| Home | Indonesian Papist | Renungan Pagi| Doa Umat Misa Harian | Privacy Policy | Support Lumen Christi |



Facebook  X  Whatsapp  Instagram 

Oktober 08, 2026

Sabtu, 10 Oktober 2026 Hari Biasa Pekan XXVII

  

Bacaan I: Gal 3:22-29 "Kalian adalah anak-anak berkat iman."

Mazmur Tanggapan: Mzm 105:2-3.4-5.6-7 "Tuhan akan selalu ingat akan perjanjian-Nya."

Bait Pengantar Injil: Luk 11:28 "Berbahagialah yang mendengarkan sabda Tuhan dan memeliharanya."

Bacaan Injil: Luk 11:27-28 "Berbahagialah ibu yang telah mengandung Engkau!"
        
warna liturgi hijau
 
   Bacaan Kitab Suci dapat dibaca pada Alkitab atau klik tautan ini
 
  Berbicara mengenai naluri keibuan, hal pertama yang terlintas di benak kita adalah kasih sayang dan perlindungan seorang ibu terhadap anak-anaknya. Naluri keibuan itu begitu luar biasa hingga seorang ibu rela mengorbankan nyawanya demi anak-anaknya. Dan jika seorang ibu hanya memiliki satu anak, tentu saja seluruh perhatian dan energinya akan dicurahkan kepada anak tersebut.

Bunda Maria mengasihi dan merawat Yesus sebagai satu-satunya anaknya. Ia juga menyadari bahwa Allah telah memercayakan Putra tunggal-Nya kepadanya. Ketika tiba saatnya bagi Yesus untuk menjalankan misi-Nya, Bunda Maria harus merelakan-Nya pergi karena ia tahu bahwa hal itu merupakan kehendak Allah. Namun, Yesus tetaplah putranya, darah dagingnya sendiri; dan seperti ibu pada umumnya, ia tentu mendambakan kehadiran Yesus di sisinya. Saat Yesus menderita dan wafat di kayu salib, rasa pedih yang dirasakan Bund Maria sungguh tak terlukiskan, sebab tiada kata-kata yang mampu mengungkapkan kepedihan hati orang tua yang kehilangan anaknya. Akan tetapi, melampaui naluri keibuannya, Bunda Maria menyerahkan diri sepenuhnya pada kehendak Allah.

Bunda Maria adalah teladan iman karena ia melakukan apa yang dikehendaki Allah, bukan apa yang menjadi keinginan atau kehendaknya sendiri. Yesus menyerahkan Maria untuk menjadi ibu kita saat Ia sedang sekarat di kayu salib. Marilah kita menghormati serta mengasihi Bunda Maria, dan belajar darinya untuk melakukan kehendak Allah.

Jumat, 09 Oktober 2026 Hari Biasa Pekan XXVII


Bacaan I: Gal 3:7-14 "Mereka yang hidup dari iman akan diberkati bersama Abraham yang beriman."
 
Mazmur Tanggapan: Mzm 111:1-2.3-4.5-6 "Tuhan selalu ingat akan perjanjian-Nya."

Bait Pengantar Injil: Yoh 12:32 "Sekarang penguasa dunia ini dibuang ke luar, sabda Tuhan; dan bila Aku telah ditinggikan dari bumi, Aku akan menarik semua orang kepada-Ku."
 
Bacaan Injil: Luk 11:15-26 "Jika Aku mengusir setan dengan kuasa Allah, maka Kerajaan Allah sudah datang kepadamu."        

warna liturgi hijau 
 
Bacaan Kitab Suci dapat dibaca pada Alkitab atau klik tautan ini

Dalam hidup, akan ada orang yang menyukai kita, dan ada pula orang yang tidak menyukai kita. Kita mungkin penasaran mengapa orang menyukai kita, dan mungkin lebih penasaran lagi mengapa ada orang yang tidak menyukai kita. Mengenai mereka yang tidak menyukai kita, ada dua pilihan yang bisa kita pertimbangkan. Kita bisa berusaha menyenangkan hati mereka agar mereka menyukai kita, atau kita bisa memilih untuk mengabaikan mereka saja.

Dalam Injil, ketika Yesus mengusir setan, ada orang-orang yang melontarkan komentar yang meremehkan tentang Dia. Jelas sekali, orang-orang itu tidak menyukai Yesus karena alasan tertentu, padahal apa yang dilakukan-Nya adalah hal baik dan tidak membahayakan ataupun menyinggung perasaan siapa pun. Meski demikian, Yesus tidak menaruh dendam kepada mereka; Dia bahkan memberikan pengajaran untuk membantu mereka melihat kebenaran, jika mereka bersedia menerimanya. Kita sendiri mengenal siapa Yesus, dan bersama Dia, kita ingin merangkul mereka yang berkeinginan untuk mengenal-Nya. Bagi mereka yang tidak menyukai Yesus karena alasan tertentu, marilah kita mendoakan mereka. Mungkin suatu hari nanti, kita akan dipanggil untuk merangkul mereka dan menuntun mereka kepada Yesus.

Jadilah Pelita Kasih Bersama Kami

Terima kasih sudah menyediakan waktu sejenak untuk merenungkan kebaikan Tuhan bersama lumenchristi.id. Apabila sapaan Sabda Tuhan hari ini memberkati dan meneguhkan hati Anda, kami mengundang Anda untuk ikut serta mendukung pelayanan ini.

Setiap persembahan kasih yang Anda salurkan melalui QRIS akan menjadi pelita yang mencerahkan langkah kami untuk menjangkau lebih banyak jiwa, mendekatkan mereka pada Kristus dan Gereja-Nya.

Doa kami senantiasa menyertai Anda dan keluarga. Tuhan Yesus memberkati.






 


Oktober 07, 2026

Kamis, 08 Oktober 2026 Hari Biasa Pekan XXVII


Bacaan I: Gal 3:1-5 "Adakah kalian menerima Roh karena melakukan hukum atau karena percaya akan pewartaan Injil?"

Kidung Tanggapan: Luk 1:69-70.71-72.73-75 "Terpujilah Tuhan Allah Israel, sebab Ia mengunjungi umat-Nya."

Bait Pengantar Injil: Kis 16:14b "Tuhan, bukalah hati kami, supaya kami memperhatikan sabda Anak-Mu."

Bacaan Injil: Luk 11:5-13 "Mintalah, maka kalian akan diberi."

warna liturgi hijau 
 
Bacaan Kitab Suci dapat dibaca pada Alkitab atau klik tautan ini
 


 

Menarik untuk disadari bahwa secara fisik, dibutuhkan lebih banyak regangan otot mulut untuk mengucapkan kata "ya" dibandingkan dengan kata "tidak", yang bisa kita gumamkan nyaris tanpa membuka bibir. Kesederhanaan gerak fisik ini seolah mencerminkan respons naluriah kita saat dihadapkan pada permintaan tolong dari orang lain; menolak sering kali terasa jauh lebih mudah, otomatis, dan minim usaha. Terlebih lagi, permintaan tersebut acap kali tidak menawarkan keuntungan apa pun bagi kita, bahkan tak jarang berpotensi merepotkan dan mengganggu kenyamanan hidup kita.

Dalam Injil, Yesus menyentuh realitas manusiawi ini melalui perumpamaan-Nya, mengajak kita merenungkan kembali bagaimana sikap hati kita saat ada seseorang yang benar-benar membutuhkan uluran tangan. Sebelum pikiran kita sibuk mengalkulasi seberapa besar waktu dan tenaga yang akan terkuras, ada baiknya kita berhenti sejenak dan memutar memori pada saat-saat di mana kita sendiri merasa tak berdaya dan berseru memohon pertolongan Tuhan. Yesus mengingatkan bahwa Allah yang penuh kasih tak pernah berhitung saat melimpahkan kebaikan-Nya; Ia selalu rindu menolong dan memberikan yang terbaik bagi hidup kita.

Kesadaran akan cinta kasih dan doa-doa kita yang telah dijawab inilah yang seharusnya menjadi penuntun langkah kita. Ketika kita sungguh menyadari betapa melimpahnya berkat yang telah Tuhan karuniakan saat kita berada di titik terendah, keinginan untuk membagikan kebaikan itu kepada sesama akan bertumbuh dengan sendirinya. Pada akhirnya, ingatan akan kebaikan Tuhan itulah yang akan melembutkan hati kita, mengubah respons naluriah "tidak" yang mudah diucapkan bibir, menjadi sebuah tindakan "ya" yang meregangkan ego kita dan menghadirkan kasih bagi mereka yang membutuhkan.

lumenchristi.id 2026 - Situs ini menggunakan cookies untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan menggunakan situs ini, Anda telah menyetujui penggunaan cookies dari Kami.