Bacaan I: Yeh 34:1-11 "Aku akan melepaskan domba-domba-Ku dari mulut mereka sehingga seterusnya tidak lagi menjadi mangsanya."
Mazmur Tanggapan: Mzm 23:1-a.3b-4.5-6; R:1 "Tuhanlah gembalaku, takkan kekurangan aku."
Bait Pengantar Injil: Ibr 4:12 "Sabda Allah itu hidup dan penuh daya, menguji pikiran dan segala maksud hati."
Bacaan Injil: Mat 20:1-16a "Iri hatikah engkau, karena aku murah hati?"
warna liturgi putih
Salah satu kelemahan manusiawi kita adalah kecenderungan untuk merasa cemburu dan iri hati terhadap orang lain.
Kita
merasa cemburu karena orang lain mendapatkan kesepakatan yang lebih
baik atau perlakuan yang lebih istimewa dibandingkan kita, atau
semata-mata karena mereka lebih unggul daripada kita.
Alih-alih
turut bersukacita atas keberuntungan mereka, kita justru merasa cemburu;
kita bisa merasa iri hati akan hampir segala hal.
Namun, jika
kita mampu memandang rasa iri dan cemburu itu dengan jernih, kita akan
menyadari bahwa perasaan tersebut muncul semata-mata karena kita tidak
melihat apa yang sebenarnya sudah kita miliki.
Kita memandang apa
yang dimiliki orang lain dan menganggapnya tidak adil, karena kita
merasa "rumput tetangga lebih hijau"—atau begitulah anggapan kita.
Hal itulah yang dialami oleh para pekerja yang telah bekerja seharian penuh di kebun anggur.
Alih-alih
bersukacita karena para pekerja yang baru direkrut di saat-saat
terakhir memiliki penghasilan untuk dibawa pulang bagi keluarga mereka,
para pekerja itu justru merasa kesal karena menerima bayaran yang sama
besarnya.
Ya, rasa kesal atau dongkol adalah buah dari kecemburuan dan iri hati.
Marilah
kita memohon kepada Tuhan untuk menyembuhkan rasa kesal, cemburu, dan
iri hati kita, agar dengan hati yang murah hati, kita dapat turut
bersukacita bersama Tuhan atas segala karunia dan berkat-Nya bagi kita
semua.
Doa Umat
Saudara-saudari sekalian, marilah kita membawa permohonan kita ke hadapan Tuhan dengan penuh kepercayaan akan kerahiman dan kasih-Nya.
Bagi para imam: Semoga Roh Kudus senantiasa memberkati panggilan mereka, marilah kita berdoa.
Tuhan, dengarkanlah doa kami.
Bagi para pemimpin masyarakat: Semoga Bapa membimbing mereka agar menjadi pelayan masyarakat yang setia dan berani berdiri membela kebenaran. Semoga mereka dijauhkan dari niat untuk memperkaya diri sendiri melalui korupsi dan nepotisme, serta teguh dalam memperjuangkan kepentingan umum di atas kepentingan golongan.
Marilah kita berdoa...
Tuhan, dengarkanlah doa kami.
Bagi mereka yang sakit: Semoga Yesus, Sang Tabib Ilahi, menganugerahkan kekuatan dan kesembuhan bagi mereka, marilah kita berdoa.
Tuhan, dengarkanlah doa kami.
Bagi komunitas iman ini: Semoga berkat rahmat Allah, kita mampu berkarya dalam kasih tanpa memikirkan pengorbanan, marilah kita berdoa.
Tuhan, dengarkanlah doa kami.
Bagi saudara-saudari kita yang telah meninggal dunia: Semoga mereka menerima kelimpahan kerahiman Allah di Kerajaan Surga, marilah kita berdoa.
Tuhan, dengarkanlah doa kami.
Allah Bapa Surgawi, kami mengucap syukur dan memuji-Mu atas segala kebaikan-Mu, serta memohon agar Engkau mendengarkan dan mengabulkan doa-doa kami sesuai dengan kehendak-Mu yang kudus, dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.
DOA UNTUK MEREKA YANG TERDAMPAK BENCANA ALAM
Allah
Bapa yang Maha Pengasih dan Maharahim, kami datang ke hadirat-Mu dengan
hati yang berduka, memohon belas kasih-Mu bagi saudara-saudari kami
yang terdampak bencana alam, secara khusus para korban gempa bumi yang
melanda Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Tengah, Sumatera bagian utara, dan
Kolombia.
Ya Bapa, kami menyerahkan ke dalam
tangan-Mu mereka yang telah dipanggil menghadap-Mu secara tiba-tiba
akibat bencana ini. Ampunilah segala dosa mereka dan anugerahkanlah
istirahat kekal di dalam Kerajaan Surga.
Bagi
keluarga-keluarga yang ditinggalkan, yang hidupnya berubah karena duka
dan kehilangan yang mendalam, curahkanlah Roh Penghibur-Mu. Berikanlah
mereka ketenangan batin, kekuatan, dan ketabahan. Berkatilah mereka yang
selamat; sembuhkanlah luka fisik maupun trauma batin yang mereka alami,
agar mereka memiliki keberanian dan pengharapan dalam menghadapi jalan
panjang pemulihan di masa depan.
Kami juga
memohon penyertaan-Mu bagi semua orang yang telah kehilangan tempat
tinggal, harta benda, mata pencaharian, dan rasa aman. Dampingilah
mereka di saat-saat yang penuh ketidakpastian ini.
Kami
turut berdoa bagi para pemimpin pemerintahan dan mereka yang memiliki
wewenang. Utuslah Roh Kudus-Mu untuk menerangi budi dan hati mereka.
Karuniakanlah kepada mereka kepekaan, kepedulian yang tulus, dan
kebijaksanaan yang tinggi agar mereka dapat bertindak cepat dan tepat
dalam menolong para korban, serta senantiasa mengutamakan keselamatan
dan kesejahteraan rakyat.
Berkatilah pula
pekerjaan lembaga-lembaga kemanusiaan, tim penyelamat, relawan, dan
semua pihak yang memberikan bantuan darurat. Semoga karya pelayanan
mereka senantiasa dibimbing oleh rahmat, perlindungan, dan kekuatan yang
hanya berasal dari-Mu.
Bantulah kami semua untuk
merespons penderitaan ini dengan hati yang murah hati—melalui doa-doa
yang tak putus, belarasa, dan bantuan nyata sebisa mungkin. Jagalah agar
hati kami tetap terfokus pada kebutuhan mereka yang terdampak, tidak
hanya pada masa krisis ini, tetapi juga pada masa-masa mendatang.
Bersama
Santa Perawan Maria, serta semua orang kudus di surga kami haturkan doa
ini kepada-Mu dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu,
yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah,
sepanjang segala masa.
Amin.