Bacaan Injil: Mat 21:1-11 "Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan."
Bacaan I: Yes 50:4-7 "Aku tidak menyembunyikan mukaku ketika aku dinodai, karena aku tahu bahwa aku tidak akan mendapat malu."
Mazmur Tanggapan: Mzm 22:8-9.17-18a.19-20.23-24; Ul: 2a "Allahku, ya Allahku, mengapa Kautinggalkan daku?"
Bacaan II: Flp 2:6-11 "Yesus merendahkan diri, maka Allah sangat meninggikan Dia."
Bait Pengantar Injil: Flp 2:8-9 "Kristus taat untuk kita sampai wafat-Nya di salib. Dari sebab itulah Allah mengagungkan Yesus, dan menganugerahkan nama yang paling luhur kepada-Nya."
Bacaan I: Yes 50:4-7 "Aku tidak menyembunyikan mukaku ketika aku dinodai, karena aku tahu bahwa aku tidak akan mendapat malu."
Mazmur Tanggapan: Mzm 22:8-9.17-18a.19-20.23-24; Ul: 2a "Allahku, ya Allahku, mengapa Kautinggalkan daku?"
Bacaan II: Flp 2:6-11 "Yesus merendahkan diri, maka Allah sangat meninggikan Dia."
Bait Pengantar Injil: Flp 2:8-9 "Kristus taat untuk kita sampai wafat-Nya di salib. Dari sebab itulah Allah mengagungkan Yesus, dan menganugerahkan nama yang paling luhur kepada-Nya."
Kisah Sengsara: Mat 26:14 - 27:66
Bacaan Kitab Suci beserta Kisah Sengsara dapat dibaca pada tautan ini
![]() |
| Credit: duckycards/istock.com |
Pengalamanmu sangat mirip dengan pengalamanku. Aku tak bisa membayangkan berapa kali dalam hidupku aku akan menggunakan kata-kata yang mirip dengan ini. "Allahku, ya Allahku mengapa Engkau meninggalkanku?" Berapa kali dalam hidupku sebagai anak kecil dan sepanjang hidupku ketika segala sesuatunya tidak berjalan seperti yang kuinginkan, ketika ada semacam penderitaan, secara fisik, spiritual, emosional, beberapa kekecewaan, beberapa cobaan, betapa sering dan betapa mudahnya bagi kita sebagai manusia untuk berpaling kepada diri sendiri dan bertanya-tanya di mana Tuhan? Bahkan ketika kita benar-benar berdoa untuk sesuatu.
Aku teringat contoh ketika adikku didiagnosis menderita kanker. Saat itu aku seorang imam dan aku berdoa dengan sungguh-sungguh agar ia disembuhkan dan Tuhan tidak menyembuhkannya. Dan aku ingat suatu saat seperti, Allahku, ya Allahku, mengapa Engkau meninggalkan aku? Apa yang kita temukan adalah Tuhan tidak pernah meninggalkan kita. Tetapi dalam setiap kehidupan kita, seperti dalam kehidupan Yesaya dan kehidupan Yesus, kita dipanggil untuk menerima penderitaan yang datang ke dalam hidup kita dan untuk dapat mempersembahkannya kepada Tuhan sebagai tindakan kasih. Hal itu tergambar dengan sangat indah dalam bacaan dari nabi Yesaya ini. Aku memberikan punggungku kepada mereka yang memukuli aku, pipiku kepada mereka yang mencabut janggutku, wajahku tidak kulindungi dari pukulan dan ludahan.
Aku teringat contoh ketika adikku didiagnosis menderita kanker. Saat itu aku seorang imam dan aku berdoa dengan sungguh-sungguh agar ia disembuhkan dan Tuhan tidak menyembuhkannya. Dan aku ingat suatu saat seperti, Allahku, ya Allahku, mengapa Engkau meninggalkan aku? Apa yang kita temukan adalah Tuhan tidak pernah meninggalkan kita. Tetapi dalam setiap kehidupan kita, seperti dalam kehidupan Yesaya dan kehidupan Yesus, kita dipanggil untuk menerima penderitaan yang datang ke dalam hidup kita dan untuk dapat mempersembahkannya kepada Tuhan sebagai tindakan kasih. Hal itu tergambar dengan sangat indah dalam bacaan dari nabi Yesaya ini. Aku memberikan punggungku kepada mereka yang memukuli aku, pipiku kepada mereka yang mencabut janggutku, wajahku tidak kulindungi dari pukulan dan ludahan.




.jpg)