Bacaan I: 1Yoh 2:3-11 "Barangsiapa mengasihi saudaranya, ia tetap berada di dalam terang."
Mazmur Tanggapan: Mzm 96:1-2a.2b-3.5b-6
Bait Pengantar Injil: Luk 2:32 "Kristuslah cahaya yang menerangi para bangsa. Dialah kemuliaan bagi umat Allah."
Bacaan Injil: Luk 2:22-35 "Kristus cahaya para bangsa."
Bait Pengantar Injil: Luk 2:32 "Kristuslah cahaya yang menerangi para bangsa. Dialah kemuliaan bagi umat Allah."
Bacaan Injil: Luk 2:22-35 "Kristus cahaya para bangsa."
warna liturgi putih
Bacaan Kitab Suci dapat dibaca pada Alkitab atau klik tautan ini
| Prague
- The fresco of Presentation in the Temple in church kostel Svateho
Cyrila Metodeje probably by Gustav Miksch and Antonin Krisan (19.
cent.). (credit: sedmak/istock.com) |
Semoga semua orang masih memasang dekorasi Natal mereka di rumah masing-masing. Sukacita perayaan kelahiran Tuhan kita baru saja dimulai pada tanggal 25 Desember dan oktaf Natal berlanjut hingga Hari Raya Santa Perawan Maria, Bunda Allah pada tanggal 1 Januari. Dan kemudian masa Natal berlanjut hingga Pesta Pembaptisan Tuhan.
Dan sebagian besar bacaan Injil selama oktaf Natal berfokus pada peristiwa-peristiwa seputar kelahiran Tuhan kita. Dan saat kita membaca dan merenungkan bacaan-bacaan ini, ada baiknya untuk mengingat apa yang dikatakan Katekismus Gereja Katolik, No. 518 tentang "Seluruh kehidupan Kristus adalah misteri pengumpulan baru dari segalanya di bawah satu Kepala. Segala sesuatu yang telah dikerjakan, dikatakan dan diderita Yesus, bermaksud menempatkan kembali manusia yang sudah jatuh ke dalam panggilannya yang asli:
"Dengan menjadi manusia oleh inkarnasi, Ia merangkumkan dalam diri-Nya perkembangan manusia yang begitu lama dan menganugerahkan di dalam rangkuman ini keselamatan untuk kita, supaya kita menerima kembali dalam Kristus Yesus keberadaan kita menurut gambar dan rupa Allah, yang telah kita hilangkan dalam Adam" (Ireneus. haer. 3,18,1). "Karena itu, Yesus melewati setiap tangga usia, supaya memperbaiki lagi untuk semua orang persekutuan dengan Allah" (haer. 3,18,7) Bdk. haer. 2,22,4."
"Dengan menjadi manusia oleh inkarnasi, Ia merangkumkan dalam diri-Nya perkembangan manusia yang begitu lama dan menganugerahkan di dalam rangkuman ini keselamatan untuk kita, supaya kita menerima kembali dalam Kristus Yesus keberadaan kita menurut gambar dan rupa Allah, yang telah kita hilangkan dalam Adam" (Ireneus. haer. 3,18,1). "Karena itu, Yesus melewati setiap tangga usia, supaya memperbaiki lagi untuk semua orang persekutuan dengan Allah" (haer. 3,18,7) Bdk. haer. 2,22,4."
Yesus menebus seluruh sejarah manusia, dan Ia melakukannya dengan memenuhi seluruh hukum dan para nabi. Yesus Kristus hidup melalui setiap tahap kehidupan manusia, dari masa bayi hingga dewasa, dan dalam setiap tahap tersebut Dia hidup dalam ketaatan penuh kepada Allah, sesuatu yang gagal dilakukan oleh Adam yang pertama di Taman Eden. Melalui ketaatan-Nya yang sempurna, Kristus membalikkan spiral ketidaktaatan yang dimulai oleh Adam. Di mana Adam gagal dan membawa dosa serta maut bagi umat manusia, Kristus berhasil dan membawa kebenaran serta hidup kekal.



