| Home | Indonesian Papist | Renungan Pagi| Doa Umat Misa Harian | Privacy Policy | Support Lumen Christi |



Facebook  X  Whatsapp  Instagram 

September 08, 2026

Rabu, 09 September 2026 Hari Biasa Pekan XXIII

 
Bacaan I: 1Kor 7:25-31 "Adakah engkau terikat pada seorang wanita? Janganlah mengusahakan perceraian. Adakah engkau tidak terikat pada seorang wanita? Janganlah mencari seseorang."  

Mazmur Tanggapan: Mzm 45:11-12.14-15.16-17  "Dengarlah, hai puteri, lihatlah dan sendengkanlah telingamu."

Bait Pengantar Injil: Luk 6:23ab "Bersukacitalah dan bergembiralah, karena besarlah upahmu di surga."

Bacaan Injil: Luk 6:20-26 "Berbahagialah orang yang miskin, celakalah orang yang kaya."
    
       warna liturgi hijau
 
Bacaan Kitab Suci dapat dibaca pada Alkitab atau klik tautan ini




Saudara-saudari terkasih dalam Kristus, ketika kita mengatakan bahwa sesuatu itu hidup, kita berharap hal itu bernapas dan bergerak. Dan jika kita pernah memegang makhluk atau hewan yang hidup, kita tahu bahwa tidaklah mudah untuk membuat mereka tetap diam dan terkendali. Saat kita merenungkan tentang kehidupan, kita harus menyadari bahwa hidup itu dinamis dan penuh liku-liku, serta kita harus siap menghadapi hal-hal yang tak terduga. Dengan demikian, kita tahu bahwa hidup bukanlah garis lurus, melainkan sebuah siklus pasang surut.

Dalam Injil, kita mendengar ajaran Yesus yang serupa dengan Sabda Bahagia. Hal itu ibarat sebuah "pembalikan keadaan". Namun, itu juga merupakan cerminan kehidupan—ada pasang surut, hal baik dan buruk, serta suka dan duka. Ke mana pun arah kehidupan membawa kita, marilah kita terus percaya kepada Allah, karena Dia tidak berubah dan senantiasa setia kepada mereka yang mengandalkan-Nya. Kita tahu bahwa dalam hidup, segala sesuatu akan datang dan pergi, namun Allah itu kekal abadi. Hanya di dalam Allah-lah hati kita akan menemukan ketenangan dan kedamaian.

September 07, 2026

Selasa, 08 September 2026 Pesta Kelahiran Santa Perawan Maria

 

Bacaan I: Mi 5:1-4a "Tibalah saatnya perempuan yang mengandung itu melahirkan."
Atau Rm 8:28-30

Mazmur Tanggapan: Mzm 13:6ab,6cd "Aku bersukacita dalam Tuhan"

Bait Pengantar Injil: Yoh 15:16 "Berbahagialah engkau, hai Perawan Maria, dan sangat terpuji. Sebab dari padamu telah terbit Sang Surya Keadilan, yakni Kristus, Allah kita."

Bacaan Injil: Mat 1:1-16.18-23 (1:18-23) "Anak yang ada di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus."
 
 
warna liturgi putih
 
Bacaan Kitab Suci dapat dibaca pada Alkitab atau klik tautan ini 
 
 

Ketika kita membayangkan ayat Kitab Suci yang ideal untuk merayakan hari ulang tahun seseorang, pikiran kita mungkin akan tertuju pada sabda-sabda indah yang berisi berkat dan sukacita. Namun, sungguh menarik bahwa untuk merayakan Pesta Kelahiran Santa Perawan Maria, Gereja justru memilih perikop dari Injil Matius yang terdengar begitu manusiawi dan sarat akan pergumulan, yakni kisah ketika Yusuf berniat menceraikan Maria secara diam-diam. Situasi yang rumit ini tentu menghadirkan ketakutan yang nyata bagi Maria akan masa depan yang penuh ketidakpastian. Akan tetapi, justru di sinilah sisi kemanusiaan Maria dan Yusuf ditonjolkan dengan begitu indah, mengingatkan kita bahwa tokoh-tokoh suci ini pun tidak luput dari rasa takut dan kekhawatiran saat mereka harus melangkah untuk memenuhi kehendak Allah.

Seringkali, rasa takut memang memiliki kekuatan yang melumpuhkan, menahan kita dari keberanian untuk melakukan kehendak Tuhan dan memuliakan nama-Nya. Namun, sama seperti Tuhan mengutus malaikat-Nya untuk meredakan keraguan mereka—berkata "jangan takut" kepada Maria saat Kabar Sukacita dan mengulangi pesan yang sama kepada Yusuf dalam mimpinya—pesan keteguhan hati itu pula yang kini bergema bagi kita. Melalui perayaan Ekaristi ini, Tuhan secara pribadi mengundang kita untuk melepaskan segala ketakutan tersebut karena Ia senantiasa menyertai langkah kita. Terlebih lagi, kita tidak pernah berjalan sendirian, sebab kita memiliki Bunda Surgawi yang selalu setia mendoakan anak-anaknya. Melalui doa-doanya, Bunda Maria memohon agar kita mampu meneladaninya, yakni menjadi pembawa kehadiran Yesus bagi sesama, sehingga dunia pun pada akhirnya tahu dan percaya bahwa Allah selalu hadir menyertai mereka.

September 06, 2026

Bacaan Liturgi: 07 - 13 September 2026

 

Senin, 07 September: Hari Biasa Pekan XXIII (H). 
1Kor 5:1-8; Mzm 5:5-6.7.12; Luk 6:6-11. 

Selasa, 08 September:  Pesta Kelahiran Santa Perawan Maria (P). 
Mi 5:1-4a atau Rm 8:28-30; Mzm 13:6ab.6cd; Mat 1:1-16.18-23 (panjang) atau Mat 1:18-23 (singkat). 
 
Rabu, 09 September: Hari Biasa Pekan XXIII (H).
Pfak St. Petrus Klaver
1Kor 7:25-31; Mzm 45:11-12.14-15.16-17; Luk 6:20-26. 
 
Kamis, 10 September:  Hari Biasa Pekan XXIII (H). 
1Kor 8:1b-7.11-13; Mzm 139:1-3.13-14ab.23-24; Luk 6:27-38. 
 
Jumat, 11 September: Hari Biasa Pekan XXIII (H). 
1Kor 9:16-19.22b-27; Mzm 84:3.4.5-6.12; Luk 6:39-42. 
 
Sabtu, 12 September: Hari Biasa Pekan XXIII (H).    
Pfak Nama Tersuci Maria
1Kor 10:14-22a; Mzm 116:12-13.17-18; Luk 6:43-49. 
 
Minggu, 13 September: Hari Minggu Biasa XXIV
Sir. 27:33-28:9; Mzm. 103:1-2,3-4,9-10,11-12; Rm. 14:7-9; Mat. 18:21-35. 
 
 
 
Photo by form PxHere 
 

Senin, 07 September 2026 Hari Biasa Pekan XXIII

Bacaan I: 1Kor 5:1-8 "Bilamana kita berkumpul dalam roh, kamu bersama-sama dengan aku, dengan kuasa Yesus."

Mazmur Tanggapan: Mzm 5:5-6.7.12 "Tuhan, bimbinglah aku dalam keadilan-Mu."

Bait Pengantar Injil: Yoh 10:27 "Domba-domba-Ku mendengar suara-Ku, sabda Tuhan. Aku mengenal mereka, dan mereka mengenal Aku."

Bacaan Injil: Luk 6:6-11 "Mereka mengamat-amati Yesus, kalau-kalau Ia menyembuhkan orang pada hari Sabat." 
 
warna liturgi hijau
 
Bacaan Kitab Suci dapat dibaca pada Alkitab atau klik tautan ini 
   

 
 
 Untuk memperoleh sesuatu yang baik, diperlukan pengorbanan. Jadi, jika kita ingin sehat, kita harus menjalani gaya hidup sehat dan mengonsumsi makanan sehat. Jika kita ingin sukses, kita harus bekerja keras. Tentu saja, yang diperlukan adalah ketekunan dan kegigihan.

Allah mengasihi kita, dan melalui Yesus Kristus, Dia juga menawarkan keselamatan bagi kita. Jika kita ingin diselamatkan, kita harus setia pada perintah-perintah Allah dan menjalani hidup yang kudus. Mengatakan bahwa kita mendambakan keselamatan namun tetap menjalani hidup yang penuh dosa dan amoral adalah sebuah kontradiksi.

Dalam bacaan pertama, Santo Paulus menegaskan agar orang yang berdosa dihukum dan dikeluarkan dari komunitas. Namun, hal ini bertujuan agar ia menyadari kesalahannya dan bertobat dari dosa-dosanya. Marilah kita senantiasa melakukan pemeriksaan batin secara rutin dan meninggalkan segala kebiasaan berdosa. Marilah kita mendambakan keselamatan dan melakukan pengorbanan yang diperlukan untuk mencapainya.

lumenchristi.id 2026 - Situs ini menggunakan cookies untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan menggunakan situs ini, Anda telah menyetujui penggunaan cookies dari Kami.