Bacaan I: 1Kor 4:6b-15 "Kami ini lapar, haus, dan telanjang."
Mazmur Tanggapan: Mzm 145:17-18.19-20.21 "Tuhan dekat pada setiap orang yang berseru kepada-Nya."
Bait Pengantar Injil: Yoh 14:6 "Akulah jalan, kebenaran, dan sumber kehidupan, sabda Tuhan; hanya melalui Aku orang sampai kepada Bapa."
Bacaan Injil: Luk 6:1-5 "Mengapa kalian melakukan sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat?"
Mazmur Tanggapan: Mzm 145:17-18.19-20.21 "Tuhan dekat pada setiap orang yang berseru kepada-Nya."
Bait Pengantar Injil: Yoh 14:6 "Akulah jalan, kebenaran, dan sumber kehidupan, sabda Tuhan; hanya melalui Aku orang sampai kepada Bapa."
Bacaan Injil: Luk 6:1-5 "Mengapa kalian melakukan sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat?"
warna liturgi hijau
Bacaan Kitab Suci dapat dibaca pada Alkitab atau klik tautan ini
Dalam bacaan pertama, Santo Paulus menggunakan kata untuk menyatakan sebuah prinsip atau aturan sederhana, yaitu "berpeganglah pada apa yang tertulis". Kemungkinan besar, ia merujuk pada Kitab Suci dan pada kumpulan ajaran tertulis yang telah disampaikan kepada komunitas Kristen di Korintus. Ia merujuk pada hal tersebut karena umat Kristen di Korintus mulai menafsirkan ajaran-ajaran itu demi kenyamanan dan keuntungan mereka sendiri. Terhadap hal-hal yang dirasa terlalu menuntut dan berdampak langsung pada diri mereka, mereka cenderung melonggarkan aturan dan memilih opsi yang paling longgar. Santo Paulus ingin menyadarkan mereka serta membantu mereka melihat kebenaran dan kenyataan mengenai kemerosotan rohani mereka.
Namun
dalam Injil, justru orang-orang Farisi yang terus-menerus menekankan
kepatuhan pada Hukum Sabat. Akan tetapi, tujuan mereka adalah untuk
memperkuat dan menyebarluaskan gagasan-gagasan fundamentalisme keagamaan
mereka. Padahal, persoalan mengenai ajaran agama bukanlah sekadar soal
kekakuan atau kelonggaran. Yesus datang untuk mengajarkan kebenaran
kepada kita agar kita memperoleh kebebasan saat kita berpegang pada
ajaran-ajaran-Nya. Di dalam diri Yesus, kita menemukan kebenaran yang
akan menuntun kita menuju jalan kehidupan.
Doa Umat
Dengan harapan akan kebaikan yang melimpah dari Allah yang penuh kasih, kita serahkan segala kekhawatiran dan pergumulan kita kepada-Nya.
Bagi
Paus Leo XIV: Semoga Bapa Suci dianugerahi kesehatan yang baik serta
senantiasa memberikan kesaksian yang rendah hati tentang kuasa kasih
Allah bagi kita. Marilah kita berdoa.
Tuhan, dengarkanlah doa kami.
Tuhan, dengarkanlah doa kami.
Bagi
para pemimpin bangsa: Semoga Roh Kudus membimbing mereka untuk
menghargai dan melindungi anugerah ciptaan Allah serta tanah yang
menghasilkan pangan bagi dunia. Marilah kita berdoa.
Tuhan, dengarkanlah doa kami.
Tuhan, dengarkanlah doa kami.
Bagi
mereka yang kelaparan, kaum miskin, dan mereka yang tidak memiliki
tempat tinggal: Semoga Allah dengan murah hati mencukupi segala
kebutuhan mereka. Marilah kita berdoa. Tuhan, dengarkanlah doa kami.
Bagi
para katekis dan semua orang yang mewariskan iman: Semoga Roh Kudus
memenuhi mereka dengan pengetahuan dan kebijaksanaan untuk membagikan
kebenaran Allah. Marilah kita berdoa.
Tuhan, dengarkanlah doa kami.
Tuhan, dengarkanlah doa kami.
Bagi
semua orang yang telah meninggal dunia: Semoga mereka menikmati damai
sejahtera Kerajaan Surga bersama para malaikat dan orang-orang kudus.
Marilah kita berdoa.
Tuhan, dengarkanlah doa kami.
Allah
Bapa yang penuh belas kasih, Engkau memanggil kami untuk bersekutu
dengan-Mu dan satu sama lain. Dengarkanlah doa-doa kami dan kabulkanlah
dengan murah hati apa yang kami mohonkan dalam iman dengan pengantaraan
Kristus, Tuhan kami.
Amin.
Amin.




