Bacaan I: Kis 11:19-26 "Mereka berbicara kepada orang-orang Yunani, dan memberitakan Injil bahwa Yesus adalah Tuhan."
Mazmur Tanggapan: Mzm 87:1b-3.4-5.6-7; Ul: 1a "Pujilah Tuhan, hai segala bangsa!"
Bait Pengantar Injil: Yoh 10:27 "Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku, sabda Tuhan. Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku."
Bacaan Injil: Yoh 10:22-30 "Aku dan Bapa adalah satu."
Mazmur Tanggapan: Mzm 87:1b-3.4-5.6-7; Ul: 1a "Pujilah Tuhan, hai segala bangsa!"
Bait Pengantar Injil: Yoh 10:27 "Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku, sabda Tuhan. Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku."
Bacaan Injil: Yoh 10:22-30 "Aku dan Bapa adalah satu."
warna liturgi putih
![]() |
| SF Diocese |
Saya rasa semua orang di sini tahu bahwa tujuan Liturgi Sabda dalam perayaan Ekaristi kita adalah untuk menghubungkan bacaan pertama dengan Injil. Terkadang sangat jelas, terkadang agak sulit untuk ditentukan. Saya rasa hari ini sangat terarah dan terfokus. Kita membaca dari Kisah Para Rasul seperti yang telah kita lakukan sejak awal masa Paskah dan kita membaca Injil Yohanes, kisah Gembala yang Baik. Baik dalam Kisah Para Rasul maupun dalam Injil Yohanes, fokusnya jelas pada identitas. Ada bacaan yang indah dalam Kisah Para Rasul di mana kita membaca di bagian akhir bahwa di Antiokhia para murid pertama kali disebut Kristen. Di situlah identitas mereka, siapa mereka. Mereka mengidentifikasi diri sebagai pengikut Kristus dan tentu saja dalam Injil Yohanes, Yesus memberi tahu semua orang siapa Dia, bahkan mereka yang paling skeptis, bahwa Dia adalah Kristus.




