Bacaan I: Kis 3:1-10 "Apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu: Dalam nama Yesus Kristus, berjalanlah!"
Mazmur Tanggapan: Mzm 105:1-2.3-4.6-7.8-9; Ul: 7a.8a "Biarlah bersukahati orang-orang yang mencari Tuhan."
Bait Pengantar Injil: Mzm 118:24 "Inilah hari yang dijadikan Tuhan, marilah kita bersorak-sorai dan bersukacita karenanya."
Bacaan Injil: Luk 24:13-35 "Mereka mengenali Yesus pada waktu Ia memecah-mecahkan roti."
Mazmur Tanggapan: Mzm 105:1-2.3-4.6-7.8-9; Ul: 7a.8a "Biarlah bersukahati orang-orang yang mencari Tuhan."
Bait Pengantar Injil: Mzm 118:24 "Inilah hari yang dijadikan Tuhan, marilah kita bersorak-sorai dan bersukacita karenanya."
Bacaan Injil: Luk 24:13-35 "Mereka mengenali Yesus pada waktu Ia memecah-mecahkan roti."
warna liturgi putih
Bacaan Kitab Suci dapat dibaca pada Alkitab atau klik tautan ini
Dalam
hidup, kita tidak hidup sendirian atau hanya bersama diri kita
sendiri. Perjalanan hidup adalah perjalanan bertemu dengan orang lain
dan memulai hubungan. Jadi, sejak hari kita lahir ke dunia ini, kita
bertemu dengan orang lain, dan kita menjalin hubungan dengan
mereka. Kita mulai mengalami hidup bersama orang lain dalam keluarga,
komunitas, dan masyarakat.
Dalam perjalanan ke Emaus, Tuhan Yesus yang telah bangkit datang dan berjalan di samping kedua murid, tetapi sesuatu mencegah mereka untuk mengenali-Nya. Saat mereka melanjutkan perjalanan ke Emaus, kedua murid itu mulai berbagi pengalaman mereka dengan Yesus. Dari orang asing, kedua murid itu menjadi sahabat Yesus dan akhirnya, mereka mengundang-Nya untuk makan malam bersama mereka. Dan di sanalah Yesus menyatakan diri-Nya kepada mereka. Yesus juga ingin berjalan bersama kita dalam perjalanan hidup. Ia datang dalam wujud orang-orang yang akan membantu kita memahami makna dan arah hidup. Yesus selalu mengambil langkah pertama dalam hal berjalan bersama kita.
Dalam perjalanan ke Emaus, Tuhan Yesus yang telah bangkit datang dan berjalan di samping kedua murid, tetapi sesuatu mencegah mereka untuk mengenali-Nya. Saat mereka melanjutkan perjalanan ke Emaus, kedua murid itu mulai berbagi pengalaman mereka dengan Yesus. Dari orang asing, kedua murid itu menjadi sahabat Yesus dan akhirnya, mereka mengundang-Nya untuk makan malam bersama mereka. Dan di sanalah Yesus menyatakan diri-Nya kepada mereka. Yesus juga ingin berjalan bersama kita dalam perjalanan hidup. Ia datang dalam wujud orang-orang yang akan membantu kita memahami makna dan arah hidup. Yesus selalu mengambil langkah pertama dalam hal berjalan bersama kita.




