Bacaan I: 1Sam 17:32-33.37.40-51 "Daud mengalahkan Goliat dengan umban dan batu."
Mazmur Tanggapan: Mzm 144:1b.2.9-10 "Terpujilah Tuhan, gunung batuku."
Bait Pengantar Injil: Mat 4:23 "Yesus memberitakan Injil Kerajaan Allah, dan menyembuhkan semua orang sakit."
Bacaan Injil: Mrk 3:1-6 "Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat menyelamatkan nyawa orang atau membunuhnya?"
Mazmur Tanggapan: Mzm 144:1b.2.9-10 "Terpujilah Tuhan, gunung batuku."
Bait Pengantar Injil: Mat 4:23 "Yesus memberitakan Injil Kerajaan Allah, dan menyembuhkan semua orang sakit."
Bacaan Injil: Mrk 3:1-6 "Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat menyelamatkan nyawa orang atau membunuhnya?"
warna liturgi merah
Bacaan Kitab Suci dapat dibaca pada Alkitab atau klik tautan ini
Saudara-saudari yang terkasih dalam Yesus Kristus, kalau kita mengikuti Ekaristi setiap pagi, mulai Senin Hari Biasa Pekan I, tanggal 12 Januari 2026, sampai dengan nanti, Sabtu biasa kedua, tanggal 24 Januari 2026, bacaan pertama diambil dari Kitab Pertama Samuel, termasuk yang kita baca dalam bacaan yang pertama hari ini. Selama dua minggu ditampilkan tokoh-tokoh yang akan membantu kita untuk semakin percaya akan segala rencana dan kehendak Tuhan. Ditampilkan Hana, seorang ibu yang rindu untuk mempunyai anak, dan kemudian dia mempunyai anak Samuel.
Ketika Samuel besar, dia dipakai oleh Tuhan untuk mengurapi Raja Saul sebagai Raja Israel. Dan juga kemudian Samuel dipakai oleh Tuhan untuk mengurapi Raja Israel, yaitu Raja Daud, yang tadi kita dengar. Selama dua minggu ini, kalau kita renungkan bersama, bahwa Tuhan menyertai umatnya, dan akhirnya orang-orang disempurnakan.
Orang-orang dipilih oleh Tuhan untuk membantu kita dalam menyempurnakan rencana-rencana Tuhan. Samuel, Saul, dan Daud dipakai oleh Tuhan untuk menyempurnakan rencana Tuhan. Kalau kita merenungkan Injil hari ini, kita mengatakan bahwa hidup di dunia ini adalah sebuah perjalanan yang pasti penuh dengan suka duka, yang penuh juga dengan ada orang yang hati tulus, tapi juga ada hati yang dengki, dendam, iri.
Seperti dalam bacaan Injil hari ini, ditampilkan Yesus, orang yang sakit, tangannya, sebelah tangannya, lalu juga ada orang Farisi dan Herodian. Yesus mempunyai keinginan untuk menyembuhkan orang, mempunyai hati yang bersih, tetapi di situ juga ditampilkan orang-orang yang punya perasaan iri. Bagaimana orang-orang Farisi mengamati Yesus, mencari kesalahan, dan kemudian menyalahkannya.
Bisa jadi tipe-tipe ini, menyalahkan itu bagian dari kehidupan kita. Kita mudah menyalahkan. Dan mereka lakukan pada hari sabat, kita tahu hari sabat adalah hari kudus, hari untuk orang berbuat baik, hari untuk orang dekat dengan Tuhan, mengagungkan Tuhan pada hari sabat.
Justru orang-orang Farisi pada hari itu, justru mengamati Yesus untuk menyalahkan Yesus. Itulah pengalaman real yang kita temui di dunia ini. Ada pengalaman-pengalaman yang menjengkelkan, membuat Yesus juga marah dalam bacaan Injil hari ini.
Yesus sendiri mengalami perjalanan yang real dalam kehidupan di dunia ini. Tapi dalam situasi apapun, Yesus tetap berbuat baik. Itu yang harus kita masukkan dalam hati kita.
Dalam situasi yang paling menjengkelkan pun, Yesus tetap berbuat baik. Dia tidak mau mengotori hidupnya, dia tidak mau mengotori dirinya untuk hal-hal seperti itu. Di sini ada pengalaman-pengalaman real yang kita jalankan. Dan seterusnya nanti kita tidak tahu pengalaman real itu pengalaman sukacita, kadang-kadang khawatir, kadang-kadang sedih, kadang-kadang menyakitkan.
Saudara-saudara seiman, banyak di antara kita dalam kehidupan masing-masing yang akan menghadapi tantangan dan kesulitan, seperti yang dihadapi oleh Daud ketika melawan Goliat si raksasa, dan juga orang yang tangannya lumpuh, yang dipastikan tahan terhadap prasangka dan masalah dalam hidupnya. Juga seperti St Agnes yang diuji, ditakut-takuti bahkan dituduh menjalani kehidupan sebagai seorang pelacur. Ia diancam dengan hukuman mati dan dipaksa membawakan kurban kepada dewa dewa kafir Romawi. Namun St Agnes tidak gentar sedikitpun menghadapi semua ancaman dan siksaan itu. Ia dengan gagah berani menolak segala tuduhan atas dirinya dan mempertahankan kemurnianya. Belenggu yang dikenakan pada tangannya terlepas dengan sendirinya. Bagi dia Kristus adalah segala-galanya. Dia yakin Kristus menyertainya dan tetap menjaga dirinya dari segala siksaan atas dirinya.
Namun Tuhan menyertai mereka semua, dan Dia menyediakan bagi mereka masing-masing, dengan cara dan metode-Nya sendiri. Tuhan itu pengasih dan baik hati, tapi kita umat manusia belum mengasihi Dia sebagaimana seharusnya. Maka saudara-saudara seiman dalam Kristus, marilah kita semua memperbaharui komitmen kita untuk mencintai Tuhan kita, dan mengabdikan diri kita dengan sepenuh hati dan percaya kepada-Nya, seperti yang dilakukan Daud, dan seperti yang dilakukan St Agnes. Semoga Tuhan selalu menyertai kita, dan semoga Dia memberkati kita dan semua usaha kita. Amin. (YH/LUMEN CHRISTI)
Saudara-saudari, marilah kita menyampaikan permohonan kita kepada Tuhan, dengan mengingat banyak berkat yang telah Dia berikan kepada kita. Karena itu, marilah kita berdoa untuk Bapa Suci kkita, Paus Leo, semoga Roh Kudus terus membimbing dan menguatkannya dalam segala hal yang dilakukannya. Marilah kita berdoa.
Tuhan, dengarkanlah doa kami.
Tuhan, dengarkanlah doa kami.
Bagi anggota legislatif, para pembuat undang-undang, hakim, dan pengacara, semoga hikmat Tuhan memenuhi pekerjaan mereka dengan belas kasih. Marilah kita berdoa.
Tuhan, dengarkanlah doa kami.
Tuhan, dengarkanlah doa kami.
Bagi mereka yang merasa jauh dari Tuhan, semoga Bapa menyatakan Putra-Nya, Yesus, dan menunjukkan jalan kepada mereka. Marilah kita berdoa.
Tuhan, dengarkanlah doa kami.
Tuhan, dengarkanlah doa kami.
Bagi komunitas ini, semoga kami dapat lebih mencintai dan memahami misteri perjamuan Ekaristi. Marilah kita berdoa.
Tuhan, dengarkanlah doa kami.
Tuhan, dengarkanlah doa kami.
Dan untuk orang-orang terkasih kita yang telah meninggal, semoga mereka disambut di perjamuan pernikahan Anak Domba. Marilah kita berdoa.
Tuhan, dengarkanlah doa kami.
Bapa di surga, kami bersyukur, dan kami memuji Engkau karena telah memanggil kami kepada-Mu. Dan kami memohon semoga Engkau berkenan mengabulkan permohonan yang kami sampaikan dengan pengantaraan Kristus Tuhan kami.
Amin. (LM/LUMEN CHRISTI)
Amin. (LM/LUMEN CHRISTI)




