| Home | Indonesian Papist | Renungan Pagi| Doa Umat Misa Harian | Privacy Policy | Support Lumen Christi |



Facebook  X  Whatsapp  Instagram 

Februari 07, 2025

Sabtu, 08 Februari 2025 Hari Biasa Pekan IV

 
Bacaan I: Ibr 13:15-17.20-21 "Semoga Allah damai sejahtera melengkapi kamu dengan segala yang baik."
   
Mazmur Tanggapan: Mzm 23:1.3a.4b.5.6, Ul: lih. 1 "Tuhanlah gembalaku, takkan kekurangan aku."

Bait Pengantar Injil: Yoh 10:17 "Domba-domba-Ku mendengar suara-Ku, sabda Tuhan. Aku mengenal mereka, dan mereka mengikuti Aku."

Bacaan Injil: Mrk 6:30-34 "Mereka itu bagaikan domba-domba tak bergembala."
    
 warna liturgi hijau

Bacaan Kitab Suci dapat dibaca pada Alkitab atau klik tautan ini

CC0
 
Saudara-saudari terkasih dalam Kristus, pada hari ini kita merenungkan karya-karya Allah yang penuh kasih dan luar biasa, Tuhan kita dan Pencipta yang penuh kasih, yang telah dengan rela mengasihi kita masing-masing, dan tetap dalam kasih itu meskipun kita menolak untuk percaya kepada-Nya, keras kepala dan kurang beriman. Allah begitu mengasihi kita, sehingga Ia mengirimkan kepada kita semua hadiah-Nya yang terbesar, perwujudan sempurna dari kasih-Nya yang kekal, yang tidak lain adalah Yesus Kristus, Putra-Nya yang tunggal, untuk menjadi Juruselamat kita.

Dan hari ini, kita diingatkan tentang Tuhan yang adalah Gembala dan Pembimbing kita yang penuh kasih, Guru dan harapan kita, Dia yang melalui-Nya kita telah menerima kebenaran tentang Allah dan kasih karunia-Nya yang menyelamatkan, seperti cahaya yang menembus tabir kegelapan yang telah menguasai kita selama ini. Ia datang ke dunia, dipenuhi dengan kasih dan belas kasihan yang membara, mengasihani kita atas penderitaan kita, dan ingin menunjukkan kepada kita belas kasihan-Nya yang murah hati.

Itulah yang ditunjukkan oleh bacaan Injil hari ini kepada kita, ketika bacaan Injil hari ini menceritakan kepada kita bagaimana Tuhan Yesus dan para pengikut-Nya melayani umat tanpa henti, dan terus bekerja meskipun mereka kurang istirahat dan tidur. Tuhan Yesus sendiri memberi tahu para pengikut-Nya untuk beristirahat sementara Ia terus mengajar umat dan melayani mereka. Semua ini mungkin terjadi karena kasih yang murni yang Tuhan berikan kepada kita dengan begitu lembut dan penuh belas kasihan, sehingga Ia masih ingin mengampuni kita meskipun kita keras kepala dan memberontak.

Meskipun Tuhan Yesus sendiri pasti lelah, tetapi Ia tetap melanjutkan, memperhatikan kebutuhan umat dengan segenap kekuatan-Nya, untuk menjadi Pembimbing, Pemimpin, dan Gembala mereka. Disebutkan dengan jelas dalam Injil hari ini, bagaimana Ia melihat umat yang semuanya seperti domba dalam kawanan tanpa gembala. Domba tanpa gembala akan tersesat, dan akan berada dalam bahaya besar karena ada banyak hal di alam liar yang dapat membahayakan mereka, seperti predator dan bahaya alam lainnya.

Itulah sebabnya Tuhan Yesus menjadi Gembala mereka, mengasihi umat-Nya dan memelihara mereka, agar mereka tidak tersesat dari-Nya, dan jatuh ke dalam penjarahan Setan dan semua sekutunya yang jahat, kekuatan kegelapan dan kejahatan, semua yang berusaha menghancurkan dan mengutuk jiwa manusia. Dan dalam kesempatan lain dalam Injil, Ia menyebut diri-Nya sebagai Gembala yang Baik, sebagai Pribadi yang akan berdiri di samping domba-domba-Nya setiap saat, tidak peduli apa pun keadaan dan tantangannya.

Gembala yang Baik menyerahkan nyawa-Nya bagi domba-domba-Nya, dan inilah yang ditekankan Tuhan Yesus kepada orang-orang untuk menunjukkan kepada mereka betapa Ia mengasihi setiap orang dari mereka, untuk menjadi pembimbing dan perisai mereka dari semua orang yang berusaha menyakiti mereka. Dan ungkapan kasih yang paling utama ini, adalah apa yang telah kita lihat di kayu salib Kristus, ketika Ia menyerahkan nyawa-Nya sendiri, menanggung beban berat salib, agar setiap orang dari kita dapat hidup.

Saudara-saudari dalam Kristus, pada hari ini kita diingatkan tentang kasih Allah yang luar biasa, serta tanggung jawab dan misi yang telah dipanggil untuk kita masing-masing, sebagai semua orang yang telah mendengar Sabda Tuhan dan menanggapi panggilan-Nya untuk menjadi orang Katolik, sebagai semua orang yang percaya kepada-Nya dan berjalan di jalan-jalan-Nya. Sama seperti Allah sendiri telah mengasihi kita semua begitu besar, kita juga dipanggil untuk menunjukkan kasih yang sama ini kepada sesama manusia, saudara-saudari kita.

Marilah kita semua menunjukkan kasih ini, tanpa pamrih dan murni, kepada saudara-saudari kita yang membutuhkan mereka, terutama mereka yang tidak memiliki siapa pun untuk mengasihi mereka dan merawat mereka, semua orang yang telah dikucilkan dan disingkirkan, yang membutuhkan, lapar dan sakit, tertindas, berduka dan dipenuhi dengan rasa sakit. Kita harus mengikuti teladan Tuhan Yesus, dengan menunjukkan kasih dan belas kasihan yang sama kepada mereka, untuk berbagi dengan mereka kasih Allah yang luar biasa.

Semoga Tuhan menyertai kita selalu, dan semoga Dia, Gembala baik kita, terus membimbing kita di jalan hidup ini, agar kita dapat terus mengasihi-Nya dan melayani-Nya meskipun menghadapi tantangan dan kesulitan yang harus kita hadapi sepanjang hidup. Amin.

lumenchristi.id 2026 - Situs ini menggunakan cookies untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan menggunakan situs ini, Anda telah menyetujui penggunaan cookies dari Kami.