| Home | Indonesian Papist | Renungan Pagi| Doa Umat Misa Harian | Privacy Policy | Support Lumen Christi |



Facebook  X  Whatsapp  Instagram 

Oktober 06, 2026

Rabu, 07 Oktober 2026 Peringatan Wajib Santa Perawan Maria, Ratu Rosario

Bacaan I: Gal 2:1-2.7-14 "Mereka melihat kasih karunia yang dianugerahkan kepadaku."

Mazmur Tanggapan: Mzm 117:1bc.2 "Pergi ke seluruh dunia, wartakanlah Injil!"

Bait Pengantar Injil: Rm 8:15 "Kalian akan menerima roh pengangkatan menjadi anak; dalam roh itu kita akan berseru, 'Abba, ya Bapa.'"

Bacaan Injil:  Luk 11:1-4 "Tuhan, ajarilah kami berdoa."
 
warna liturgi putih
 
Bacaan Kitab Suci dapat dibaca pada Alkitab atau klik tautan ini


Sebagai ungkapan syukur atas kemenangan di Lepanto melawan pasukan Ottoman, Paus Santo Pius V menetapkan perayaan tahunan untuk menghormati Santa Maria dari Kemenangan pada tahun 1571. Dua tahun kemudian, Paus Gregorius XIII mengubah gelar tersebut menjadi Santa Maria Ratu Rosario.

Setiap umat Katolik tentu sangat mengenal dan menghafal doa "Bapa Kami", satu-satunya doa yang diajarkan langsung oleh Yesus kepada para pengikut-Nya. Doa ini senantiasa menemani kita dalam setiap perayaan Ekaristi, dalam untaian rosario, serta di berbagai momen kehidupan, baik suka maupun duka. Namun, mungkin jarang kita sadari bahwa Injil mencatat doa ini dalam dua konteks yang berbeda. Santo Lukas menuliskannya dalam versi yang lebih singkat, seolah Yesus sedang meletakkan dasar-dasar yang paling esensial bagi para murid-Nya sesaat setelah Ia sendiri selesai berdoa. Sementara itu, Santo Matius mencatat versi yang lebih lengkap di tengah penyampaian Khotbah di Bukit. Perbedaan versi ini bukanlah sebuah pertentangan, melainkan cara Tuhan menekankan poin-poin dasar yang sama tentang bagaimana kita seharusnya menyapa Allah. 

Tuhan Yesus mengundang kita untuk memanggil Allah Yang Mahatinggi dengan sebutan "Bapa", sebuah sapaan yang sangat intim dan penuh kehangatan, layaknya seorang anak yang meringkuk aman dalam pelukan lengan ayah yang selalu siap sedia menopang segala kelemahannya. Di balik kesederhanaan kata-katanya, doa Bapa Kami menyimpan kedalaman makna yang luar biasa, merangkum tujuh permohonan yang melambangkan kesempurnaan. Paus Santo Yohanes Paulus II pernah mengungkapkan bahwa segala hal yang dapat dan harus kita sampaikan kepada Bapa telah terkandung di dalamnya. Doa ini begitu sederhana sehingga mudah dipelajari oleh seorang anak kecil, namun begitu dalam hingga para orang kudus—seperti Santo Fransiskus, Santa Teresa dari Avila, dan Santo Agustinus—bisa menghabiskan seluruh hidup mereka untuk merenungkannya. Santo Thomas Aquinas menyebutnya sebagai doa yang sempurna, dan Tertullian memandangnya sebagai ringkasan dari seluruh Injil. Sesungguhnya, setiap wujud doa yang kita sampaikan dengan kata-kata kita sendiri pasti akan bermuara pada salah satu dari ketujuh permohonan ini.

Oktober 05, 2026

Selasa, 06 Oktober 2026 Hari Biasa Pekan XXVII

 

Bacaan I: Gal 1:13-24 "Allah berkenan menyatakan Anak-Nya dalam diriku agar aku memberitakan Dia di antara bangsa-bangsa."

Mazmur Tanggapan: Mzm 139:1-3.13-14ab.14c-15; R:13b

Bait Pengantar Injil: Lk 11:28 "Berbahagialah yang mendengarkan sabda Tuhan dan melaksanakannya."

Bacaan Injil: Luk 10:38-42 "Marta menerima Yesus di rumahnya. Maria telah memilih bagian yang terbaik."
 
warna liturgi hijau
 
Bacaan Kitab Suci dapat dibaca pada Alkitab atau klik tautan ini


 
 

Kekristenan memiliki aspek yang sangat unik: Allah sendirilah yang menyatakan diri-Nya kepada kita. Dialah yang selalu memulai segalanya dan menggerakkan segala sesuatu. Sejak penciptaan dunia hingga saat manusia jatuh ke dalam dosa, inisiatif penyelamatan selalu datang dari-Nya. Ia mengutus Putra tunggal-Nya, Yesus Kristus, untuk menjadi Juruselamat, dan karya penyataan ini terus berlanjut melalui Kitab Suci dan Gereja-Nya.

Rasul  Paulus menyadari penyataan ini secara sangat pribadi. Ia menyadari bahwa Allah telah memilihnya secara khusus, bahkan sejak ia masih berada di dalam kandungan ibunya. Panggilan itu murni karena kasih karunia. Allah memilih untuk menyatakan Putra-Nya di dalam diri Paulus agar ia dapat mewartakan Kabar Baik kepada bangsa-bangsa bukan Yahudi. Ada misi dan tujuan spesifik yang Tuhan percayakan kepadanya.

Dalam Injil, kita melihat bagaimana sebuah panggilan ditanggapi. Yesus menegaskan bahwa Maria telah memilih bagian yang terbaik. Ini berarti Maria menanggapi panggilan Allah untuk melakukan apa yang dikehendaki-Nya pada saat itu: duduk di dekat kaki Yesus dan mendengarkan Dia. Di saat yang sama, Yesus juga menyadarkan Marta bahwa Allah memiliki rencana-Nya sendiri. Sama seperti Paulus, Maria, dan Marta, Allah juga memiliki rencana dan misi khusus bagi kita.

Oktober 04, 2026

Jadikan Rasa Syukur Anda Nyata Lewat Persembahan Kasih Hari Ini

Terima kasih sudah menyediakan waktu sejenak untuk merenungkan kebaikan Tuhan bersama lumenchristi.id. Apabila sapaan Sabda Tuhan hari ini memberkati dan meneguhkan hati Anda, kami mengundang Anda untuk ikut serta mendukung pelayanan ini.

Setiap persembahan kasih yang Anda salurkan melalui QRIS akan menjadi pelita yang mencerahkan langkah kami untuk menjangkau lebih banyak jiwa, mendekatkan mereka pada Kristus dan Gereja-Nya.

Doa kami senantiasa menyertai Anda dan keluarga. Tuhan Yesus memberkati.






 


Senin, 05 Oktober 2026 Hari Biasa Pekan XXVII


Bacaan I: Gal 1:6-12 "Jikalau ada orang yang memberitakan kepadamu suatu injil, yang berbeda dengan apa yang telah kalian terima, terkutuklah dia."

Mazmur Tanggapan: Mzm 111:1-2.7-8.9.10c "Tuhan selalu ingat akan perjanjian-Nya."

Bait Pengantar Injil: Yoh 13:34 "Perintah baru Kuberikan kepadamu, sabda Tuhan; yaitu supaya kamu saling mengasihi, sama seperti Aku telah mengasihi kamu."

Bacaan Injil: Luk 10:25-37 "Siapakah sesamaku?"
   
   warna liturgi hijau
 
Bacaan Kitab Suci dapat dibaca pada Alkitab atau klik tautan ini 
   

Kita tahu bahwa Kitab Suci adalah Sabda Allah. Untuk benar-benar memahami Sabda Allah, kita perlu mempelajari Kitab Suci agar mengetahui cara menafsirkan makna dari apa yang tertulis di dalamnya. Terdapat banyak sumber yang tersedia yang memuat tafsiran atau ulasan mengenai Firman Allah. Meskipun sebagian besar tafsiran tersebut merupakan penafsiran yang benar atas Firman Allah, ada kemungkinan bahwa beberapa di antaranya memiliki penafsiran yang patut dipertanyakan.

Dalam bacaan pertama, Santo Paulus memperingatkan jemaat Galatia bahwa ada pihak-pihak pengacau di antara mereka yang ingin mengubah Kabar Baik tentang Kristus. Pada intinya, Kabar Baik itu berbicara tentang keselamatan serta kasih kepada Allah dan sesama. Segala penyimpangan dari pesan pokok Kabar Baik tersebut patut dipertanyakan.

Dalam Injil, seorang ahli Taurat—demi membenarkan dirinya sendiri—bertanya kepada Yesus tentang siapa sesamanya, dan Yesus menjawabnya dengan perumpamaan tentang "Orang Samaria yang baik hati". Lalu Yesus mengajukan pertanyaan ini kepadanya: Menurut pendapatmu, siapakah di antara ketiga orang ini yang telah menunjukkan dirinya sebagai sesama bagi orang yang jatuh ke tangan para perampok itu?

Pertanyaan yang harus kita ajukan kepada diri sendiri adalah: Siapakah yang kita anggap sebagai sesama kita? Namun, pertanyaan yang lebih mendalam untuk kita renungkan adalah: Siapakah yang diutus Allah kepada kita agar kita dapat menjadi sesama bagi mereka Ketika kita menyadari bahwa sesama kita bukanlah orang-orang yang kita inginkan, melainkan orang-orang yang diutus Allah kepada kita, barulah kita akan memahami apa yang sebenarnya ingin disampaikan Allah kepada kita melalui Kitab Suci.  

lumenchristi.id 2026 - Situs ini menggunakan cookies untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan menggunakan situs ini, Anda telah menyetujui penggunaan cookies dari Kami.