Mazmur Tanggapan: Mzm 96:10-13 "Tuhan akan datang menghakimi dunia dengan adil."
Bait Pengantar Injil: Ibr 4:12 "Sabda Allah itu hidup dan penuh daya, menguji segala pikiran dan maksud hati."
Bacaan Injil: Mat 23:23-26 "Yang satu harus dilakukan, tetapi yang lain jangan diabaikan."
Saudara-saudari terkasih dalam Kristus, melalui bacaan Kitab Suci hari ini kita diajak untuk merenungkan kembali kemurnian iman kita dan menjaga langkah agar senantiasa terhindar dari noda kemunafikan serta godaan kemuliaan duniawi yang kerap mengalihkan pandangan kita dari Tuhan. Peringatan ini terasa begitu nyata ketika kita mendengar teguran keras Tuhan terhadap orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat. Mereka, yang seharusnya memegang tanggung jawab mulia untuk membimbing umat, justru terjebak pada penyalahgunaan wewenang dan menuntut penghormatan, sembari memandang rendah mereka yang dianggap berdosa seperti pemungut cukai dan pelacur. Ketaatan mereka hanyalah ketaatan lahiriah yang hampa, sebuah pertunjukan ketaatan untuk dipamerkan di rumah ibadat maupun di jalan-jalan, tanpa sedikit pun menyentuh makna sejati dan Roh dari Hukum Allah itu sendiri. Sikap yang kaku, keras, dan penuh prasangka ini pada akhirnya tidak mendekatkan jiwa-jiwa kepada keselamatan, melainkan membebani umat sehingga banyak yang enggan berupaya mendekat kepada Allah dan justru tetap tinggal dalam dosa.
Dari kisah ini, kita disadarkan bahwa ketaatan yang buta dan sekadar menjaga citra diri berisiko sangat besar menjadikan kita batu sandungan, mencoreng nama baik Tuhan, dan menjauhkan sesama dari kasih Allah. Sebagai umat Katolik yang telah dipanggil, dipilih, dan dipercaya untuk menerima Injil, kita dituntut untuk menghidupi iman yang tidak sebatas di bibir saja. Iman kita harus berakar pada pemahaman yang mendalam dan utuh akan kebenaran serta kasih-Nya bagi kita. Oleh karena itu, marilah kita jadikan perenungan hari ini sebagai panggilan untuk mengevaluasi diri, memastikan bahwa setiap tindakan, perkataan, dan dedikasi hidup kita sehari-hari sungguh-sungguh selaras dengan ajaran serta kehendak Allah. Di tengah berbagai kesempatan dan situasi kehidupan yang ada, Tuhan senantiasa membukakan jalan; dan kini semuanya berpulang pada diri kita masing-masing, apakah kita bersedia memantapkan komitmen seutuhnya untuk melangkah dengan tulus di jalan keselamatan yang telah Ia persiapkan bagi kita.







