Bacaan I: Flp 1:1-11 "Allah telah memulai karya baik di antaramu; Dia akan melanjutkannya sampai akhir pada hari Kristus Yesus."
Mazmur Tanggapan: Mzm 111:1-2.3-4.5-6 "Besarlah perbuatan-perbuatan Tuhan."
Bait Pengantar Injil: Yoh 10:27 "Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku, sabda Tuhan; Aku mengenal mereka, dan mereka mengikuti Aku."
Bacaan Injil: Luk 14:1-6 "Siapakah yang anak atau lembunya terperosok ke dalam sumur tidak segera menariknya keluar meski pada hari Sabat?"
Doa memiliki dua aspek—dimensi pribadi dan dimensi komunal. Saat berdoa, kita tentu akan memanjatkan permohonan untuk kebutuhan dan intensi kita sendiri. Hal ini mencerminkan hubungan pribadi kita dengan Allah serta ketergantungan kita kepada-Nya dalam menjalani hidup. Namun, dalam doa, kita juga berada dalam kesatuan dengan Tubuh Kristus, yaitu Gereja, seraya kita mendoakan kebutuhan Gereja maupun dunia.
Dalam doa, kita tidak hanya memandang kebutuhan diri sendiri, tetapi juga menoleh kepada sesama yang sedang membutuhkan. Dalam bacaan pertama, Rasul Paulus mengungkapkan kepada jemaat di Filipi bahwa ia mengucap syukur kepada Allah setiap kali teringat akan mereka. Setiap kali ia mendoakan mereka, ia melakukannya dengan sukacita, seraya mengenang bagaimana mereka telah turut serta menyebarkan Kabar Baik. Ia juga menyampaikan bahwa dalam doanya, ia memohon agar kasih mereka satu sama lain semakin melimpah, serta agar pengetahuan dan daya tangkap mereka terus berkembang, sehingga mereka senantiasa mampu mengenali apa yang terbaik. Demikian pula halnya dengan doa kita; hendaknya kita tidak hanya berdoa untuk diri sendiri, tetapi juga untuk sesama. Sebagai pribadi maupun sebagai anggota Tubuh Kristus, kita perlu meningkatkan pengetahuan dan memperdalam daya tangkap kita agar senantiasa dapat mengenali apa yang terbaik. Melalui kesatuan dengan Allah, kita dimampukan untuk melakukan perbuatan yang baik dan penuh kasih, serta menjadi pewarta Kabar Baik keselamatan.






