Bacaan I: 1Yoh 2:22-28 "Apa yang telah kamu dengar harus tetap tinggal di dalam dirimu."
Mazmur Tanggapan: Mzm 98:1.2-3b.3c-4 "Segala ujung bumi melihat keselamatan yang datang dari Allah kita."
Bait Pengantar Injil: Ibr 1:1-2 "Dahulu kala dengan pelbagai cara Allah berbicara kepada leluhur kita dengan perantaraan para nabi; pada zaman akhir ini Ia berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya."
Bacaan Injil: Yoh 1:19-28 "Sesudah aku akan datang Dia yang sudah ada sebelum aku."
Mazmur Tanggapan: Mzm 98:1.2-3b.3c-4 "Segala ujung bumi melihat keselamatan yang datang dari Allah kita."
Bait Pengantar Injil: Ibr 1:1-2 "Dahulu kala dengan pelbagai cara Allah berbicara kepada leluhur kita dengan perantaraan para nabi; pada zaman akhir ini Ia berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya."
Bacaan Injil: Yoh 1:19-28 "Sesudah aku akan datang Dia yang sudah ada sebelum aku."
Saudara dan saudari terkasih dalam Kristus, kemarin, kita menyelesaikan apa yang kita sebut oktaf Natal dan hari ini kita memasuki beberapa hari dalam masa Natal. Secara liturgis, masa Natal berlangsung hingga Pesta Pembaptisan Tuhan yang akan berlangsung sekitar seminggu dari sekarang dan menurut tradisi, Natal dirayakan hingga Pesta Yesus dipersembahkan di Kenisah tanggal 2 Februari, menjadikan empat puluh hari penuh masa Natal. Itulah sebabnya kita masih terus diingatkan tentang Tuhan dan kedatangan-Nya ke dunia ini, antara lain keselamatan dan kebenaran yang Dia bawa ke tengah-tengah kita. Tuhan dan kedatangan-Nya ke dunia ini telah membawa kepada kita semua harapan dan pembaharuan baru, sebagaimana Kristus meyakinkan kita semua bahwa jika kita beriman kepada-Nya, kita akan menerima jaminan kehidupan kekal dan kasih karunia.
Hari ini Gereja menghormati, mengenang dua uskup abad ke-4. Anda mendengar nama mereka dalam doa kolekta dalam misa hari ini dan dalam pengantar, yakni St. Basilius Agung dan St. Gregorius dari Nazianze, dua orang yang cukup penting dalam sejarah Gereja kita karena pembelaan mereka terhadap doktrin bahwa Yesus adalah sungguh Allah dan sungguh manusia sangat penting dan mereka berjuang dengan gigih melawan ajaran sesat yang disebut Arianisme, yaitu kepercayaan bahwa Yesus tidak mungkin Ilahi. St. Basilius dan St. Gregorius dari Nazianze akhirnya berhasil dan mereka memenangkan pertempuran itu dan itu adalah hal yang baik dan penting.



