| Home | Indonesian Papist | Renungan Pagi| Doa Umat Misa Harian | Privacy Policy | Support Lumen Christi |



Facebook  X  Whatsapp  Instagram 

Oktober 02, 2026

Sabtu, 03 Oktober 2026 Hari Biasa Pekan XXVI

 

Bacaan I:  Ayb 42:1-3.5-6.12-17 "Sekarang mataku sendiri memandang Engkau. Maka aku mencabut perkataanku."
 
Mazmur Tanggapan: Mzm 119:66.71.75.91.125.130 "Sinarilah hamba-Mu, ya Tuhan, dengan wajah-Mu."

Bait Pengantar Injil: Mat 11:25 "Terpujilah Engkau, Bapa, Tuhan langit dan bumi, sebab misteri kerajaan kaunyatakan kepada orang kecil."
 
Bacaan Injil:  Luk 10:17-24 "Bersukacitalah karena nama-Mu terdaftar di surga." 
   
warna liturgi hijau  
  
Bacaan Kitab Suci dapat dibaca pada Alkitab atau
klik tautan ini   


 
 
 

Lectio (Membaca) Kita dihadapkan pada dua kisah tentang akhir dari sebuah perjalanan. Dalam bacaan pertama, Kitab Ayub ditutup dengan pemulihan nasib Ayub yang hidup penuh berkat di usia lanjut. Meskipun ia tidak pernah menemukan alasan pasti mengapa tragedi dan penderitaan menimpanya, ia mencapai puncak pengenalan akan Allah: "tetapi sekarang mataku sendiri melihat Engkau." Dalam bacaan Injil, ketujuh puluh dua murid kembali kepada Yesus dengan penuh sukacita karena roh-roh jahat takluk di bawah nama-Nya. Namun, Yesus mengarahkan pandangan mereka pada akhir bahagia yang lebih sejati: bersukacita karena nama mereka tercatat di surga, yang akan memampukan mereka menghadapi penganiayaan dan penderitaan di masa depan dengan rela hati.

Meditatio (Merenungkan) Secara manusiawi, kita selalu mengharapkan akhir yang bahagia dalam setiap proyek, tugas, atau babak kehidupan kita—sering kali berupa kesuksesan, pengakuan, dan kebebasan dari rasa sakit. Namun, kebahagiaan sejati menurut kacamata iman tidak selalu berarti hidup yang mulus tanpa hambatan. Ayub mencapai kedamaian bukan karena mendapat jawaban logis atas penderitaannya, melainkan karena ia menyadari kehadiran dan kedaulatan Allah. Rencana-Nya selalu untuk kebaikan, meski sering tak terselami. Para murid diajak untuk tidak terpaku pada kemenangan-kemenangan kecil di dunia, melainkan pada tujuan akhir kekal mereka. Apakah selama ini aku terlalu menuntut Tuhan untuk memberikan "akhir bahagia" versi diriku sendiri? Mampukah aku tetap percaya bahwa segala sesuatu terjadi di bawah pengawasan-Nya demi kebaikanku?

Oratio (Berdoa) Allah Bapa yang Maha Pengasih, aku bersyukur karena rencana-Mu senantiasa mendatangkan kebaikan bagiku. Ampunilah aku ketika aku meragukan kasih-Mu saat badai kehidupan dan penderitaan datang menghampiri. Lepaskanlah aku dari keterikatan pada pencapaian dan pengakuan duniawi. Bukalah mata batinku seperti Engkau membuka mata Ayub, agar dalam setiap penderitaan aku tetap dapat berkata, "Mataku sendiri melihat Engkau." Berikanlah aku keberanian para murid, agar aku bersedia memikul kesulitan hidup dengan rela hati, menyadari bahwa penderitaan saat ini tidak sebanding dengan kemuliaan kelak.

Contemplatio (Kontemplasi) Heninglah sejenak. Lepaskan segala tuntutan agar hidup berjalan tepat seperti yang kamu inginkan. Bayangkan dirimu berada di hadapan Allah yang memegang kendali penuh atas hidupmu. Hadirkan segala kekhawatiran dan rasa sakitmu yang belum terjawab, lalu serahkan ke dalam tangan-Nya. Resapkan sabda Yesus ke dalam batinmu: "Bersukacitalah karena namamu ada terdaftar di surga." Biarkan kepastian akan surga ini memberikan kedamaian yang mengalahkan segala ketakutan duniawimu.

Actio (Tindakan) Hari ini, aku akan belajar menerima satu ketidaknyamanan atau kesulitan yang datang tanpa mengeluh. Saat menghadapi situasi yang tidak berjalan sesuai harapan, aku akan mengarahkan hatiku kepada Allah, menyadari kehadiran-Nya, dan mengingatkan diriku sendiri bahwa kebahagiaan sejatiku adalah memiliki nama yang tercatat di surga.

 

Doa Umat
 
Saudara-saudari terkasih, Allah telah menyingkapkan rahasia Kerajaan Surga kepada orang-orang kecil dan sederhana. Ia mengutus kita ke tengah dunia dan memanggil kita untuk bersukacita, bukan semata karena keberhasilan kita, melainkan karena nama kita terdaftar di surga. Dengan hati yang penuh syukur dan rendah hati, marilah kita panjatkan doa-doa permohonan kita kepada-Nya:

Semoga Bapa Suci dan semua imam dipenuhi dengan karunia kebijaksanaan dan keberanian. Marilah kita berdoa:
Tuhan, dengarkanlah umat-Mu. 
 
Semoga pasangan suami istri dalam kehidupan sehari-hari mereka dapat menjadi saksi kasih Kristus bagi Gereja-Nya. Marilah kita berdoa:
Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.
 
Semoga semua umat Katolik yang tidak menjalankan iman mereka dipenuhi dengan kerinduan akan kasih Kristus dalam sakramen-sakramen. Marilah kita berdoa: 
Tuhan, dengarkanlah umat-Mu. 

 Ya Allah, Engkaulah sumber segala sukacita kami. Dengarkanlah doa-doa umat-Mu ini dan jauhkanlah kami dari kesombongan rohani. Karuniakanlah kami kebijaksanaan untuk senantiasa menyadari bahwa segala kuasa dan keberhasilan kami berasal dari-Mu. Bimbinglah langkah kami agar senantiasa setia menjadi saksi Injil-Mu, hingga kelak kami boleh memandang kemuliaan-Mu. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. 
Amin.  

Oktober 01, 2026

Jumat, 02 Oktober 2026 Peringatan Wajib Para Malaikat Pelindung

  

 Bacaan I: Kel 23:20-23a "Malaikat-Ku akan berjalan di depanmu."

Mazmur Tanggapan: Mzm 91:1-2.3-4.5-6.10-11 "Malaikat-malaikat akan diperintahkan-Nya untuk menjaga engkau di segala jalanmu."

Bait Pengantar Injil: Mzm 103:21 "Pujilah Tuhan, hai segala tentara-Nya, muliakanlah Dia, hai para hamba yang melakukan kehendak-Nya."

Bacaan Injil: Mat 18:1-5.10 "Malaikat mereka di surga selalu memandang wajah Bapa-Ku di surga."
 
warna liturgi putih 

Bacaan Kitab Suci dapat dibaca pada Alkitab atau
klik tautan ini
 
Fr Lawrence Lew, O.P. | Flickr CC BY-NC-ND 2.0

 
 
Kita sangat akrab dengan dunia material, dunia yang dialami oleh indera kita dan dipahami oleh pengetahuan dan akal budi kita. Namun sebagai umat Katolik, kita mengakui dalam satu bagian Syahadat Nikea-Konstantinopel:  "segala sesuatu yang kelihatan dan tak kelihatan."

Ada keberadaan yang tak terlihat, dunia spiritual, dan di dunia spiritual inilah kita merenungkan tentang malaikat-malaikat pelindung. Secara umum, malaikat dipahami sebagai utusan Tuhan. Peran lainnya termasuk melindungi dan membimbing manusia serta melaksanakan tugas-tugas Tuhan.

Malaikat pelindung adalah malaikat yang ditugaskan untuk melindungi dan membimbing orang tertentu. Keyakinannya adalah bahwa malaikat pelindung bertugas untuk melindungi siapa pun yang Tuhan tugaskan, dan memanjatkan doa kepada Tuhan atas nama orang tersebut.

Kita sampai pada keyakinan ini dari apa yang Yesus katakan dalam Injil bahwa bahkan anak-anak pun memiliki malaikat pelindung yang selalu berada di hadirat Tuhan. Bacaan pertama juga menegaskan bahwa Allah mengutus para malaikat-Nya untuk menjaga kita dan membawa kita ke tempat yang telah Ia persiapkan bagi kita, yaitu untuk bersama Allah di surga selamanya.
  
Katekismus Gereja Katolik mengajarkan tentang malaikat sebagai berikut:
#328     Bahwa ada makhluk rohani tanpa badan, yang oleh Kitab Suci biasanya dinamakan "malaikat", adalah satu kebenaran iman. Kesaksian Kitab Suci dan kesepakatan tradisi tentang itu bersifat sama jelas.

#334 Sampai Kristus datang kembali, pertolongan para malaikat yang penuh rahasia dan kuasa itu sangat berguna bagi seluruh kehidupan Gereja Bdk. Kis 5:18-20; 8:26-29; 10:3-8; 12:6-11; 27:23-25.

#336 Sejak masa anak-anak Bdk. Mat 18:10. sampai pada kematiannya Bdk. Luk 16:22. malaikat-malaikat mengelilingi kehidupan manusia dengan perlindungan Bdk. Mzm 34:8; 91:10-13. dan doa permohonan Bdk. Ayb 33:23-24; Za 1:12; Tob 12:12.. "Seorang malaikat mendampingi setiap orang beriman sebagai pelindung dan gembala, supaya menghantarnya kepada kehidupan" (Basilius, Eun. 3, 1). Sejak di dunia ini, dalam iman, kehidupan Kristen mengambil bagian di dalam kebahagiaan persekutuan para malaikat dan manusia yang bersatu dalam Allah. 

September 30, 2026

Jadikan Rasa Syukur Anda Nyata Lewat Persembahan Kasih Hari Ini

Terima kasih sudah menyediakan waktu sejenak untuk merenungkan kebaikan Tuhan bersama lumenchristi.id. Apabila sapaan Sabda Tuhan hari ini memberkati dan meneguhkan hati Anda, kami mengundang Anda untuk ikut serta mendukung pelayanan ini.

Setiap persembahan kasih yang Anda salurkan melalui QRIS akan menjadi pelita yang mencerahkan langkah kami untuk menjangkau lebih banyak jiwa, mendekatkan mereka pada Kristus dan Gereja-Nya.

Doa kami senantiasa menyertai Anda dan keluarga. Tuhan Yesus memberkati.






 


Kamis, 01 Oktober 2026 Pesta St. Teresia dari Kanak-kanak Yesus, Perawan-Pujangga Gereja, Pelindung Karya Misi

 
Author Nheyob
Bacaan I: Yes 66:10-14c "Aku mengalirkan kepadanya keselamatan dari sungai."

Atau 1Kor 12:31-13:13 "Sekarang tinggal iman, harapan, dan kasih, namun yang paling besar diantaranya adalah kasih."
 

Mazmur Tanggapan: Mzm 119:66.71.75.91.125.130 "Sinarilah hamba-Mu, ya Tuhan, dengan wajah-Mu."

Bait Pengantar Injil: Mat 11:25 "Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, sebab misteri Kerajaan-Mu Kaunyatakan kepada orang kecil."

Bacaan Injil: Mat 18:1-5 "Jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Surga."

warna liturgi putih

Bacaan Kitab Suci dapat dibaca pada Alkitab atau klik tautan ini


Santa Teresia dari Kanak-kanak Yesus juga dikenal sebagai "Bunga Kecil Yesus".

Santa Theresia ditetapkan sebagai pelindung misi bersama Santo Fransiskus Xaverius pada tahun 1927.

Hal ini sungguh menakjubkan karena ia adalah seorang biarawati dalam komunitas Karmelit yang hidup dalam klausura (hidup tertutup) di Lisieux, Normandia, Prancis.

Berbeda dengan Santo Fransiskus Xaverius yang berkelana jauh untuk mewartakan Injil dan membaptis banyak orang, Santa Theresia menghabiskan seluruh hidup religiusnya di dalam biara yang tertutup.

Meskipun ia memiliki keinginan untuk pergi ke tanah misi, kondisi kesehatannya yang buruk menghalanginya untuk mewujudkan hal tersebut.

Namun demikian, ia senantiasa mendoakan karya misi, dan setiap tindakan kecilnya pun ia persembahkan kepada Allah dalam doa.

Dalam memoarnya, "Kisah Suatu Jiwa" (The Story of a Soul), ia mengatakan bahwa dirinya hanyalah jiwa yang sangat kecil, sehingga ia hanya dapat mempersembahkan hal-hal yang sangat sederhana kepada Allah.

Akan tetapi, ia mempersembahkan hal-hal sederhana tersebut kepada Allah dengan penuh kasih demi keselamatan jiwa-jiwa.

Itulah pula pesan yang terkandung dalam bacaan Injil hari ini: kerendahan hati seperti anak kecil adalah jalan menuju Kerajaan Allah.

Hati yang kecil, rendah hati, dan bersahaja seperti anak kecil—seperti hati Santa Theresia—itulah yang dipandang besar di mata Allah.

lumenchristi.id 2026 - Situs ini menggunakan cookies untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan menggunakan situs ini, Anda telah menyetujui penggunaan cookies dari Kami.