Bacaan I: Kis 15:1-6 "Paulus dan
Barnabas pergi kepada rasul-rasul dan penatua-penatua di Yerusalem
untuk membicarakan soal-soal yang timbul di tengah-tengah jemaat."
Mazmur Tanggapan: Mzm 122:1-2.3-4a.4b-5; Ul: 1 "Mari kita pergi ke rumah Tuhan dengan sukacita!"
Bait Pengantar Injil: Yoh 15:4 "Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu, sabda Tuhan. Barangsiapa tinggal di dalam Aku, ia berbuah banyak."
Bacaan Injil: Yoh 15:1-8 "Barangsiapa tinggal di dalam Aku, dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak."
Mazmur Tanggapan: Mzm 122:1-2.3-4a.4b-5; Ul: 1 "Mari kita pergi ke rumah Tuhan dengan sukacita!"
Bait Pengantar Injil: Yoh 15:4 "Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu, sabda Tuhan. Barangsiapa tinggal di dalam Aku, ia berbuah banyak."
Bacaan Injil: Yoh 15:1-8 "Barangsiapa tinggal di dalam Aku, dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak."
warna liturgi putih
Bacaan Kitab Suci dapat dibaca pada Alkitab atau klik tautan ini
Saudara dan saudari terkasih dalam Kristus, pada hari ini kita merenungkan tentang perumpamaan tentang pokok anggur dan ranting-rantingnya sebagaimana dicatat dalam Injil Yohanes. Dalam perumpamaan ini, Yesus berbicara tentang diri-Nya sendiri dan Allah Bapa-Nya, dan bagaimana jika umat manusia ingin memiliki hidup sejati di dalamnya, maka mereka harus melekat kepada-Nya.
Kebun anggur di ladang adalah Allah Bapa yang menciptakan segala sesuatu dan semua kehidupan. Dan melalui Firman-Nya Dia telah menciptakan segala sesuatu pada permulaan waktu. Firman itu melalui mana Tuhan menciptakan semua dan memberikan kehidupan kepada semua. Dan Sabda itu telah menjelma menjadi salah satu dari manusia, sebagaimana pokok anggur dirujuk dalam Injil hari ini oleh Yesus. Yesus sendiri adalah pokok anggur, yang melaluinya semua rantingnya memiliki kehidupan dan dapat tumbuh.
Kebun anggur di ladang adalah Allah Bapa yang menciptakan segala sesuatu dan semua kehidupan. Dan melalui Firman-Nya Dia telah menciptakan segala sesuatu pada permulaan waktu. Firman itu melalui mana Tuhan menciptakan semua dan memberikan kehidupan kepada semua. Dan Sabda itu telah menjelma menjadi salah satu dari manusia, sebagaimana pokok anggur dirujuk dalam Injil hari ini oleh Yesus. Yesus sendiri adalah pokok anggur, yang melaluinya semua rantingnya memiliki kehidupan dan dapat tumbuh.




