Bacaan I: Kis 20:17-27 "Aku dapat mencapai garis akhir, dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus."
Mazmur Tanggapan: Mzm 68:10-11.20-21 "Hai kerajaan-kerajaan bumi, menyanyilah bagi Allah!"
Bait Pengantar Injil: Yoh 14:16 "Aku
akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang
penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya."
Bacaan Injil: Yoh 17:11a "Bapa, permuliakanlah Anak-Mu."
warna liturgi putih
![]() |
| Heinrich Hofmann | Public Domain |
Saudara dan saudari terkasih dalam Kristus, hari ini ketika kita merenungkan bacaan-bacaan Kitab Suci, kita semua diingatkan bahwa Tuhan selalu bersama kita, melalui Kehadiran-Nya dan melalui Roh Kudus yang telah Dia utus kepada kita, melalui tempat tinggal-Nya di dalam kita melalui Kehadiran-Nya yang Nyata dalam Ekaristi. Kita tidak boleh kehilangan harapan atau iman, dan kita tidak boleh meninggalkan iman kita kepada Allah, apa pun tantangan dan cobaan yang kita hadapi, dan semua kesulitan yang mungkin harus kita tanggung dalam jalan ketaatan kita kepada Allah, sebagaimana para Rasul dan murid-murid Tuhan Yesus telah menunjukkan kepada kita melalui iman, ketekunan, dan pengalaman mereka sendiri.
Dalam bacaan pertama, Rasul Paulus menceritakan kepada mereka tantangan dan pengalaman yang dialaminya, dalam segala hal yang telah ia temui dan tanggung, dari keberhasilan yang telah ia raih maupun kesulitan, cobaan, kegagalan, dan penganiayaan yang harus ia hadapi di tengah perjalanan dan pelayanannya di seluruh wilayah, kota, dan tempat yang telah ia kunjungi, dalam upaya tanpa lelah dan terus-menerus untuk mewartakan Kabar Baik dan kebenaran Allah kepada semakin banyak orang, terutama kepada mereka yang belum mengenal Tuhan, kebenaran-Nya, kasih-Nya, dan kebaikan-Nya yang penuh belas kasihan bagi setiap orang. Rasul Paulus menceritakan semua ini kepada orang-orang untuk memperkuat iman mereka, dan agar mereka saling berdoa untuk misi masing-masing.
Rasul Paulus mengucapkan selamat tinggal kepada umat beriman di Efesus, kepada semua orang yang mendukungnya di sana dan kepada mereka yang merawatnya, kepada para penatua dan mereka yang telah dipercayakan untuk mengurus Gereja di sana, saat ia bersiap untuk memulai misi terakhirnya, menjawab panggilan Tuhan, yang telah memanggilnya untuk mengikuti Dia, dan untuk menderita demi Dia, dalam mewartakan Kabar Baik dan dalam menghadapi kesengsaraan dan tantangan, saat ia pergi ke Yerusalem untuk menjawab mereka yang menuduhnya secara salah melakukan kejahatan dan kesalahan, terutama para penguasa Yahudi, anggota Sanhedrin dan orang lain yang berusaha menentang Rasul Paulus dan menghentikan semua yang telah ia kerjakan dan lakukan dalam nama Tuhan Yesus. Rasul Paulus mendedikasikan hidupnya kepada Tuhan dan mengikuti-Nya ke mana pun ia dituntun, dan meskipun ia dapat memilih untuk tidak pergi ke Yerusalem dan tinggal di tempat lain di mana ia dapat aman, ia memilih untuk mengikuti Tuhan dan menaruh kepercayaannya kepada Tuhan.
Saudara-saudari seiman dalam Kristus, selagi kita meluangkan waktu untuk merenungkan apa yang telah kita dengar dari Kitab Suci hari ini, marilah kita semua belajar untuk percaya kepada Tuhan, menyerahkan diri kita pada jalan-Nya, dan melakukan segala sesuatu dalam kemampuan dan kekuatan kita untuk mengikuti perintah Allah, mendengarkan Dia, dan menjadi teladan dalam menjalani hidup kita sehingga kita dapat menjadi panutan dan inspirasi yang baik bagi semua orang di sekitar kita. Semoga Tuhan menyinari terang kebenaran dan kasih-Nya kepada seluruh dunia yang gelap dan penuh konflik ini, dan semoga Dia terus menginspirasi kita semua untuk menunjukkan kasih yang tulus dalam semua tindakan kita, khususnya dalam cara kita berinteraksi satu sama lain, terutama kepada mereka yang paling kita cintai dan sayangi. Amin.
Tuhan, dengarkanlah doa kami.
Semoga semua yang berkumpul di sini dapat bertumbuh dalam kebajikan ketabahan untuk terus berbuat baik meskipun menghadapi perlawanan, marilah kita berdoa.
Semoga semua yang telah meninggal, terutama untuk jiwa......, dapat beristirahat dalam damai abadi Allah, marilah kita berdoa.
Tuhan Yesus Kristus,
Engkau adalah Raja damai yang sejati.
Hanya di dalam Engkau terdapat kebebasan.
Bebaskanlah dunia kami dari konflik.
Bawalah persatuan bagi bangsa-bangsa yang dilanda masalah.
Biarlah damai sejahtera-Mu yang mulia berkuasa di setiap hati.
Singkirkanlah segala kegelapan dan kejahatan.
Lindungilah martabat setiap kehidupan manusia.
Gantikanlah kebencian dengan kasih-Mu.
Berikanlah hikmat kepada para pemimpin dunia.
Bebaskanlah mereka dari ambisi yang egois.
Hapuslah segala kekerasan dan perang.
Perawan Maria yang Mulia,
Santo Mikael Malaikat Agung,
Setiap malaikat dan para kudus:
Mohon doakanlah perdamaian.
Doakanlah persatuan antar bangsa.
Doakanlah persatuan di antara semua orang.
Doakanlah mereka yang paling rentan.
Doakanlah mereka yang menderita.
Doakanlah mereka yang ketakutan.
Doakanlah mereka yang paling membutuhkan.
Doakanlah kami semua.
Yesus, Putra Allah yang Hidup, kasihanilah kami.
Yesus, dengarkanlah doa kami.
Yesus, aku percaya kepada-Mu!
Amin.




