Ada pepatah yang mengatakan bahwa kita adalah apa yang kita makan. Terlepas dari bagaimana pernyataan itu dipahami, hal yang paling penting adalah bahwa apa yang kita makan masuk ke dalam tubuh kita. Tentu saja, hal itu seharusnya membuat kita berhati-hati terhadap apa yang kita masukkan ke dalam mulut kita. Tidak kalah pentingnya adalah apa yang kita baca dan apa yang kita dengar. Sebab, apa yang kita baca dan dengar akan membentuk pikiran dan gagasan kita. Apa yang kita baca dan dengar juga akan membentuk karakter serta arah hidup kita.
Bacaan pertama mengingatkan kita bahwa setiap Sabda Allah itu murni, dan menjadi perisai bagi mereka yang berlindung kepada Allah. Bacaan pertama juga menyampaikan dua hal yang patut kita mohonkan kepada Allah: Pertama, agar Allah menjauhkan segala kepalsuan dan dusta dari kita. Kedua, agar kita dikaruniai kecukupan untuk menopang hidup kita.
Ketika Yesus mengutus murid-murid-Nya untuk mewartakan Kerajaan Allah dan menyembuhkan orang sakit, Ia juga memberikan kuasa dan wewenang atas segala setan serta untuk menyembuhkan penyakit. Segala kebutuhan lainnya akan disediakan oleh Allah, sehingga mereka tidak perlu membawa apa-apa. Saat kita membaca dan merenungkan Sabda Tuhan dalam kedua bacaan ini, semoga kita juga menaruh kepercayaan kita kepada Allah. Marilah kita memohon kepada Tuhan agar menjauhkan kita dari kepalsuan dan dusta, serta memberikan kita rezeki harian. Hal itu sudah cukup bagi kita untuk terus melangkah dan menghayati Kabar Baik tentang Kerajaan Allah.







