Bacaan I: Kis 8:26-40 "Jika Tuan percaya dengan segenap hati, Tuan boleh dibaptis."
Mazmur Tanggapan: Mzm 66:8-9.16-17.20; R:1 "Bersorak-sorailah bagi Allah, hai seluruh bumi!"
Bait Pengantar Injil: Yoh 6:51 "Akulah roti hidup yang telah turun dari surga, sabda Tuhan. Barangsiapa makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya."
Bacaan Injil: Yoh 6:44-51 "Akulah roti hidup yang telah turun dari surga."
Mazmur Tanggapan: Mzm 66:8-9.16-17.20; R:1 "Bersorak-sorailah bagi Allah, hai seluruh bumi!"
Bait Pengantar Injil: Yoh 6:51 "Akulah roti hidup yang telah turun dari surga, sabda Tuhan. Barangsiapa makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya."
Bacaan Injil: Yoh 6:44-51 "Akulah roti hidup yang telah turun dari surga."
warna liturgi putih
Bacaan Kitab Suci dapat dibaca pada Alkitab atau klik tautan ini
| Credit: Sidney de Almeida/istock.com |
Membaca bab enam Injil Yohanes, bab yang agung tentang Ekaristi. Dan sungguh, pikirkanlah sejenak, ketika kita membaca bagian ini sekarang, kita sendiri dimaksudkan untuk ditarik, untuk diajar, untuk ditarik lebih dekat kepada penderitaan hidup Tuhan kita. Untuk, dalam arti tertentu, dirasuki oleh realitas Tuhan kita yang mati di kayu salib, mempersembahkan diri-Nya berulang kali, secara pengorbanan bagi kita. Bagian ini, Yesus telah mengatakannya sebelumnya, kita mendengarnya kemarin, sehari sebelumnya. "Akulah roti hidup", tetapi di sini Dia berkata, "Akulah roti hidup. Roti hidup", Dia hidup di dalam kita, dalam penderitaan-Nya. "Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya. Dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia.”
Tahukah Anda, betapa dahsyatnya untuk merenungkan hal ini pagi ini, ya, kita akan pergi bekerja seharian dan di hari lain, kita menerima Tubuh Tuhan kita yang disalibkan dan dikorbankan. Kita dimaksudkan untuk diajarkan, ditarik lebih dalam ke dalam kebenaran tertinggi ini yang merupakan bagian dari kehidupan kita sehari-hari, jika Anda mengikuti komuni setiap hari. Marilah kita jadikan minggu ini, ketika kita membaca bab ini, sebagai minggu yang benar-benar penuh rasa syukur, persembahan diri yang lebih dalam dalam persatuan dengan Tuhan kita dalam Ekaristi. Amin.



