Mazmur Tanggapan: Mzm 147:12-13.15-16.19-20; Ul: 12a "Megahkanlah Tuhan, hai Yerusalem!"
Bait Pengantar Injil: Yoh 6:64b,69b "Sabda-Mu, ya Tuhan, adalah roh dan kehidupan. Engkau mempunyai sabda kehidupan kekal."
Bacaan Injil: Mat 5:17-19 "Siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi."
![]() |
| Diocese of SiouxFall |
Saudara-saudari terkasih dalam Kristus, dalam bacaan pertama dari Kitab Ulangan, kita membaca tentang momen ketika Musa mengumpulkan orang-orang Israel di hadapannya saat mereka melakukan perjalanan melalui padang gurun setelah pembebasan mereka dari Mesir, dan tepat sebelum mereka memasuki Tanah Perjanjian. Musa mengingatkan orang-orang tentang hak istimewa khusus yang telah mereka terima, karena menjadi orang-orang pilihan Allah, mereka yang kepadanya Allah telah menyatakan hukum dan perintah-perintah-Nya.
Musa telah menyampaikan hukum Tuhan kepada umat-Nya, dalam sepuluh perintah Allah dan dalam banyak perintah dan ajaran hukum lainnya yang disampaikan dari Tuhan kepada orang Israel melalui Musa. Dan Musa juga mengingatkan orang Israel tentang hubungan khusus yang mereka semua miliki dengan Tuhan, karena Tuhan menyertai mereka dan membimbing mereka, sehingga mereka mampu bertahan melalui kesulitan selama empat puluh tahun perjalanan melalui padang gurun.
Tuhan menyediakan umat-Nya dengan segala sesuatu yang mereka butuhkan, memberi mereka makan dengan manna setiap hari, roti dari surga itu sendiri, serta air jernih dan manis yang mengalir dari batu-batu. Bahkan diceritakan bahwa sebuah batu mengikuti orang Israel, sebagai tanda pemeliharaan Tuhan, bahwa Dia akan selalu menyediakan kebutuhan orang-orang yang dikasihi-Nya. Dia bahkan mengusir dan menghancurkan semua orang yang berusaha membawa kehancuran bagi orang Israel, musuh-musuh mereka dan semua orang yang tidak menyambut orang-orang pilihan Tuhan.
Itulah sebabnya Kristus harus datang dan menyatakan kepenuhan kebenaran hukum Allah di hadapan semua umat-Nya, untuk menyatakan sepenuhnya mengapa Allah memberikan hukum kepada umat-Nya, kepada generasi-generasi orang yang telah gagal memahami tujuan dan maksud sejati mengapa Allah memberikan hukum kepada umat-Nya. Orang-orang Farisi dan para ahli Taurat pada zaman Yesus menuduh-Nya tidak taat dan mencoba mendiskreditkan hukum melalui tindakan-tindakan-Nya, dan memburu serta menganiaya Dia dan para pengikut-Nya tanpa henti karena hal ini.
Itulah sebabnya Tuhan Yesus menjelaskan kepada orang Farisi dan ahli Taurat, serta semua orang yang telah mendengar pesan-Nya, bahwa Ia datang ke dunia ini dengan membawa kepenuhan kebenaran dan hikmat Allah, dan bukan untuk mengabaikan apa yang telah Allah berikan kepada umat manusia. Ia sebenarnya akan memurnikan hukum Taurat dan praktik-praktik hukum Taurat daripada mengabaikannya atau meninggalkannya. Selama berabad-abad, hukum Taurat telah dirusak dalam pemahaman dan tujuannya oleh keinginan dan kerusakan manusia.
Saudara-saudari di dalam Kristus, Allah sendiri menyatakan kepada kita bahwa hukum-Nya adalah hukum kasih, bukan hukum penindasan dan ketakutan. Hukum-Nya dimaksudkan untuk mengajarkan kita jalan kasih, dan Tuhan tidak hanya memaksakan jalan-jalan itu kepada kita. Sebaliknya, Ia sendiri menunjukkannya melalui teladan melalui Putra-Nya, Tuhan kita Yesus Kristus sendiri. Karena Yesus sendiri meringkas hukum Taurat menjadi dua kategori utama, yaitu pertama-tama, mengasihi Allah dengan segenap hati kita dan dengan segenap kekuatan kita, dan kedua, mengasihi sesama saudara-saudari kita dengan kasih yang sama.
Tuhan Yesus sangat mengasihi Bapa-Nya, menghabiskan banyak waktu untuk berdoa di tempat terpencil untuk berbicara kepada-Nya dalam doa. Ia menaati kehendak Bapa sampai akhir, ketika Ia rela menerima kematian, wafat di kayu salib demi kasih-Nya kepada Bapa surgawi-Nya, juga bagi kita semua. Ia juga mengasihi kita masing-masing karena belas kasihan-Nya bagi mereka di antara kita yang terhilang, terhilang, dan terpinggirkan. Ia mengulurkan tangan kepada mereka yang sakit jasmani dan rohani.
Saudara-saudari dalam Kristus, kini kita semua ditantang untuk mengikuti apa yang telah Tuhan lakukan sendiri, dalam menggenapi hukum Taurat dengan begitu sempurna dan dalam contoh-contoh yang telah Ia tunjukkan kepada kita semua. Mampukah kita mulai sekarang untuk berkomitmen hidup setia menurut hukum Tuhan? Dan ini berarti bagi kita untuk meninggalkan kesombongan dan keegoisan, keserakahan dan keinginan manusia dalam semua tindakan kita. Namun ini bukanlah sesuatu yang dapat dilakukan dengan mudah.
Godaan dan tantangan akan selalu ada di tengah-tengah kita, dan kecuali kita menahan diri dan berusaha sebaik mungkin untuk melakukan apa yang menyenangkan Tuhan, dengan mengasihi Dia dan sesama saudara, kita akan jatuh berulang kali ke dalam dosa. Namun, ingatlah, saudara-saudari, bahwa Tuhan selalu sabar, selalu mengampuni dan selalu mengasihi. Tuhan akan menuntun kita ke jalan yang benar jika saja kita mengizinkan-Nya melakukannya. Terlalu sering kita terlalu teralihkan dan sibuk untuk mencari-Nya atau memahami betapa Dia mengasihi kita masing-masing. Semoga Tuhan memberkati kita semua, sekarang dan selamanya. Amin.




