Bacaan I: Kel 17:3-7 "Berikanlah air kepada kami, supaya kami dapat minum."
Mazmur Tanggapan: Mzm 95:1-2,6-7,8-9 "Pada hari ini kalau kamu mendengar suara Tuhan, janganlah bertegar hati."
Bacaan II: Rom 5:1-2.5-8 "Kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita."
Bait Pengantar Injil: Yoh 4:42.15 "Tuhan, Engkau benar-benar Juruselamat dunia. Berilah aku air hidup, supaya aku tidak haus lagi."
Bacaan Injil: Yoh 4:5-42 (Singkat: 4:5-15,19b-26,39a,40-42) "Mata air yang memancar sampai ke hidup yang kekal."
Mazmur Tanggapan: Mzm 95:1-2,6-7,8-9 "Pada hari ini kalau kamu mendengar suara Tuhan, janganlah bertegar hati."
Bacaan II: Rom 5:1-2.5-8 "Kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita."
Bait Pengantar Injil: Yoh 4:42.15 "Tuhan, Engkau benar-benar Juruselamat dunia. Berilah aku air hidup, supaya aku tidak haus lagi."
Bacaan Injil: Yoh 4:5-42 (Singkat: 4:5-15,19b-26,39a,40-42) "Mata air yang memancar sampai ke hidup yang kekal."
warna liturgi ungu
Bacaan Kitab Suci dapat dibaca pada Alkitab atau klik tautan ini
![]() |
| Diocese of SiouxFall |
Saudara dan saudari terkasih dalam Kristus, sulit bagi saya untuk membayangkan berapa kali saya, saat tumbuh besar di pertanian, pasti mengeluh karena kekurangan air minum. Saya ingat semua saat itu, entah itu memungut batu, berjalan di ladang kacang, atau yang terburuk adalah hari-hari terpanas dan paling lembap lalu berada di lumbung dengan semua debu. Yang saya ingat adalah air dari sumur kami di pertanian adalah air terbaik. Air sumur dingin dan murni dari pertanian itu. Tetapi pelajaran Injil hari ini, pelajaran bagi saya, adalah bahwa rasa haus akan sesuatu yang manusiawi selalu bersifat sementara. Karena saya hanya bisa minum sebanyak itu pada saat itu dan tidak akan lama lagi dan tentu saja saya akan haus lagi. Dan betapa mudahnya seperti orang Israel untuk bergumam dan menggerutu tentang hal-hal yang sulit dalam hidup. Dan itulah mengapa baik bagi kita di masa Prapaskah untuk benar-benar merenungkan apa saja hal-hal yang sulit dalam hidup kita. Yang membuat segalanya menjadi sulit.




