Bacaan I: Yes 49:8-15 "Aku telah membentuk dan memberi engkau menjadi perjanjian bagi umat manusia untuk membangunkan bumi kembali."
Mazmur Tanggapan: Mzm 145:8-9.13c-14.17-18
Bait Pengantar Injil: Yoh 11:25 "Akulah kebangkitan dan hidup, sabda Tuhan. Setiap orang yang percaya pada-Ku, akan hidup, sekalipun ia sudah mati."
Bacaan Injil: Yoh 5:17-30 "Seperti Bapa membangkitkan orang-orang mati, dan menghidupkannya, demikian juga Anak menghidupkan siapa saja yang dikehendaki-Nya."
Mazmur Tanggapan: Mzm 145:8-9.13c-14.17-18
Bait Pengantar Injil: Yoh 11:25 "Akulah kebangkitan dan hidup, sabda Tuhan. Setiap orang yang percaya pada-Ku, akan hidup, sekalipun ia sudah mati."
Bacaan Injil: Yoh 5:17-30 "Seperti Bapa membangkitkan orang-orang mati, dan menghidupkannya, demikian juga Anak menghidupkan siapa saja yang dikehendaki-Nya."
Bacaan Kitab Suci dapat dibaca pada Alkitab atau silakan klik tautan ini
warna liturgi ungu
Saudara-saudari terkasih dalam Kristus, pada hari ini kita merenungkan Sabda Tuhan yang berbicara kepada kita tentang kasih yang Allah, Pencipta dan Bapa kita yang pengasih miliki bagi kita masing-masing, dan oleh kasih itu kita sangat beruntung, karena terlepas dari dosa-dosa kita dan semua perbuatan jahat yang telah kita lakukan, Allah tetap mengasihi kita dan bersedia mengampuni kita dari dosa-dosa dan kejahatan itu, asalkan kita mampu mengikuti dan berkomitmen pada jalan yang telah Dia tunjukkan kepada kita semua.
Dalam bacaan pertama dari kitab Yesaya dan bacaan Injil hari ini, kebenaran ini ditegaskan kembali di hadapan kita semua dengan tegas, mengingatkan kita akan kasih yang besar yang Allah, Bapa kita yang pengasih miliki bagi kita masing-masing. Dalam kitab Yesaya kita mendengar bagaimana Tuhan mengingatkan umat-Nya tentang kasih yang Dia miliki bagi kita masing-masing, dan bagaimana Dia akan menyelamatkan mereka dari musuh-musuh mereka dan dari masalah-masalah mereka.
Dia mengingatkan mereka semua bahwa mereka tidak perlu lagi khawatir dan harus bersukacita karena Allah telah datang untuk menyelamatkan mereka semua. Dan hal ini digaungkan dan diungkapkan secara tepat melalui apa yang telah kita dengar dalam bacaan Injil hari ini, ketika Tuhan Yesus juga menyebutkan hal yang sama, kepastian kasih dan kesetiaan Allah, ketika Ia, Bapa kita yang pengasih, akan memberkati kita dan mengumpulkan kita ke dalam kebahagiaan dan sukacita kekal yang telah dijanjikan-Nya kepada semua orang yang setia kepada-Nya.
Oleh karena itu, hari ini kita diingatkan tentang penggenapan janji-janji Allah yang telah Ia buat melalui Yesus Kristus, Putra-Nya, yang melalui-Nya Allah telah menyatakan kepada kita semua, kasih-Nya yang sempurna, bahwa Ia bersedia mengutus Putra-Nya kepada kita sebagai hadiah yang sempurna, dan sebagai harapan keselamatan kita. Melalui Kristus, Putra Allah sendiri, Allah telah membawa kita semua dari kegelapan dunia ini dan ke dalam sukacita dan kebahagiaan kekal yang telah Ia persiapkan bagi kita semua.
Bacaan-bacaan hari ini mengulang kebenaran penting ini karena masing-masing dari kita harus mengingat mengapa kita menjalani masa Prapaskah ini, masa dan periode pemurnian dan penemuan kembali diri ini. Dan itu karena kita menantikan datangnya sukacita sejati dalam hidup kita, yang akan datang dengan kepenuhan rekonsiliasi kita dengan Allah, melalui Yesus Kristus, pengorbanan-Nya dan kematian-Nya di kayu salib, yang dengannya Ia telah menebus kita semua dari dosa-dosa kita.
Seiring kita semakin mendekati akhir masa Prapaskah, dan saat kita menuju minggu paling suci dalam seluruh tahun liturgi kita, Pekan Suci itu sendiri, kita harus meluangkan waktu untuk merenungkan hidup kita sendiri, dan bagaimana kita telah menjalani hidup kita sejauh ini. Sudahkah kita menaruh iman kita kepada Allah dan telahkah kita mengasihi-Nya sebagaimana Ia sendiri telah terlebih dahulu mengasihi kita? Sudahkah kita menyadari betapa Allah peduli kepada kita, dan bagaimana Ia telah memberkati kita semua ini tanpa kita sadari?
Sesungguhnya, seperti yang kita dengar dalam bacaan Injil hari ini, bahwa beberapa orang di antara orang-orang yang mendengar ajaran Yesus menentang-Nya dan ingin membunuh-Nya karena mereka menolak untuk percaya kepada-Nya, dengan demikian, hidup kita akan jauh dari kata mulus dan mudah. Akan ada banyak tantangan dan rintangan dalam perjalanan kita, karena akan ada banyak orang yang tidak setuju dengan kita dan pilihan kita untuk mengikuti Tuhan. Dan iblis selalu sibuk bekerja mencoba menjerat lebih banyak jiwa untuk mengikuti jejaknya menuju kutukan.
Tetapi, akankah kita mengikuti kepalsuan dan janji-janji kosong Setan? Dia penuh dengan kebohongan manis dan kepura-puraan palsu, yang dapat membuat kita jatuh jika kita tidak memiliki iman dan kepercayaan yang kuat kepada Tuhan. Di sinilah kita perlu memperkuat pengabdian kita kepada Tuhan, agar setiap dari kita dapat tumbuh lebih kuat dan lebih teguh dalam iman kita, dan tidak mudah menyerah pada godaan kejahatan. Masa Prapaskah ini benar-benar merupakan waktu bagi kita untuk membuat perbedaan dalam hidup kita, dengan mengubah cara hidup kita.
Saudara-saudari di dalam Kristus, marilah kita semua berbalik kepada Tuhan mulai sekarang dengan segenap kekuatan kita, dan memfokuskan perhatian dan upaya kita kepada-Nya. Marilah kita semakin bertumbuh dalam kasih kepada-Nya dan menaruh kepercayaan penuh kita kepada-Nya, karena Dia selalu setia, dan tidak akan meninggalkan kita pada saat kita membutuhkan. Semoga Tuhan menyertai kita selalu, sekarang dan selamanya. Amin.
Dalam bacaan pertama dari kitab Yesaya dan bacaan Injil hari ini, kebenaran ini ditegaskan kembali di hadapan kita semua dengan tegas, mengingatkan kita akan kasih yang besar yang Allah, Bapa kita yang pengasih miliki bagi kita masing-masing. Dalam kitab Yesaya kita mendengar bagaimana Tuhan mengingatkan umat-Nya tentang kasih yang Dia miliki bagi kita masing-masing, dan bagaimana Dia akan menyelamatkan mereka dari musuh-musuh mereka dan dari masalah-masalah mereka.
Dia mengingatkan mereka semua bahwa mereka tidak perlu lagi khawatir dan harus bersukacita karena Allah telah datang untuk menyelamatkan mereka semua. Dan hal ini digaungkan dan diungkapkan secara tepat melalui apa yang telah kita dengar dalam bacaan Injil hari ini, ketika Tuhan Yesus juga menyebutkan hal yang sama, kepastian kasih dan kesetiaan Allah, ketika Ia, Bapa kita yang pengasih, akan memberkati kita dan mengumpulkan kita ke dalam kebahagiaan dan sukacita kekal yang telah dijanjikan-Nya kepada semua orang yang setia kepada-Nya.
Oleh karena itu, hari ini kita diingatkan tentang penggenapan janji-janji Allah yang telah Ia buat melalui Yesus Kristus, Putra-Nya, yang melalui-Nya Allah telah menyatakan kepada kita semua, kasih-Nya yang sempurna, bahwa Ia bersedia mengutus Putra-Nya kepada kita sebagai hadiah yang sempurna, dan sebagai harapan keselamatan kita. Melalui Kristus, Putra Allah sendiri, Allah telah membawa kita semua dari kegelapan dunia ini dan ke dalam sukacita dan kebahagiaan kekal yang telah Ia persiapkan bagi kita semua.
Bacaan-bacaan hari ini mengulang kebenaran penting ini karena masing-masing dari kita harus mengingat mengapa kita menjalani masa Prapaskah ini, masa dan periode pemurnian dan penemuan kembali diri ini. Dan itu karena kita menantikan datangnya sukacita sejati dalam hidup kita, yang akan datang dengan kepenuhan rekonsiliasi kita dengan Allah, melalui Yesus Kristus, pengorbanan-Nya dan kematian-Nya di kayu salib, yang dengannya Ia telah menebus kita semua dari dosa-dosa kita.
Seiring kita semakin mendekati akhir masa Prapaskah, dan saat kita menuju minggu paling suci dalam seluruh tahun liturgi kita, Pekan Suci itu sendiri, kita harus meluangkan waktu untuk merenungkan hidup kita sendiri, dan bagaimana kita telah menjalani hidup kita sejauh ini. Sudahkah kita menaruh iman kita kepada Allah dan telahkah kita mengasihi-Nya sebagaimana Ia sendiri telah terlebih dahulu mengasihi kita? Sudahkah kita menyadari betapa Allah peduli kepada kita, dan bagaimana Ia telah memberkati kita semua ini tanpa kita sadari?
Sesungguhnya, seperti yang kita dengar dalam bacaan Injil hari ini, bahwa beberapa orang di antara orang-orang yang mendengar ajaran Yesus menentang-Nya dan ingin membunuh-Nya karena mereka menolak untuk percaya kepada-Nya, dengan demikian, hidup kita akan jauh dari kata mulus dan mudah. Akan ada banyak tantangan dan rintangan dalam perjalanan kita, karena akan ada banyak orang yang tidak setuju dengan kita dan pilihan kita untuk mengikuti Tuhan. Dan iblis selalu sibuk bekerja mencoba menjerat lebih banyak jiwa untuk mengikuti jejaknya menuju kutukan.
Tetapi, akankah kita mengikuti kepalsuan dan janji-janji kosong Setan? Dia penuh dengan kebohongan manis dan kepura-puraan palsu, yang dapat membuat kita jatuh jika kita tidak memiliki iman dan kepercayaan yang kuat kepada Tuhan. Di sinilah kita perlu memperkuat pengabdian kita kepada Tuhan, agar setiap dari kita dapat tumbuh lebih kuat dan lebih teguh dalam iman kita, dan tidak mudah menyerah pada godaan kejahatan. Masa Prapaskah ini benar-benar merupakan waktu bagi kita untuk membuat perbedaan dalam hidup kita, dengan mengubah cara hidup kita.
Saudara-saudari di dalam Kristus, marilah kita semua berbalik kepada Tuhan mulai sekarang dengan segenap kekuatan kita, dan memfokuskan perhatian dan upaya kita kepada-Nya. Marilah kita semakin bertumbuh dalam kasih kepada-Nya dan menaruh kepercayaan penuh kita kepada-Nya, karena Dia selalu setia, dan tidak akan meninggalkan kita pada saat kita membutuhkan. Semoga Tuhan menyertai kita selalu, sekarang dan selamanya. Amin.




