Bacaan I: Dan 13:1-9.15-17.19-30.33-6 Singkat: 13:41c-62 "Sungguh, aku rela mati, meskipun aku tidak melakukan suatu pun dari yang mereka tuduhkan."
Mazmur Tanggapan: Mzm 23:1-3a.3b-4.5.6; Ul: lih 1 "Tuhanlah gembalaku, takkan kekurangan aku."
Bait Pengantar Injil: Yeh 33:11 "Aku tidak berkenan kepada kematian orang fasik, melainkan kepada pertobatannyalah Aku berkenan, supaya ia hidup."
Bacaan Injil: Yoh 8:1-11 "Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan ini."
Bait Pengantar Injil: Yeh 33:11 "Aku tidak berkenan kepada kematian orang fasik, melainkan kepada pertobatannyalah Aku berkenan, supaya ia hidup."
Bacaan Injil: Yoh 8:1-11 "Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan ini."
warna liturgi ungu
Begitulah kedua tetua itu akhirnya mengarang bukti palsu dan tuduhan palsu terhadap Susanna, menuduhnya telah melakukan apa yang mereka sendiri coba lakukan padanya dengan pria lain. Di tengah semua itu, Susanna, yang tak berdaya menghadapi semua tuduhan yang dilayangkan kepadanya, dengan dua tokoh paling terhormat di komunitasnya sendiri yang bersekongkol melawannya, hanya bisa berdoa kepada Tuhan, menyerahkan segalanya kepada kehendak, perlindungan, dan pemeliharaan Tuhan. Tepat pada saat itulah Tuhan memilih untuk bertindak, untuk campur tangan demi mereka yang telah sepenuhnya percaya kepada-Nya. Ia berbicara melalui Roh Kudus yang Ia bangkitkan dalam diri Daniel, yang bertindak dan berbicara dengan hikmat, menjebak kedua tetua itu dalam kebohongan mereka sendiri dan mengungkap tindakan tipu daya mereka di hadapan semua orang, menyelamatkan nyawa orang yang benar.
Susanna, yang dituduh secara tidak adil, ingatlah, diselamatkan oleh sebuah pohon. Kedua pria tua kotor yang telah menuduhnya secara salah itu tersandung dalam kesaksian mereka karena mereka saling bertentangan ketika Daniel bertanya kepada mereka, di bawah pohon manakah kalian melihat dia berzina? Yang satu berkata pohon mastik, yang lain berkata pohon ek. Mereka berdua pembohong, ingatlah? Susanna diselamatkan oleh sebuah pohon.
Begitu pula kita. Pohon salib di Kalvari.
Pada masa Prapaskah ini, kita diingatkan untuk mencari Tuhan dengan lebih tulus dan sengaja, melakukan yang terbaik untuk bertumbuh dalam hubungan dan kedekatan kita dengan Dia sebagaimana seharusnya kita lakukan juga kepada orang-orang di sekitar kita. Pada masa Prapaskah ini, kita semua diingatkan untuk memfokuskan kembali hidup dan perhatian kita kepada Tuhan. Kita tidak boleh membiarkan banyak gangguan di sekitar kita menarik kita menjauh dari jalan Tuhan.
Semoga Tuhan senantiasa menguatkan iman kita dan mendorong kita semua untuk terus menjalani hidup dengan ketulusan dan keinginan yang besar untuk berjalan di jalan yang telah ditunjukkan Tuhan sendiri kepada kita. Amin.



