Januari 07, 2022

Sabtu, 08 Januari 2022 Hari Biasa Sesudah Penampakan Tuhan

Bacaan I: Yoh 5:14-21 "Allah mengabulkan doa kita."

Mazmur Tanggapan: Mzm 149:1-2.3-4.5.6a.9b

Bait Pengantar Injil: Mat 4:16 "Bangsa yang diam dalam kegelapan telah melihat Terang yang besar, bagi mereka yang diam di negeri yang dinaungi maut telah terbit Terang."

Bacaan Injil: Yoh 3:22-30 "Sahabat mempelai bersukacita mendengar suara mempelai."
    

warna liturgi putih

Saudara dan saudari terkasih dalam Kristus, dalam bacaan pertama kita hari ini, yang diambil dari Surat Pertama Yohanes, kita mendengar Rasul menasihati umat Allah yang setia untuk mengikuti Tuhan dan jalan-Nya, untuk setia kepada Yesus Kristus, Dia yang diutus Allah ke tengah-tengah kita, Putra terkasih Allah sendiri yang menjelma dalam daging, dan lahir dari ibu-Nya, Perawan Maria yang Terberkati. Tuhan telah menunjukkan kepada kita jalan kebebasan dari belenggu dosa dan tirani maut.
 
Dalam perikop yang sama, kita mendengar bagaimana dosa dapat menyebabkan kematian, karena dosa disebabkan oleh ketidaktaatan kita terhadap Allah dan penolakan kita untuk menaati kehendak-Nya. Dan karena kita telah menolak Tuhan kehidupan kita, maka sudah sewajarnya kita harus menanggung akibat dari dosa-dosa kita, yaitu kematian. Tetapi kematian bukanlah nasib akhir bagi kita kecuali kita secara sadar menolak Tuhan sampai saat-saat terakhir hidup kita, menolak semua kesempatan dan kemurahan hati yang dengannya Tuhan telah memberi kita kesempatan berkali-kali untuk bertobat.

Ketika Rasul. Yohanes menyebutkan bahwa tidak semua dosa menyebabkan kematian, ini menyoroti fakta bahwa Kristus, Tuhan kita, telah dengan cuma-cuma memberikan kasih dan belas kasihan-Nya kepada kita. Dia telah mencapai kita bahkan kepada mereka yang telah menghukum mati Dia dan membuat Dia menderita, berdoa untuk mereka semua dan mengampuni dosa dan kesalahan mereka. Dia telah memberikan bahkan orang yang paling berdosa sekalipun kesempatan untuk menemukan penebusan dan jalan menuju kehidupan kekal melalui kasih-Nya yang penuh belas kasih. Dia datang ke dunia kita, ke tengah-tengah kita untuk mencari kita semua, untuk menemukan mereka yang telah hilang dari Tuhan karena dosa.

Namun, kekeraskepalaan kitalah yang telah menyesatkan kita dan menghalangi kita untuk menemukan jalan kembali kepada-Nya. Keterikatan dan keinginan kita yang terus-menerus akan godaan dan dosa duniawi akhirnya membawa kita kembali ke kehidupan yang jahat dan keadaan dosa, dari mana Tuhan terus memanggil kita dan berusaha membawa kita keluar, untuk memungkinkan kita kembali kepada-Nya. Dia telah menyiapkan jalan dan tempat bagi kita bersama-Nya, tetapi semuanya pada akhirnya tergantung pada kita dan apakah kita mau menerima kasih dan belas kasihan-Nya. Terlalu sering kita telah menolak kasih dan belas kasihan-Nya.

Dalam perikop Injil kita hari ini, kita mendengar bagaimana St. Yohanes Pembaptis bekerja keras untuk kemuliaan Allah, dan ketika Tuhan datang dan menyatakan diri-Nya, dan memperoleh semakin banyak pengikut, dia dengan rendah hati mundur dari publik. Ketika beberapa muridnya mengkonfrontasinya mengenai hal ini, dia dengan rendah hati menyebutkan bagaimana tujuannya sejak awal untuk melayani Tuhan.

Dengan cara itu, St. Yohanes Pembaptis sangat senang bahwa Tuhan mendapatkan lebih banyak pengikut dan perhatian, dan dia senang bahwa semuanya berjalan sebagaimana mestinya. Dia tidak melakukan semua pekerjaannya, pembaptisan dan orang lain untuk kepentingan dan kemuliaan dirinya sendiri, tidak seperti apa yang akan dilakukan banyak orang lain. Dia melakukan segalanya untuk kemuliaan Tuhan yang lebih besar, dan memberikan seluruh hidupnya untuk melayani Tuhan dan mengikuti Dia, dan menunjukkan jalan menuju keselamatan-Nya kepada semua orang yang mengikutinya dan bersedia mendengarkannya. Dia benar-benar teladan yang dapat dan harus kita semua ikuti.

Saudara dan saudari dalam Kristus, terinspirasi oleh teladan besar iman dan dedikasi yang ditunjukkan oleh St. Yohanes Pembaptis, marilah kita semua berusaha untuk berjalan dengan rendah hati mulai sekarang di hadapan Tuhan, mengabdikan diri untuk mengikuti Dia dan setia kepada-Nya dalam segala hal.  Marilah kita semua mensyukuri segala cinta dan kasih sayang, kemurahan dan pengampunan yang telah Tuhan tunjukkan kepada kita selama ini.  Semoga Tuhan beserta kita semua, dan semoga Dia tetap bersama kita dalam kasih-Nya kepada kita, selamanya. Amin.