Bacaan I: Kis 4:1-12 "Keselamatan hanya ada di dalam Yesus."
Mazmur Tanggapan: Mzm 118:1-2.4.22-24.25-27a; Ul: lih. 1 "Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru. "
Bait Pengantar Injil: Mzm 118:24 "Inilah hari yang dijadikan Tuhan. Marilah kita bersorak-sorai dan bersukacita karenanya."
Bacaan Injil: Yoh 21:1-14 "Yesus mengambil roti dan memberikannya kepada para murid; demikian juga ikan."
Mazmur Tanggapan: Mzm 118:1-2.4.22-24.25-27a; Ul: lih. 1 "Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru. "
Bait Pengantar Injil: Mzm 118:24 "Inilah hari yang dijadikan Tuhan. Marilah kita bersorak-sorai dan bersukacita karenanya."
Bacaan Injil: Yoh 21:1-14 "Yesus mengambil roti dan memberikannya kepada para murid; demikian juga ikan."
warna liturgi putih
Bacaan Kitab Suci dapat dibaca pada Alkitab atau silakan klik tautan ini
Nama “Yesus” dalam bahasa Ibrani berarti “Allah menyelamatkan” atau “Allah adalah keselamatan”. Dalam Kekristenan, nama Yesus adalah nama kudus, dan digunakan untuk menyebut Yesus yang adalah Tuhan dan Juruselamat kita. Itu juga berarti bahwa nama Yesus tidak boleh digunakan secara sembarangan atau tidak hormat. Kita juga menggunakan nama Yesus untuk memohon kepada-Nya dalam doa, dan itu juga merupakan bentuk doa yang paling sederhana, dengan mengulangi nama Yesus dengan penuh kasih. Tetapi bahkan di luar momen ibadah dan doa, penyebutan nama Yesus dapat menjadi bentuk kesaksian yang halus. Ketika kita berbagi dengan orang lain momen-momen bahagia dan mengharukan kita, alih-alih mengatakan “beruntung”, kita dapat mengatakan bahwa kita berterima kasih kepada Yesus atas berkat-berkat itu. Tetapi terkadang kita mungkin berpikir itu canggung dan kita lebih suka tidak membahas agama dalam percakapan kita.




