Bacaan I: 1Raj 10:1-10 "Ratu Syeba melihat segala hikmat Salomo."
Mazmur Tanggapan: Mzm 37:5-6.30-31.39-40 "Mulut orang benar menuturkan hikmat."
Bait Pengantar Injil: Yoh 17:17ba "Sabda-Mu ya Tuhan, adalah kebenaran. Kuduskanlah kami dalam kebenaran."
Bacaan Injil: Mrk 7:14-23 "Apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya."
Mazmur Tanggapan: Mzm 37:5-6.30-31.39-40 "Mulut orang benar menuturkan hikmat."
Bait Pengantar Injil: Yoh 17:17ba "Sabda-Mu ya Tuhan, adalah kebenaran. Kuduskanlah kami dalam kebenaran."
Bacaan Injil: Mrk 7:14-23 "Apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya."
warna liturgi hijau
Bacaan Kitab Suci dapat dibaca pada Alkitab atau klik tautan ini
![]() |
| Karya:Tinnakorn Jorruang/istock.com |
Jauh di lubuk hati, saya sedang bertemu dengan seorang wanita luar biasa yang sedang mempertimbangkan kehidupan kontemplatif. Dan dia berbicara tentang pergi ke padang gurun, pergi ke padang gurun. Dan saya bertanya kepadanya, ke mana Anda akan pergi? Apakah Anda akan pergi ke Arab atau Australia? Dan dia berkata, padang gurun yang sebenarnya ada di dalam diri kita.
Dosa dan ketidaktaatan, segala kekotoran batin dan kejahatan muncul bukan dari luar tetapi dari dalam. Inilah yang ingin Tuhan Yesus tunjukkan kepada orang-orang. Orang-orang Farisi dan ahli Taurat mungkin secara lahiriah saleh dan patuh pada Taurat, namun hati mereka tidak memiliki Tuhan di dalam diri mereka. Bukannya Tuhan yang menjadi pusat kehidupan mereka, ego merekalah yang mengambil tempat paling menonjol.
Begitu pula dengan Raja Salomo, sebagai kekayaan Raja Salomo, seluruh keperkasaan, kekuasaan, dan kemuliaan kerajaannya hanyalah sarana untuk digunakan, dan sama sekali tidak baik atau jahat. Uang dapat digunakan untuk tujuan baik seperti amal dan perbuatan baik, dan juga dapat digunakan untuk tujuan jahat, menyebabkan penderitaan dan kesakitan bagi orang lain. Sebaliknya, dosa dan kemaksiatannya muncul karena kesombongannya dan keserakahan yang semakin besar di dalam hati dan pikirannya.
Saudara-saudara seiman dalam Kristus, semua ini menjadi pengingat bagi kita semua, bahwa sebagai umat Kristiani, kita harus berusaha untuk hidup setia kepada Tuhan, bukan sekedar demi penampilan atau demi menunaikan kewajiban kita, namun sebaliknya kita harus benar-benar mencintai Tuhan melalui segala yang kita katakan dan lakukan. Jika tidak, maka iman kita akan kosong dan tidak ada artinya, dan kita akan mudah terjerumus ke dalam pencobaan, pencobaan kesombongan dan keserakahan, pencobaan kesenangan dan kekuasaan duniawi, seperti yang pernah dialami oleh Raja Salomo dan orang-orang Farisi. (TD/LUMENCHRISTI)
Doa Umat
Saudara-saudariku, dengan keyakinan akan kebaikan dan belas kasihan Tuhan, kita membawa semua doa dan permohonan kita kepada-Nya.
Bagi semua orang yang menggembalakan Gereja kita, semoga Bapa menganugerahkan ketabahan kepada mereka saat mereka mengikuti panggilan Tuhan. Marilah kita berdoa.
Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.
Bagi para pemimpin pemerintahan, semoga Tuhan memberi mereka kekuatan dan bekerja tanpa lelah untuk menjunjung tinggi martabat dan kesucian seluruh kehidupan manusia. Marilah kita berdoa.
Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.
Bagi mereka yang berduka atas kehilangan orang yang dicintai, semoga Bapa menghibur mereka dalam kesedihan mereka.
Marilah kita berdoa.
Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.
Bagi kita semua yang berkumpul di sini, semoga Roh Allah menganugerahkan kepada kita karunia kesalehan. Marilah kita berdoa.
Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.
Dan bagi orang-orang beriman yang telah meninggal, terutama mereka yang tidak memiliki siapa pun untuk mendoakan mereka, semoga para malaikat menyambut mereka ke surga. Marilah kita berdoa.
Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.
Bapa yang penuh kasih dan belas kasihan, pandanglah dengan penuh kebaikan doa-doa ini, yang kami persembahkan kepada-Mu dengan pengantaraan Kristus Tuhan kami. Amin.




