| Home | Indonesian Papist | Renungan Pagi| Doa Umat Misa Harian | Privacy Policy | Support Lumen Christi |



Facebook  X  Whatsapp  Instagram 

September 24, 2026

Jumat, 25 September 2026 Hari Biasa Pekan XXV


Bacaan I: Pkh 3:1-11 "Untuk segala sesuatu di bawah langit ada waktunya."
    

Mazmur Tanggapan: Mzm 144:1-2.3-4 "Terpujilah Tuhan gunung batuku."

Bait Pengantar Injil: Mrk 10:45 "Anak Manusia datang untuk melayani dan menyerahkan nyawa-Nya sebagai tebusan bagi banyak orang."

Bacaan Injil: Luk 9:18-22 "Engkaulah Kristus dari Allah. Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan."
 
warna liturgi hijau
   
Bacaan Kitab Suci dapat dibaca pada Alkitab atau klik tautan ini
 
Siouxfall Diocese
 


  Pada awal Ibadat Malam Paskah, lilin Paskah ditandai dengan tanda Salib. Setelah itu, huruf Yunani Alfa dan Omega juga ditorehkan di bagian atas dan bawah Salib tersebut. Kemudian, empat angka tahun yang sedang berjalan dicantumkan di antara lengan-lengan Salib itu. Saat hal-hal tersebut dilakukan, imam mengucapkan: Kristus dahulu dan sekarang, Awal dan Akhir, Alfa dan Omega; milik-Nyalah segala masa dan segala abad. Bagi-Nyalah kemuliaan dan kuasa sepanjang segala abad dan untuk selama-lamanya. Amin.

Setiap kali kita memikirkan tentang waktu, kita melihat jam dan berkata "tidak punya waktu", atau merasa waktu berlalu begitu cepat maupun begitu lambat. Namun, tanda-tanda pada lilin Paskah itu mengingatkan kita bahwa Yesus adalah Tuhan atas segala waktu. Segala sesuatu terjadi menurut waktu-Nya. 
 
Sebagaimana dikatakan dalam bacaan pertama: Segala yang dilakukan-Nya tepat pada waktunya. Segala sesuatu terjadi menurut waktu Allah, dan Dia menyatakan rencana serta kehendak-Nya bagi kita dalam perjalanan hidup kita. Kiranya kita menanggapi dorongan Allah ketika tiba saatnya bagi kita untuk melakukan apa yang Dia kehendaki dari kita.

September 23, 2026

Kamis, 24 September 2026 Hari Biasa Pekan XXV

Bacaan I: Pkh 1:2-11 "Tiada sesuatu yang baru di bawah matahari."

Mazmur Tanggapan: Mzm 90:3-4.5-6.12-13.14.17; R:1 "Ya Tuhan, Engkaulah tempat kami berlindung turun-temurun."

Bait Pengantar Injil: Yoh 14:6 "Akulah jalan, kebenaran dan hidup, sabda Tuhan. Tidak seorang pun dapat datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku."

Bacaan Injil: Luk 9:7-9 "Yohanes telah kupenggal kepalanya. Siapa gerangan Dia ini, yang kabarnya melakukan hal-hal besar itu?"
 
warna liturgi hijau 
 
Bacaan Kitab Suci dapat dibaca pada Alkitab atau klik tautan ini

Kehadiran Sang Sabda Kekal, Yesus Kristus, membawa pembaruan yang sejati ke dalam dunia. Melalui inkarnasi-Nya—penyatuan diri-Nya dengan kodrat manusiawi—sejarah dunia diubah sepenuhnya, hingga kita membagi waktu menjadi sebelum dan sesudah Kristus. Namun, sebelum pembaruan ini nyata, umat manusia sering kali bergumul dengan kefanaan, seperti yang disuarakan oleh penulis Kitab Pengkhotbah (Kohelet). Ia memandang dunia sebagai siklus yang terus berulang, di mana segala jerih payah di bawah matahari terasa seperti sebuah kesia-siaan. Dalam bahasa Ibrani, kata yang digunakan untuk kesia-siaan ini adalah hevel, yang bermakna uap atau kabut. Masalah utamanya bukanlah bahwa hidup ini tanpa makna, melainkan berlalu begitu cepat dan tidak bisa digenggam. Seperti yang diungkapkan dalam Mazmur, hari-hari manusia bagaikan bayang-bayang yang melintas; sebuah kabut yang tak bisa kita rangkul dengan kedua tangan.

Di sinilah letak keindahan kasih Tuhan: Allah Sang Anak melangkah keluar dari kekekalan dan menjadi manusia agar Dia yang tak terlihat kini dapat kita lihat, sentuh, dan peluk. Kitab Pengkhotbah mengingatkan bahwa karena hidup kita hanyalah sehelai napas, kita harus menyadari kehadiran Allah selagi masih hidup, menjaga hati, dan mengingat bahwa hidup ini berujung pada-Nya. Kesadaran akan kefanaan inilah yang memaksa kita untuk mencari sesuatu yang lebih abadi.

September 22, 2026

Rabu, 23 September 2026 Peringatan Wajib St. Pius dari Pietrelcina (Padre Pio), Imam

 

Bacaan I: Ams 30:5-9 "Janganlah aku Kauberi kemiskinan atau kekayaan, melainkan hanyalah kebutuhan hidupku secukupnya."
 
Mazmur Tanggapan: Mzm 119:29.72.89.101.104.163 "Sabda-Mu, ya Tuhan, adalah pelita bagi langkahku."

Bait Pengantar Injil:  Mrk 1:15 "Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil."

Bacaan Injil: Luk 9:1-6 "Ia mengutus para murid mewartakan kerajaan Allah dan menyembuhkan orang-orang sakit."
     
warna liturgi putih

Bacaan Kitab Suci dapat dibaca pada Alkitab atau klik tautan ini
 


 
 
Ada pepatah yang mengatakan bahwa kita adalah apa yang kita makan. Terlepas dari bagaimana pernyataan itu dipahami, hal yang paling penting adalah bahwa apa yang kita makan masuk ke dalam tubuh kita. Tentu saja, hal itu seharusnya membuat kita berhati-hati terhadap apa yang kita masukkan ke dalam mulut kita. Tidak kalah pentingnya adalah apa yang kita baca dan apa yang kita dengar. Sebab, apa yang kita baca dan dengar akan membentuk pikiran dan gagasan kita. Apa yang kita baca dan dengar juga akan membentuk karakter serta arah hidup kita.

Bacaan pertama mengingatkan kita bahwa setiap Sabda Allah itu murni, dan menjadi perisai bagi mereka yang berlindung kepada Allah. Bacaan pertama juga menyampaikan dua hal yang patut kita mohonkan kepada Allah: Pertama, agar Allah menjauhkan segala kepalsuan dan dusta dari kita. Kedua, agar kita dikaruniai kecukupan untuk menopang hidup kita.

Ketika Yesus mengutus murid-murid-Nya untuk mewartakan Kerajaan Allah dan menyembuhkan orang sakit, Ia juga memberikan kuasa dan wewenang atas segala setan serta untuk menyembuhkan penyakit. Segala kebutuhan lainnya akan disediakan oleh Allah, sehingga mereka tidak perlu membawa apa-apa. Saat kita membaca dan merenungkan Sabda Tuhan dalam kedua bacaan ini, semoga kita juga menaruh kepercayaan kita kepada Allah. Marilah kita memohon kepada Tuhan agar menjauhkan kita dari kepalsuan dan dusta, serta memberikan kita rezeki harian. Hal itu sudah cukup bagi kita untuk terus melangkah dan menghayati Kabar Baik tentang Kerajaan Allah.

September 21, 2026

Selasa, 22 September 2026 Hari Biasa Pekan XXV

 

Bacaan I: Ams 21:1-6.10-13 "Bermacam-macam pepatah." 
   
Mazmur Tanggapan: Mzm 119:1.27.30.34.35.44 "Bimbinglah hidupku, ya Tuhan, menurut petunjuk perintah-Mu."

Bait Pengantar Injil: Luk 11:28 "Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan melakukannya."

Bacaan Injil: Luk 8:19-21 "Ibu dan saudara-saudara-Ku ialah mereka yang mendengarkan sabda Tuhan dan melaksanakannya."
 
warna liturgi hijau

Bacaan Kitab Suci dapat dibaca pada Alkitab atau klik tautan ini
 

 

 Pepatah sering kali kita kenal sebagai ungkapan singkat yang sarat akan kebijaksanaan logis maupun nasihat praktis, seperti peringatan untuk berpikir sebelum bertindak atau prinsip bahwa perbuatan jauh lebih bermakna daripada sekadar kata-kata.  

Namun, melampaui kebijaksanaan manusiawi tersebut, Kitab Suci melalui Kitab Amsal mengajak kita menyelami dimensi rohani yang secara gamblang menunjukkan bagaimana Allah turut campur tangan mengarahkan kehidupan manusia. Dalam tuntunan ilahi ini, hati seorang penguasa ibarat aliran air di tangan Tuhan yang mudah dibelokkan sesuai kehendak-Nya, sementara peringatan tegas senantiasa diberikan kepada orang-orang fasik agar mereka tidak terjerumus menuju kehancuran. 

Puncak dari kebijaksanaan ini pada akhirnya disingkapkan secara luar biasa oleh Yesus yang memberikan makna baru, jauh melampaui sekadar ikatan darah. Ia menegaskan bahwa keluarga sejati-Nya adalah mereka yang sungguh-sungguh mendengarkan Firman Allah dan tekun melaksanakannya, sebuah pesan yang sekaligus menjadi panggilan nyata bagi kita saat ini untuk terus belajar dari hikmat ilahi dan mewujudkan kehendak Tuhan dalam setiap langkah kehidupan.

lumenchristi.id 2026 - Situs ini menggunakan cookies untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan menggunakan situs ini, Anda telah menyetujui penggunaan cookies dari Kami.