Bacaan I: 2Tim 2:8-15 "Jika kita bertekun, kita pun akan memerintah dengan Kristus."
Mazmur Tanggapan: Mzm 25:4bc-5ab.8-9.10.14 "Beritahukanlah jalan-jalan-Mu kepadaku ya Tuhan."
Bait Pengantar Injil: Mzm 119:34 "Berilah aku pengertian, maka aku akan mentaati hukum-Mu, aku akan menepatinya dengan segenap hati, ya Tuhan."
Bacaan Injil: Mrk 12:28b-34 "Inilah perintah pertama. Dan yang kedua sama dengan yang pertama."
warna liturgi hijau
Bacaan Kitab Suci dapat dibaca pada Alkitab atau klik tautan ini
Credit: JMLPYT/istock.com |
Saudara-saudari
terkasih dalam Kristus, kita sampai pada bagian Injil Markus di mana Yesus berada di kota Yerusalem dan orang-orang datang menghampiri-Nya, mengajukan berbagai pertanyaan untuk menguji-Nya. Haruskah kita membayar pajak? Perintah manakah yang terbesar? Jadi kita mendengar jawaban atas perintah terbesar. Yesus menggali lebih dalam ke dalam Kitab Suci: Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hati, dengan segenap jiwa, dengan segenap akal budi, dan dengan segenap kekuatanmu. Kasihilah sesamamu seperti dirimu sendiri’.
Sekilas Anda mungkin berkata itu bagus, perasaan hangat, tetapi tahukah Anda? Jika Anda membacanya dengan serius, itu cukup menuntut. Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hati, bukan dengan waktu luangmu atau uang recehmu, tetapi sungguh-sungguh jadikan Tuhan sebagai pusat dari segala sesuatu yang Anda lakukan dan segala sesuatu yang Anda miliki. Kasihilah sesamamu dengan cara-cara praktis dan konkret. Kabar baiknya adalah bahwa Tuhan tidak pernah meminta dari kita sesuatu yang belum Dia lakukan atau yang belum Dia bersedia lakukan untuk kita. Tuhan memang telah mengasihi kita. Dia mengosongkan diri-Nya untuk datang dan hidup di antara kita. Dia mencurahkan hidup-Nya untuk kita besok.




