| Home | Indonesian Papist | Renungan Pagi| Doa Umat Misa Harian | Privacy Policy | Support Lumen Christi |



Facebook  X  Whatsapp  Instagram 

Mei 10, 2026

Senin, 11 Mei 2026 Hari Biasa Pekan VI Paskah

 
Bacaan I: Kis 16:11-15 "Tuhan membuka hati Lidia, sehingga ia memperhatikan apa yang dikatakan oleh Paulus."
       
Mazmur Tanggapan: Mzm 149:1-2.3-4.5-6a.9b "Tuhan berkenan kepada umat-Nya"

Bait Pengantar Injil: bdk. Yoh 15:26b.27b "Roh Kebenaran akan bersaksi tentang Aku, sabda Tuhan; tetapi kamu juga harus bersaksi."

Bacaan Injil: Yoh 15:26--16:4a "Roh kebenaran bersaksi tentang Yesus."
      
  warna liturgi putih
 
Bacaan Kitab Suci dapat dibaca pada Alkitab atau klik tautan ini 
 

Bernhard Plockhorst | Public Domain
 Saudara-saudari terkasih dalam Kristus, pada hari ini kita mendengar tentang pekerjaan Rasul Paulus ketika Rasul Paulus melanjutkan misinya, bepergian dari satu tempat ke tempat lain, mewartakan Injil dan melayani umat beriman di semua tempat tersebut. Banyak orang berpaling kepada iman dan kebenaran Kristen, dan tidak sedikit seperti yang kita dengar hari ini, dalam contoh seorang wanita yang takut akan Allah bernama Lydia dari Thyatira, yang menjadi percaya, dan seperti yang kita dengar, seluruh keluarganya dibaptis dalam Tuhan. Semakin banyak orang percaya datang untuk mengikuti jalan Tuhan, dan semakin banyak yang menyerahkan diri untuk dibaptis, sehingga Gereja perdana berkembang dari komunitas yang sangat kecil pada awalnya menjadi jemaat umat beriman yang berkembang pesat, menyebar dari kota-kota dan desa-desa, dari satu tempat ke tempat lain.
    
Meskipun menghadapi kesulitan, tantangan, dan banyak cobaan yang harus dihadapi para Rasul seperti Santo Paulus dan banyak misionaris lainnya sepanjang misi mereka, hal ini tentu tidak mengurangi semangat dan upaya mereka untuk mewartakan Injil, karena mereka terus bekerja keras di tengah umat Allah, melakukan apa yang mereka bisa untuk menyebarkan kebenaran Kristus, Tuhan dan Juruselamat kita, kepada semakin banyak orang. Mereka dengan sabar memperhatikan orang-orang dari berbagai latar belakang dan pemikiran, bahkan meyakinkan beberapa orang yang awalnya enggan dan bahkan bermusuhan, untuk menjadi percaya kepada Tuhan dan keselamatan-Nya. Berkat kerja keras para Rasul dan orang-orang kudus, mereka telah memperoleh bagi Tuhan banyak sekali orang yang bertobat dan semakin banyak orang yang menjadi bagian dari Gereja-Nya, menempuh jalan menuju keselamatan dan kehidupan kekal.
    
Dalam bacaan Injil, kita mendengar kelanjutan ajaran Tuhan Yesus kepada murid-murid-Nya, mengingatkan mereka akan apa yang akan terjadi bagi-Nya dan bagi mereka, pada saat menjelang sengsara-Nya, yaitu penderitaan, kematian, dan kebangkitan-Nya. Dia menyebutkan bagaimana segala sesuatunya harus berjalan seperti yang dinubuatkan dalam Kitab Suci, bagaimana Dia harus menderita dan mati, dan pada akhirnya menjauh dari mereka, namun kenyataannya, Dia tidak akan pernah meninggalkan mereka.

Itu karena Tuhan berjanji kepada mereka bahwa Roh Kudus akan menyertai mereka, dan Dia akan menjadi Pembimbing dan Penolong mereka. Hal ini terjadi pada hari Pentakosta, beberapa hari setelah Tuhan naik ke surga. Roh Kudus datang dan turun ke atas semua Rasul Tuhan Yesus, ketika lidah-lidah api hinggap di kepala mereka, mengobarkan hati mereka dengan keberanian dan semangat.

Roh Kudus yang sama juga diberikan kepada semua umat beriman lainnya melalui penumpangan tangan di atas kepala mereka, termasuk kepada Santo Paulus, yang menerima baptisan dan Roh Kudus dari Ananias di Damaskus setelah ia berjumpa dengan Tuhan Yesus dan bertobat dari dosa-dosa sebelumnya. Itulah motivasi di balik semangat dan komitmen Rasul Paulus yang besar kepada Tuhan, dalam mewartakan Kabar Baik-Nya kepada lebih banyak orang.
 
Saudara-saudari dalam Kristus, marilah kita semua pada hari ini merenungkan dengan saksama jalan hidup kita, sehingga kita benar-benar dapat membedakan jalan ke depan yang menuntun kita ke jalan yang benar menuju Allah dan keselamatan-Nya. Jika kita sering teralihkan oleh banyak godaan dan hal-hal lain dalam hidup, dalam semua hal duniawi dan keterikatan yang kita miliki, maka kita harus mengambil kesempatan ini untuk mengevaluasi kembali hidup kita dan bagaimana kita telah menjalaninya sehingga kita benar-benar dapat lebih setia kepada Tuhan, dan memiliki fokus yang benar dalam hidup. Kita semua harus mengarahkan kembali hidup kita dan cara kita menjalaninya sehingga Tuhan Allah kita akan selalu berada di pusat dan sebagai fokus utama dari seluruh hidup dan keberadaan kita. Marilah kita semua merenungkan hal ini dengan saksama sehingga kita dapat membantu memimpin dan menginspirasi banyak orang di sekitar kita untuk menjalani hidup mereka dengan layak di jalan yang telah Allah tunjukkan kepada kita. Amin.

lumenchristi.id 2026 - Situs ini menggunakan cookies untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan menggunakan situs ini, Anda telah menyetujui penggunaan cookies dari Kami.