Bacaan I: Yoh 5:14-21 "Allah mengabulkan doa kita."
Mazmur Tanggapan: Mzm 149:1-2.3-4.5.6a.9b
Bait Pengantar Injil: Mat 4:16 "Bangsa yang diam dalam kegelapan telah melihat Terang yang besar, bagi mereka yang diam di negeri yang dinaungi maut telah terbit Terang."
Bacaan Injil: Yoh 3:22-30 "Sahabat mempelai bersukacita mendengar suara mempelai."
Mazmur Tanggapan: Mzm 149:1-2.3-4.5.6a.9b
Bait Pengantar Injil: Mat 4:16 "Bangsa yang diam dalam kegelapan telah melihat Terang yang besar, bagi mereka yang diam di negeri yang dinaungi maut telah terbit Terang."
Bacaan Injil: Yoh 3:22-30 "Sahabat mempelai bersukacita mendengar suara mempelai."
warna liturgi putih
Bacaan Kitab Suci dapat dibaca pada Alkitab atau klik tautan ini
Saudara-saudari
terkasih dalam Kristus, dalam bacaan Injil kita membaca kata-kata yang sangat kuat dari Santo Yohanes Pembaptis, di mana ia berkata, "Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil," (Yoh 3:30) adalah kata-kata yang harus selalu kita renungkan. Karena itu adalah kata-kata yang sangat kuat yang, dalam hubungan kita dengan Tuhan, adalah sesuatu yang harus selalu kita perhatikan dan selalu kita tekankan dalam kehidupan iman kita, karena kita semua menginginkan ini.
Kita semua menginginkan Tuhan dan Roh-Nya serta kasih-Nya untuk mengambil alih kita, untuk bertambah dalam diri kita, dengan cara yang sama kita seharusnya menginginkan aspek-aspek tertentu dari diri kita sendiri untuk berkurang. Dan itu bukan berarti kita akan sepenuhnya menjadi berbeda kecuali jika memang harus. Pada titik tertentu dalam hidup kita, terkadang kita jatuh ke titik di mana kita memang membutuhkan pertobatan total.
Di lain waktu, kita sudah memiliki banyak kasih karunia, banyak berkat, banyak karunia, banyak pengalaman dari penderitaan yang telah kita bawa ke dalam belas kasihan dan seterusnya, yang semuanya karena kita telah membawa Yesus ke dalam hidup kita. Tetapi selalu ada bagian itu, selalu ada sesuatu yang lebih yang bisa berkurang. Selalu ada beberapa rasa dendam atau kemarahan atau kebiasaan buruk atau apa pun yang pada dasarnya menjauhkan kita dari sukacita sejati memiliki hubungan kasih dengan Tuhan dan sesama yang harus terus-menerus kita kurangi dalam hidup kita dan membiarkan Dia bertambah sepenuhnya. Dan itu adalah sesuatu yang terjadi sepanjang waktu. Misalnya, sangat terkenal dalam kehidupan para kudus bahwa banyak dari mereka yang memiliki kebiasaan buruk tertentu, kita semua memilikinya, atau kelemahan tertentu dalam karakter mereka atau apa pun, misalnya, jika seseorang sangat tidak sabar dan mudah marah dan sebagainya, mereka akan berdoa begitu banyak kepada Tuhan untuk menghilangkan itu dari mereka, untuk mengurangi itu dari diri mereka sendiri, dan agar Dia bertambah, sehingga para santo-santa yang sama ini kemudian dikenal karena kebajikan kesabaran.
Jadi pada akhirnya mereka bahkan tidak dikenal karena kebiasaan buruk atau kelemahan yang mereka miliki pada suatu titik. Setiap orang yang mengenal mereka pada akhirnya akan berpikir, oh wow, itu salah satu orang paling sabar yang pernah saya temui. Tetapi mereka sendiri akan memberi tahu Anda bahwa itu tidak selalu demikian. Saya sebenarnya adalah salah satu orang yang paling tidak sabar. Namun aku meminta Tuhan kita untuk mengurangi hal itu dalam hidupku dan membiarkan Dia bertambah. Tentu saja, kita dapat menggunakan itu untuk setiap kelemahan yang kita miliki. Kita dapat menggunakannya untuk setiap kebajikan yang kita butuhkan.
Kita meminta Dia untuk bertambah. Pada akhirnya, Dia ada di sini melakukan ini bersama kita. Kita tidak sendirian dalam hal ini. Ini bukan proyek swadaya. Ini adalah proyek yang kita lakukan bergandengan tangan dengan Juruselamat kita. Dan Dia, tentu saja, sangat ingin memenuhi kita dengan rahmat dan kebajikan-Nya. Dan tentu saja, Dia sangat ingin memurnikan kita dari semua hal yang menghalangi sukacita kita, yang menghalangi kasih kita. Tuhan memberkati kita.
Marilah kita memohon kepada Allah Bapa kita untuk membantu kita dengan semua kebutuhan kita.
Bagi peningkatan panggilan ke imamat dan kehidupan religius, marilah kita berdoa.
Bagi peningkatan panggilan ke imamat dan kehidupan religius, marilah kita berdoa.
Tuhan, dengarkan doa kami.
Semoga Tuhan memberkati umat-Nya di semua bangsa dengan harmoni dan niat baik, marilah kita berdoa.
Tuhan, dengarkan doa kami.
Tuhan, dengarkan doa kami.
Semoga semua yang dibebani oleh kesulitan fisik atau emosional dapat menerima sentuhan penyembuhan dan belas kasihan Allah, marilah kita berdoa.
Tuhan, dengarkanlah doa kami.
Semoga Tuhan senantiasa menyediakan bagi kita rahmat untuk penyesalan dan pertobatan sebagai penolakan terhadap dosa, marilah kita berdoa .
Tuhan, dengarkanlah doa kami.
Semoga semua yang telah meninggal dalam terang iman segera menjadi ahli waris hidup kekal bersama Kristus, marilah kita berdoa.
Tuhan, dengarkanlah doa kami.
Tuhan, dengarkanlah doa kami.
Allah yang maha mulia, Engkau menyelamatkan kami oleh kasih karunia-Mu, bukan oleh perbuatan kami. Jawablah doa-doa kami karena belas kasihan dan kasih sayang-Mu.
Kami memohon ini dengan pengantaraan Yesus Kristus, Tuhan kami. Amin.
Kami memohon ini dengan pengantaraan Yesus Kristus, Tuhan kami. Amin.



