| Home | Indonesian Papist | Renungan Pagi| Doa Umat Misa Harian | Privacy Policy | Support Lumen Christi |



Facebook  X  Whatsapp  Instagram 

Juli 08, 2026

Kamis, 09 Juli 2026 Hari Biasa Pekan XIV

 


Bacaan I: Hos 11:1,3-4,8c-9 "Hati-Ku berbalik dari segala murka."
 
Mazmur Tanggapan:  Mzm 80:2ac.3b.15-16
 
Bait Pengantar Injil: Mrk 1:15 "Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil."
 
Bacaan Injil: Mat 10:7-15 "Kamu telah memperoleh dengan cuma-cuma, maka berilah pula dengan cuma-cuma."
 
warna liturgi putih
 
Bacaan Kitab Suci dapat dibaca pada Alkitab atau klik tautan ini 
  
Public Domain

Manusia memiliki keterbatasan dan itu sangat bisa dimengerti. Secara fisik dan emosional, kita tidak selalu kuat dan baik. Terkadang kita bisa berada di puncak dan menjadi yang terbaik. Tetapi di lain waktu, kita bisa jatuh tersungkur dan tidak bisa bangkit meskipun kita menginginkannya. Jadi, dalam hal kasih dan pengampunan, kita berfluktuasi dari waktu ke waktu, dan dari situasi ke situasi.

Dalam bacaan pertama, kita mendengar tentang bagaimana Allah mengasihi umat-Nya, namun mereka selalu tidak setia kepada-Nya. Allah kecewa, dan juga bisa marah kepada umat-Nya. Namun demikian, Allah mengasihi umat-Nya dan terus mengampuni mereka atas ketidaksetiaan dan dosa-dosa mereka. "Sebab Aku ini Allah, dan bukan manusia, Aku ini Yang Kudus di tengah-tengahmu, dan Aku tidak datang untuk menghanguskan.” (Hos 11:9)
 
Allah juga mengasihi kita dan akan terus mengasihi dan mengampuni kita. Ya, kita menerima kasih dan pengampunan Allah tanpa biaya dan tanpa syarat. Marilah kita juga memberikan kasih dan pengampunan sebisa mungkin. Dan ketika kita gagal dan jatuh, Tuhan akan mengangkat kita dan membuat kita terus maju dan memberi. Itulah kuasa kasih dan pengampunan Tuhan bagi kita.

Juli 07, 2026

Rabu, 08 Juli 2026 Hari Biasa Pekan XIV

Bacaan I: Hos 10:1-3.7-8.12 "Sudah waktunya untuk mencari Tuhan."

Mazmur Tanggapan: Mzm 105:2-3.4-5.6-7 "Carilah selalu wajah Tuhan."
 
Bait Pengantar Injil: Mrk 1:15 "Kerajaan Allah sudah dekat; bertobatlah dan percayalah kepada Injil."
 
Bacaan Injil: Mat 10:1-7 "Pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel."
 
 warna liturgi hijau 
 
Bacaan Kitab Suci dapat dibaca pada Alkitab atau klik tautan ini 




Kita tidak dapat menyangkal bahwa kita mendambakan kehidupan yang nyaman. Kita mungkin tidak mencari kemewahan atau kesenangan hidup. Tetapi kita ingin tidur nyenyak, makan dengan baik, dan bahagia. Dan jika kita makmur dan menjadi kaya, maka itu akan menjadi bonus. Singkatnya, kita berharap untuk kehidupan yang lebih baik. Tetapi akankah kehidupan yang lebih baik juga membantu kita menjadi pribadi yang lebih baik?

Dalam bacaan pertama, Israel menjadi kaya dan makmur. Mereka menjalani kehidupan yang baik, lebih baik dari sebelumnya. Tetapi kehidupan yang baik dan lebih baik itu tidak membantu mereka menjadi umat Allah yang baik dan lebih baik. Sebaliknya, kekayaan dan kemakmuran membuat mereka melupakan Allah dan bahkan mereka beralih menyembah berhala. Contoh berhala modern pada masa kini diantarnya: Uang, materialisme, karier, kesuksesan. Ketika seseorang rela mengorbankan integritas moral, waktu untuk Tuhan, atau keadilan demi keuntungan finansial, uang telah bergeser dari sekadar alat menjadi "tuhan" yang disembah. Demikian pula dengan opini publik, jumlah likes atau pengikut atau penggemar, dan pengakuan orang lain. Orang beriman hendaknya bertumbuh, berakar kokoh dalam Kristus, tidak goyah dan tidak bergantung pada tepuk tangan dunia.

Juli 06, 2026

Selasa, 07 Juli 2026 Hari Biasa Pekan XIV

 

Bacaan I: Hos 8:4-7.11-13 "Mereka menabur angin dan akan panen puting beliung."
   
Mazmur Tanggapan: Mzm 115:3-4.5-6.7ab-8.9-10 "Hai umat, percayalah kepada Tuhan."

Bait Pengantar Injil: Yoh 10:27 "Aku ini gembala yang baik, sabda Tuhan; Aku mengenal domba-domba-Ku, dan domba-domba-Ku mengenal Aku."

Bacaan Injil: Mat 9:32-38 "Tuaian memang banyak tetapi pekerja sedikit."
 
warna liturgi hijau 
 
Bacaan Kitab Suci dapat dibaca pada Alkitab atau klik tautan ini 
Foto oleh PxHere

Perbedaan utama antara kebaikan dan kejahatan terletak pada ekspresi kasih sayang dan cinta. Kejahatan hanya mencintai dirinya sendiri dan tidak memiliki kepedulian terhadap sesama. Kejahatan bersifat posesif dan menginginkan segala sesuatu untuk dirinya sendiri serta tidak peduli terhadap kesejahteraan orang lain. Kejahatan berusaha menghancurkan kehidupan orang lain atau menundukkan mereka di bawah kendalinya untuk digunakan sebagai kaki tangannya. Sebaliknya, kebaikan berusaha mengasihi orang lain dan memperhatikan kesejahteraan mereka. Kebaikan berusaha membangun kehidupan orang lain dan membantu mereka menjalani kehidupan yang bermakna. 
 
Ketika orang Farisi mengatakan bahwa Yesus mengusir setan melalui penguasa iblis, itu adalah kontradiksi sekaligus kebingungan. Karena refleksi dari apa yang Yesus lakukan akan dengan jelas mengarah pada kasih sayang dan cinta. Ia memberitakan Kabar Baik tentang Kerajaan Allah dan menyembuhkan penyakit dan kesakitan. Ia membebaskan mereka yang tertindas oleh jerat kejahatan. Ia berbelas kasih kepada mereka yang teraniaya dan putus asa. Marilah kita menaati panggilan Yesus untuk menjadi pekerja panen Tuhan. Marilah kita menjadi pekerja kasih dan amal agar kebaikan mengalahkan kejahatan.

Juli 05, 2026

Senin, 06 Juli 2026 Hari Biasa Pekan XIV


Bacaan I: Hos 2:13.14b-15.18-19 "Aku akan menjadikan dikau istriku untuk selama-lamanya."

Mazmur Tanggapan: Mzm 145:2-3.4-5.6-7.8-9 "Tuhan itu pengasih dan penyayang."

Bait Pengantar Injil: 2Tim 1:10b "Penebus kita Yesus Kristus telah membinasakan maut dan menerangi hidup dengan Injil."

Bacaan Injil: Mat 9:18-26 "Anakku baru saja meninggal; tetapi datanglah, maka ia akan hidup." 
 
warna liturgi hijau 
 
Bacaan Kitab Suci dapat dibaca pada Alkitab atau klik tautan ini

Credit: PaulCalbar/istock.com

Saudara-saudari terkasih dalam Kristus, dikatakan bahwa tawa adalah obat terbaik. Memang, ada manfaat emosional dan fisik dari tertawa lepas. Tetapi tentu saja, itu tergantung pada apa yang kita tertawakan. Ketika kita mampu menertawakan kesalahan dan kebodohan kita sendiri, maka kita tidak terlalu keras pada diri sendiri. Ketika kita melihat sisi yang lebih ringan dari diri kita sendiri, itu tentu bermanfaat bagi kita secara emosional dan fisik. Tetapi ketika kita menertawakan orang lain karena kita berpikir bahwa apa yang mereka lakukan dan pikirkan itu konyol dan bodoh, mungkin lebih baik untuk menahan tawa itu terlebih dahulu.

lumenchristi.id 2026 - Situs ini menggunakan cookies untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan menggunakan situs ini, Anda telah menyetujui penggunaan cookies dari Kami.