamis, 13 Agustus 2026 Hari Biasa Pekan XIX

 

Bacaan I: Yeh 12:1-2 "Berjalanlah seperti orang buangan di depan mereka pada siang hari."
      
Mazmur Tanggapan: Mzm 78:56-57.58-59.61-62 "Janganlah kita melupakan karya-karya Allah."

Bait Pengantar Injil: Mzm 119:135 "Sinarilah hamba-Mu dengan wajah-Mu, dan ajarkanlah ketetapan-ketetapan-Mu kepadaku."

Bacaan Injil: Mat 18:21 - 19:1 "Aku berkata kepadamu, 'Bukan hanya sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali kalian harus mengampuni."
 
warna liturgi hijau
 
Bacaan Kitab Suci dapat dibaca pada Alkitab atau klik tautan ini
 

Saudara-saudari terkasih, jika kita menyadari betapa besarnya kasih Allah, hidup kita seharusnya dipenuhi dengan rasa syukur yang mendalam. Hari ini, melalui sabda-Nya, kita diundang untuk merenungkan sebuah pertanyaan mendasar: Sudahkah kita menghargai belas kasih Tuhan?

Allah selalu membuka tangan-Nya, menawarkan pengampunan dan hidup baru yang bebas dari dosa. Namun, menerima pengampunan itu berarti kita juga harus berani menolak godaan duniawi yang menjauhkan kita dari identitas kita sebagai anak-anak Allah yang terkasih.

Dalam bacaan pertama, Nabi Yehezkiel membawa pesan pedih bagi para buangan di Babel tentang nasib Yehuda dan Yerusalem. Kehancuran yang mereka alami bukanlah karena Tuhan kejam, melainkan buah dari pilihan mereka sendiri. Mereka mengandalkan kekuatan dunia, menyembah berhala, dan menulikan telinga dari panggilan Tuhan. Padahal, Allah begitu sabar. Ia senantiasa memelihara mereka, mengutus hamba-hamba-Nya untuk menuntun mereka kembali, namun cinta itu bertepuk sebelah tangan.

Agustus 11, 2026

Rabu, 12 Agustus 2026 Hari Biasa Pekan XIX

 
Bacaan I: Yeh 9:1-7.10:18-22 "Tulislah huruf T pada dahi orang-orang yang berkeluh kesah karena segala perbuatan keji di Yerusalem."
 
Mazmur Tanggapan:  Mzm 113:1-2.3-4.5-6 "Kemuliaan Tuhan mengatasi langit."

Bait Pengantar Injil: 2Kor 5:19 "Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya dalam diri Kristus dan mempercayakan warta perdamaian kepada kita." 

Bacaan Injil: Mat 18:15-20 "Jika saudaramu yang berbuat dosa mendengarkan teguranmu, engkau telah mendapatnya kembali."
 
warna liturgi hijau
 
Bacaan Kitab Suci dapat dibaca pada Alkitab atau klik tautan ini 
 

 
 

Kitab Suci tidak hanya menyajikan ayat-ayat yang menginspirasi dan menghangatkan hati, tetapi juga dengan jujur memotret realitas kehidupan manusia yang paling kelam. Salah satu kenyataan terbesar yang diangkat adalah keberdosaan manusia serta konsekuensi dari dosa tersebut, yakni penghakiman dan hukuman ilahi. 

Melalui penglihatan Nabi Yehezkiel pada bacaan pertama, kita dihadapkan pada dua sisi keadilan Allah:

  • Hukuman bagi yang Menolak Bertobat: Ada konsekuensi nyata bagi mereka yang bersikeras hidup dalam dosa tanpa adanya keinginan untuk berbalik kepada Allah.

  • Keselamatan bagi yang Setia: Sebaliknya, mereka yang setia, serta secara sadar menolak dan membenci kenistaan dosa, akan diluputkan. Mereka ditandai dengan tanda salib di dahi sebagai umat yang diselamatkan. 

Bagi kita yang berupaya hidup di jalan keselamatan, Yesus memberikan sebuah amanat penting dalam Injil. Kita dipanggil untuk tidak bersikap acuh tak acuh terhadap sesama:

  • Tanggung Jawab Persaudaraan: Jika ada saudara yang jatuh ke dalam dosa, menjadi tugas dan kewajiban kita untuk menegur serta membimbingnya kembali ke kebenaran. Kita semua memikul tanggung jawab untuk saling menjaga dan menuntun.

  • Batas Ketegaran Hati: Namun, Tuhan juga realistis. Jika teguran kasih ini ditolak dengan keras kepala, orang tersebut harus menanggung akibat dari penolakannya terhadap Allah. Sejarah bangsa Israel dan Yehuda yang hancur akibat terus mengabaikan utusan Tuhan menjadi peringatan keras bahwa ketidaktaatan berujung pada penderitaan dan keterpisahan dari Allah. 

lumenchristi.id 2026 - Situs ini menggunakan cookies untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan menggunakan situs ini, Anda telah menyetujui penggunaan cookies dari Kami.