| Home | Indonesian Papist | Renungan Pagi| Doa Umat Misa Harian | Privacy Policy | Support Lumen Christi |



Facebook  X  Whatsapp  Instagram 

Oktober 22, 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 Hari Biasa Pekan XXIX

Bacaan I: Ef 4:1-6 "Satu tubuh, satu Tuhan, satu iman, satu baptisan."

Mazmur Tanggapan: Mzm. 24:1-2.3-4ab.5-6 "Itulah angkatan orang-orang yang mencari wajah-Mu, ya Tuhan."

Bait Pengantar Injil: Mat 11:25 "Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, sebab misteri Kerajaan Kaunyatakan kepada orang kecil."

Bacaan Injil: Luk 12:54-59 "Kalian tahu menilai gelagat bumi dan langit, tetapi mengapa tidak dapat menilai zaman ini?"
 
warna liturgi hijau  
 
Bacaan Kitab Suci dapat dibaca pada Alkitab atau klik tautan ini 





 Di mana pun ada bahaya, pasti akan ada tanda-tanda peringatan. Dan sebelum kecelakaan terjadi, biasanya pun akan ada tanda-tandanya. Meskipun tanda-tanda itu ada, pertanyaannya adalah seberapa besar perhatian yang kita berikan terhadap tanda-tanda tersebut, dan apakah ada tindakan pencegahan yang diambil. Sebagai contoh, jika sebuah mobil mengeluarkan bunyi gemeretak yang tidak wajar saat melaju, itu adalah pertanda bahwa mobil tersebut harus segera dibawa ke bengkel untuk diperiksa. Atau, jika tercium bau yang tidak biasa, bisa jadi ada sesuatu yang membusuk atau terbakar; sebaiknya kita mencari tahu dari mana asal bau tersebut. Atau, jika muncul rasa nyeri yang terus-menerus pada bagian tubuh tertentu, sebaiknya kita segera berkonsultasi dengan dokter. Mengabaikan tanda-tanda tersebut dan bersikap acuh tak acuh dapat berujung pada masalah yang lebih besar dan serius. Dan ketika masalah atau kecelakaan benar-benar terjadi, yang tersisa hanyalah penyesalan dan saling menyalahkan.

Dalam Injil, Yesus mengatakan kepada orang banyak bahwa mereka cukup cerdas untuk menafsirkan tanda-tanda alam. Namun, mengapa mereka tidak tahu cara menafsirkan tanda-tanda zaman, atau tanda-tanda yang berasal dari Allah? Melalui doa, hati kita akan dilembutkan oleh kasih karunia Allah, sehingga kita menjadi peka terhadap tanda-tanda yang diberikan-Nya kepada kita. Dengan demikian, kita akan mampu menafsirkan tanda-tanda zaman dan tanda-tanda dari Allah; kita akan memahami apa yang sedang ditunjukkan oleh Allah kepada kita, serta melakukan apa yang dikehendaki-Nya dari kita.

Oktober 21, 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 Hari Biasa Pekan XXIX

  


Karya: artisticco/istock.com

Bacaan I: Ef 3:14-21 "Semoga kalian berakar dan beralas dalam kasih, dan dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah."
          
Mazmur Tanggapan: Mzm 33:1-2.4-5.11-12.18-19; R: 22 "Bumi penuh dengan kasih setia Tuhan."

Bait Pengantar Injil: Mat 24:42a.44 "Segala sesuatu kuanggap sebagai sampah, supaya aku memperoleh Kristus dan berada dalam Dia."

Bacaan Injil: Luk 12:49-53 "Aku datang bukannya membawa damai, melainkan pertentangan."
 
warna liturgi hijau
       
 Bacaan Kitab Suci dapat dibaca pada Alkitab atau
klik tautan ini
 
Allah menciptakan dunia, dan Dia juga menciptakan setiap manusia. Allah menciptakan dunia yang indah untuk mencerminkan kebaikan-Nya. Allah menciptakan manusia menurut gambar-Nya untuk mencerminkan kekudusan-Nya. Namun, manusia tidak taat kepada Allah dan jatuh ke dalam dosa. Dosa memutuskan hubungan antara Allah dan manusia, merusak hubungan antarmanusia, serta merusak kepedulian manusia terhadap ciptaan. Akan tetapi, Allah tetap mengasihi dunia dan umat manusia yang telah jatuh dalam dosa, serta berkehendak menyelamatkan manusia berdosa dengan mengutus Putra tunggal-Nya, Yesus Kristus.

Dalam bacaan pertama, Rasul Paulus mengingatkan kita bahwa Allah adalah Bapa kita, yang menciptakan setiap keluarga, baik secara rohani maupun jasmani. Dan bagi kita yang merupakan murid-murid Yesus Kristus, kita dipanggil untuk menjadi Gereja yang mengemban misi. Misi kita sebagai umat Kristiani adalah melanjutkan karya keselamatan Yesus Kristus dengan mewartakan kasih Kristus kepada dunia dan memenuhi dunia dengan kasih Allah yang menyelamatkan. Api pemurni dari kasih Allah yang menyelamatkan itulah yang harus kita bawa di dalam hati kita, dan api itu pula yang harus mengobarkan dunia dengan kasih tersebut. Ketika api kasih Allah yang menyelamatkan itu melenyapkan dosa, maka damai sejahtera pun akan tercipta.

Oktober 19, 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 Hari Biasa Pekan XXIX


Bacaan I: Ef 3:2-12 "Rahasia Kristus kini telah diwahyukan dan para bangsa menjadi pewaris perjanjian."
        
Kidung Tanggapan: Yes 12:2-3.4bcd.5-6 "Kamu akan menimba air dengan kegirangan dari mata air keselamatan."
 
Bait Pengantar Injil:  Mat 24:44 "Berjaga-jaga dan bersiap-siaplah, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga."
 
Bacaan Injil: Luk 12:39-48 "Barangsiapa diberi banyak, banyak pula yang dituntut darinya."

warna liturgi hijau
 
Bacaan Kitab Suci dapat dibaca pada Alkitab atau klik tautan ini
 

 Author:   Nheyob
   
Bayangkan seorang kaya raya yang berada di penghujung usianya berniat menyerahkan seluruh harta warisannya kepada Anda. Ia tidak meminta imbalan yang rumit, melainkan hanya satu syarat sederhana: setiap bulan pada tanggal yang telah ditentukan, Anda cukup berkunjung ke makamnya dan meletakkan seikat karangan bunga. Di awal, syarat tersebut tentu terasa sangat ringan jika dibandingkan dengan kelimpahan kekayaan yang diterima secara cuma-cuma. Siapa yang tidak sanggup menjalankan tugas sepele itu demi hidup yang serba terjamin? Namun, seiring berjalannya waktu, ketika kenyamanan hidup sudah menggenggam erat dan tidak ada satu orang pun yang datang menuntut pertanggungjawaban, ujian kesetiaan yang sesungguhnya baru dimulai. Berbagai kesibukan, kecenderungan menunda, dan godaan untuk meremehkan janji perlahan muncul, membuat kita mulai mencari-cari alasan untuk mengabaikan komitmen sederhana tersebut.

Kisah ini menjadi cermin jernih bagi kehidupan spiritual kita bersama Allah. Dalam Injil ditegaskan bahwa kepada orang yang telah menerima banyak hal, banyak pula yang akan dituntut darinya, dan kepada mereka yang telah dipercayakan banyak hal, akan diharapkan lebih banyak lagi. Ketika kita merenungi betapa melimpahnya berkat, rahmat, dan pemeliharaan yang telah dikaruniakan Allah, kita dipanggil untuk tidak sekadar menikmati semua itu dalam zona nyaman. Tanggung jawab atas berkat tidak boleh luntur hanya karena kita merasa hidup sudah aman dan tidak ada teguran langsung yang membayangi.

Mengucap syukur yang sejati menuntut kesetiaan yang terus dirawat dari hari ke hari. Allah menghendaki agar berkat yang kita terima tidak berhenti pada diri sendiri, melainkan mengalir keluar dalam bentuk kasih yang nyata, kebaikan yang tulus, kesabaran, pengertian, serta pengampunan bagi sesama. Ketika kita tetap setia menjaga rasa syukur dan mewujudkannya dalam tindakan nyata di tengah segala gangguan duniawi, Allah yang Maharahim akan senantiasa melimpahkan berkat demi berkat dalam perjalanan hidup kita.

Selasa, 20 Oktober 2026 Hari Biasa Pekan XXIX


Bacaan I: Ef 2:12-22 "Kristuslah damai sejahtera kita yang mempersatukan kedua belah pihak."
 
Mazmur Tanggapan:  Mzm 85:9ab-10.11-12.13-14 "Tuhan hendak berbicara tentang damai kepada umat-Nya."

Bait Pengantar Injil: Luk 21:36 "Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, agar kalian tahan berdiri di hadapan Anak Manusia."

Bacaan Injil: Luk 12:35-38 "Berbahagialah hamba yang didapati tuannya sedang berjaga."

warna liturgi hijau
 
Bacaan Kitab Suci dapat dibaca pada Alkitab atau klik tautan ini
 

Gambar oleh: pxfuel.com (CC)

   
Ada satu hal yang bisa kita katakan tentang kehidupan: biasanya, hidup tidak berjalan sesuai rencana. Kita mungkin membuat daftar tugas, namun pada akhirnya, jika kita berhasil menyelesaikan separuhnya saja, itu sudah bisa dianggap sebagai sebuah pencapaian. Kita bahkan mungkin berencana melakukan satu hal saja, namun pada kenyataannya, kita justru tidak sempat memulainya sama sekali. Hal itu terjadi karena hidup ini penuh dengan kejutan. Dan sering kali, kita mungkin tidak terlalu menyukai kejutan-kejutan tersebut.

Jadi, ketika Yesus meminta kita untuk bersiap sedia dan menjaga pelita kita tetap menyala, itu berarti satu hal. Yaitu, kita harus siap menghadapi segala kejutan. Namun, jika kita memandang kejutan-kejutan ini sebagai petunjuk dari Allah, kita akan menyadari bahwa Allah hendak memperlihatkan sesuatu yang luar biasa kepada kita. Dan melalui doa, hati kita akan mengenali kejutan-kejutan tersebut sebagai penyataan dari Allah. Kita pun akan memahami bahwa ketika hidup tidak berjalan sesuai rencana kita, Allah sebenarnya sedang merencanakan sesuatu yang jauh lebih baik bagi kita.

lumenchristi.id 2026 - Situs ini menggunakan cookies untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan menggunakan situs ini, Anda telah menyetujui penggunaan cookies dari Kami.