Bacaan I: 1Tes 3:7-13 "Semoga Tuhan membuat kamu berkelimpahan dalam kasih persaudaraan."
Mazmur Tanggapan: Mzm 90:3-5a.12-13.14.17; Ul: 1 "Penuhilah kami dengan kasih setia-Mu, ya Tuhan, supaya kami bersukacita."
Bait Pengantar Injil: Mat 24:42a,44 "Berjaga-jaga dan bersiap-siaplah, sebab kalian tidak tahu bilamana Anak Manusia datang."
Bacaan Injil: Mat 24:42-51 "Hendaklah kalian selalu siap siaga."
Mazmur Tanggapan: Mzm 90:3-5a.12-13.14.17; Ul: 1 "Penuhilah kami dengan kasih setia-Mu, ya Tuhan, supaya kami bersukacita."
Bait Pengantar Injil: Mat 24:42a,44 "Berjaga-jaga dan bersiap-siaplah, sebab kalian tidak tahu bilamana Anak Manusia datang."
Bacaan Injil: Mat 24:42-51 "Hendaklah kalian selalu siap siaga."
warna liturgi putih
Saudara-saudari
terkasih dalam Kristus, pada hari ini Sabda Tuhan dalam Kitab Suci
berbicara kepada kita perlunya selalu waspada setiap saat, karena jika kita diminta mempertanggungjawabkan hidup dan perbuatan kita di hadapan-Nya, siapkah kita untuk menunjukkan bahwa kita telah sungguh-sungguh setia dalam segala hal dan setiap saat? Kita hendaknya senantiasa berusaha menjadi orang Katolik yang baik dan setia, sebagai pengikut dan murid Tuhan Yesus yang baik dan layak dalam segala keadaan, melakukan yang terbaik untuk memuliakan Tuhan melalui segala perkataan dan perbuatan kita, melalui setiap interaksi kita satu sama lain sehingga setiap orang dapat mengenal Tuhan Yesus, kebenaran dan kasih-Nya melalui kita, melalui kasih kita kepada-Nya dan kasih kita satu sama lain, serta melalui kebenaran dan kebajikan kita dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam bacaan pertama kita mendengar kelanjutan nasihat Rasul Paulus kepada umat Allah di sana, yang telah tekun dan setia pada ajaran Rasul Paulus dan para misionaris Kristen lainnya. Itulah sebabnya Santo Paulus kembali mengungkapkan rasa syukurnya atas iman yang besar yang ditunjukkan umat Allah di Tesalonika, berbeda dengan banyak orang lain yang pada waktu itu menolak untuk percaya kepada Tuhan, kepada para Rasul, dan para misionaris-Nya. Umat dan umat beriman di Tesalonika tidak hanya menyambut para misionaris Kristen, tetapi mereka yang percaya pun menjadi orang beriman yang baik dan setia, tetap teguh dalam iman mereka kepada Allah.
Dalam bacaan pertama kita mendengar kelanjutan nasihat Rasul Paulus kepada umat Allah di sana, yang telah tekun dan setia pada ajaran Rasul Paulus dan para misionaris Kristen lainnya. Itulah sebabnya Santo Paulus kembali mengungkapkan rasa syukurnya atas iman yang besar yang ditunjukkan umat Allah di Tesalonika, berbeda dengan banyak orang lain yang pada waktu itu menolak untuk percaya kepada Tuhan, kepada para Rasul, dan para misionaris-Nya. Umat dan umat beriman di Tesalonika tidak hanya menyambut para misionaris Kristen, tetapi mereka yang percaya pun menjadi orang beriman yang baik dan setia, tetap teguh dalam iman mereka kepada Allah.




