Bacaan I; Dan 3:25.34-43 "Semoga kami diterima balik karena jiwa yang remuk redam dan roh yang rendah."
Mazmur Tanggapan: Mzm 25:4bc-5ab.6-7bc.8-9; Ul:10 "Ingatlah segala rahmat dan kasih setia-Mu, ya Tuhan."
Bait Pengantar Injil: Yl 2:12 "Berbaliklah kepada-Ku dengan segenap hati, sabda Tuhan, sebab Aku ini pengasih dan penyayang."
Bacaan Injil: Mat 18:21-35 "Jika kamu tidak mau mengampuni saudaramu, Bapa pun tidak akan mengampuni kamu."
Mazmur Tanggapan: Mzm 25:4bc-5ab.6-7bc.8-9; Ul:10 "Ingatlah segala rahmat dan kasih setia-Mu, ya Tuhan."
Bait Pengantar Injil: Yl 2:12 "Berbaliklah kepada-Ku dengan segenap hati, sabda Tuhan, sebab Aku ini pengasih dan penyayang."
Bacaan Injil: Mat 18:21-35 "Jika kamu tidak mau mengampuni saudaramu, Bapa pun tidak akan mengampuni kamu."
warna liturgi ungu
bacaan Kitab Suci dapat dibaca di Alkitab atau klik tautan ini
Credit: JMLPYT/istock.com |
Ketika saya dan saudara perempuan saya tumbuh besar di rumah, ibu saya memiliki banyak kata-kata bijak, banyak slogan yang ia gunakan untuk membuat kami patuh, yang masih saya ingat hingga hari ini. Dan salah satu kata terkenal yang selalu digunakan ibu saya adalah kata "berkali-kali". Mungkin ibu dan ayah Anda bersekolah di sekolah yang sama, mempelajari kata yang sama, "berkali-kali".
Jadi, isilah bagian yang kosong. Ia akan berkata kepada saya, untuk kesekian kalinya, rapikan tempat tidurmu. Untuk kesekian kalinya, ambil pakaianmu. Untuk kesekian kalinya, datanglah untuk makan malam, kerjakan PR-mu. Berkali-kali. Itu adalah salah satu kata yang tak terbatas. Kata itu terus berlanjut dan berlanjut. Berapa kali lagi saya akan mengatakannya kepadamu? Untuk kesekian kalinya, lakukan ini atau lakukan itu. Jadi itu adalah kata yang sangat ampuh. Kata itu meninggalkan kesan mendalam pada saya. Betapa bagusnya kisah dalam Injil hari ini, terutama interaksi antara Yesus dan Petrus. Sekali lagi kemanusiaan Petrus.



