Santo Paulus adalah seorang misionaris besar bagi bangsa-bangsa non-Yahudi, namun dalam bacaan pertama, ia mengakui dirinya sebagai yang paling hina di antara para rasul karena pernah menganiaya Gereja. Namun, terjadi pengalaman pertobatan, dan kasih karunia Allah bekerja dengan penuh kuasa dalam diri Santo Paulus.
Dalam Injil, seorang perempuan yang memiliki reputasi buruk di kota itu diampuni dosanya oleh Yesus berkat kasih yang begitu besar yang ia tunjukkan kepada-Nya. Bacaan hari ini menyadarkan kita bahwa di lapisan dasar masyarakat, terdapat orang-orang berdosa dan mereka yang melakukan perbuatan jahat. Kita harus mendoakan pertobatan mereka agar mereka dapat mengalami pengampunan Allah. Dan seperti Santo Paulus serta perempuan dalam Injil tersebut, mereka akan menjadi dasar yang kokoh dan kuat dalam masyarakat.







