| Home | Indonesian Papist | Renungan Pagi| Doa Umat Misa Harian | Privacy Policy | Support Lumen Christi |



Facebook  X  Whatsapp  Instagram 

Oktober 31, 2026

Minggu, 01 November 2026 Hari Raya Semua Orang Kudus

Bacaan I: Why 7:2-4.9-14 "Aku melihat suatu kumpulan besar orang banyak yang tidak terhitung jumlahnya, mereka terdiri dari segala bangsa dan suku, kaum dan bahasa"

Mazmur Tanggapan: Mzm 24:1-2.3-4ab.5-6 "Inilah angkatan-angkatan yang mencari wajah-Mu, ya Tuhan."


Bacaan II: 1Yoh 3:1-3 "Kita akan melihat Kristus dalam keadaan-Nya yang sebenarnya."
   

Bait Pengantar Injil: Mat 11:28 "Datanglah pada-Ku, kamu semua yang letih dan berbeban berat. Aku akan membuat lega."

Bacaan Injil: Mat 5:1-12a "Bersukacita dan bergembiralah, karena besarlah ganjaranmu di surga."
 
warna liturgi putih  

 

Bacaan Kitab Suci dapat dibaca pada Alkitab atau klik tautan ini  
 

© José Luiz Bernardes Ribeiro | CC BY-SA 4.0


 Para orang kudus adalah mereka yang membiarkan seluruh hidup mereka dibasuh oleh darah Kristus; artinya, mereka membiarkan Allah hadir sepenuhnya dalam hidup mereka, serta menyelaraskan pikiran, jiwa, dan kehendak mereka dengan Allah. Sebagai manusia, kita tahu betapa sulitnya untuk menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah, karena sebagai konsekuensi dari dosa asal, kita semua memiliki hasrat yang rusak. Kehendak kita menjadi lemah untuk senantiasa melakukan apa yang terbaik. 
  
Oleh karena itu, kita pun berjuang. Terkadang, kita berjuang untuk membuat pilihan yang tepat. Nah, para orang kudus adalah mereka yang juga berjuang seperti Anda dan saya—seperti yang terlihat dalam penggambaran pada jendela-jendela atau dalam patung dalam Gereja—yang terdiri dari berbagai macam pria dan wanita dari beragam latar belakang dan ras. Selama hidup di dunia, mereka membiarkan diri mereka semakin selaras dengan Kristus, dengan tingkat kedalaman yang berbeda-beda. Kita bisa melihat contoh seperti Bunda Teresa; kita mungkin berpikir, "Wah, beliau pasti sudah mencapai tingkat kedalaman rohani yang luar biasa." Beliau sungguh menghayati Injil tentang kerendahan hati, kelemahlembutan, serta kepedulian terhadap sesama yang membutuhkan. Kita juga bisa menemukan saksi dan teladan indah lainnya dalam hidup kita sendiri—orang-orang yang menurut kita telah menjadi saksi yang sungguh menawan. 
   
Jika seseorang telah dibasuh oleh darah Kristus, maka bukan lagi kehendak pribadinya yang berlaku, melainkan kehendak Bapa Surgawi kita.  Kita dapat melihat teladan indah dari beragam jenis pekerjaan yang dilakukan orang-orang, serta bagaimana Allah berkarya—bahkan melalui profesi dan tugas panggilan kita—untuk menguduskan kita. Semuanya akan bergantung pada seberapa besar kita membiarkan darah Kristus—Allah sendiri—mengubah cara berpikir kita agar selaras dengan cara berpikir Allah, bukan cara berpikir kita sendiri. 
   
Dalam bacaan pertama hari ini, yang merupakan sebuah nubuat, kita mendengar gambaran tentang seperti apa akhir zaman kelak. Saya sangat tertarik dengan gagasan bahwa mereka yang merupakan hamba-hamba Allah harus ditandai terlebih dahulu. Ini berarti ada orang-orang yang bukan merupakan hamba Allah. Hamba-hamba Allah adalah mereka yang sedang dalam perjalanan menuju surga. Mungkin mereka memerlukan waktu di api penyucian untuk dibersihkan dari segala keterikatan yang masih ada dalam hidup mereka—yaitu bagian-bagian hidup yang belum sepenuhnya selaras atau belum dibasuh oleh darah Kristus. Allah memberikan kesempatan yang indah ini—pengalaman penyucian dari segala sesuatu yang bukan berasal dari Allah—karena Ia sangat mengasihi kita dan ingin agar kita mengalami kepenuhan hidup serta kasih-Nya. Dalam nubuat tersebut, Yesus menyatakan bahwa mereka adalah orang-orang yang telah bertahan melewati masa kesengsaraan besar, yang telah membasuh jubah mereka dan membuatnya putih di dalam darah Anak Domba. Saat ini, kita memang sedang berada dalam masa kesengsaraan besar—baik bagi kita secara pribadi, negara kita, Gereja, maupun dunia ini. 
 

Oktober 30, 2026

Sabtu, 31 Oktober 2026 Hari Biasa Pekan XXX


Bacaan I: Flp 1:18b-26 "Bersukacita dalam iman."

Mazmur Tanggapan: Mzm 42:2.3.5bcd; R: 42:2 "Jiwaku haus akan Allah yang hidup."

Bait Pengantar Injil: Mat 11:29ab "Terimalah beban-Ku dan belajarlah pada-Ku, sebab Aku lemah lembut dan rendah hati."

Bacaan Injil: Luk 14:1.7-11 "Barangsiapa meninggikan diri, akan direndahkan; dan barangsiapa merendahkan diri, akan ditinggikan." 
  
warna liturgi hijau 

Bacaan Kitab Suci dapat dibaca pada Alkitab atau klik tautan ini  

Pada umumnya, kita memiliki etiket dan kesopanan untuk ditunjukkan tempat duduk kita dalam suatu acara atau pada resepsi makan malam. Kita tentu tidak ingin malu untuk mengambil tempat duduk yang kita anggap milik kita hanya untuk diberitahu sebaliknya. Meskipun demikian perumpamaan Yesus memberitahu kita bahwa kita memiliki keinginan bawaan untuk dihormati dan bahkan mungkin ditinggikan. Karena tidak bisa dipungkiri bahwa kita juga suka dipandang sebelah mata. Bagi sebagian orang, itu bahkan mungkin obsesi. Tetapi untuk semua pujian dan sorotan yang mungkin kita dapatkan, apa dan bagaimana pengaruhnya dalam kekekalan?

Dalam bacaan pertama, kita mendengar dilema Rasul Paulus. Dia ingin bersama Kristus tetapi dia tahu dia harus tinggal sebentar untuk membantu orang Kristen perdana maju dalam iman mereka. Namun Rasul Paulus juga tahu bahwa segala pujian dan hormat hanya diberikan kepada Allah. Jadi marilah kita menyadari kecenderungan kita untuk menjadi pusat perhatian dan menerima tepuk tangan. Namun semua ini tidak penting dalam kekekalan. Yang penting kemudian adalah kita terus memuji dan memuliakan Tuhan.
 

Jadilah Pelita Kasih Bersama Kami

Terima kasih sudah menyediakan waktu sejenak untuk merenungkan kebaikan Tuhan bersama lumenchristi.id. Apabila sapaan Sabda Tuhan hari ini memberkati dan meneguhkan hati Anda, kami mengundang Anda untuk ikut serta mendukung pelayanan ini.

Setiap persembahan kasih yang Anda salurkan melalui QRIS akan menjadi pelita yang mencerahkan langkah kami untuk menjangkau lebih banyak jiwa, mendekatkan mereka pada Kristus dan Gereja-Nya.

Doa kami senantiasa menyertai Anda dan keluarga. Tuhan Yesus memberkati.






 


Oktober 29, 2026

Jumat, 30 Oktober 2026 Hari Biasa Pekan XXX

Bacaan I: Flp 1:1-11 "Allah telah memulai karya baik di antaramu; Dia akan melanjutkannya sampai akhir pada hari Kristus Yesus."
 
Mazmur Tanggapan: Mzm 111:1-2.3-4.5-6 "Besarlah perbuatan-perbuatan Tuhan."
 
Bait Pengantar Injil:  Yoh 10:27 "Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku, sabda Tuhan; Aku mengenal mereka, dan mereka mengikuti Aku." 
 
Bacaan Injil: Luk 14:1-6 "Siapakah yang anak atau lembunya terperosok ke dalam sumur tidak segera menariknya keluar meski pada hari Sabat?"
 
warna liturgi hijau
 
Bacaan Kitab Suci dapat dibaca pada Alkitab atau klik tautan ini
 
 

 

Doa memiliki dua aspek—dimensi pribadi dan dimensi komunal. Saat berdoa, kita tentu akan memanjatkan permohonan untuk kebutuhan dan intensi kita sendiri. Hal ini mencerminkan hubungan pribadi kita dengan Allah serta ketergantungan kita kepada-Nya dalam menjalani hidup. Namun, dalam doa, kita juga berada dalam kesatuan dengan Tubuh Kristus, yaitu Gereja, seraya kita mendoakan kebutuhan Gereja maupun dunia.

Dalam doa, kita tidak hanya memandang kebutuhan diri sendiri, tetapi juga menoleh kepada sesama yang sedang membutuhkan. Dalam bacaan pertama, Rasul Paulus mengungkapkan kepada jemaat di Filipi bahwa ia mengucap syukur kepada Allah setiap kali teringat akan mereka. Setiap kali ia mendoakan mereka, ia melakukannya dengan sukacita, seraya mengenang bagaimana mereka telah turut serta menyebarkan Kabar Baik. Ia juga menyampaikan bahwa dalam doanya, ia memohon agar kasih mereka satu sama lain semakin melimpah, serta agar pengetahuan dan daya tangkap mereka terus berkembang, sehingga mereka senantiasa mampu mengenali apa yang terbaik. Demikian pula halnya dengan doa kita; hendaknya kita tidak hanya berdoa untuk diri sendiri, tetapi juga untuk sesama. Sebagai pribadi maupun sebagai anggota Tubuh Kristus, kita perlu meningkatkan pengetahuan dan memperdalam daya tangkap kita agar senantiasa dapat mengenali apa yang terbaik. Melalui kesatuan dengan Allah, kita dimampukan untuk melakukan perbuatan yang baik dan penuh kasih, serta menjadi pewarta Kabar Baik keselamatan.

lumenchristi.id 2026 - Situs ini menggunakan cookies untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan menggunakan situs ini, Anda telah menyetujui penggunaan cookies dari Kami.