| Home | Indonesian Papist | Renungan Pagi| Doa Umat Misa Harian | Privacy Policy | Support Lumen Christi |



Facebook  X  Whatsapp  Instagram 

Desember 22, 2024

Senin, 23 Desember 2024 Hari Biasa Khusus Adven - Novena Natal Hari Kedelapan

 

Bacaan I: Mal 3:1-4;4:5-6 "Aku akan mengutus Nabi Elia kepadamu menjelang datangnya hari Tuhan."
    
Mazmur Tanggapan: Mzm 25:4b-5b.8-9.10.14; R: Luk 21:28 "Bangkitlah dan angkatlah mukamu sebab penyelamatanmu sudah dekat."

Bait Pengantar Injil: O Tuhan, Raja segala bangsa dan batu penjuru Gereja, datanglah dan selamatkanlah umat-Mu

Bacaan Injil: Luk 1:57-66 "Kelahiran Yohanes Pembaptis."
   
 warna liturgi ungu  
 
 Bacaan Kitab Suci dapat dibaca pada Alkitab atau klik tautan ini
 
 
catholic tv
 
 
 Saudara-saudari terkasih dalam Kristus, pada hari ini kita merenungkan Sabda Tuhan yang berbicara kepada kita tentang utusan Allah yang telah Ia nyatakan melalui para nabi-Nya sebagai orang yang akan mempersiapkan jalan bagi kedatangan Mesias, sebagaimana yang kita baca dari Nabi Maleakhi dalam bacaan pertama kita hari ini, saat sang nabi berbicara tentang kedatangan utusan yang juga adalah Nabi Elia, untuk mempersiapkan jalan bagi kedatangan Mesias.

Sudah waktunya bagi kita hari ini untuk membaca atau mendengarkan bacaan dari Kitab Suci ini untuk mengingatkan kita tentang apa yang telah dilakukan oleh pribadi dan hamba Tuhan ini demi kita, ketika ia melakukan apa yang telah Tuhan perintahkan kepadanya untuk dilakukan, dalam semua pekerjaan yang telah dilakukannya, dalam memanggil orang-orang untuk bertobat dan berpaling dari dosa-dosa mereka, dan sebaliknya memeluk kebenaran Allah dan mempersiapkan diri mereka untuk menyambut Juruselamat Tuhan yang akan segera datang.

Dan hamba Allah ini tidak lain adalah St. Yohanes Pembaptis, orang yang diutus untuk mempersiapkan jalan bagi Kristus, yang lahir dari orang tuanya, Zakharia dan Elisabeth. Zakharia inilah yang kita dengar dalam bacaan Injil hari ini, yang memuji Tuhan, bersyukur kepada-Nya atas semua yang telah Dia lakukan bagi umat-Nya, pada saat putranya, St. Yohanes Pembaptis lahir pada saat Zakharia dan Elisabeth sudah sangat tua dan melewati usia subur.

Pada awalnya, ketika Malaikat Tuhan datang kepada Zakharia dan memberitakan bahwa ia dan istrinya akan memiliki anak istimewa bahkan di usia tua mereka, sebagai anak yang telah dijanjikan Tuhan kepada umat-Nya sejak lama, Zakharia awalnya tidak percaya dan meragukan Malaikat itu, dengan mengatakan bahwa ia dan istrinya tidak dapat memiliki anak pada usia seperti itu. Akibatnya, ia menjadi bisu dan tidak dapat berbicara sampai semua yang Tuhan katakan menjadi kenyataan, karena Elisabeth benar-benar hamil dan melahirkan St. Yohanes Pembaptis.

Apa yang telah kita dengar atau baca hari ini dalam bacaan Injil kita adalah momen sukacita dan keajaiban yang luar biasa yang terjadi pada Zakharia, karena tepat setelah St. Yohanes Pembaptis lahir, Zakharia terbebas dari kebisuannya. Zakharia memuji Tuhan, dan semuanya terjadi sesuai dengan kehendak Tuhan. Dan anak itu akan terus menjadi hamba Tuhan yang setia dan berdedikasi, mendedikasikan seluruh hidupnya untuk melayani Tuhan, memanggil banyak orang untuk bertobat dan berbalik kepada Tuhan, membaptis mereka di Sungai Yordan sebagai simbol pembaruan mereka.

Saudara-saudari di dalam Kristus, lalu apa pentingnya apa yang telah kita dengar atau baca dalam bacaan Kitab Suci kita hari ini? Yaitu bahwa masing-masing dari kita harus menghargai pertama-tama betapa banyak yang telah Tuhan lakukan bagi kita, dalam memberi kita karunia keselamatan yang begitu besar, sehingga melalui Putra-Nya, Dia dengan rela datang untuk tinggal di tengah-tengah kita, merangkul kemanusiaan kita untuk menjadi manusia, yang melalui-Nya kita semua telah menerima kepastian harapan baru dan kehidupan baru di dalam Dia, yang dijamin oleh tidak lain selain Darah dan kehidupan-Nya sendiri.

Tuhan mengutus kita semua nabi dan rasul-Nya, hingga St. Yohanes Pembaptis, semuanya dengan maksud untuk mengingatkan kita dan membantu kita menemukan jalan kepada-Nya, agar hati dan pikiran kita tersentuh, agar kita dapat melihat kasih yang telah dilimpahkan-Nya kepada kita, dan yang telah diberikan-Nya dengan murah hati kepada kita dalam Kristus, Putra-Nya, yang kita rayakan dengan penuh sukacita di hari Natal, merayakan momen ketika kasih-Nya telah terwujud di tengah-tengah kita dalam daging.

Marilah kita semua mengasihi Tuhan dengan segenap hati dan segenap kekuatan kita mulai sekarang, dimulai dari perayaan Natal mendatang, agar kita dapat menempatkan Tuhan sekali lagi di pusat kehidupan, keluarga, dan masyarakat kita. Semoga Tuhan menyertai kita semua, dan semoga Dia memberkati kita semua dalam perjalanan iman dan persiapan Natal kita. Amin.

lumenchristi.id 2026 - Situs ini menggunakan cookies untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan menggunakan situs ini, Anda telah menyetujui penggunaan cookies dari Kami.