| Home | Indonesian Papist | Renungan Pagi| Doa Umat Misa Harian | Privacy Policy | Support Lumen Christi |



Facebook  X  Whatsapp  Instagram 

September 17, 2026

Jumat, 18 September 2026 Hari Biasa Pekan XXIV

    

Bacaan I: 1Kor 15:12-20 "Andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah kepercayaanmu."

Mazmur Tanggapan: Mzm 17:1.6-7.8b.15 "Pada waktu bangun aku menikmati hadirat-Mu, ya Tuhan."

Bait Pengantar Injil: Mt 11:25 "Terpujilah Engkau, Bapa, Tuhan langit dan bumi sebab misteri kerajaan Kaunyatakan kepada orang kecil."

Bacaan Injil: Lk 8:1-3 "Beberapa wanita menyertai Yesus dan melayani Dia dengan harta bendanya."
     
warna liturgi merah
 
Bacaan Kitab Suci dapat dibaca pada Alkitab atau klik tautan ini
 
 

 
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang pesat dapat dikatakan luar biasa. Dan dengan munculnya AI (Kecerdasan Buatan) serta integrasinya ke dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, masa depan tampak menjanjikan dan menarik. Apa yang dulunya hanya berupa imajinasi dan khayalan dalam film-film fiksi ilmiah kini menjadi kenyataan, bahkan telah tersedia di pasar konsumen. Namun, terkait perkembangan spiritual pribadi manusia dan umat manusia secara umum, tampaknya hal ini kurang mendapat sorotan. Mungkin dunia sekuler ingin menghindari keterlibatan agama dalam urusan duniawi. Akan tetapi, manusia juga merupakan makhluk spiritual, dan umat manusia memiliki dimensi spiritual dalam dirinya.

Dalam bacaan pertama, saat Rasul Paulus berbicara tentang Kebangkitan Kristus, ia juga mengatakan bahwa jika pengharapan kita kepada Kristus hanya terbatas pada kehidupan saat ini saja, maka kitalah orang yang paling malang. Sebab sebagai umat Kristiani, kita telah diangkat ke dalam kehidupan spiritual yang lebih tinggi, dan misi kita adalah membantu sesama mengembangkan dimensi spiritual dalam hidup mereka. Jadi, berkat ilmu pengetahuan dan teknologi, manusia mampu menjangkau luar angkasa. Namun, hanya bersama Yesus-lah kita dapat menjangkau kedalaman hati kita, serta menaruh pengharapan kepada Allah—baik di dunia ini maupun di kehidupan yang akan datang.

September 16, 2026

Support lumenchristi.id

Terima kasih telah meluangkan waktu sejenak bersama Tuhan melalui lumenchristi.id. Jika sapaan Sabda Tuhan hari ini menyentuh hati dan membawa berkat bagi langkah Anda, kami mengundang Anda untuk turut ambil bagian dalam pelayanan ini.

​Uluran persembahan kasih Anda melalui QRIS sangat berarti bagi kami—sebagai nyala terang yang membantu kami terus merangkul dan menghubungkan lebih banyak jiwa dengan Kristus dan Gereja-Nya.

​ Teriring doa kami untuk Anda dan keluarga. Tuhan Yesus memberkati.







 


Kamis, 17 September 2026 Hari Biasa Pekan XXIV


Bacaan I: 1Kor 15:1-11 "Begitulah kami mengajar dan begitu pulalah kamu mengimani." 

Mazmur Tanggapan: Mzm 118:1-2.16ab-17.28 "Bersyukurlah kepada Tuhan, karna baiklah Dia!"
 
Bait Pengantar Injil: Mat 11:28 "Datanglah kepada-Ku, kalian semua yang letih dan berbeban berat. Aku akan memberikan kelegaan kepadamu."
 
Bacaan Injil: Luk 7:36-50 "Dosanya yang banyak telah diampuni, karena ia telah banyak berbuat kasih."
     
warna liturgi hijau
 
Bacaan Kitab Suci dapat dibaca pada Alkitab atau klik tautan ini
 
 

  
 Piramida Mesir merupakan pemandangan yang terkenal, dan Piramida Agung Giza adalah salah satu keajaiban dunia kuno. Struktur piramida-piramida tersebut serupa: bagian atasnya meruncing, sedangkan bagian dasarnya lebar. Piramida mencerminkan struktur masyarakat, di mana pemerintah dan para pemimpin berada di puncak, sementara rakyat jelata berada di bagian dasar. Dalam arti tertentu, terdapat harmoni yang tenang antara puncak dan dasar, selaras dengan bagaimana sebuah piramida berdiri kokoh melintasi zaman. Bagian dasar yang terdiri dari rakyat jelata tidak boleh dan tidak bisa diabaikan; sebab jika dasar tersebut tergerus dan terabaikan, seluruh struktur akan terancam runtuh.

Santo Paulus adalah seorang misionaris besar bagi bangsa-bangsa non-Yahudi, namun dalam bacaan pertama, ia mengakui dirinya sebagai yang paling hina di antara para rasul karena pernah menganiaya Gereja. Namun, terjadi pengalaman pertobatan, dan kasih karunia Allah bekerja dengan penuh kuasa dalam diri Santo Paulus.

Dalam Injil, seorang perempuan yang memiliki reputasi buruk di kota itu diampuni dosanya oleh Yesus berkat kasih yang begitu besar yang ia tunjukkan kepada-Nya. Bacaan hari ini menyadarkan kita bahwa di lapisan dasar masyarakat, terdapat orang-orang berdosa dan mereka yang melakukan perbuatan jahat. Kita harus mendoakan pertobatan mereka agar mereka dapat mengalami pengampunan Allah. Dan seperti Santo Paulus serta perempuan dalam Injil tersebut, mereka akan menjadi dasar yang kokoh dan kuat dalam masyarakat.

September 15, 2026

Rabu, 16 September 2026 Peringatan Wajib St. Kornelius, Paus-Martir dan Siprianus, Uskup-Martir

 

Bacaan I: 1Kor 12:31-13:13 "Sekarang tinggal iman, harapan, dan kasih, namun yang paling besar diantaranya adalah kasih."
 
Mazmur Tanggapan: Mzm 33:2-3.4-5.12.22 "Berbahagialah bangsa yang dipilih Tuhan menjadi milik-Nya."
 
Bait Pengantar Injil:  Lih. Yoh 6:63c, 68c "Sabda-Mu, ya Tuhan, adalah roh dan kehidupan. Pada-Mulah sabda kehidupan kekal."
 
Bacaan Injil: Luk 7:31-35 "Hikmat Allah dibenarkan oleh orang yang menerimanya."
     
warna liturgi merah
 
Bacaan Kitab Suci dapat dibaca pada Alkitab atau klik tautan ini
 


     

Saudara-saudari terkasih, sabda Tuhan hari ini mengingatkan kita bahwa panggilan utama dan tujuan hidup kita sebagai umat Kristiani adalah untuk mengasihi secara tulus dan tanpa pamrih. Melalui suratnya kepada jemaat di Korintus,  Rasul Paulus menegaskan bahwa tanpa kasih, segala karunia, bakat, dan kehebatan kita menjadi sia-sia belaka. Kasih sejati tidak memegahkan diri atau bersikap egois, melainkan berwujud dalam kepedulian yang nyata kepada sesama—baik kepada orang-orang terdekat, mereka yang sedang menderita, maupun orang asing yang kita jumpai setiap hari.

Tanpa kasih dan kerendahan hati, kita sangat rentan jatuh ke dalam kesombongan rohani. Inilah yang terjadi pada kaum Farisi dan ahli Taurat; keangkuhan dan ego membuat mereka buta sehingga menolak kehadiran Tuhan Yesus dan Yohanes Pembaptis. Mereka merasa diri paling benar dan justru menghakimi Tuhan karena Ia berinteraksi serta merangkul orang-orang berdosa. Kesombongan semacam ini menghalangi kita untuk melihat karya keselamatan Allah dan dapat mengubah kita menjadi pribadi yang munafik, yang pada akhirnya lebih mencintai ego sendiri daripada mencintai Tuhan dan sesama yang dipercayakan kepada kita.

lumenchristi.id 2026 - Situs ini menggunakan cookies untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan menggunakan situs ini, Anda telah menyetujui penggunaan cookies dari Kami.