![]() |
| Karya: mbolina/istock.com |
Bacaan I: Rm 1:16-25 "Sekalipun mereka mengenal Allah, namun mereka tidak memuliakan Dia sebagai Allah."
Mazmur Tanggapan: Mzm 19:2-3.4-5 "Langit mewartakan kemuliaan Allah."
Bait Pengantar Injil: Ibr 4:12 "Sabda Allah itu hidup dan penuh daya, menguji segala pikiran dan maksud hati."
Bacaan Injil: Luk 11:37-41 "Berikanlah sedekah dan semuanya menjadi bersih."
Mazmur Tanggapan: Mzm 19:2-3.4-5 "Langit mewartakan kemuliaan Allah."
Bait Pengantar Injil: Ibr 4:12 "Sabda Allah itu hidup dan penuh daya, menguji segala pikiran dan maksud hati."
Bacaan Injil: Luk 11:37-41 "Berikanlah sedekah dan semuanya menjadi bersih."
warna liturgi hijau
Saudara-saudari terkasih dalam Kristus, merenungkan bacaan pertama hari ini, kita membaca dari Surat Rasul Paulus kepada umat di Roma, Rasul Paulus mengingatkan seluruh umat beriman di sana bahwa terlepas dari asal-usul, perbedaan, dan latar belakang mereka, Allah telah menyatakan diri-Nya kepada mereka semua dan memanggil mereka untuk melakukan kehendak mereka, mengikuti jalan yang telah ditunjukkan-Nya kepada mereka, dan tidak jatuh ke dalam godaan dan kebodohan orang-orang yang telah menyerahkan diri mereka kepada penyembahan berhala-berhala kafir yang lazim pada masa itu.
Intinya, Santo Paulus menyoroti kebodohan manusia dalam menyembah benda-benda ciptaan seperti Matahari, Bulan, bintang-bintang, unsur-unsur alam, dan aspek-aspek alam lainnya, yang merupakan asal-usul banyak berhala dan dewa-dewa kafir yang mereka sembah di kuil-kuil kafir mereka. Sebaliknya, setelah mempelajari dan menyadari kebenaran di balik segala sesuatu, Rasul Paulus mendorong umat beriman di Roma untuk terus menapaki jalan iman, percaya kepada Satu-satunya Allah yang Benar yang harus mereka sembah dan percayai, Dia yang telah menciptakan dunia ini dan segala sesuatu, alih-alih puas dengan penyembahan hal-hal duniawi dan makhluk ciptaan. Ini adalah pengingat bagi kita semua, serta umat Kristiani, bahwa kita perlu teguh dalam iman dan terus menjadi inspirasi yang baik dalam iman kita kepada Tuhan dalam segala hal.
Intinya, Santo Paulus menyoroti kebodohan manusia dalam menyembah benda-benda ciptaan seperti Matahari, Bulan, bintang-bintang, unsur-unsur alam, dan aspek-aspek alam lainnya, yang merupakan asal-usul banyak berhala dan dewa-dewa kafir yang mereka sembah di kuil-kuil kafir mereka. Sebaliknya, setelah mempelajari dan menyadari kebenaran di balik segala sesuatu, Rasul Paulus mendorong umat beriman di Roma untuk terus menapaki jalan iman, percaya kepada Satu-satunya Allah yang Benar yang harus mereka sembah dan percayai, Dia yang telah menciptakan dunia ini dan segala sesuatu, alih-alih puas dengan penyembahan hal-hal duniawi dan makhluk ciptaan. Ini adalah pengingat bagi kita semua, serta umat Kristiani, bahwa kita perlu teguh dalam iman dan terus menjadi inspirasi yang baik dalam iman kita kepada Tuhan dalam segala hal.




