Rabu, 25 Agustus 2021

Kamis, 26 Agustus 2021 Hari Biasa Pekan XXI

Bacaan I: 1Tes 3:7-13 "Semoga Tuhan membuat kamu berkelimpahan dalam kasih persaudaraan."

Mazmur Tanggapan: Mzm 90:3-5a.12-13.14.17; Ul: 1 "Penuhilah kami dengan kasih setia-Mu, ya Tuhan, supaya kami bersukacita."

Bait Pengantar Injil: Mat 24:42a,44 "Berjaga-jaga dan bersiap-siaplah, sebab kalian tidak tahu bilamana Anak Manusia datang."

Bacaan Injil: Mat 24:42-51 "Hendaklah kalian selalu siap siaga."
 
warna liturgi hijau
 
Saudara-saudari yang terkasih dalam Kristus, merenungkan bacaan-bacaan Kitab Suci hari ini kita semua dipanggil untuk tetap setia pada iman kita kepada Tuhan, dan untuk bertekun dalam iman sehingga kita tidak mudah jatuh ke dalam pencobaan untuk berbuat dosa. Kita semua dipanggil untuk setia setiap saat dan melakukan yang terbaik di setiap kesempatan yang diberikan kepada kita sehingga kita akan selalu siap kapan pun Dia datang, seperti yang Dia janjikan kepada kita.

Kita harus selalu sadar dan sadar bahwa kita tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan dan karunia apapun yang Tuhan berikan kepada kita selama ini. Ya, Tuhan selalu sabar dan Dia selalu bertahan dalam upaya-Nya untuk menyapa kita, di setiap saat, tetapi kita juga telah diberi karunia kehendak bebas dan kebijaksanaan untuk membedakan jalan yang benar, dan hasilnya dari setiap jalan yang kita temui dalam hidup seringkali sudah diketahui, namun banyak di antara kita masih ragu-ragu dan menolak untuk percaya kepada Tuhan dengan sepenuh hati atau untuk percaya sepenuhnya kepada-Nya.
 
Dalam perikop Injil kita hari ini, kita mendengar Tuhan berbicara dalam perumpamaan kepada orang-orang, menyoroti tentang hamba-hamba tuan dan tuan rumah yang akan melakukan perjalanan jauh, dan yang mempercayakan kepada hamba-hamba itu pemeliharaan dan tanggung jawab atas rumah tangganya. . Tuhan dengan jelas menyoroti dua sikap berbeda dari dua hamba yang berbeda yang bertindak secara berbeda atas apa yang tuan mereka perintahkan untuk mereka lakukan. Kemudian kita mendengar bagaimana hamba yang malas itu tertangkap basah dan tidak siap dalam kemalasannya, dalam sikapnya yang bejat dan jahat terhadap orang-orang yang dipercayakan di bawah asuhannya ketika tuannya tiba-tiba kembali.

Sementara itu, hamba yang setia yang tetap waspada dan melakukan yang terbaik seperti yang diharapkan darinya menerima hadiah dan kegembiraan yang besar ketika dia menyambut tuannya kembali, dan dia akan dipercayakan dengan hal-hal yang jauh lebih besar karena kerja keras dan dedikasinya terhadap tugasnya. dan tanggung jawab. Dan ini juga berfungsi sebagai pengingat tentang siapa kita semua diharapkan, untuk berjalan dengan setia di hadirat Tuhan dan Guru kita, dengan iman dan dedikasi yang sejati.

Seperti yang kita dengar dalam perumpamaan itu, kita semua dipanggil untuk mengikuti teladan hamba yang setia dan rajin, dan tidak menjadi seperti hamba yang malas dan tidak setia. Kita semua telah diberikan dan dipercayakan dengan banyak karunia besar oleh Tuhan, dalam semua berbagai bakat, kemampuan, dan kesempatan kita yang berbeda. Namun, banyak dari kita sering kali tidak menggunakan hal-hal, karunia, dan kesempatan itu sebagaimana kita telah dipanggil untuk melakukannya. Sebaliknya, terkadang kita menyembunyikannya, mengabaikannya, dan kami bertindak dengan cara yang bertentangan dengan Tuhan dan bertentangan dengan kebenaran-Nya.

Apakah kita akan terus berjalan di jalan itu? Kita semua harus tahu apa yang ada di ujung jalan itu, dan jika kita tidak hati-hati, kita akan berakhir dalam penyesalan abadi, ketika penghakiman dijatuhkan pada kita, dan di mana kita tidak memiliki jalan keluar atau jalan keluar lebih lanjut. Tuhan telah mempercayakan banyak hal kepada kita, dan Dia juga telah memberi kita banyak kesempatan untuk membalikkan keadaan, dan Dia telah memanggil kita semua untuk memenuhi tanggung jawab kita, selama ini. Apakah kita mau mendengarkan Tuhan, dan maukah kita berpaling kepada-Nya mulai sekarang, mempercayakan diri kita dalam pemeliharaan-Nya dan melakukan kehendak-Nya mulai sekarang?

Oleh karena itu marilah kita semua berusaha untuk semakin setia dan berdedikasi dengan setiap kesempatan yang lewat, dan melakukan yang terbaik untuk menjadi hamba dan murid Tuhan yang layak, sehingga dalam segala hal yang kita katakan dan lakukan, kita dapat selalu memuliakan Tuhan dan pujilah Dia, dan sebagai murid dan pengikut-Nya yang layak, kita akan layak akan kehadiran dan kehidupan abadi-Nya, yang dijanjikan kepada semua orang yang setia kepada-Nya. Semoga Tuhan memberkati kita selalu, dalam segala hal, dan semoga Dia membimbing kita dalam perjalanan iman kita dalam hidup, bahkan hingga hal-hal terkecil. Amin.
Karya: EvgeniyaTiplyashina/istockphoto.com