| Home | Indonesian Papist | Renungan Pagi| Doa Umat Misa Harian | Privacy Policy | Support Lumen Christi |



Facebook  X  Whatsapp  Instagram 

Oktober 28, 2026

Kamis, 29 Oktober 2026 Hari Biasa Pekan XXX

 Bacaan I: Ef 6:10-20 "Kenakanlah perlengkapan senjata Allah agar kalian dapat bertahan."

Mazmur Tanggapan: Mzm 144:1.2.9-10 "Terpujilah Tuhan, Gunung Batuku!"

Bait Pengantar Injil: Luk 13:35, Mrk 11:10 "Diberkatilah yang datang dalam nama Tuhan. Terpujilah Engkau di surga."

Bacaan Injil: Luk 13:31-35 "Tidaklah semestinya seorang nabi dibunuh kalau tidak di Yerusalem."  
 
warna liturgi hijau
 
Bacaan Kitab Suci dapat dibaca pada Alkitab atau klik tautan ini

Foto: Diocese of Siouxfall



Saudara-saudari terkasih, hidup kita di dunia ini tidak lepas dari peperangan rohani melawan kuasa kegelapan yang terus berusaha menjauhkan kita dari jalan keselamatan. Sebagaimana diingatkan oleh Rasul Paulus kepada jemaat di Efesus, kita tidak akan mampu melawan kekuatan jahat ini hanya dengan mengandalkan diri sendiri, melainkan harus mengenakan seluruh perlengkapan senjata Allah. Ancaman rohani yang mengincar jiwa kita jauh lebih berbahaya daripada ancaman fisik dari penguasa duniawi, sehingga kita dituntut untuk senantiasa berjaga-jaga, menaruh kepercayaan penuh kepada Tuhan, dan berserah pada bimbingan-Nya dalam setiap langkah kehidupan kita.
 
​Dalam menghadapi berbagai peperangan dan tantangan tersebut, Tuhan Yesus telah memberikan teladan nyata tentang keteguhan hati dalam menjalankan kehendak Bapa. Meskipun menghadapi ancaman maut dari Raja Herodes dan kenyataan pahit bahwa banyak orang menolak kehadiran-Nya, Yesus tetap melangkah maju untuk melayani, menyembuhkan, dan mewartakan kebenaran. Sikap pantang menyerah pada tekanan dunia ini menjadi panggilan bagi kita semua sebagai umat Kristiani untuk terus berjuang melakukan kehendak Allah, menjalani hidup yang penuh kebajikan, serta menjadi teladan yang saling menguatkan bagi sesama melalui perkataan maupun perbuatan kita.
 
​Oleh karena itu, marilah kita senantiasa peka terhadap panggilan Tuhan dan menggunakan segala karunia serta kesempatan yang ada untuk memperteguh iman kita di tengah dunia. Dengan mengenakan perlengkapan senjata Allah, kita serahkan seluruh hidup, keluarga, dan perjuangan kita ke dalam tangan kasih-Nya agar Ia senantiasa menuntun dan meluruskan jalan kita saat kita mulai goyah. Semoga Tuhan senantiasa melindungi kita dan menganugerahkan keberanian agar kita mampu bertahan menghadapi segala cobaan, sehingga kita senantiasa layak menjadi saksi yang setia dan pancaran terang kasih Kristus bagi semua orang, kini dan sepanjang masa. Amin.
 

Oktober 27, 2026

Rabu, 28 Oktober 2026 Pesta Santo Simon dan Yudas, Rasul


Bacaan I: Ef 2:19-22 "Kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah."

Mazmur Tanggapan: Mzm 19:2-3.4-5; Ul: lh.5a "Di seluruh dunia bergemalah suara mereka."

Bait Pengantar Injil: Mat 5:16 "Allah, Tuhan kami, Engkau kami puji dan kami muliakan. Kepada-Mu paduan para rasul bersyukur, ya Tuhan."

Bacaan Injil: Luk 6:12-19 "Mereka datang untuk mendengarkan Dia dan untuk disembuhkan dari penyakit mereka."
 
warna liturgi merah
 
Bacaan Kitab Suci dapat dibaca pada Alkitab atau klik tautan ini  
Public Domain

Tidak banyak yang diketahui tentang dua orang kudus yang pestanya kita rayakan hari ini. Simon disebut sebagai "orang Zelot", kemungkinan karena semangatnya yang berkobar bagi kemerdekaan Yahudi sebelum ia dipanggil oleh Yesus. Yudas atau Tadeus adalah penulis salah satu surat dalam Perjanjian Baru, di mana ia memperingatkan umat Kristen perdana agar waspada terhadap ajaran sesat dan imoralitas. Ia juga dihormati sebagai santo pelindung untuk "perkara-perkara yang mustahil". Menurut sumber-sumber tradisional, keduanya berkarya bersama dalam misi di Persia dan akhirnya wafat sebagai martir.

Kisah keduanya juga memberi kita gambaran tentang orang-orang yang dipilih Yesus untuk menjadi murid-murid-Nya. Baik mereka berdua maupun para rasul lainnya adalah orang-orang biasa yang berasal dari latar belakang yang tidak menonjol. Namun, mereka masing-masing memiliki tujuan dalam rencana keselamatan Allah. Keduanya menjadi pribadi yang penuh semangat bagi Kristus dan Kerajaan Allah; mereka juga menjadi saluran rahmat Allah bagi mereka yang mencari kasih dan pengampunan-Nya, atau bagi mereka yang memohon pertolongan Allah saat menghadapi masalah hidup yang tampak tanpa harapan, bahkan mustahil untuk diatasi. Mungkin kita merasa diri kita tidak berarti, sehingga kita berpikir bahwa kita tidak memiliki peran apa pun dalam rencana keselamatan Allah. Namun, marilah kita memohon doa dari Santo Simon dan Santo Yudas agar kita dapat menemukan tujuan hidup kita, serta peran kita dalam rencana keselamatan Allah. Meskipun kita mungkin merasa tidak berarti, bukan berarti hidup kita adalah sesuatu yang mustahil. Sebab bersama Allah, segala sesuatu dan setiap orang menjadi mungkin. 

Jadilah Pelita Kasih Bersama Kami

Terima kasih sudah menyediakan waktu sejenak untuk merenungkan kebaikan Tuhan bersama lumenchristi.id. Apabila sapaan Sabda Tuhan hari ini memberkati dan meneguhkan hati Anda, kami mengundang Anda untuk ikut serta mendukung pelayanan ini.

Setiap persembahan kasih yang Anda salurkan melalui QRIS akan menjadi pelita yang mencerahkan langkah kami untuk menjangkau lebih banyak jiwa, mendekatkan mereka pada Kristus dan Gereja-Nya.

Doa kami senantiasa menyertai Anda dan keluarga. Tuhan Yesus memberkati.






 


Oktober 26, 2026

Selasa, 27 Oktober 2026 Hari Biasa Pekan XXX


Bacaan I: Ef 5:21-33 "Rahasia ini sungguh besar! Yang kumaksudkan ialah hubungan Kristus dan jemaat."

Mazmur Tanggapan: Mzm 128:1-2.3.4-5; R:1 "Berbahagialah orang yang takut akan Tuhan."

Bait Pengantar Injil: Mat 11:25 "Terpujilah Engkau, Bapa, Tuhan langit dan bumi, sebab misteri Kerajaan Kaunyatakan kepada orang sederhana."

Bacaan Injil: Luk 13:18-21 "Biji itu tumbuh dan menjadi pohon."
 
warna liturgi hijau
 
Bacaan Kitab Suci dapat dibaca pada Alkitab atau klik tautan ini 
 
Bernhard Plockhorst | Public Domain
    Tekad, kekuatan kehendak, dan komitmen manusia tentu merupakan hal yang mulia dan inspiratif. Namun, kita juga tahu bahwa manusia itu lemah dan rentan terhadap kegagalan. Berdasarkan pengalaman pribadi, kita pun menyadari bahwa kita sendiri pernah gagal dalam menjaga tekad, kekuatan kehendak, dan komitmen kita.

Dalam bacaan pertama Rasul Paulus merenungkan tentang komitmen pernikahan antara suami dan istri. Meskipun tekad dan komitmen sangat diperlukan agar pernikahan tetap kuat, Santo Paulus juga menghadirkan faktor lain. Ia menyertakan faktor Allah dalam pernikahan. Ketika pasangan suami-istri memahami pentingnya kehadiran Kristus dalam pernikahan mereka, maka pernikahan tersebut akan diberkati dengan kasih Allah. Kasih Allah inilah yang akan menguatkan tekad dan komitmen manusia, sekaligus menuntun pasangan suami-istri—dan umat manusia pada umumnya—untuk memahami kehendak serta rencana Allah.

Perumpamaan-perumpamaan dalam Injil menunjukkan kuasa Allah dalam menumbuhkan alam semesta. Kasih Allah pula yang memampukan alam untuk menghasilkan buah demi kemuliaan-Nya dan demi kebaikan umat manusia. Kuasa dan kasih Allah inilah yang akan memampukan kita untuk mewujudkan tekad, kekuatan kehendak, dan komitmen kita dalam memenuhi kehendak serta rencana-Nya.

lumenchristi.id 2026 - Situs ini menggunakan cookies untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan menggunakan situs ini, Anda telah menyetujui penggunaan cookies dari Kami.