Mazmur Tanggapan: Mzm 105:2-3.4-5.6-7 "Tuhan akan selalu ingat akan perjanjian-Nya."
Bait Pengantar Injil: Luk 11:28 "Berbahagialah yang mendengarkan sabda Tuhan dan memeliharanya."
Bacaan Injil: Luk 11:27-28 "Berbahagialah ibu yang telah mengandung Engkau!"
Bunda Maria mengasihi dan merawat Yesus sebagai satu-satunya anaknya. Ia juga menyadari bahwa Allah telah memercayakan Putra tunggal-Nya kepadanya. Ketika tiba saatnya bagi Yesus untuk menjalankan misi-Nya, Bunda Maria harus merelakan-Nya pergi karena ia tahu bahwa hal itu merupakan kehendak Allah. Namun, Yesus tetaplah putranya, darah dagingnya sendiri; dan seperti ibu pada umumnya, ia tentu mendambakan kehadiran Yesus di sisinya. Saat Yesus menderita dan wafat di kayu salib, rasa pedih yang dirasakan Bund Maria sungguh tak terlukiskan, sebab tiada kata-kata yang mampu mengungkapkan kepedihan hati orang tua yang kehilangan anaknya. Akan tetapi, melampaui naluri keibuannya, Bunda Maria menyerahkan diri sepenuhnya pada kehendak Allah.
Bunda Maria adalah teladan iman karena ia melakukan apa yang dikehendaki Allah, bukan apa yang menjadi keinginan atau kehendaknya sendiri. Yesus menyerahkan Maria untuk menjadi ibu kita saat Ia sedang sekarat di kayu salib. Marilah kita menghormati serta mengasihi Bunda Maria, dan belajar darinya untuk melakukan kehendak Allah.






