Bacaan I: Flp 1:18b-26 "Bersukacita dalam iman."
Mazmur Tanggapan: Mzm 42:2.3.5bcd; R: 42:2 "Jiwaku haus akan Allah yang hidup."
Bait Pengantar Injil: Mat 11:29ab "Terimalah beban-Ku dan belajarlah pada-Ku, sebab Aku lemah lembut dan rendah hati."
Bacaan Injil: Luk 14:1.7-11 "Barangsiapa meninggikan diri, akan direndahkan; dan barangsiapa merendahkan diri, akan ditinggikan."
Mazmur Tanggapan: Mzm 42:2.3.5bcd; R: 42:2 "Jiwaku haus akan Allah yang hidup."
Bait Pengantar Injil: Mat 11:29ab "Terimalah beban-Ku dan belajarlah pada-Ku, sebab Aku lemah lembut dan rendah hati."
Bacaan Injil: Luk 14:1.7-11 "Barangsiapa meninggikan diri, akan direndahkan; dan barangsiapa merendahkan diri, akan ditinggikan."
warna liturgi hijau
Bacaan Kitab Suci dapat dibaca pada Alkitab atau klik tautan ini
Pada umumnya, kita memiliki etiket dan kesopanan untuk ditunjukkan tempat duduk kita dalam suatu acara atau pada resepsi makan malam. Kita tentu tidak ingin malu untuk mengambil tempat duduk yang kita anggap milik kita hanya untuk diberitahu sebaliknya. Meskipun demikian perumpamaan Yesus memberitahu kita bahwa kita memiliki keinginan bawaan untuk dihormati dan bahkan mungkin ditinggikan. Karena tidak bisa dipungkiri bahwa kita juga suka dipandang sebelah mata. Bagi sebagian orang, itu bahkan mungkin obsesi. Tetapi untuk semua pujian dan sorotan yang mungkin kita dapatkan, apa dan bagaimana pengaruhnya dalam kekekalan?
Dalam bacaan pertama, kita mendengar dilema Rasul Paulus. Dia ingin bersama Kristus tetapi dia tahu dia harus tinggal sebentar untuk membantu orang Kristen perdana maju dalam iman mereka. Namun Rasul Paulus juga tahu bahwa segala pujian dan hormat hanya diberikan kepada Allah. Jadi marilah kita menyadari kecenderungan kita untuk menjadi pusat perhatian dan menerima tepuk tangan. Namun semua ini tidak penting dalam kekekalan. Yang penting kemudian adalah kita terus memuji dan memuliakan Tuhan.
Dalam bacaan pertama, kita mendengar dilema Rasul Paulus. Dia ingin bersama Kristus tetapi dia tahu dia harus tinggal sebentar untuk membantu orang Kristen perdana maju dalam iman mereka. Namun Rasul Paulus juga tahu bahwa segala pujian dan hormat hanya diberikan kepada Allah. Jadi marilah kita menyadari kecenderungan kita untuk menjadi pusat perhatian dan menerima tepuk tangan. Namun semua ini tidak penting dalam kekekalan. Yang penting kemudian adalah kita terus memuji dan memuliakan Tuhan.






