| Home | Indonesian Papist | Renungan Pagi| Doa Umat Misa Harian | Privacy Policy | Support Lumen Christi |



Facebook  X  Whatsapp  Instagram 

Juli 20, 2026

Selasa, 21 Juli 2026 Hari Biasa Pekan XVI

   

Bacaan I: Mi 7:14-15.18-20 "Kiranya Engkau menunjukkan kasih setia-Mu" 
 
Mazmur Tanggapan: Mzm 85:2-4.5-6.7-8

Bait Pengantar Injil: Yoh 14:23 "Barangsiapa mengasihi Aku, ia akan menaati sabda-Ku. Bapa-Ku akan mengasihi dia, dan Kami akan datang kepadanya."

Bacaan Injil: Mat 12:46-50 "Sambil menunjuk ke arah murid-murid-Nya, Yesus bersabda, "Inilah ibu-Ku, inilah saudara-Ku." 
   
warna liturgi hijau 

  Bacaan Kitab Suci dapat dibaca pada Alkitab atau klik tautan ini
  
     Pada zaman Perjanjian Lama, gambaran orang-orang tentang dewa adalah sosok yang perkasa dan kuat. Oleh karena itu, ketika suatu bangsa berperang dengan bangsa lain, itu juga merupakan pertempuran antara dewa-dewa kedua bangsa tersebut. Sang penakluk juga akan menghancurkan semua patung batu atau kayu dewa bangsa yang dikalahkan untuk menunjukkan kekuatan dewa sang penakluk. Terkait dengan kekuatan dan kehebatan dewa tersebut, juga terdapat kemarahan dan hukuman yang akan ditimpakan dewa kepada umat jika umat tersebut tidak taat atau berpaling darinya. Di sinilah letak perbedaan mendasar antara Allah Israel dan dewa-dewa bangsa lain. Sebagaimana Allah melindungi dan menyediakan bagi umat-Nya, Ia juga adalah Allah yang penuh belas kasihan, lambat marah dan kaya akan kasih.

Dalam bacaan pertama, nabi Mikha menegaskan sifat Allah ini ketika ia berkata: "Adakah Allah lain seperti Engkau yang mengampuni dosa-dosa dan memaafkan pelanggaran yang dilakukan oleh sisa-sisa milik-Nya sendiri? Yang tidak murka untuk selama-lamanya, melainkan berkenan pada kasih setia? " Itulah gambaran Allah yang ditunjukkan Yesus, dan itulah juga Allah yang kita sembah dan puja. Di dalam dan melalui Yesus, kita menyebut Allah sebagai Bapa kita. Di dalam dan melalui Yesus kita mengetahui apa yang Dia inginkan dari kita, anak-anak-Nya. Kehendak Bapa kita adalah agar kita menjadi seperti Dia, penuh belas kasihan, lambat marah dan kaya akan kasih. Marilah kita membiarkan Tuhan memimpin dan membimbing kita di jalan kebenaran, dan membantu kita untuk tetap setia kepada-Nya, dalam segala hal yang kita katakan, lakukan, dan perbuat. Amin.

Juli 19, 2026

Bacaan Liturgi: 20 - 26 Juli 2026

 
Senin, 20 Juli 2026: Hari Biasa Pekan XVI (H).
Pfak St. Apollinaris
Mi 6:1-4.6-8; Mzm 50:5-6.8-9.16bc-17.21.23; Mat 12:38-42. 
 
Selasa, 21 Juli 2026: Hari Biasa Pekan XVI (H) 
Pfak St. Laurensius dr Brindisi
Mi 7:14-15.18-20; Mzm 85:2-4.5-6.7-8; Mat 12:46-50. 
 
Rabu, 22 Juli 2026:  Pesta St. Maria Magdalena (P). 
Kid. 3:1-4a atau 2Kor. 5:14-17; Mzm. 63:2,3-4,5-6,8-9; Yoh. 20:1.11-18. 
 
Kamis, 23 Juli 2026: Hari Biasa Pekan XVI (H).   
Pfak St. Birgitta
Yer 2:1-3.7-8.12-13; Mzm 36:6-7ab.8-9.10-11; Mat 13:10-17. 
 
Jumat, 24 Juli 2026: Hari Biasa Pekan XVI (H). 
Pfak St. Sharbel Makhluf
Yer 3:14-17; MT Yer. 31:10.11-12ab.13; Mat 13:18-23. 
 
Sabtu, 25 Juli 2026:  Pesta St. Yakobus, Rasul
2Kor. 4:7-15; Mzm. 126:1-2ab,2cd-3,4-5,6; Mat. 20:20-28. 
 
Minggu, 26 Juli 2026:  Hari Minggu Biasa XVII (H).
Hari Orangtua, Kakek dan Nenek Sedunia
1Raj. 3:5,7-12; Mzm. 119:57,72,76-77,127-128,129-130; Rm. 8:28-30; Mat. 13:44-52 (panjang) atau Mat. 13:44-46 (singkat)

Senin, 20 Juli 2026 Hari Biasa Pekan XVI

 

Bacaan I: Mi 6:1-4.6-8 "Hai manusia, telah diberitahukan kepadamu, apa yang dituntut Tuhan dari padamu."

Mazmur Tanggapan: Mzm 50:5-6.8-9.16bc-17.21.23 "Siapa yang jujur jalannya akan menyaksikan keselamatan yang dari Allah."

Bait Pengantar Injil: Mzm 95:8ab "Hari ini janganlah bertegar hati, tetapi dengarkanlah suara Tuhan."

Bacaan Injil: Mat 12:38-42 "Pada waktu penghakiman ratu dari selatan akan bangkit bersama angkatan ini."
         
warna liturgi hijau
 
Bacaan Kitab Suci dapat dibaca pada Alkitab Deuterokanonika atau klik tautan ini
 
SiouxFall Diocese
Misi fundamental orang Kristen adalah memberitakan Injil. Injil adalah tentang kasih penyelamatan Allah bagi dunia, dan kita sebagai orang Kristen harus menjadi saksi kasih penyelamatan Allah itu. Kita harus menjadi tanda hidup yang menunjuk pada kasih penyelamatan Allah.

Dalam Injil, ketika para ahli Taurat dan orang Farisi meminta tanda kepada Yesus, Ia menunjuk diri-Nya sendiri sebagai tanda itu. Dari cara hidup-Nya dan apa yang Ia katakan, mereka seharusnya melihat tanda itu dan apa yang Ia tunjuk. Ketika orang lain melihat cara hidup dan apa yang kita katakan, akankah mereka melihat kita sebagai tanda yang menunjuk pada kasih Allah? Kita harus mengakui bahwa ada kalanya kita gagal dan menjadi tanda yang ternoda. Saat kita berusaha untuk memenuhi misi Kristen kita, marilah kita memperhatikan apa yang Tuhan minta dari kita dalam bacaan pertama, yaitu: Bertindak adil, mengasihi dengan penuh kasih sayang, dan berjalan dengan rendah hati bersama Allah kita. Itu sudah cukup sebagai tanda bagi orang lain.
 

Juli 18, 2026

Minggu, 19 Juli 2026 Hari Minggu Biasa XVI

 

Bacaan I: Keb 12:13.16-19 "Apabila mereka berdosa, Kauberi kesempatan untuk bertobat."

Mazmur Tanggapan: Mzm 86:5-6.9-10.15-16a; Ul: lih 5a "Ya Tuhan, Engkau sungguh baik dan suka mengampuni."

Bacaan II: Rom 8:26-27 "Roh berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan."
       
Bait Pengantar Injil: Mzm 11:25 "Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena misteri kerajaan Engkau nyatakan kepada orang kecil."

Bacaan Injil: Mat 13:24-43 "Biarkanlah keduanya tumbuh bersama sampai waktu menuai tiba."
         
warna liturgi hijau
 
Bacaan Kitab Suci dapat dibaca pada Alkitab Deuterokanonika atau klik tautan ini
 
Diocese of Siouxfall
 

Dalam perumpamaan Injil, benih yang baik ditabur di ladang oleh pemiliknya. Kemudian ketika semua orang tertidur, musuh datang dan menabur lalang di antara gandum. Sebagai informasi tambahan, gandum dan lalang tampak serupa saat bertunas. Hanya ketika mereka matang barulah mereka terlihat berbeda. Lalang beracun, dan ada hukum Romawi kuno yang melarang menabur lalang di ladang gandum musuh. Jadi, perumpamaan Injil itu realistis, dan juga benar bahwa begitu gandum dan lalang mulai bertunas, akan sulit untuk mencabut lalang. Hanya pada saat panen barulah hal itu dapat dilakukan.

Perumpamaan Injil menunjukkan realitas kehidupan bahwa dunia ini memiliki kebaikan dan kejahatan. Namun, kebaikan dan kejahatan dapat begitu erat terjalin sehingga sulit, bahkan mustahil, untuk dipisahkan. Hal itu ada dalam situasi yang sangat dekat dengan kita, seperti dalam keluarga kita, di tempat kerja, dan bahkan di gereja. 

lumenchristi.id 2026 - Situs ini menggunakan cookies untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan menggunakan situs ini, Anda telah menyetujui penggunaan cookies dari Kami.