| Home | Indonesian Papist | Renungan Pagi| Doa Umat Misa Harian | Privacy Policy | Support Lumen Christi |



Facebook  X  Whatsapp  Instagram 

September 02, 2026

Kamis, 03 September 2026 Peringatan Wajib St. Gregorius Agung, Paus dan Pujangga Gereja

 

Bacaan I: 1Kor 3:18-23 "Semuanya itu milik kamu, tetapi kamu milik Kristus, dan Kristus milik Allah."

Mazmur Tanggapan: Mzm 24:1-2.3-4ab.5-6  "Milik Tuhanlah bumi dan segala isinya."

Bait Pengantar Injil: Mat 4:19 "Mari, ikutlah Aku, sabda Tuhan, dan kalian akan Kujadikan penjala manusia."    

Bacaan Injil: Luk 5:1-11 "Mereka meninggalkan segala sesuatu dan mengikuti Yesus."
 
warna liturgi putih 

Bacaan Kitab Suci dapat dibaca pada Alkitab atau klik tautan ini
 
Foto: Fr. Lawrence, OP / flickr (CC BY-NC-ND-2.0)

Dalam hidup, kita sering kali harus mengambil risiko, dan tentu saja kita akan mempertimbangkan jenis risiko tersebut. Apa pun risikonya, tentu bijaksana untuk mengambil risiko yang telah diperhitungkan dengan matang. Dengan kata lain, kita lebih memilih untuk "bermain aman" daripada menjalani hidup yang penuh bahaya. Tentu saja, kita lebih memilih untuk bersikap bijak dan aman daripada bertindak bodoh dan membahayakan diri sendiri.

Dalam kisah Injil, ketika Yesus meminta Petrus untuk pergi ke perairan yang lebih dalam dan menebarkan jala untuk menangkap ikan, Petrus tentu harus mempertimbangkan apakah hal itu sepadan. Pergi ke perairan dalam jelas mengandung risiko, dan bagaimana jika setelah melakukannya, ternyata tidak ada hasil tangkapan sama sekali? Namun, entah bagaimana, Petrus memutuskan untuk mengambil risiko itu—mungkin sebuah risiko yang telah diperhitungkan—dan hasilnya ternyata sangat menguntungkan. Petrus pun menyadari bahwa meskipun ia seorang nelayan profesional, ia tetap bisa belajar sesuatu dari Yesus. Sebagaimana disampaikan dalam bacaan pertama, jika kita merasa diri kita bijak menurut standar duniawi, Allah tetap dapat menunjukkan bahwa hikmat-Nya jauh lebih besar daripada hikmat kita. Kita diingatkan bahwa jalan-jalan Allah bukanlah jalan-jalan kita, dan pikiran Allah bukanlah pikiran kita. Ketika kita memahami hal itu, kita akan menerima jalan-jalan Allah, bahkan jika ada risiko yang harus dihadapi.




September 01, 2026

Rabu, 02 September 2026 Hari Biasa Pekan XXII


Bacaan I: 1Kor 3:1-9 "Kami ini hanyalah kawan sekerja Allah; kalian adalah ladang Allah dan bangunan-Nya."
 
Mazmur Tanggapan: Mzm 33:12-13.14-15.20-21 "Berbahagialah bangsa yang dipilih Tuhan menjadi milik pusaka-Nya."

Bait Pengantar Injil: Luk 4:18-19 "Tuhan mengutus aku memaklumkan Injil kepada orang hina dina dan mewartakan pembebasan kepada para tawanan."

Bacaan Injil: Luk 4:38-44  "Juga di kota-kota lain Aku harus mewartakan Injil, sebab untuk itulah Aku diutus."
   
warna liturgi hijau 
 
Bacaan Kitab Suci dapat dibaca pada Alkitab atau klik tautan ini

Jika orang lain memberikan penilaian yang jujur ​​tentang kita sebagai orang Kristen, apakah mereka akan mengatakan bahwa kita berbeda dari orang-orang non-Kristen? Atau apakah mereka akan mengatakan bahwa kita tidak ada bedanya dengan orang non-Kristen, bahkan mungkin terkadang berperilaku lebih buruk daripada mereka!

Dalam bacaan pertama, Santo Paulus tidak dapat menerima kenyataan bahwa umat Kristen di Korintus berperilaku seperti orang non-Kristen, bahkan kembali melakukan hal-hal seperti iri hati dan pertengkaran. Mereka bahkan memecah belah diri ke dalam kelompok-kelompok yang tidak rohani dengan semboyan seperti "Aku dari golongan Paulus" dan "Aku dari golongan Apolos". Jelaslah bahwa mereka telah melupakan ajaran dan teladan Yesus yang kita lihat dalam Injil.

Yesus mengasihi dan mempedulikan orang banyak dengan mengajar mereka serta menyembuhkan orang sakit; Ia memulihkan dimensi rohani dalam kehidupan mereka. Bahkan, Ia sendiri menunjukkan betapa pentingnya aspek rohani dengan pergi ke tempat sunyi pada pagi hari untuk berdoa.

Orang-orang melihat betapa berbedanya Yesus dan betapa luar biasanya kehidupan yang Ia jalani. Mereka melihat dimensi rohani dalam hidup-Nya dan mengalami kehadiran Allah di dalam diri-Nya. Yesus menunjukkan kepada kita bagaimana menjalani hidup. Kita tidak boleh menjalaninya dengan cara yang kurang dari itu.

Support lumenchristi.id

Terima kasih telah meluangkan waktu sejenak bersama Tuhan melalui lumenchristi.id. Jika sapaan Sabda Tuhan hari ini menyentuh hati dan membawa berkat bagi langkah Anda, kami mengundang Anda untuk turut ambil bagian dalam pelayanan ini.

​Uluran persembahan kasih Anda melalui QRIS sangat berarti bagi kami—sebagai nyala terang yang membantu kami terus merangkul dan menghubungkan lebih banyak jiwa dengan Kristus dan Gereja-Nya.

​ Teriring doa kami untuk Anda dan keluarga. Tuhan Yesus memberkati.







 


lumenchristi.id 2026 - Situs ini menggunakan cookies untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan menggunakan situs ini, Anda telah menyetujui penggunaan cookies dari Kami.