| Home | Indonesian Papist | Renungan Pagi| Doa Umat Misa Harian | Privacy Policy | Support Lumen Christi |



Facebook  X  Whatsapp  Instagram 

September 16, 2026

Kamis, 17 September 2026 Hari Biasa Pekan XXIV


Bacaan I: 1Kor 15:1-11 "Begitulah kami mengajar dan begitu pulalah kamu mengimani." 

Mazmur Tanggapan: Mzm 118:1-2.16ab-17.28 "Bersyukurlah kepada Tuhan, karna baiklah Dia!"
 
Bait Pengantar Injil: Mat 11:28 "Datanglah kepada-Ku, kalian semua yang letih dan berbeban berat. Aku akan memberikan kelegaan kepadamu."
 
Bacaan Injil: Luk 7:36-50 "Dosanya yang banyak telah diampuni, karena ia telah banyak berbuat kasih."
     
warna liturgi hijau
 
Bacaan Kitab Suci dapat dibaca pada Alkitab atau klik tautan ini
 
 

  
 Piramida Mesir merupakan pemandangan yang terkenal, dan Piramida Agung Giza adalah salah satu keajaiban dunia kuno. Struktur piramida-piramida tersebut serupa: bagian atasnya meruncing, sedangkan bagian dasarnya lebar. Piramida mencerminkan struktur masyarakat, di mana pemerintah dan para pemimpin berada di puncak, sementara rakyat jelata berada di bagian dasar. Dalam arti tertentu, terdapat harmoni yang tenang antara puncak dan dasar, selaras dengan bagaimana sebuah piramida berdiri kokoh melintasi zaman. Bagian dasar yang terdiri dari rakyat jelata tidak boleh dan tidak bisa diabaikan; sebab jika dasar tersebut tergerus dan terabaikan, seluruh struktur akan terancam runtuh.

Santo Paulus adalah seorang misionaris besar bagi bangsa-bangsa non-Yahudi, namun dalam bacaan pertama, ia mengakui dirinya sebagai yang paling hina di antara para rasul karena pernah menganiaya Gereja. Namun, terjadi pengalaman pertobatan, dan kasih karunia Allah bekerja dengan penuh kuasa dalam diri Santo Paulus.

Dalam Injil, seorang perempuan yang memiliki reputasi buruk di kota itu diampuni dosanya oleh Yesus berkat kasih yang begitu besar yang ia tunjukkan kepada-Nya. Bacaan hari ini menyadarkan kita bahwa di lapisan dasar masyarakat, terdapat orang-orang berdosa dan mereka yang melakukan perbuatan jahat. Kita harus mendoakan pertobatan mereka agar mereka dapat mengalami pengampunan Allah. Dan seperti Santo Paulus serta perempuan dalam Injil tersebut, mereka akan menjadi dasar yang kokoh dan kuat dalam masyarakat.

September 15, 2026

Rabu, 16 September 2026 Peringatan Wajib St. Kornelius, Paus-Martir dan Siprianus, Uskup-Martir

 

Bacaan I: 1Kor 12:31-13:13 "Sekarang tinggal iman, harapan, dan kasih, namun yang paling besar diantaranya adalah kasih."
 
Mazmur Tanggapan: Mzm 33:2-3.4-5.12.22 "Berbahagialah bangsa yang dipilih Tuhan menjadi milik-Nya."
 
Bait Pengantar Injil:  Lih. Yoh 6:63c, 68c "Sabda-Mu, ya Tuhan, adalah roh dan kehidupan. Pada-Mulah sabda kehidupan kekal."
 
Bacaan Injil: Luk 7:31-35 "Hikmat Allah dibenarkan oleh orang yang menerimanya."
     
warna liturgi merah
 
Bacaan Kitab Suci dapat dibaca pada Alkitab atau klik tautan ini
 


     

Saudara-saudari terkasih, sabda Tuhan hari ini mengingatkan kita bahwa panggilan utama dan tujuan hidup kita sebagai umat Kristiani adalah untuk mengasihi secara tulus dan tanpa pamrih. Melalui suratnya kepada jemaat di Korintus,  Rasul Paulus menegaskan bahwa tanpa kasih, segala karunia, bakat, dan kehebatan kita menjadi sia-sia belaka. Kasih sejati tidak memegahkan diri atau bersikap egois, melainkan berwujud dalam kepedulian yang nyata kepada sesama—baik kepada orang-orang terdekat, mereka yang sedang menderita, maupun orang asing yang kita jumpai setiap hari.

Tanpa kasih dan kerendahan hati, kita sangat rentan jatuh ke dalam kesombongan rohani. Inilah yang terjadi pada kaum Farisi dan ahli Taurat; keangkuhan dan ego membuat mereka buta sehingga menolak kehadiran Tuhan Yesus dan Yohanes Pembaptis. Mereka merasa diri paling benar dan justru menghakimi Tuhan karena Ia berinteraksi serta merangkul orang-orang berdosa. Kesombongan semacam ini menghalangi kita untuk melihat karya keselamatan Allah dan dapat mengubah kita menjadi pribadi yang munafik, yang pada akhirnya lebih mencintai ego sendiri daripada mencintai Tuhan dan sesama yang dipercayakan kepada kita.

September 14, 2026

Selasa, 15 September 2026 Peringatan Wajib Santa Perawan Maria Berdukacita


Author Zarateman (CC)
  
Bacaan I: Ibr 5:7-9 "Ia menjadi pokok keselamatan abadi bagi semua orang yang taat kepada-Nya."

Mazmur Tanggapan: Mzm 31:2-3a.3bc-4.5-6.15-16.20 "Selamatkanlah aku, ya Tuhan, oleh kasih setia-Mu."

Bait Pengantar Injil: Berbahagialah Engkau, Sang Perawan Maria, sebab di bawah salib Tuhan engkau menjadi martir tanpa menumpahkan darahmu

Bacaan Injil:  Yoh 19:25-27 “Ibu, inilah anakmu!”
 
warna liturgi putih
 
Bacaan Kitab Suci dapat dibaca pada Alkitab atau klik tautan ini 

 

 

Saudara-saudari terkasih dalam Kristus, Kita mungkin bertanya-tanya mengapa Gereja memilih saat-saat penuh dukacita, kesedihan, dan penderitaan itu lalu mengubahnya menjadi sebuah perayaan. Kemarin kita merayakan Pesta Pemuliaan Salib Suci. Hari ini kita kembali mengarahkan hati ke kaki Salib dan turut merasakan dukacita serta kesedihan Bunda Maria. Mungkin ada hal-hal tertentu dalam hidup yang dapat dipelajari melalui kesedihan dan penderitaan. Salib, yang tadinya merupakan sarana penderitaan dan kematian, diubah oleh Kristus menjadi lambang kehidupan dan kemuliaan.

Saat Bunda Maria berdiri di dekat salib dalam dukacita dan kepedihan, ia pun mengalami perubahan dan transformasi. Di saat dukacita yang paling mendalam itu, Kristus menetapkan Perawan Maria sebagai Bunda Gereja. Melalui wafat-Nya di kayu salib, Kristus menganugerahkan kehidupan bagi kita dan memberikan Maria sebagai Bunda kita. Maka, ketika kesedihan dan penderitaan diserahkan ke dalam tangan Allah, sesuatu yang indah dan mulia pun terjadi. Saat kita menghadapi kesulitan, kesesakan, ataupun kesedihan dan penderitaan, marilah kita datang kepada Bunda Maria dan berdiri bersamanya di kaki salib. Bahkan ketika kita tenggelam dalam dalamnya kesedihan dan penderitaan, Allah meyakinkan kita akan hal ini: saat yang indah akan segera tiba, saat yang mulia akan segera dimulai. Marilah kita senantiasa dekat dengan Bunda Maria, maka kita pun akan turut ambil bagian dalam kemuliaan salib.

September 13, 2026

Bacaan Liturgi: 14 - 20 September 2026

 
Senin, 14 September: Pesta Pemuliaan Salib Suci (M). 
Bil. 21:4-9; Mzm. 78:1-2.34-35,36-37,38; Flp. 2:6-11; Yoh. 3:13-17. 
 
Selasa, 15 September: Peringatan Wajib SP Maria Berdukacita (P). 
Ibr. 5:7-9; Mzm. 31:2-3a,3b-4,5-6,15-16,20; Yoh. 19:25-27 atau Luk. 2:33-35. 
 
Rabu, 16 September: Peringatan Wajib St. Kornelius dan St. Siprianus (M). 
1Kor 12:31-13:13; Mzm 33:2-3.4-5.12.22; Luk 7:31-35
 
Kamis, 17 September: Hari Biasa Pekan XXIV (H).   
Pfak St. Robertus Bellarminus dan St. Hildegardis dari Bingen 
1Kor 15:1-11; Mzm 118:1-2.16ab-17.28; Luk 7:36-50. 
 
Jumat, 18 September: Hari Biasa Pekan XXIV (H). 
1Kor 15:12-20; Mzm 17:1.6-7.8b.15; Luk 8:1-3. 
 
Sabtu, 19 September: Hari Biasa Pekan XXIV (H). 
Pfak St. Yanuarius
1Kor 15:35-37.42-49; Mzm 56:10.11-12.13-14; Luk 8:4-15. 
 
Minggu, 20 September: Hari Minggu Biasa XXV (H). 
Yes. 55:6-9; Mzm. 145:2-3,8-9,17-18; Flp. 1:20c-24,27a; Mat. 20:1-16a. 
 
  
 

Russ Allison Loar (CC BY-NC-ND 2.0)

lumenchristi.id 2026 - Situs ini menggunakan cookies untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan menggunakan situs ini, Anda telah menyetujui penggunaan cookies dari Kami.