Bacaan I: 1Ptr 2:2-5.9-12
"Kamulah bangsa terpilih, kaum imam yang rajawi, bangsa yang kudus, umat
milik Allah sendiri. Kamu harus memaklumkan karya agung Tuhan. Sebab Ia
telah memanggil kamu."
Mazmur Tanggapan: Mzm 33:2-3.4-5.6-7.8-9 "Oleh firman Tuhan langit telah dijadikan."
Bait Pengantar Injil: Yoh 8:12 "Akulah cahaya dunia. Barangsiapa mengikuti Aku, hidup dalam cahaya abadi."
Bacaan Injil: Mrk 10:46-52 "Rabuni, semoga aku melihat."
Bagi perdamaian antar bangsa, dan untuk mereka yang menderita akibat perang, terutama di Palestina, Iran dan Ukraina, marilah kita mohon.
Tuhan, dengarkanlah doa kami.
warna liturgi hijau
Bacaan Kitab Suci dapat dibaca pada Alkitab atau klik tautan ini
Terkadang saya, saya kira Anda juga, mencari gambaran, semacam metafora untuk membantu saya memahami hubungan saya dengan Tuhan. Terkadang saya akan memikirkan gembala yang baik dan saya adalah salah satu domba, atau saya akan memikirkan tabib ilahi dan saya adalah salah satu pasiennya. Bacaan Kitab Suci pagi ini memberi kita dua gambaran yang kuat, dua gambaran yang kuat. Santo Petrus dalam bacaan pertama memberi tahu kita bahwa kita semua seperti bayi yang baru lahir, mendambakan susu dari atas. Jadi, membayangkan diri kita sebagai bayi dalam pelukan Allah Bapa kita adalah gambaran yang indah. Dan dalam Injil yang Anda dengar, kita memiliki orang buta yang hanya ingin lebih dekat dengan Yesus. Gambaran indah lainnya, bahwa kita buta. Kita membutuhkan terang dunia, Yesus Kristus, untuk menuntun jalan hidup kita. Kita seperti bayi, kita buta dalam hal Tuhan.
Hari ini kita dipanggil dan diingatkan sekali lagi oleh Tuhan untuk aktif menjalani kehidupan kita, penuh dengan komitmen dan pengabdian kepada Allah, dan penuh dengan ketulusan dan keinginan untuk melayani Tuhan, dan untuk melakukan apa yang telah Dia sendiri ajarkan kepada kita, dan untuk menjadikan setiap perkataan dan tindakan kita dalam kehidupan kita masing-masing benar-benar menjadi sumber inspirasi dan teladan yang baik bagi orang lain untuk diikuti. Allah telah menganugerahkan kepada kita masing-masing begitu banyak karunia, talenta, kemampuan, berkat, dan kesempatan yang berbeda dan unik, memberi kita banyak peluang untuk memanfaatkannya demi kebaikan semua orang dan untuk kemuliaan Allah yang lebih besar. Sekarang pertanyaannya adalah, apakah kita bersedia menerima panggilan Allah dan apakah kita bersedia mengikuti Dia dan berjalan di jalan-Nya, dengan setia dan penuh keyakinan? Janganlah kita lagi mengabaikan banyak kesempatan dan peluang yang telah Allah berikan kepada kita untuk dapat memenuhi misi dan panggilan kita. Amin.
Doa Umat
Allah Bapa kita mendengar doa-doa mereka yang memohon kepada-Nya dengan iman, yakin akan kasih dan belas kasihan-Nya, marilah kita sekarang mempersembahkan kebutuhan dan permohonan kita.
Bagi semua yang menggembalakan Gereja, semoga Bapa menganugerahkan ketabahan kepada mereka saat mereka mengikuti panggilan Tuhan dalam hidup mereka, marilah kita berdoa.
Tuhan, dengarkanlah doa kami.
Bagi para pemimpin pemerintahan, semoga Roh Kudus membimbing mereka dalam upaya mereka untuk melindungi martabat dan kesucian kehidupan manusia, marilah kita berdoa. Tuhan, dengarkanlah doa kami.
Bagi perdamaian antar bangsa, dan untuk mereka yang menderita akibat perang, terutama di Palestina, Iran dan Ukraina, marilah kita mohon.
Tuhan, dengarkanlah doa kami.
Bagi mereka yang berduka atas kehilangan orang yang dicintai, semoga mereka mengenal kehadiran Kristus dan beristirahat dalam keyakinan bahwa tidak ada yang dapat memisahkan kita dari kasih Allah, marilah kita berdoa.
Tuhan, dengarkanlah doa kami.
Tuhan, dengarkanlah doa kami.
Bagi komunitas iman kita yang berkumpul di sini, semoga Bapa menjadikan kita saksi kasih-Nya yang mengubah hidup, marilah kita berdoa.
Tuhan, dengarkanlah doa kami.
Allah yang Maha Pengasih, kami bersyukur kepada-Mu karena Engkau telah mendengarkan doa-doa kami, yang kami panjatkan dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.
Amin.




