Bacaan I: Ayb 38:1.8-11 "Di sinilah gelombang-gelombangmu yang congkak akan dihentikan."
Mazmur Tanggapan: Mzm 106:23-24.25-26.28-29.30-31 "Bersyukurlah kepada Tuhan, kekal abadi kasih setia-Nya."
Bacaan II: 2Kor 5:14-17 "Sungguh, yang baru sudah datang."
Bait Pengantar Injil: Luk 7:16 "Seorang nabi besar telah muncul di tengah kita, dan Allah telah melawat umat-Nya."
Bacaan Injil: Mrk 4:35-41 "Siapa gerangan orang ini sehingga angin dan danau pun taat kepada-Nya?"
warna liturgi hijau
Bacaan Kitab Suci dapat dibaca pada Alkitab atau klik tautan ini
Credit: JMLPYT/istock.com |
Saudara-saudari terkasih dalam Kristus, hari Minggu ini kita semua diingatkan bahwa kita hendaknya menaruh kepercayaan kita kepada Tuhan dan tidak membiarkan rasa takut mengaburkan penilaian kita atau menyesatkan kita ke jalan yang salah. Kita harus percaya kepada Tuhan dan bagaimana hanya kepada Dia saja kita dapat memperoleh kepastian sejati dan pengharapan sejati, dan melalui Dia, kita tidak akan pernah kecewa atau merasa takut lagi, karena Dia selalu bersama kita, di sisi kita, dan Dia selalu bersama kita. selalu mengawasi kita, dan di dalam Dia kita akan menemukan pertolongan dan sukacita sejati dalam hidup.
Dalam bacaan pertama kita hari ini, kita mendengar dari Kitab Ayub, firman Tuhan kepada Ayub yang menyatakan bagaimana segala sesuatu, bahkan ombak yang menderu-deru dan segala macam kekuatan alam mempunyai batasnya, dan Tuhan berkuasa atas semuanya menggambarkan apa yang masing-masing dari kita miliki dan segala sesuatu di alam dapat melakukan, dan mengatur ruang lingkup kemunculan dan pengaruhnya. Secara kontekstual, percakapan antara Tuhan dan Ayub ini terjadi karena Ayub, seorang hamba Tuhan yang setia, mengalami kemalangan besar karena banyak dari kita pasti sudah familiar dengan kisahnya.
Dalam bacaan pertama kita hari ini, kita mendengar dari Kitab Ayub, firman Tuhan kepada Ayub yang menyatakan bagaimana segala sesuatu, bahkan ombak yang menderu-deru dan segala macam kekuatan alam mempunyai batasnya, dan Tuhan berkuasa atas semuanya menggambarkan apa yang masing-masing dari kita miliki dan segala sesuatu di alam dapat melakukan, dan mengatur ruang lingkup kemunculan dan pengaruhnya. Secara kontekstual, percakapan antara Tuhan dan Ayub ini terjadi karena Ayub, seorang hamba Tuhan yang setia, mengalami kemalangan besar karena banyak dari kita pasti sudah familiar dengan kisahnya.



