| Home | Indonesian Papist | Renungan Pagi| Doa Umat Misa Harian | Privacy Policy | Support Lumen Christi |



Facebook  X  Whatsapp  Instagram 

Agustus 21, 2026

Support lumenchristi.id

Terima kasih telah meluangkan waktu sejenak bersama Tuhan melalui lumenchristi.id. Jika sapaan Sabda Tuhan hari ini menyentuh hati dan membawa berkat bagi langkah Anda, kami mengundang Anda untuk turut ambil bagian dalam pelayanan ini.

​Uluran persembahan kasih Anda melalui QRIS sangat berarti bagi kami—sebagai nyala terang yang membantu kami terus merangkul dan menghubungkan lebih banyak jiwa dengan Kristus dan Gereja-Nya.

​ Teriring doa kami untuk Anda dan keluarga. Tuhan Yesus memberkati.







 


Sabtu, 22 Agustus 2026 Peringatan Wajib SP. Maria, Ratu

 
Bacaan I: Yeh 43:1-7a "Kemuliaan Tuhan masuk kembali ke dalam bait suci."
      

Mazmur Tanggapan: Mzm 85:9ab-10.11-12.13-14 "Kemuliaan Tuhan tinggal di bumi kita."

Bait Pengantar Injil: Mat 23:9.10b "Bapamu hanya satu, ialah yang ada di surga. Pemimpinmu hanya satu, yaitu Kristus."
       
Bacaan Injil: Mat 23:1-12 "Mereka mengajarkan, tetapi tidak melakukan."

 
warna liturgi putih
   
Bacaan Kitab Suci dapat dibaca pada Alkitab atau klik tautan ini
 
 

 
Mendapatkan perhatian dan kekaguman orang lain tentu merupakan hal yang sangat didambakan. Namun, mendapatkan rasa hormat dari orang lain adalah perkara yang berbeda. Rasa hormat dari orang lain tidak bisa dituntut ataupun dibeli dengan uang. Rasa hormat itu harus diraih, namun bukan dengan cara mencapai hal-hal besar atau melakukan sesuatu yang luar biasa. Seseorang dihormati karena melakukan hal-hal biasa dengan cara yang sederhana dan rendah hati.

Apa yang diajarkan Yesus dalam Injil hari ini hendaknya senantiasa tertanam dalam hati dan pikiran kita, sebagaimana Ia bersabda: "Barangsiapa terbesar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu. Barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan, dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan." Kita tidak perlu bersusah payah mencari penghormatan dari orang lain. Dengan bersikap rendah hati dan sederhana, mereka akan menghormati kita apa adanya. Dan Allah mengasihi mereka yang rendah hati serta berhati sederhana.

Agustus 20, 2026

Jumat, 21 Agustus 2026 Peringatan Wajib St. Pius X, Paus


Bacaan I: Yeh 37:1-14 "Hai tulang-tulang kering, dengarlah sabda Tuhan. Aku akan membangkitkan kalian dari dalam kubur, hai kaum Israel."

Mazmur Tanggapan: Mzm 107:2-3.4-5.6-7.8-9; R:1 "Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab kekal abadi kasih setia-Nya."

Bait Pengantar Injil: Mzm 25:5c "Tunjukkanlah lorong-Mu kepadaku, ya Tuhan, bimbinglah aku menurut sabda-Mu yang benar."

Bacaan Injil: Mat 22:34-40 "Kasihilah Tuhan Allahmu, dan kasihilah sesamamu seperti dirimu sendiri."
 
warna liturgi putih 
 
Bacaan Kitab Suci dapat dibaca pada Alkitab atau klik tautan ini 
 

 Memahami dan Menghidupi Kehendak Tuhan Setiap Saat

Tanpa Tuhan, kita sungguh tidak berdaya. Setiap napas, langkah, dan pencapaian kita selalu mengandaikan satu hal: "dengan rahmat Tuhan." Jika kasih dan penyertaan-Nya berhenti sejenak saja, kita tidak akan ada lagi.

Namun, di balik ketergantungan mutlak kita ini, terdapat sebuah misteri yang indah: Tuhan memilih untuk "membutuhkan" kita. Tuhan tentu saja Maha Kuasa dan tidak bergantung pada apa pun. Tetapi, dalam karya penciptaan dan penebusan-Nya, Dia tidak ingin bekerja sendiri. Dia tidak bisa memaksakan keselamatan atau cinta-Nya kepada kita, karena Dia menciptakan kita sebagai anak-anak-Nya yang merdeka, bukan sebagai budak. Kasih sejati senantiasa mengandaikan kehendak bebas. Karena itu, agar kehendak-Nya "terjadilah di bumi seperti di dalam surga," Tuhan menanti kesediaan dan partisipasi kita.

Agustus 19, 2026

Kamis, 20 Agustus 2026 Peringatan Wajib St. Bernardus, Abas dan Pujangga Gereja

 
Bacaan I: Yeh 36:23-28 "Kalian akan Kuberi hati dan Roh yang baru di dalam batinmu."

Mazmur Tanggapan: Mzm 51:12-15.18-19: R: Yeh 36:25 "Aku akan mencurahkan kepadamu air jernih, yang akan mentahirkan kamu"

Bait Pengantar Injil: Mzm 95:8ab "Hari ini janganlah bertegar hati, tetapi dengarkanlah sabda Tuhan."

Bacaan Injil: Mat 22:1-14 "Undanglah setiap orang yang kalian jumpai ke pesta nikah ini"
     
    warna liturgi putih
 
Bacaan Kitab Suci dapat dibaca pada Alkitab atau klik tautan ini

Credit:HuyNguyenSG /istock.com
 
 
Persoalan mengenai tata cara berpakaian untuk ibadat Gereja, khususnya untuk Misa, telah dan masih menjadi topik pembahasan. Apa pun sudut pandang atau pendapat yang ada, pada akhirnya hal ini bergantung pada sikap dan niat pribadi dalam menentukan bagaimana dan apa yang akan dikenakan saat menghadiri Misa. Di antara berbagai pertimbangan lainnya, cara berpakaian merupakan bentuk penghormatan terhadap diri sendiri, terhadap Allah, dan terhadap sesama. Dan dalam pengertian rohani, cara kita berpakaian merupakan perwujudan dari citra diri sebagai orang yang "mengenakan Kristus". Oleh karena itu, bagi umat Kristiani, cara berpakaian saat Misa dapat dikatakan sebagai suatu tindakan iman. Hal ini menjadi pengingat bahwa kita telah disucikan melalui Pembaptisan dan dikenakan sebagai manusia baru di dalam Kristus.

Dalam Bacaan Pertama, Allah menyatakan kepada umat-Nya bahwa Ia akan menyucikan mereka dari segala kenajisan dan mengaruniakan hati yang baru. Dalam perumpamaan Injil, pakaian pesta pernikahan disorot untuk mengingatkan kita bahwa meskipun kita diundang ke perjamuan nikah Allah dalam Misa, kita harus datang dengan hati yang bersih dan mengenakan kebajikan agar dapat mempersembahkan kurban yang murni kepada Allah. Ketika kita memahami hal ini, maka persoalannya bukan lagi sekadar mengenai bagaimana atau apa yang harus dikenakan saat Misa, melainkan tentang kenyataan bahwa kita telah disucikan oleh Darah Kristus dan dikenakan kekudusan Kristus. (HG)
 

Doa Umat 
   
 Saudara-saudari, dengan menyadari bahwa kesucian sejati terpancar dari kemurnian hati dan apa yang keluar dari mulut kita, marilah bersama-sama kita mempersembahkan doa-doa ini kepada Allah Bapa kita di surga.
 
Bagi Gereja dan para pemimpinnya: Semoga Roh Kudus memperbarui kita setiap hari untuk tetap memusatkan pandangan kita kepada-Nya. Marilah kita mohon:
Tuhan, dengarkanlah umat-Mu

Bagi para pejabat pemerintahan: Semoga Bapa menerangi akal budi serta menyembuhkan kebutaan mereka terhadap penderitaan rakyat. Berilah mereka keberanian untuk menyingkirkan kepentingan pribadi, dan mengaruniakan hati yang jujur agar dapat memulihkan keadilan demi melayani kesejahteraan umum. Marilah kita mohon:
Tuhan, dengarkanlah umat-Mu. 
 
Bagi semua yang sakit: Semoga Bapa memberikan kesembuhan, penghiburan, dan kekuatan kepada mereka. Marilah kita mohon.
Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.
 
Bagi komunitas iman kami yang berkumpul di sini: Semoga Bapa menjadikan kami saksi kasih-Nya yang mengubah hidup. Marilah kita mohon.
Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.
 
Allah Bapa yang maha pengasih, sucikanlah hati dan pikiran kami dari segala hal yang menajiskan. Semoga setiap tutur kata dan perbuatan yang keluar dari diri kami senantiasa berkenan di hati-Mu dan membawa kedamaian bagi sesama. Terimalah doa-doa yang kami panjatkan kepada-Mu ini. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.
Amin. 

Doa untukTanah Air
 
Allah, Bapa kami, Engkau telah menciptakan alam semesta sebagai kediaman bagi umat manusia. Tatkala umat pilihan-Mu hidup terlunta-lunta di pengasingan, Engkau membebaskan mereka dan menghantar ke tanah terjanji, tanah air yang subur dan berlimpahan susu serta madu. Engkau pun memberikan tanah air kepada kami.

Bapa, kami bersyukur atas tanah air kami yang luas dengan isinya yang beraneka ragam: lautan dengan ribuan pulau, gunung dan daratan, serta hutan dan belantara yang menyemarakkan negeri ini. Namun Bapa, kami memohon ampun karena ketamakan kami sering kali memicu kerusakan lingkungan yang mengancam kelestarian ciptaan-Mu. Sadarkanlah kami untuk bertobat dan menjadi penjaga alam yang baik.  

Kami bersyukur atas ratusan suku dan aneka budaya serta bahasa yang Kauhimpun menjadi satu bangsa dan satu bahasa. Kami bersyukur atas pembangunan di tanah air kami, atas segala sarana dan prasarana yang tersedia.  

Bapa, di tengah rasa syukur ini, kami juga membawa luka dan keprihatinan bangsa kami ke hadapan-Mu. Saat ini bangsa kami tengah bergumul dengan krisis integritas dan maraknya kasus korupsi yang merampas hak-hak kaum lemah. Kami mohon, sentuhlah hati para pemimpin kami. Jauhkanlah mereka dari sikap mementingkan diri sendiri dan golongannya. Berikanlah mereka kerendahan hati dan telinga yang peka, agar mereka mau sungguh-sungguh mendengarkan suara rakyat yang mereka layani.

Kami mohon berkat-Mu bagi semua yang mendiami tanah air ini. Peliharalah keadilan di negeri kami, agar kebebasan berpendapat senantiasa dihormati, dijaga, dan digunakan sebagai jalan untuk mencari kebenaran, bukan untuk menabur permusuhan. Bebaskanlah tanah air kami dari bahaya: bencana alam, kelaparan, perang, dan wabah penyakit.

Semoga kami semua tekun membangun tanah air kami demi kemakmuran dan kesejahteraan seluruh bangsa. Bantulah kami mewujudkan tanah air yang jujur, adil, makmur, aman, damai dan sejahtera, sehingga tanah air yang kami diami di dunia ini selalu mengingatkan kami akan tanah air surgawi, tempat kami akan berbahagia abadi bersama Dikau.

Semua ini kami unjukkan kepada-Mu dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.
 
 

lumenchristi.id 2026 - Situs ini menggunakan cookies untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan menggunakan situs ini, Anda telah menyetujui penggunaan cookies dari Kami.