warna liturgi hijau
| Credit: Sidney de Almeida/istock.com |
“Engkaulah tempat perlindunganku dan perisaiku; aku berharap kepada firman-Mu” (Bdk. Mzm 119:114)
Tahun A - II
| Home | Indonesian Papist | Renungan Pagi| Doa Umat Misa Harian | Privacy Policy | Support Lumen Christi |
| Credit: Sidney de Almeida/istock.com |
Terima kasih telah meluangkan waktu sejenak bersama Tuhan melalui lumenchristi.id. Jika sapaan Sabda Tuhan hari ini menyentuh hati dan membawa berkat bagi langkah Anda, kami mengundang Anda untuk turut ambil bagian dalam pelayanan ini.
Uluran persembahan kasih Anda melalui QRIS sangat berarti bagi kami—sebagai nyala terang yang membantu kami terus merangkul dan menghubungkan lebih banyak jiwa dengan Kristus dan Gereja-Nya.
Teriring doa kami untuk Anda dan keluarga. Tuhan Yesus memberkati.
Saudara-saudari terkasih dalam Kristus, hari ini kita bersukacita merayakan Pesta Yesus Menampakkan Kemuliaan-Nya. Peristiwa di Gunung Tabor ini adalah momen agung ketika Tuhan Yesus mengubah rupa-Nya di hadapan tiga murid terdekat-Nya—Petrus, Yakobus, dan Yohanes—untuk menyingkapkan kodrat sejati dan rencana keselamatan-Nya. Ditemani oleh Musa dan Elia, Yesus menunjukkan dengan jelas rencana penebusan yang telah dirancang sejak awal: membebaskan kita dari belenggu dosa, kejahatan, dan maut.
Bacaan-bacaan suci hari ini membimbing kita untuk memahami secara utuh siapa Yesus sesungguhnya:
Penglihatan Daniel (Bacaan Pertama): Nabi Daniel menerima penglihatan surgawi tentang Sang Mesias. Ia tidak hanya melihat keagungan Allah Bapa, tetapi juga menyaksikan kehadiran Anak Manusia yang diutus untuk menggenapi rencana keselamatan bagi seluruh umat.
Kesaksian Petrus (Bacaan Kedua): Sebagai saksi mata, Santo Petrus menegaskan bahwa Yesus bukan sekadar manusia biasa atau nabi masa lalu. Transfigurasi membuktikan bahwa Yesus memiliki dua kodrat yang unik namun tak terpisahkan—Ilahi dan Manusiawi—yang bersatu dalam cinta yang sempurna.
Kisah Injil (Transfigurasi): Peristiwa di Gunung Tabor ini menyingkapkan agenda keselamatan Kristus sekaligus memberikan gambaran (firasat) tentang kemuliaan yang menanti kita di akhir zaman, asalkan kita tetap setia berjalan di jalan-Nya.
Bacaan I: Yer 31:1-7 "Aku mengasihi engkau dengan kasih yang abadi."
Kidung Tanggapan: Yer. 31:10,11-12ab,13 "Tuhan menjaga kita seperti gembala menjaga kawanannya."
Bait Pengantar Injil: Luk 7:16 "Seorang nabi besar telah muncul di tengah kita, dan Allah mengunjungi umat-Nya."
Bacaan Injil: Mat 15:21-28 "Hai ibu, sungguh besar imanmu!"
warna liturgi hijau
Di sisi lain, Injil hari ini menampilkan teriakan yang lahir dari keputusasaan. Seorang perempuan Kanaan berteriak-teriak memohon belas kasih Yesus—suaranya begitu keras dan memelas hingga membuat para murid merasa terganggu. Namun, teriakannya tidak berujung sia-sia. Keteguhan dan imannya membuat Yesus mengabulkan permohonannya. Bisa kita bayangkan, perempuan yang datang dengan teriakan kepedihan itu pasti melangkah pulang dengan sorak-sorai sukacita, tak henti-hentinya mewartakan keajaiban Tuhan.
Dalam kehidupan sehari-hari, kita mungkin jarang bersorak-sorai secara harfiah untuk merayakan belas kasihan Allah. Namun, ucapan syukur tidak selalu menuntut suara yang lantang. Biarlah cara hidup kita yang menjadi "teriakan" dan kesaksian yang mendalam tentang kasih Allah yang luar biasa. Melalui hidup kita yang penuh syukur, semoga orang lain dapat melihat dan merasakan sukacita sejati menjadi umat yang dikasihi-Nya.
lumenchristi.id 2026 - Situs ini menggunakan cookies untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan menggunakan situs ini, Anda telah menyetujui penggunaan cookies dari Kami.