| Home | Indonesian Papist | Renungan Pagi| Doa Umat Misa Harian | Privacy Policy | Support Lumen Christi |



Facebook  X  Whatsapp  Instagram 

September 29, 2026

Rabu, 30 September 2026 Peringatan Wajib St. Hieronimus, Imam dan Pujangga Gereja

 

Bacaan I: Ayb 9:1-12.14-16 "Masakan manusia benar di hadapan Allah?"
 

Mazmur Tanggapan: Mzm 88:10bc-11.12-13.14-15 "Semoga doaku sampai ke hadirat-Mu, ya Tuhan."

Bait Pengantar Injil: Flp 3:8-9 "Segala sesuatu kuanggap sebagai sampah, agar aku memperoleh Kristus dan bersatu dengan-Nya."

Bacaan Injil: Luk 9:57-62 "Aku akan mengikuti Engkau ke mana pun Engkau pergi." 
 
warna liturgi putih

Bacaan Kitab Suci dapat dibaca pada Alkitab atau klik tautan ini
Credit: wideonet/istock.com
      Setiap kali kita berbicara tentang Allah di depan umum, kita akan berbicara dengan penuh hormat dan menggunakan bahasa yang santun, terutama dalam doa bersama. Namun, saat kita memeriksa batin, kita mungkin harus mengakui bahwa sikap kita tidak selalu demikian hormatnya. Terutama dalam ruang pribadi, kita cenderung bersikap lebih akrab dengan Allah. Dan ketika hidup dilanda kekacauan serta segala sesuatu terasa hancur berantakan, percakapan kita dengan Allah bisa menjadi tajam dan terus terang. Bisa jadi kita merasa marah kepada Allah, bahkan menuntut penjelasan dari-Nya, atau sampai pada titik menuduh Allah tidak mendengarkan dan tidak mengabulkan doa-doa kita.

Dalam bacaan pertama, saat Ayub berbicara tentang Allah di hadapan teman-temannya, ia sungguh menunjukkan rasa hormat kepada Allah dan mengakui kemahakuasaan-Nya dalam segala aspek. Ayub menyadari posisinya di hadapan Allah; ia tahu bahwa dirinya hanyalah makhluk ciptaan dan tidak memiliki dasar untuk menggugat Allah, meskipun ia mungkin tidak memahami alasan di balik penderitaannya. Demikianlah cara Ayub menggambarkan Allah di hadapan teman-temannya, dan hal itu juga mencerminkan keyakinan imannya akan Allah.

Apa yang dikatakan Ayub tentang Allah dalam bacaan pertama itu sungguh patut menjadi bahan permenungan dan refleksi bagi kita. Meskipun Allah senantiasa mengampuni kita saat kita bersikap kurang hormat atau bahkan berani menentang-Nya, marilah kita memohon kepada Tuhan Allah agar menganugerahi kita hati yang rendah hati dan penuh penyesalan. Dengan demikian, saat kita berbicara tentang Allah kepada orang lain, mereka pun akan mengetahui keyakinan iman kita akan Allah.
 

September 27, 2026

Selasa, 29 September 2026 Pesta St. Mikael, Gabriel dan Rafael, Malaikat Agung

 

 Bacaan I: Dan 7:9-10.13.14 "Pakaian-Nya putih seperti salju."  
atau Why 12:7-12a

Mazmur Tanggapan: Mzm. 138:1-2ab.2cde-3.4.5 "Di hadapan para dewata aku hendak bermazmur bagi-Mu, ya Tuhan."

Bait Pengantar Injil: Mrk 10:45 "Pujilah Tuhan, hai segala tentara-Nya, muliakanlah Dia, hai para hamba yang melakukan kehendak-Nya."

Bacaan Injil: Yoh 1:47-51 "Engkau akan melihat malaikat-malaikat Allah turun naik kepada Anak manusia."
     
warna liturgi putih

Bacaan Kitab Suci dapat dibaca pada Alkitab atau klik tautan ini 
 
 
Public Domain

 
Kitab Suci memuat banyak bagian yang merujuk pada malaikat, baik dalam Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru. Selain itu, Perjanjian Baru sering menyebutkan malaikat dalam berbagai peristiwa penting.

Ada malaikat yang menyampaikan pesan kepada Maria, Yusuf, dan para gembala; malaikat yang melayani Kristus setelah pencobaan-Nya di padang gurun; malaikat yang mendatangi Kristus saat Ia bergumul hebat dalam penderitaan-Nya; malaikat di makam Kristus yang telah bangkit; serta malaikat yang membebaskan Rasul Petrus dan Paulus dari penjara.

Namun, Kitab Suci hanya menyebutkan istilah "malaikat agung" sebanyak dua kali. Penyebutan itu terdapat dalam Yudas 9, di mana Mikhael disebut sebagai malaikat agung, dan dalam 1 Tesalonika 4:16, yang menyebutkan bahwa "suara malaikat agung" akan terdengar saat kedatangan Kristus kembali.

Gereja Katolik Roma menghormati tiga malaikat agung: Mikhael, Gabriel, dan Rafael.


Dalam bahasa Ibrani, nama Mikhael berarti "Siapakah yang seperti Allah?" atau "Siapakah yang setara dengan Allah?" Sejak masa awal Kekristenan, Santo Mikhael digambarkan sebagai seorang panglima yang memegang tombak di tangan kanannya untuk menyerang Iblis, dan memegang pelepah palem hijau di tangan kirinya sebagai lambang kemenangan atas kejahatan.

Gabriel berarti "Utusan Allah" atau "Kekuatan Allah." Ia adalah pewarta misteri-misteri Allah, khususnya misteri Inkarnasi Allah dan segala misteri lain yang berkaitan dengannya. Ia digambarkan sedang memegang lentera yang menyala, melambangkan bahwa hanya Allah yang dapat menerangi misteri-misteri tersebut.

Senin, 28 September 2026 Hari Biasa Pekan XXVI

 

Bacaan I: Ayb 1:6-22 “Kesalehan Ayub dicoba.”

Mazmur Tanggapan: Mzm 17:1,2-3,6-7 "Sendengkanlah telinga-Mu kepadaku, dengarkanlah perkataanku."


Bait Pengantar Injil: Mrk 10:45 "Anak Manusia datang untuk melayani dan menyerahkan nyawa-Nya sebagai tebusan bagi semua orang."

Bacaan Injil:  Luk 9:46-50 "Yang terkecil di antara kalian, dialah yang terbesar."
 
warna liturgi hijau 
 
Bacaan Kitab Suci dapat dibaca pada Alkitab atau klik tautan ini   
     
Karya: PaulCalbar/istock.com
Jika kita memiliki foto-foto diri kita saat masih bayi atau balita, kita harus menyimpan dan menghargai foto-foto tersebut. Lebih dari sekadar kenangan atau alasan sentimental, foto-foto itu juga menjadi sarana bagi kita untuk merenung. Saat masih bayi atau anak-anak, kita bisa melihat betapa sederhananya hidup kita kala itu. Kita tidak memiliki apa pun milik kita sendiri dan bergantung sepenuhnya pada orang tua untuk segala hal. Namun, seiring kita beranjak dewasa, kita mulai belajar untuk bersaing. Kita ingin membuktikan diri dan mendapatkan pengakuan di dunia kita. Kita ingin meraih prestasi serta memiliki harta benda dan kekayaan. Dan seperti halnya apa yang diperdebatkan oleh para murid Yesus, kita pun ingin menjadi sosok yang hebat serta dipandang tinggi dan membuat orang lain iri kepada kita.

Namun, bacaan pertama mengajarkan kita bahwa hidup ini tidak dapat diprediksi dan nasib bisa berubah sewaktu-waktu. Saat Ayub menghadapi satu demi satu kemalangan hebat, ia menyadari bahwa hanya ada satu hal yang tersisa baginya. Ia masih memiliki hidupnya, dan ia tahu bahwa hidupnya berada di tangan Tuhan. Kata-kata bijaknya patut kita renungkan: "Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang pula aku akan kembali. Tuhan yang memberi, Tuhan pula yang mengambil kembali. Terpujilah nama Tuhan." Semoga hal ini juga menyadarkan kita akan perlunya bersikap seperti anak kecil dan menaruh kepercayaan kepada Tuhan, bahwa Dia akan senantiasa mencukupi segala kebutuhan hidup kita.
. 
 
 
 
Doa Umat   
 
Saudara-saudari sekalian, dengan penuh kepercayaan akan kasih dan kerahiman-Nya, marilah kita menghadap Bapa seraya menyampaikan segala kebutuhan dan permohonan kita. 
 
Marilah kita berdoa bagi para pemimpin Gereja: Semoga Roh Kudus menguatkan mereka dalam tugas pewartaan Injil. Marilah kita berdoa.
Tuhan, dengarkanlah doa kami.
 
Bagi penghormatan yang lebih besar terhadap kehidupan di seluruh dunia, mulai dari saat pembuahan hingga akhir hayat secara alami. Marilah kita berdoa.
Tuhan, dengarkanlah doa kami. 
 
Bagi para orang tua yang berupaya membina iman anak-anak mereka: Semoga Roh Kudus melimpahi mereka dengan rahmat dan kebijaksanaan. Marilah kita berdoa.
Tuhan, dengarkanlah doa kami. 
 
Bagi kita semua yang berkumpul di tempat kudus ini: Semoga Roh Allah menganugerahkan kepada kita karunia kesalehan dan keteguhan hati. Marilah kita berdoa.
Tuhan, dengarkanlah doa kami. 
 
Bagi mereka yang telah meninggal dalam damai Kristus: Semoga Allah menganugerahkan istirahat kekal di surga bagi mereka. Marilah kita berdoa.
Tuhan, dengarkanlah doa kami. 
 
llah sumber segala kebaikan, terimalah doa-doa yang dipanjatkan oleh anak-anak-Mu pada hari ini, dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin..

September 26, 2026

Support lumenchristi.id

Terima kasih sudah menyediakan waktu sejenak untuk merenungkan kebaikan Tuhan bersama lumenchristi.id. Apabila sapaan Sabda Tuhan hari ini memberkati dan meneguhkan hati Anda, kami mengundang Anda untuk ikut serta mendukung pelayanan ini.

Setiap persembahan kasih yang Anda salurkan melalui QRIS akan menjadi pelita yang mencerahkan langkah kami untuk menjangkau lebih banyak jiwa, mendekatkan mereka pada Kristus dan Gereja-Nya.

Doa kami senantiasa menyertai Anda dan keluarga. Tuhan Yesus memberkati.






 


lumenchristi.id 2026 - Situs ini menggunakan cookies untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan menggunakan situs ini, Anda telah menyetujui penggunaan cookies dari Kami.