| Home | Indonesian Papist | Renungan Pagi| Doa Umat Misa Harian | Privacy Policy | Support Lumen Christi |



Facebook  X  Whatsapp  Instagram 

Juli 19, 2026

Bacaan Liturgi: 20 - 26 Juli 2026

 
Senin, 20 Juli 2026: Hari Biasa Pekan XVI (H).
Pfak St. Apollinaris
Mi 6:1-4.6-8; Mzm 50:5-6.8-9.16bc-17.21.23; Mat 12:38-42. 
 
Selasa, 21 Juli 2026: Hari Biasa Pekan XVI (H) 
Pfak St. Laurensius dr Brindisi
Mi 7:14-15.18-20; Mzm 85:2-4.5-6.7-8; Mat 12:46-50. 
 
Rabu, 22 Juli 2026:  Pesta St. Maria Magdalena (P). 
Kid. 3:1-4a atau 2Kor. 5:14-17; Mzm. 63:2,3-4,5-6,8-9; Yoh. 20:1.11-18. 
 
Kamis, 23 Juli 2026: Hari Biasa Pekan XVI (H).   
Pfak St. Birgitta
Yer 2:1-3.7-8.12-13; Mzm 36:6-7ab.8-9.10-11; Mat 13:10-17. 
 
Jumat, 24 Juli 2026: Hari Biasa Pekan XVI (H). 
Pfak St. Sharbel Makhluf
Yer 3:14-17; MT Yer. 31:10.11-12ab.13; Mat 13:18-23. 
 
Sabtu, 25 Juli 2026:  Pesta St. Yakobus, Rasul
2Kor. 4:7-15; Mzm. 126:1-2ab,2cd-3,4-5,6; Mat. 20:20-28. 
 
Minggu, 26 Juli 2026:  Hari Minggu Biasa XVII (H).
Hari Orangtua, Kakek dan Nenek Sedunia
1Raj. 3:5,7-12; Mzm. 119:57,72,76-77,127-128,129-130; Rm. 8:28-30; Mat. 13:44-52 (panjang) atau Mat. 13:44-46 (singkat)

Senin, 20 Juli 2026 Hari Biasa Pekan XVI

 

Bacaan I: Mi 6:1-4.6-8 "Hai manusia, telah diberitahukan kepadamu, apa yang dituntut Tuhan dari padamu."

Mazmur Tanggapan: Mzm 50:5-6.8-9.16bc-17.21.23 "Siapa yang jujur jalannya akan menyaksikan keselamatan yang dari Allah."

Bait Pengantar Injil: Mzm 95:8ab "Hari ini janganlah bertegar hati, tetapi dengarkanlah suara Tuhan."

Bacaan Injil: Mat 12:38-42 "Pada waktu penghakiman ratu dari selatan akan bangkit bersama angkatan ini."
         
warna liturgi hijau
 
Bacaan Kitab Suci dapat dibaca pada Alkitab Deuterokanonika atau klik tautan ini
 
SiouxFall Diocese
Misi fundamental orang Kristen adalah memberitakan Injil. Injil adalah tentang kasih penyelamatan Allah bagi dunia, dan kita sebagai orang Kristen harus menjadi saksi kasih penyelamatan Allah itu. Kita harus menjadi tanda hidup yang menunjuk pada kasih penyelamatan Allah.

Dalam Injil, ketika para ahli Taurat dan orang Farisi meminta tanda kepada Yesus, Ia menunjuk diri-Nya sendiri sebagai tanda itu. Dari cara hidup-Nya dan apa yang Ia katakan, mereka seharusnya melihat tanda itu dan apa yang Ia tunjuk. Ketika orang lain melihat cara hidup dan apa yang kita katakan, akankah mereka melihat kita sebagai tanda yang menunjuk pada kasih Allah? Kita harus mengakui bahwa ada kalanya kita gagal dan menjadi tanda yang ternoda. Saat kita berusaha untuk memenuhi misi Kristen kita, marilah kita memperhatikan apa yang Tuhan minta dari kita dalam bacaan pertama, yaitu: Bertindak adil, mengasihi dengan penuh kasih sayang, dan berjalan dengan rendah hati bersama Allah kita. Itu sudah cukup sebagai tanda bagi orang lain.
 

Juli 18, 2026

Minggu, 19 Juli 2026 Hari Minggu Biasa XVI

 

Bacaan I: Keb 12:13.16-19 "Apabila mereka berdosa, Kauberi kesempatan untuk bertobat."

Mazmur Tanggapan: Mzm 86:5-6.9-10.15-16a; Ul: lih 5a "Ya Tuhan, Engkau sungguh baik dan suka mengampuni."

Bacaan II: Rom 8:26-27 "Roh berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan."
       
Bait Pengantar Injil: Mzm 11:25 "Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena misteri kerajaan Engkau nyatakan kepada orang kecil."

Bacaan Injil: Mat 13:24-43 "Biarkanlah keduanya tumbuh bersama sampai waktu menuai tiba."
         
warna liturgi hijau
 
Bacaan Kitab Suci dapat dibaca pada Alkitab Deuterokanonika atau klik tautan ini
 
Diocese of Siouxfall
 

Dalam perumpamaan Injil, benih yang baik ditabur di ladang oleh pemiliknya. Kemudian ketika semua orang tertidur, musuh datang dan menabur lalang di antara gandum. Sebagai informasi tambahan, gandum dan lalang tampak serupa saat bertunas. Hanya ketika mereka matang barulah mereka terlihat berbeda. Lalang beracun, dan ada hukum Romawi kuno yang melarang menabur lalang di ladang gandum musuh. Jadi, perumpamaan Injil itu realistis, dan juga benar bahwa begitu gandum dan lalang mulai bertunas, akan sulit untuk mencabut lalang. Hanya pada saat panen barulah hal itu dapat dilakukan.

Perumpamaan Injil menunjukkan realitas kehidupan bahwa dunia ini memiliki kebaikan dan kejahatan. Namun, kebaikan dan kejahatan dapat begitu erat terjalin sehingga sulit, bahkan mustahil, untuk dipisahkan. Hal itu ada dalam situasi yang sangat dekat dengan kita, seperti dalam keluarga kita, di tempat kerja, dan bahkan di gereja. 

Juli 17, 2026

Sabtu, 18 Juli 2026 Hari Biasa Pekan XV

  

Bacaan I: Mi 2:1-5 "Mereka merampas ladang-ladang dan menyerobot rumah-rumah."
     

Mazmur Tanggapan: Mzm 10:1-2.3-4.7-8.14 "Ya Tuhan, janganlah Kaulupakan orang yang tertindas."

Bait Pengantar Injil: 2Kor 5:19 "Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya dalam diri Kristus dan mempercayakan warta perdamaian kepada kita."

Bacaan Injil: Mat 12:14-21 "Dengan keras Yesus melarang mereka memberitahukan siapa Dia, supaya genaplah sabda yang telah disampaikan."
 
warna liturgi hijau
 
Bacaan Kitab Suci dapat dibaca pada Alkitab atau klik tautan ini 

  
        Membalas api dengan api adalah ungkapan yang sering kita dengar. Namun, dengan refleksi yang lebih dalam, kita mungkin bertanya-tanya apakah itu cara yang baik untuk mengatasi kejahatan di dunia. Mungkin itu akan menghentikan pelaku kejahatan untuk sementara waktu, tetapi ketika kita membalas api dengan api, itu akan berakhir dengan api yang lebih besar dan kita mungkin juga akan terbakar. Dan tentu saja, dengan kelicikan kejahatan, kita mungkin tertipu dari menjadi pemadam kebakaran menjadi penyulut api. 
 
Dalam Injil, orang-orang Farisi mulai bersekongkol melawan Yesus dan ingin menghancurkan-Nya. Namun, Yesus tidak bereaksi dengan membalas api dengan api. Sebaliknya, Ia menjauh dari daerah itu, dan ini untuk memenuhi nubuat: "Ia tidak akan berbantah dan tidak akan berteriak, suara-Nya tidak terdengar di jalan-jalan." Jadi, setiap kali kita diejek, dihina, dicemooh, atau dipermainkan, janganlah kita membalas api dengan api. Sebaliknya, marilah kita menjauh dan menarik diri dari momen yang penuh api itu. Kita mungkin merasa hancur, tetapi kita tidak akan patah semangat. Marilah kita percaya bahwa jalan Yesus adalah jalan kebenaran yang pada akhirnya akan membawa kita pada kemenangan atas api. Marilah kita ingat bahwa api pada akhirnya akan padam dengan sendirinya. Marilah kita cukup bijaksana untuk tidak terbakar olehnya..

Juli 16, 2026

Jumat, 17 Juli 2026 Hari Biasa Pekan XV


Bacaan I: Yes 38:1-6.21-22; 7-8 "Aku telah mendengar doamu dan melihat air matamu."

Kidung Tanggapan: Yes 38:10.11.12abcd.16 "Tuhan, Engkau telah menyelamatkan hidupku."

Bait Pengantar Injil: Yoh 10:27 "Domba-domba-Ku mendengar suara-Ku, sabda Tuhan; Aku mengenal mereka dan mereka mengenal aku."

Bacaan Injil: Mat 12:1-8 "Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat."

 warna liturgi hijau 

 
Bacaan Kitab Suci dapat dibaca pada Alkitab atau klik tautan ini 

Collection Dagli Orti / CCI / Aurimages


  
Dalam lingkaran kehidupan, kita memiliki banyak hal yang perlu diperhatikan, serta banyak urusan yang harus ditangani. Kesibukan hidup membuat kita tidak punya banyak waktu untuk memikirkan aspek spiritual atau tentang kehidupan setelah kematian. Namun akan tiba saatnya ketika hidup akan mencapai lingkaran yang lengkap. Ketika saat itu tiba, kita tentu berharap untuk kematian yang damai dan bersama orang yang kita cintai. Itu akan menjadi berkat bagi kita karena hidup mencapai lingkaran yang lengkap dan indah.

Dalam bacaan pertama, Raja Hizkia jatuh sakit dan berada di ambang kematian. Nabi Yesaya menyuruhnya untuk mengatur urusannya karena hidupnya akan segera mencapai lingkaran yang lengkap, meskipun mungkin bukan lingkaran yang sempurna dan indah. Hizkia memohon kepada Tuhan, dan Tuhan mendengar doanya dan memberinya 15 tahun lagi. Hizkia sungguh diberkati karena mengetahui bahwa ia memiliki 15 tahun lagi untuk hidupnya mencapai lingkaran yang lengkap dan indah. 
 
Kita tidak tahu kapan lingkaran kehidupan kita akan lengkap. Namun marilah kita menggambar lingkaran kehidupan dan kasih sayang yang indah, dan bukan lingkaran setan kemarahan dan kebencian. Semoga kita selalu ingat bahwa ketika lingkaran kehidupan di bumi berakhir, lingkaran kehidupan lain di surga dimulai.

Juli 15, 2026

Kamis, 16 Juli 2026 Hari Biasa Pekan XV

 

Bacaan I:Yes 26:7-9.12.16-19 "Hai kalian yang sudah dikubur dalam tanah, bangkitlah dan bersorak-sorailah."
   

Mazmur Tanggapan: Mzm 102:13-14ab.15.16-18.19-21 "Tuhan memandang ke bumi dari surga."

Bait Pengantar Injil: Mat 11:28 "Datanglah kepada-Ku, kalian yang letih dan berbeban berat. Aku akan memberikan kelegaan kepadamu."

Bacaan Injil: Mat 11:28-30 "Aku ini lemah lembut dan rendah hati."
 
warna liturgi hijau

Bacaan Kitab Suci dapat dibaca pada Alkitab atau klik tautan ini 
 

 Kita tahu bagaimana rasanya ketika ada sesuatu yang mengganggu kita. Bisa jadi itu pekerjaan yang telah kita tunda. Atau bisa jadi sesuatu yang tidak pantas yang telah kita lakukan dan terus kita tutupi. Apa pun itu, hal itu mengganggu kita dan hati kita tidak benar-benar tenang.

Bacaan pertama mengatakan bahwa jalan orang yang jujur ​​itu lurus dan mulus. Dan dikatakan bahwa Tuhan ingin memberi kita kedamaian ketika roh kita merindukan dan berusaha mempelajari arti integritas. Tetapi kita hanya dapat memiliki kedamaian itu ketika perbuatan kita mengungkapkan apa yang kita rindukan. Jadi ketika kita merasa ada sesuatu yang mengganggu kita, marilah kita mendengarkan apa yang Yesus katakan kepada kita. Yesus memanggil kita untuk datang kepada-Nya, kita yang lelah dan berbeban berat, dan Dia akan memberi kita istirahat. 
 
Dalam keheningan yang tenang di hadapan Tuhan, Dia akan mengajari kita bagaimana menghadapi beban kita dengan hati yang lembut dan rendah hati. Dengan hati yang lembut dan rendah hati, kita akan belajar integritas, dan kita akan mampu menenangkan segala sesuatu yang mengganggu kita.

Juli 14, 2026

Rabu, 15 Juli 2026 Peringatan Wajib St. Bonaventura, Uskup dan Pujangga Gereja


Bacaan I: Yes 10:5-7.13-16 "Adakah kapak memegahkan diri terhadap orang yang memakainya?"
       
Mazmur Tanggapan: Mzm 94:5-6.7-8.9-10.14-15 "Tuhan tidak akan membuang umat-Nya."

Bait Pengantar Injil: Mat 11:25 "Terpujilah Engkau, Bapa, Tuhan langit dan bumi, sebab misteri kerajaan Kaunyatakan kepada orang kecil."

Bacaan Injil: Mat 11:25-27 "Yang Kausembunyikan kepada kaum cerdik pandai, Kaunyatakan kepada orang kecil."
      
warna liturgi putih
 
Bacaan Kitab Suci dapat dibaca pada Alkitab atau
klik tautan ini
 
Credit: JMLPYT/istock.com
 
Injil menggambarkan Yesus sebagai sosok yang penuh kasih dan penyayang. Dia penyayang dan Dia menyembuhkan orang sakit dan merawat orang miskin dan orang yang terbuang.

Dia mungkin melontarkan kata-kata kasar kepada para tua-tua, ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, namun Dia tidak menurunkan api dari surga untuk membinasakan orang-orang yang menentang Dia atau melawan Tuhan.

Di sisi lain, Perjanjian Lama menggambarkan Tuhan sebagai Tuhan yang menghukum umat-Nya karena ketidaksetiaan mereka, meskipun Dia juga digambarkan sebagai orang yang lambat marah dan kaya akan belas kasihan.

Bacaan pertama menceritakan bagaimana Allah "menugaskan" Asyur melawan umat-Nya yang telah memprovokasi Dia karena ketidaksetiaan mereka.

Tuhan mengizinkan Asyur untuk menjarah dan menjarah dengan bebas dan menginjak-injak umat-Nya dengan bebas agar mereka dapat mengambil pelajaran dari hal tersebut.

Namun ketika Asyur lepas kendali dan menjadi seperti kapak yang ingin mendapatkan pujian lebih dari orang yang menggunakannya atau gergaji yang ingin mendapatkan kekuatan lebih dari orang yang memegangnya, keadilan dan belas kasihan Tuhan muncul untuk menghentikan Asyur dan melindungi umat-Nya.

Meskipun kita adalah umat Tuhan, kita harus mengakui bahwa ada kalanya kita juga lepas kendali dan berdosa terhadap Tuhan. Untuk menyadarkan kita dan membuat kita mengambil pelajaran, Tuhan mungkin juga membiarkan musuh mengalahkan kita.

Namun ketahuilah juga bahwa ketika musuh kita lepas kendali dan berpikir mereka bisa melakukan apa pun yang mereka suka, maka keadilan dan belas kasihan Tuhan juga akan muncul untuk menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita, dan Tuhan juga akan mengampuni kita ketika kita bertobat karena Dia Maha pengasih dan penyayang.

Jadi Alkitab telah mengungkapkan kepada kita siapa Tuhan sebenarnya, bahwa Dia akan menghukum kita tetapi itu demi kebaikan kita. Dan bahwa Dia juga pengasih dan penyayang, seperti yang Yesus tunjukkan kepada kita.

Jadi marilah kita berjalan di jalan Tuhan dan setia kepada-Nya, dan berbalik kepada-Nya dalam pertobatan ketika kita berbuat dosa, sehingga kita dapat menghindari hukuman akibat dosa dan terus mengalami kasih dan belas kasihan Tuhan kita yang lembut.

Juli 13, 2026

Selasa, 14 Juli 2026 Hari Biasa Pekan XV

 

Bacaan I: Yes 7:1-9 "Jika kalian tidak percaya, niscaya kalian tidak teguh jaya."
       
Mazmur Tanggapan: Mzm 48:2-3a.3b-4.5-6.7-8 "Allah menegakkan kota-Nya untuk selama-lamanya."
 
Bait Pengantar Injil: Mzm 95:8 "Hari ini janganlah bertegar hati, tetapi dengarkanlah sabda Tuhan."
 
Bacaan Injil: Mat 11:20-24 "Pada hari penghakiman tanggungan Tirus dan Sidon akan lebih ringan daripada tanggunganmu."
         

warna liturgi hijau
 
Bacaan Kitab Suci dapat dibaca pada Alkitab atau klik tautan ini  
 
Credit:HuyNguyenSG /istock.com

  Dalam sejarah umat manusia, kita bisa melihat suatu kepastian. Kerajaan bangkit dan memudar, individu-individu ingin terkenal dan warisan yang mereka tinggalkan hanyalah kenangan. Dengan kata lain, segala sesuatu akan berlalu, baik kerajaan maupun manusia. Kota-kota yang disebutkan Yesus dalam Injil sangat besar dan terkenal pada masanya. Namun saat ini, kota-kota tersebut berada dalam reruntuhan dan itulah satu-satunya bukti bahwa dahulu kala, kota-kota tersebut pernah ada. Terlepas dari segala kejayaan, kekayaan dan kemakmurannya, semua yang telah berlalu dan yang tersisa hanyalah monumen tak bernyawa. 

Juli 12, 2026

Senin, 13 Juli 2026 Hari Biasa Pekan XV

   

Bacaan I:  Yes 1:11-17 "Bersihkanlah dirimu, jauhkanlah perbuatan-perbuatanmu yang jahat dari depan mata-Ku."
    
Mazmur Tanggapan: Mzm 50:8-9.16bc-17.21.23; R:23b "Siapa yang jujur jalannya akan menyaksikan keselamatan yang dari Allah."

Bait Pengantar Injil: Mat 5:10 "Berbahagialah yang dikejar-kejar karena taat kepada Tuhan, sebab bagi merekalah kerajaan Allah."
 
Bacaan Injil: Mat 10:34 - 11:1 "Barangsiapa menyambut kalian, ia menyambut Aku, dan barangsiapa menyambut Aku, ia menyambut Dia yang mengutus Aku."
  
warna liturgi putih
 
Bacaan Kitab Suci dapat dibaca pada Alkitab atau klik tautan ini  
 
 
 Kita percaya bahwa Tuhan mendengar doa kita dan akan menjawabnya. Terkadang, doa kita dijawab seketika. Di lain waktu, doa kita dijawab pada waktu yang ditentukan Tuhan. Namun di waktu lain, Tuhan menjawab doa kita dengan cara-Nya sendiri dan bukan dengan cara yang kita harapkan. Tetapi mungkinkah Tuhan tidak menjawab doa kita? Dan jika itu terjadi, mungkinkah ketidakjawaban juga merupakan semacam jawaban? Ketika kita berpikir bahwa Tuhan tidak mendengar doa kita atau tidak menjawab doa kita, mungkin kita perlu berpikir lebih dalam.

Dalam bacaan pertama, Tuhan menjelaskan kepada umat-Nya bahwa Dia telah mendengar doa mereka dan melihat persembahan mereka. Tetapi Dia tidak menjawab doa mereka atau menerima persembahan mereka. Karena meskipun mereka berdoa dan mempersembahkan kurban, pada saat yang sama mereka melakukan ketidakadilan dan dosa, dan kemudian mengharapkan Tuhan untuk menjawab doa mereka. Oleh karena itu Tuhan berkata kepada mereka: Singkirkanlah perbuatan jahatmu dari hadapan-Ku. Berhentilah berbuat jahat. Belajarlah berbuat baik, carilah keadilan, bantulah orang yang tertindas, bersikap adil kepada anak yatim, belalah janda.

Jadi, jika kita meminta Tuhan untuk mendengar dan menjawab doa kita, maka dari pihak kita, marilah kita melakukan apa yang Tuhan kehendaki dari kita, yang pada dasarnya adalah melakukan apa yang baik, benar, dan adil.

Juli 11, 2026

Minggu, 12 Juli 2026 Hari Minggu Biasa XV

 

Bacaan I: Yes 55:10-11 "Hujan menyuburkan bumi dan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan."

Mazmur Tanggapan: Mzm 65:10abcd.10e-11.12-13.14; Ul: lihat Luk 8:8 "Benih jatuh di tanah yang baik, dan menghasilkan buah."

Bacaan II: Rom 8:18-23 "Dengan amat rindu seluruh makhluk menantikan saat anak-anak Allah menyatakan."

Bait Pengantar Injil: Benih itu adalah sabda Allah, penaburnya adalah Kristus. Orang yang menerima Dia memperoleh kehidupan abadi.

Bacaan Injil: Mat 13:1-23 Singkat: 13:1-9 "Ada seorang penabur keluar untuk menabur."
      
warna liturgi hijau
 
Bacaan Kitab Suci dapat dibaca pada Alkitab Deuterokanonika atau klik tautan ini
 
SiouxFall Diocese
 
     Salah satu kemunduran dalam hidup yang sulit diatasi adalah kegagalan. Kegagalan menghentikan dan menghancurkan impian kita akan kesuksesan dan prestasi. Kegagalan menghancurkan kepercayaan diri kita dan menciptakan ketakutan di hati kita. Kegagalan bahkan dapat menggoyahkan iman kita kepada Tuhan, terutama ketika kita telah berdoa untuk kesuksesan atau hasil yang positif. Kita tentu tidak suka gagal, atau menjadi pecundang. Kita ingin mencapai dan sukses dalam hidup, dan lebih baik lagi, jika kita dapat melakukannya pada percobaan pertama. Dan dengan memasukkan aspek iman, kita juga akan berdoa memohon berkat Tuhan untuk berhasil dalam apa pun yang kita lakukan. Tetapi kegagalan adalah sesuatu yang harus kita hadapi dalam hidup. Dan seperti pepatah: Apa pun yang bisa gagal, akan gagal. Dengan memikirkan kemungkinan kegagalan, berarti itu bisa terjadi. Misalnya, mengikuti ujian mengemudi. Tidak banyak orang yang akan lulus pada percobaan pertama, jadi kita harus siap untuk mengulang. Kita mungkin berharap mendapatkan promosi, tetapi entah bagaimana kita gagal mendapatkannya. Jadi, lebih baik bersiap untuk itu. Tetapi seperti kata pepatah: Kegagalan adalah ibu dari kesuksesan. Jadi, terkadang kita menang, terkadang kita belajar. Dan seringkali, kita belajar lebih banyak dari kegagalan kita daripada dari kesuksesan kita.

Juli 10, 2026

Sabtu, 11 Juli 2026 Peringatan Wajib St. Benediktus, Abas

 Bacaan I: Yes 6:1-8 "Aku ini orang yang berbibir najis, dan mataku telah melihat Sang Raja, Tuhan semesta alam."  

Mazmur Tanggapan: Mzm 93:1ab.1c-2.5; Ul:1a "Tuhan adalah Raja. Ia berpakaian kemegahan."

Bait Pengantar Injil: 1Ptr 4:14 "Berbahagialah kalian, kalau dicacimaki demi Yesus Kristus, sebab Roh Allah ada padamu."

Bacaan Injil: Mat 10:24-33 "Janganlah takut kepada mereka yang membunuh badan."
    

warna liturgi putih 

Bacaan Kitab Suci dapat dibaca pada Alkitab atau klik tautan ini  
CC0



Kita tidak tahu persis seperti apa surga itu, meskipun kita mungkin memiliki gambaran dari apa yang telah kita baca atau dengar. Kita tahu bahwa Allah ada di surga, bersama para malaikat dan orang-orang kudus. Tetapi apa yang sebenarnya terjadi di surga adalah sesuatu yang harus kita bayangkan.

Dalam bacaan pertama, kita mendapatkan gambaran tentang seperti apa surga itu dari deskripsi penglihatan nabi Yesaya. Ada malaikat di sekeliling dan mereka menyanyikan himne ini:  “Kudus, kudus, kuduslah Tuhan, Allah segala kuasa, surga dan bumi penuh kemuliaan-Mu!” Jadi, di surga, Allah adalah fokus dan pusat dari semua yang terjadi, dan para malaikat terus-menerus memuji Dia.

Nyanyian para malaikat itu juga mengingatkan kita bahwa kita menyanyikan himne serupa dalam Misa, yang dilakukan tepat sebelum Doa Syukur Agung. Dalam himne itu, para malaikat dari surga bergabung dengan kita untuk memuji Tuhan dalam Misa. Marilah kita menyadari hal ini ketika kita menyanyikan himne itu dalam Misa. Dan kita akan mengetahui seperti apa surga itu ketika kita menyanyikan himne itu dengan sepenuh hati.

Juli 09, 2026

Jumat, 10 Juli 2026 Hari Biasa Pekan XIV

 

Bacaan I: Hos 14:2-10 "Kepada buatan tangan kami, kami takkan berkata lagi, 'Ya Allah kami!'"

Mazmur Tanggapan: Mzm 51:3-4.8-9.12-13.17 "Mulutku mewartakan puji-pujian kepada-Mu, ya Tuhan."

Bait Pengantar Injil: bdk. Yoh 16:13 "Roh Kebenaran akan datang dan mengajar kalian segala kebenaran. Ia akan mengingatkan segala yang telah Kunyatakan kepadamu."  

Bacaan Injil: Mat 10:16-23 "Barangsiapa bertahan sampai kesudahannya, akan selamat."

warna liturgi hijau 

Bacaan Kitab Suci dapat dibaca pada Alkitab atau klik tautan ini
Credit:HuyNguyenSG /istock.com
 
 
Dunia mungkin tidak mengatakannya dengan lantang, tetapi dunia perlu melihat kebajikan. Kebajikanlah yang membuat dunia lebih manusiawi dan lebih peduli. Orang-orang yang berbajikan bagaikan bunga di pasir. Mereka berjuang untuk menjadi berbajikan dan setia kepada Tuhan. Tetapi ketika mereka terus tumbuh di pasir, dunia akan kagum dan bahkan terinspirasi.

Dalam Injil, Yesus memberikan gambaran tentang orang-orang yang berbajikan. Mereka bagaikan domba di antara serigala. Tetapi mereka akan tetap teguh dalam iman mereka dan terus berpegang pada kebajikan mereka. Setia kepada Tuhan dan menjalani hidup yang berbajikan bagaikan bunga yang tumbuh di pasir dan bagaikan domba di antara serigala. Tetapi marilah kita berpegang teguh pada iman dan terus menjalani hidup, karena dunia perlu melihat kekuatan iman dan keindahan kebajikan.
 
Melalui iman kita, kita semua dipanggil untuk menjalani hidup kita dengan penuh pengabdian, dan untuk berkomitmen menjadi bagian dari misi dan pelayanan Gereja kepada berbagai komunitas kita. Mengikuti Yesus biasanya bukanlah jalan yang mudah. Mengikuti Yesus berarti bahwa setiap hari kita harus secara sadar memilih untuk menjadi siapa Yesus dan melakukan apa yang Yesus lakukan. Terkadang, hal ini dapat membawa konsekuensi yang tidak kita harapkan. Namun, jika kita memilih untuk menyimpang dari jalan yang telah kita pilih, kita harus menghadapi Yesus dan diri kita sendiri.
 
Semoga Tuhan senantiasa menginspirasi dan menguatkan kita semua setiap hari, sehingga melalui komitmen, kerja keras, dan kontribusi kita, kita selalu menjadi teladan dalam iman, dan kita semakin dekat dengan Tuhan, menjadi lebih berdedikasi dan setia sebagai orang Kristen, setiap saat. Amin. 
 
 
 
Doa Umat 
 
Marilah mencurahkan isi hati kita di hadapan Tuhan saat kami mempersembahkan doa-doa kita hari ini:

Semoga Gereja bertumbuh dalam jumlah, kekudusan, dan iman melalui pencurahan Roh Kudus. Marilah kita berdoa.
Tuhan, dengarkanlah doa kami.

Semoga mereka yang berwenang dipimpin oleh Firman Allah dalam menggunakan kuasa mereka. Marilah kita berdoa. 
Tuhan, dengarkanlah doa kami. 

Semoga semua yang sakit dan lemah atau menderita kemiskinan atau kekurangan dapat menerima kuasa penyembuhan Kristus dan penghiburan Roh Kudus. Marilah kita berdoa.
Tuhan, dengarkanlah doa kami.
 
Semoga kita semua yang berkumpul di sini hari ini dapat bertumbuh dalam damai dan kasih Kristus. Marilah kita berdoa 
 
Semoga mereka yang telah meninggal dapat menikmati istirahat abadi di Kerajaan Surga Kristus. Marilah kita berdoa. 
 
Allah Bapa yang Maha Pengasih, dengarkanlah doa-doa yang kami panjatkan di hadapan-Mu hari ini dan kabulkanlah dalam belas kasih-Mu. Kami memohon ini dengan pengantaraan Putra-Mu, Yesus Kristus, Tuhan kami.
Amin.

 

Juli 08, 2026

Kamis, 09 Juli 2026 Hari Biasa Pekan XIV

 


Bacaan I: Hos 11:1,3-4,8c-9 "Hati-Ku berbalik dari segala murka."
 
Mazmur Tanggapan:  Mzm 80:2ac.3b.15-16
 
Bait Pengantar Injil: Mrk 1:15 "Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil."
 
Bacaan Injil: Mat 10:7-15 "Kamu telah memperoleh dengan cuma-cuma, maka berilah pula dengan cuma-cuma."
 
warna liturgi putih
 
Bacaan Kitab Suci dapat dibaca pada Alkitab atau klik tautan ini 
  
Public Domain

Manusia memiliki keterbatasan dan itu sangat bisa dimengerti. Secara fisik dan emosional, kita tidak selalu kuat dan baik. Terkadang kita bisa berada di puncak dan menjadi yang terbaik. Tetapi di lain waktu, kita bisa jatuh tersungkur dan tidak bisa bangkit meskipun kita menginginkannya. Jadi, dalam hal kasih dan pengampunan, kita berfluktuasi dari waktu ke waktu, dan dari situasi ke situasi.

Dalam bacaan pertama, kita mendengar tentang bagaimana Allah mengasihi umat-Nya, namun mereka selalu tidak setia kepada-Nya. Allah kecewa, dan juga bisa marah kepada umat-Nya. Namun demikian, Allah mengasihi umat-Nya dan terus mengampuni mereka atas ketidaksetiaan dan dosa-dosa mereka. "Sebab Aku ini Allah, dan bukan manusia, Aku ini Yang Kudus di tengah-tengahmu, dan Aku tidak datang untuk menghanguskan.” (Hos 11:9)
 
Allah juga mengasihi kita dan akan terus mengasihi dan mengampuni kita. Ya, kita menerima kasih dan pengampunan Allah tanpa biaya dan tanpa syarat. Marilah kita juga memberikan kasih dan pengampunan sebisa mungkin. Dan ketika kita gagal dan jatuh, Tuhan akan mengangkat kita dan membuat kita terus maju dan memberi. Itulah kuasa kasih dan pengampunan Tuhan bagi kita.

Juli 07, 2026

Rabu, 08 Juli 2026 Hari Biasa Pekan XIV

Bacaan I: Hos 10:1-3.7-8.12 "Sudah waktunya untuk mencari Tuhan."

Mazmur Tanggapan: Mzm 105:2-3.4-5.6-7 "Carilah selalu wajah Tuhan."
 
Bait Pengantar Injil: Mrk 1:15 "Kerajaan Allah sudah dekat; bertobatlah dan percayalah kepada Injil."
 
Bacaan Injil: Mat 10:1-7 "Pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel."
 
 warna liturgi hijau 
 
Bacaan Kitab Suci dapat dibaca pada Alkitab atau klik tautan ini 




Kita tidak dapat menyangkal bahwa kita mendambakan kehidupan yang nyaman. Kita mungkin tidak mencari kemewahan atau kesenangan hidup. Tetapi kita ingin tidur nyenyak, makan dengan baik, dan bahagia. Dan jika kita makmur dan menjadi kaya, maka itu akan menjadi bonus. Singkatnya, kita berharap untuk kehidupan yang lebih baik. Tetapi akankah kehidupan yang lebih baik juga membantu kita menjadi pribadi yang lebih baik?

Dalam bacaan pertama, Israel menjadi kaya dan makmur. Mereka menjalani kehidupan yang baik, lebih baik dari sebelumnya. Tetapi kehidupan yang baik dan lebih baik itu tidak membantu mereka menjadi umat Allah yang baik dan lebih baik. Sebaliknya, kekayaan dan kemakmuran membuat mereka melupakan Allah dan bahkan mereka beralih menyembah berhala. Contoh berhala modern pada masa kini diantarnya: Uang, materialisme, karier, kesuksesan. Ketika seseorang rela mengorbankan integritas moral, waktu untuk Tuhan, atau keadilan demi keuntungan finansial, uang telah bergeser dari sekadar alat menjadi "tuhan" yang disembah. Demikian pula dengan opini publik, jumlah likes atau pengikut atau penggemar, dan pengakuan orang lain. Orang beriman hendaknya bertumbuh, berakar kokoh dalam Kristus, tidak goyah dan tidak bergantung pada tepuk tangan dunia.

Juli 06, 2026

Selasa, 07 Juli 2026 Hari Biasa Pekan XIV

 

Bacaan I: Hos 8:4-7.11-13 "Mereka menabur angin dan akan panen puting beliung."
   
Mazmur Tanggapan: Mzm 115:3-4.5-6.7ab-8.9-10 "Hai umat, percayalah kepada Tuhan."

Bait Pengantar Injil: Yoh 10:27 "Aku ini gembala yang baik, sabda Tuhan; Aku mengenal domba-domba-Ku, dan domba-domba-Ku mengenal Aku."

Bacaan Injil: Mat 9:32-38 "Tuaian memang banyak tetapi pekerja sedikit."
 
warna liturgi hijau 
 
Bacaan Kitab Suci dapat dibaca pada Alkitab atau klik tautan ini 
Foto oleh PxHere

Perbedaan utama antara kebaikan dan kejahatan terletak pada ekspresi kasih sayang dan cinta. Kejahatan hanya mencintai dirinya sendiri dan tidak memiliki kepedulian terhadap sesama. Kejahatan bersifat posesif dan menginginkan segala sesuatu untuk dirinya sendiri serta tidak peduli terhadap kesejahteraan orang lain. Kejahatan berusaha menghancurkan kehidupan orang lain atau menundukkan mereka di bawah kendalinya untuk digunakan sebagai kaki tangannya. Sebaliknya, kebaikan berusaha mengasihi orang lain dan memperhatikan kesejahteraan mereka. Kebaikan berusaha membangun kehidupan orang lain dan membantu mereka menjalani kehidupan yang bermakna. 
 
Ketika orang Farisi mengatakan bahwa Yesus mengusir setan melalui penguasa iblis, itu adalah kontradiksi sekaligus kebingungan. Karena refleksi dari apa yang Yesus lakukan akan dengan jelas mengarah pada kasih sayang dan cinta. Ia memberitakan Kabar Baik tentang Kerajaan Allah dan menyembuhkan penyakit dan kesakitan. Ia membebaskan mereka yang tertindas oleh jerat kejahatan. Ia berbelas kasih kepada mereka yang teraniaya dan putus asa. Marilah kita menaati panggilan Yesus untuk menjadi pekerja panen Tuhan. Marilah kita menjadi pekerja kasih dan amal agar kebaikan mengalahkan kejahatan.

Juli 05, 2026

Senin, 06 Juli 2026 Hari Biasa Pekan XIV


Bacaan I: Hos 2:13.14b-15.18-19 "Aku akan menjadikan dikau istriku untuk selama-lamanya."

Mazmur Tanggapan: Mzm 145:2-3.4-5.6-7.8-9 "Tuhan itu pengasih dan penyayang."

Bait Pengantar Injil: 2Tim 1:10b "Penebus kita Yesus Kristus telah membinasakan maut dan menerangi hidup dengan Injil."

Bacaan Injil: Mat 9:18-26 "Anakku baru saja meninggal; tetapi datanglah, maka ia akan hidup." 
 
warna liturgi hijau 
 
Bacaan Kitab Suci dapat dibaca pada Alkitab atau klik tautan ini

Credit: PaulCalbar/istock.com

Saudara-saudari terkasih dalam Kristus, dikatakan bahwa tawa adalah obat terbaik. Memang, ada manfaat emosional dan fisik dari tertawa lepas. Tetapi tentu saja, itu tergantung pada apa yang kita tertawakan. Ketika kita mampu menertawakan kesalahan dan kebodohan kita sendiri, maka kita tidak terlalu keras pada diri sendiri. Ketika kita melihat sisi yang lebih ringan dari diri kita sendiri, itu tentu bermanfaat bagi kita secara emosional dan fisik. Tetapi ketika kita menertawakan orang lain karena kita berpikir bahwa apa yang mereka lakukan dan pikirkan itu konyol dan bodoh, mungkin lebih baik untuk menahan tawa itu terlebih dahulu.

Juli 04, 2026

Minggu, 05 Juli 2026 Hari Minggu Biasa XIV

 
Bacaan I: Za 9:9-10 "Lihat! rajamu datang kepadamu."

Mazmur Tanggapan: Mzm 145:1-2.8-9.10-11; Ul: 1 "Aku hendak memuji nama-Mu, ya Allah, Rajaku, selama-lamanya."

Bacaan II: Rom 8:9.11-13 "Jika oleh Roh, kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, maka kamu akan hidup."
              

Bait Pengantar Injil: Mat 11:25 "Aku bersyukur kepada-Mu Bapa, Tuhan langit dan bumi, sebab misteri Kerajaan Engkau nyatakan kepada orang kecil."

Bacaan Injil: Mat 11:25-30 "Aku lemah lembut dan rendah hati."
         
warna liturgi hijau
 
Bacaan Kitab Suci dapat dibaca pada Alkitab Deuterokanonika atau klik tautan ini
 
Saudara-saudari terkasih dalam Kristus, betapa diberkati kita ketika Roh Allah tinggal di dalam kita. Mungkin dalam pengalaman Anda sendiri dan saat saya merenungkan pengalaman saya, ada perbedaan batin yang besar antara hidup dalam daging dan hidup dalam Roh Allah. Hidup dalam daging mencari kesenangan sendiri demi kesenangan itu sendiri. Hidup dalam Roh Kristus, seperti yang kita dengar dalam bacaan kedua hari ini dari Santo Paulus kepada umat di Roma, Roh Allah berada di dalam kita. Dan ketika Roh Allah ada di dalam kita, kita mengalami buah-buah Allah yang indah. Terang, kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, dan kebaikan dan semua karunia Roh Kudus yang indah yang Allah ingin kita kembangkan. Ia ingin kita dipenuhi dengan kehidupan daripada menjadi roh kita sendiri, kehendak kita sendiri, terperangkap dalam daging. Sulit untuk mengetahui hari ini dari bacaan Injil apa yang mendahului ini dalam Injil Matius. Kedengarannya seperti bagian yang begitu lembut dan hangat, dan memang demikianlah yang kita dengar hari ini.

Juli 03, 2026

Sabtu, 04 Juli 2026 Hari Biasa Pekan XIII

 

Bacaan I:  Am 9:11-15 "Aku akan memulihkan kembali umat-Ku dan Aku akan menanam mereka di tanah mereka."
 
Mazmur Tanggapan: Mzm 85:9.11-14 "Tuhan berbicara tentang damai kepada umat-Nya."

Bait Pengantar Injil: Yoh 10:27 "Domba-domba-Ku mendengar suara-Ku, sabda Tuhan. Aku mengenal mereka dan mereka mengikuti Aku."
 
Bacaan Injil:  Mat 9:14-17 "Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berdukacita selama mempelai itu bersama mereka?" 
 
warna liturgi hijau
  
Bacaan Kitab Suci dapat dibaca pada Alkitab atau klik tautan ini


Siouxfall Diocese


 Setiap tindakan memiliki reaksi, dan setiap tindakan memiliki alasan. Tidak ada tindakan yang dilakukan tanpa alasan, terlepas dari apakah alasan itu logis atau tidak. Menanggapi pertanyaan mengapa murid-murid Yohanes Pembaptis berpuasa, tetapi murid-murid Yesus tidak, Yesus memberikan jawaban ini. Tentu saja, para pengiring mempelai pria tidak akan pernah berpikir untuk berpuasa selama mempelai pria bersama mereka. Melakukan hal itu sama saja dengan menghina mempelai pria. Tetapi Yesus juga menambahkan bahwa para pengiring akan berpuasa ketika mempelai pria diambil dari mereka. Perumpamaan singkat itu mencerminkan sejarah hubungan antara Allah dan umat-Nya.

Juli 01, 2026

Jumat, 03 Juli 2026 Pesta Santo Tomas, Rasul

 
Bacaan I: Ef 2:19-22 "Kamu dibangun di atas dasar para rasul."

Mazmur Tanggapan: Mzm 117:1.2 "Pergi ke seluruh dunia, wartakanlah Injil!"

Bait Pengantar Injil: Luk 24:32 "Yesus bersabda, "Hai Tomas, karena telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya."

Bacaan Injil: Yoh 20:24-29 "Ya Tuhan dan Allahku."
     
warna liturgi merah

Bacaan Kitab Suci dapat dibaca pada Alkitab atau klik tautan ini
  
Public Domain


Pada hari ini Gereja merayakan Pesta Santo Thomas Rasul, yang dikenal sebagai orang yang meragukan Tuhan Yesus, Kebangkitan-Nya, firman dan ajaran-Nya. Santo Thomas bukanlah orang yang mudah diyakinkan, seperti yang telah ditunjukkan oleh Kitab Suci. Namun, pada akhirnya, Tuhan menunjukkan kepada Santo Thomas bahwa segala sesuatu yang telah Dia wahyukan dan ajarkan kepadanya benar-benar adalah kebenaran, dan segala sesuatu memang terjadi seperti yang telah Dia ramalkan dan bicarakan. Dengan demikian, Santo Thomas menjadi salah satu murid Tuhan Yesus yang paling bersemangat, dan kemudian melakukan hal-hal besar untuk kemuliaan Allah yang lebih besar, mewartakan Injil kepada semakin banyak orang yang belum pernah mendengar tentang Dia.
 
Sikap Santo Thomas dalam Injil hari ini melahirkan istilah "Thomas yang ragu". Istilah itu, tanpa diragukan, memiliki konotasi negatif, dan mungkin tidak terlalu adil bagi Santo Thomas. Namun demikian, ketidakpercayaan Santo Thomas telah memberikan lebih banyak manfaat bagi iman kita daripada kepercayaan para rasul lainnya. Kita tentu dapat berempati dengan Santo Thomas, terutama ketika ia menunjukkan keterbatasan manusiawinya tentang imannya. Kita tentu dapat berempati dengannya, terutama ketika ia meminta tanda, bukan hanya melihat Kristus yang telah bangkit, tetapi secara realistis memasukkan jari dan tangannya ke dalam luka-luka itu. 

Kamis, 02 Juli 2026 Hari Biasa Pekan XIII


Bacaan I: Amos 7:10-17 "Pergilah, bernubuatlah terhadap umat-Ku."  

Mazmur Tanggapan: Mzm 9:8.9.10.11; R:10 "Penghakiman Tuhan adalah benar, dan semuanya adil."

Bait Pengantar Injil: 2Kor 5:19 "Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya dalam diri Kristus dan mempercayakan warta perdamaian kepada kita."

Bacaan Injil: Mat 9:1-8 "Mereka memuliakan Allah karena telah memberikan kuasa sedemikian besar kepada manusia."

warna liturgi hijau
 
Bacaan Kitab Suci dapat dibaca pada Alkitab atau klik tautan ini 


Russ Allison Loar (CC BY-NC-ND 2.0)


Seorang amatir adalah orang yang menekuni suatu kegiatan tanpa bayaran, bukan secara profesional. Namun, seorang amatir juga dapat dianggap tidak kompeten atau tidak cocok untuk kegiatan khusus tertentu. Kata amatir berakar dari bahasa Latin amator yang berarti 'pecinta', dan juga dari amare yang berarti 'mencintai'. 
   
Dalam bacaan pertama, Amos memberi tahu Amaziah, imam Betel, bahwa ia bukanlah seorang nabi, dan ia juga bukan anggota persaudaraan nabi mana pun. Tuhan Allah-lah yang memanggilnya untuk bernubuat dan ia melakukannya karena kasih kepada Tuhan.

Dalam Injil, iman teman-teman orang lumpuh itu, serta kasih mereka kepada orang lumpuh itu, yang membuat mereka membawa orang lumpuh itu ke hadapan Yesus. Yesus melihat iman mereka, serta kasih mereka, dan dengan itu Ia menyembuhkan orang lumpuh itu. Banyak hal baik dan menakjubkan terjadi karena tindakan iman dan kasih yang sederhana. Kita mungkin merasa diri kita amatir dalam hal diskusi tentang iman dan agama. Namun dengan kesederhanaan dan kerendahan hati, Tuhan akan melakukan keajaiban dan mukjizat melalui kita.

Juni 30, 2026

Rabu, 01 Juli 2026 Hari Biasa Pekan XIII

Bacaan I: Am 5:14-15.21-24  "Jauhkanlah daripadaku keramaian nyanyianmu, dan biarlah keadilan selalu mengalir seperti sungai."   
 
Mazmur Tanggapan:  Mzm 50:7.8-9.10-11.12-13.16bc-17  "Aku akan memperlihatkan keselamatan Allah kepada yang jujur jalannya."
 
Bait Pengantar Injil: Yak 1:18 "Atas kehendak-Nya sendiri Allah telah menciptakan kita dengan kebenaran, agar kita menjadi yang pertama dari ciptaan-Nya."
 
Bacaan Injil: Mat 8:28-34 "Adakah Engkau kemari untuk menyiksa kami sebelum waktunya?"
     
 
warna liturgi hijau  
 
Bacaan Kitab Suci dapat dibaca pada Alkitab atau klik tautan ini 
 
Jeff Turner, Flickr / CC BY 2.0

         Bagaimana kita merespons orang sangat tergantung pada seberapa banyak kita mengenal mereka atau seberapa banyak kita memahaminya. Setiap kali kita bertemu orang yang marah atau orang yang bermusuhan, kita pasti ingin menghindari kontak dengan mereka. Dengan kata lain, kemarahan dan permusuhan adalah perilaku yang menakutkan dan kita akan menghindari orang dengan perilaku seperti jika mereka memiliki penyakit menular. Tetapi jika kita mengenal orang-orang ini secara pribadi, maka kita mungkin memiliki tanggapan dan sudut pandang yang berbeda.

Dua orang jahat dalam Injil bukan dilahirkan sebagai orang jahat. Untuk alasan apa pun, kejahatan masuk ke dalam mereka dan membuat mereka menjadi orang jahat. Bahkan Injil menggambarkan mereka sebagai "makhluk yang begitu ganas" sehingga tampaknya mereka telah kehilangan kemanusiaan mereka. Tetapi itulah yang Yesus lihat - kemanusiaan mereka. Dia mengerti apa sebenarnya mereka. Yesus menyembuhkan mereka dan memulihkan kemanusiaan mereka. Dia mengembalikan harga diri dan harga diri mereka. Yesus datang untuk membebaskan kita dari belenggu dosa dan kejahatan, belenggu yang diekspresikan dalam kemarahan, permusuhan dan keegoisan. Dia melihat melalui kerak dosa kita dan menyentuh kemanusiaan kita serta memulihkan martabat kita dengan kasih-Nya. Apa yang Yesus telah lakukan untuk kita, mari kita lakukan hal yang sama untuk orang lain.

Juni 29, 2026

Selasa, 30 Juni 2026 Hari Biasa Pekan XIII


Bacaan I: Am 3:1-8; 4:11-12 "Nabi sebagai penyambung lidah Allah."
 
Mazmur Tanggapan: Mzm 5:5-6.7.8 "Tuhan, tuntunlah aku dalam keadilan-Mu."

Bait Pengantar Injil: Mzm 130:5 "Aku menanti-nantikan Tuhan, jiwaku mengharapkan sabda-Nya." 
 
Bacaan Injil:  Mat 8:23-27 "Yesus bangun, menghardik angin dan danau, maka danau menjadi teduh sekali."
 
warna liturgi hijau 

Bacaan Kitab Suci dapat dibaca pada Alkitab  atau klik tautan ini
 
Public Domain

 

Bertemu dengan seseorang sangat berbeda dengan menghadiri rapat. Bertemu dengan seseorang lebih cenderung menjadi waktu untuk percakapan pribadi dan memperbarui hubungan. Menghadiri rapat lebih cenderung menjadi waktu untuk membahas masalah pekerjaan atau hal-hal formal. Setiap kali kita berbicara tentang bertemu dengan Tuhan, kita akan membayangkan hal itu terjadi di kekekalan dan itu akan menjadi pertemuan yang bahagia dan penuh sukacita. Tetapi ketika Tuhan memanggil kita untuk bertemu, itu sama menakutkannya dengan atasan kita memanggil kita untuk bertemu dengannya. Kita mungkin memiliki gambaran tentang tujuan pertemuan itu, dan kita tahu bahwa Tuhan akan membahas masalah serius dengan kita.

Juni 28, 2026

Senin, 29 Juni 2026 Hari Raya St. Petrus dan St. Paulus, Rasul


Bacaan I: Kis 12:1-11 "Sekarang benar-benar tahulah aku bahwa Tuhan telah menyuruh malaikat-Nya dan menyelamatkan aku dari tangan Herodes."

Mazmur Tanggapan: Mzm 34:2-3.4-5.6-7.8-9 "Tuhan telah melepaskan daku dari segala kegentaranku."

Bacaan II: 2Tim 4:6-8.17-18 "Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran."

Bait Pengantar Injil: Mat 16:18 "Engkau adalah Petrus, dan di atas batu karang ini akan Kudirikan Gereja-Ku, dan alam maut tidak akan menguasainya."

Bacaan Injil: Mat 16:13-19 "Engkau adalah Petrus, kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Surga."
      
warna liturgi merah
 
Bacaan Kitab Suci dapat dibaca pada Alkitab atau klik tautan ini
 

Public Domain


 Hari Raya Santo Petrus dan Paulus adalah perayaan liturgi untuk menghormati kemartiran kedua santo besar ini di Roma. Perayaan ini berasal dari zaman kuno, dan dirayakan pada tanggal ini karena menandai peringatan kematian mereka atau pemindahan relik mereka. Namun ketika kita membaca Kitab Kisah Para Rasul, kita mungkin bertanya-tanya mengapa kedua santo ini disatukan dalam hari raya yang sama. Karena pada kenyataannya mereka sangat berbeda, seperti minyak dan air. Namun ini juga bukan tentang siapa yang lebih unggul dari yang lain. Karena kedua orang ini memiliki kekurangan, dan bahkan "pertengkaran" mereka tercatat dalam Kisah Para Rasul. Tetapi keduanya dipilih dan dipanggil oleh Yesus untuk sebuah misi dan tugas. Keduanya menanggapi dengan sepenuh hati dan bahkan dengan hidup mereka. Mereka memiliki perbedaan, tetapi kasih mereka kepada Yesus melampaui kelemahan manusiawi mereka seperti minyak di atas air.

Juni 27, 2026

Minggu, 28 Juni 2026 Hari Minggu Biasa XIII


Bacaan I: 2Raj 4:8-11, 14-16a "Orang itu adalah abdi Allah yang kudus; biarlah ia masuk ke sana."

Mazmur Tanggapan: Mzm 89:2-3.16-17.18-19 "Aku hendak menyanyikan kasih setia Tuhan untuk selama-lamanya."

Bacaan II: Rom 6:3-4, 8-11 "Kita telah dikuburkan bersama Kristus oleh pembaptisan supaya kita hidup dalam hidup yang baru."
   

Bait Pengantar Injil: 1Pet 2:9 "Kamulah bangsa yang terpilih, kaum imam yang rajawi dan bangsa yang kudus. Kamu harus memaklumkan perbuatan-perbuatan agung Allah yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan masuk ke dalam terang-Nya yang menakjubkan."

Bacaan Injil: Mat 10:37-42 "Barangsiapa tidak memikul salibnya, ia tidak layak bagi-Ku. Barangsiapa menyambut kamu, ia menyambut Aku."
 
     warna liturgi hijau
 
Bacaan Kitab Suci dapat dibaca pada Alkitab Deuterokanonika atau klik tautan ini
 
 


Saudara-saudari terkasih, dalam bacaan pertama dari Kitab Kedua Raja-Raja, tentang nabi Elisa yang datang ke kota Sunem, dan seorang wanita kaya serta keluarganya melindungi dia dan merawatnya dengan baik selama dia tinggal. Pertama-tama, wanita kaya itu mengenali Elisa sebagai orang suci Allah dan memperlakukannya dengan baik, memberinya akomodasi sebaik mungkin. Di masa ketika menjadi pengikut Tuhan dan nabi benar-benar berat, karena banyak orang dan raja menyembah berhala dan tidak menaati Tuhan, perlakuan seperti itu terhadap nabi Elisa pasti sangat langka.

Dan Tuhan mengetahui dengan baik apa yang telah dilakukan terhadap hamba-Nya yang setia, dan wanita itu melakukannya tanpa memiliki motif atau keinginan tersembunyi untuk keinginan atau tujuannya sendiri. Tidak mengetahui lebih banyak dari sumber-sumber Kitab Suci, dapat dengan aman diasumsikan bahwa wanita itu hanyalah seorang wanita yang takut akan Tuhan dan seseorang yang cukup percaya kepada Tuhan sehingga dia sangat menghormati nabi-Nya Elisa, dan memperlakukannya dengan baik. Dan akibatnya adalah, karena wanita kaya dan suaminya tidak memiliki anak sendiri, Tuhan, melalui nabi-Nya Elisa, menganugerahi mereka anak dari persatuan cinta mereka.

Hal ini terkait dengan baik dengan apa yang telah kita dengar dalam perikop Injil kita hari ini dari Injil St. Matius, di mana Tuhan Yesus berbicara tentang masalah mengikuti Tuhan dan menjadi murid-murid-Nya. Pada bagian pertama, Tuhan menyebutkan bagaimana menjadi pengikut-Nya akan menuntut mereka untuk memberikan segalanya, menyerahkan jiwa dan raga, dan membaktikan diri dengan sepenuh hati, memikul dan memikul salib mereka bersama dengan Tuhan, yang berarti bahwa mereka akan menghadapi penderitaan. dan kesulitan, penolakan dan tantangan sama seperti Tuhan sendiri telah menghadapi ini dari dunia. "Barangsiapa mengasihi bapa dan ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku. Dan barangsiapa mengasihi putranya atau putrinya lebih daripada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku."  itu kadang agak membingungkan kita, bukan? Itu tidak sepenuhnya benar. Apa maksudnya saya harus mengasihi Tuhan lebih dari orang tua saya? Apa maksudnya? Saya pikir jika saya mengasihi orang tua saya, itu adalah cerminan kasih Tuhan, dan memang demikian.  Kita semua kita diciptakan menurut gambar Allah. Melihat sekeliling, beberapa dari kita cukup tua untuk mengingat menghafal itu, dan tidak ada yang salah dengan itu. Siapa yang menciptakan saya?

Juni 26, 2026

Sabtu, 27 Juni 2026 Hari Biasa Pekan XII

Bacaan I: Rat 22:2.10-14.18-19 "Berteriaklah kepada Tuhan dengan nyaring, hai putri Sion."
     
Mazmur Tanggapan:  Mzm 74:1-2.3-5a.5b-7.20-21; Ul:19b "Ya Tuhan, janganlah Kaulupakan terus-menerus umat-Mu yang tertindas."
 
Bait Pengantar Injil:  Mat 8:17 "Yesus memikul kelemahan kita dan menanggung penyakit kita."
      

Bacaan Injil: Mat  8:5-17 "Banyak orang akan datang dari timur dan barat, dan duduk makan bersama Abraham, Ishak, dan Yakub."
    
warna liturgi hijau
 
Bacaan Kitab Suci dapat dibaca pada Alkitab atau klik tautan ini
 
Public Domain

 
 Jelas sekali bahwa ke mana pun Yesus pergi, orang-orang akan datang dan mendekati-Nya dengan permohonan mereka. Injil hari ini memberi kita gambaran sekilas tentang hari-hari Yesus yang biasa. Namun kita dapat yakin bahwa apa pun yang Yesus lakukan untuk orang-orang, baik menyembuhkan mereka, atau mengajar mereka, dibutuhkan energi dan Ia akan merasa lelah. Jadi ketika Ia pergi ke rumah mertua Petrus, mungkin itu untuk beristirahat. Ia perlu beristirahat sejenak. Tetapi ketika Ia melihat mertua Petrus terbaring di tempat tidur dengan demam, Ia segera menolongnya. Jadi, baik di depan umum maupun secara pribadi, baik di hadapan seorang perwira, atau di hadapan kerumunan yang menuntut, atau menolong seorang wanita miskin yang lemah, Yesus mencurahkan seluruh kasih dan kuasa-Nya. Yesus tentu bukan tipe orang yang akan tampil terbaik di depan umum, tetapi tampil terburuk di tempat pribadi. 

lumenchristi.id 2026 - Situs ini menggunakan cookies untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan menggunakan situs ini, Anda telah menyetujui penggunaan cookies dari Kami.