| Home | Indonesian Papist | Renungan Pagi| Doa Umat Misa Harian | Privacy Policy | Support Lumen Christi |



Facebook  X  Whatsapp  Instagram 

November 19, 2025

Kamis, 20 November 2025 Hari Biasa Pekan XXXIII

 

Bacaan I: 1Mak 2:15-29 "Kami akan menaati hukum nenek moyang kami."

Mazmur Tanggapan: Mzm 50:1-2.5-6.14-15 "Siapa yang jujur jalannya, akan menyaksikan keselamatan yang dari Allah."

Bait Pengantar Injil: Mzm 95:8ab "Hari ini janganlah bertegar hati, tetapi dengarkanlah suara Tuhan."

Bacaan Injil: Luk 19:41-44 "Andaikan engkau tahu apa yang perlu untuk damai sejahteramu!"
 
warna liturgi hijau
 
 Bacaan Kitab Suci dapat dibaca pada Alkitab atauklik tautan ini
  
St Joseph Cathedral, Diocese of SiouxFall


 Saudara-saudari terkasih dalam Kristus, dalam perikop dari Kitab Kedua Makabe yang menceritakan momen ketika pemberontakan Makabe dimulai di sebuah kota bernama Modein di Yudea, tempat tinggal seorang imam bernama Matatias dan putra-putranya, yang kemudian dikenal sebagai Makabe. Sebagaimana telah kita dengar, wakil raja Seleukus Yunani, Antiokhus IV Epifanes, pergi ke sana karena hal yang sama telah terjadi di mana-mana di wilayah kekuasaan raja tersebut. Ia melaksanakan tuntutan keras raja agar mereka semua meninggalkan iman dan kepercayaan mereka sendiri, dan sebagai gantinya mempersembahkan kurban serta menyembah dewa-dewa pagan Yunani. Di sanalah, di Modein, mereka yang ingin tetap setia kepada Tuhan dan mereka yang bersedia tunduk pada keinginan raja, berjuang untuk pertama kalinya.

Dan sebagaimana telah kita dengar, Matatias menolak tawaran murah hati raja untuknya dan keluarganya, meskipun ia menawarkan kepada mereka semua kekayaan dan kemakmuran yang sangat besar, prestise dan kekuasaan sebagai sahabat raja, sebuah posisi yang sangat berkuasa pada masa itu. Namun, ia tidak gentar atau patah semangat oleh tawaran, bujukan, atau paksaan dari wakil raja. Keberanian dan semangat yang ditunjukkannya setelah itu menjadi pengingat bagi kita semua bahwa kita juga harus menunjukkan iman dan komitmen yang sama kepada Allah dalam menghadapi tantangan dan kesulitan, sebagaimana Matatias dan banyak pendahulu kita lainnya telah tunjukkan kepada kita di seluruh Kitab Suci. Kita masing-masing sebagai orang Katolik hendaknya selalu menjadi teladan, dan inspirasi yang baik dalam segala hal yang kita katakan dan lakukan, dalam menjalani hidup yang benar-benar layak di hadapan Allah.

lumenchristi.id 2026 - Situs ini menggunakan cookies untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan menggunakan situs ini, Anda telah menyetujui penggunaan cookies dari Kami.