Bacaan I: Yl 2:12-18 "Sekarang juga, berbaliklah kepada-Ku dengan segenap hatimu, dengan berpuasa, dengan menangis dan dengan mengaduh."
Mazmur Tanggapan: Mzm 51:3-6a.12-14-17; Ul: 3a "Kasihanilah kami, ya Allah, karena kami orang berdosa."
Bacaan II: 2Kor 5:20 - 6:2 "Berilah dirimu didamaikan dengan Allah, sesungguhnya hari ini adalah hari penyelamatan."
Bait Pengantar Injil: Cf. Mzm 95:8 "Pada hari ini kalau kamu mendengar suara Tuhan janganlah bertegar hati."
Bacaan Injil: Mat 6:1-6.16-18 "Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan mengganjar engkau."
Bacaan II: 2Kor 5:20 - 6:2 "Berilah dirimu didamaikan dengan Allah, sesungguhnya hari ini adalah hari penyelamatan."
Bait Pengantar Injil: Cf. Mzm 95:8 "Pada hari ini kalau kamu mendengar suara Tuhan janganlah bertegar hati."
Bacaan Injil: Mat 6:1-6.16-18 "Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan mengganjar engkau."
warna liturgi ungu
Jika ada satu hal yang telah kita pelajari selama pandemi covid beberapa tahun yang lalu, itu adalah bahwa kita tidak memegang kendali. Kita tidak menentukan segalanya. Ini adalah pengingat yang bagus tentang kebutuhan kita akan Tuhan.
Dan kita, di masa Prapaskah ini, dan kita membutuhkannya karena ini adalah kesempatan untuk mengenali, mengusahakan, dan melakukan sesuatu tentang kebutuhan kita akan Tuhan. Kebutuhan akan Tuhan yang telah kita sadari melalui semua suka duka yang telah kita lalui. Jadi, di hari-hari masa Prapaskah ini, setiap hari, pada waktu yang sama, di tempat yang sama, kita adalah makhluk yang terbiasa dengan kebiasaan, bicaralah kepada Tuhan tentang tiga hal.
Pertama, apa salah satu cara Anda menyadari dalam beberapa tahun terakhir bahwa kita membutuhkan Tuhan? Kita semua memiliki banyak pilihan. Kedua, bagaimana rasanya menyadari bahwa kita tidak menentukan segalanya? Kita tidak memiliki semua jawaban, meskipun kita memiliki semua teknologi. Bagaimana hal itu mengguncang kita dan memfokuskan kembali kita? Dan ketiga, mintalah Tuhan untuk melakukan sesuatu tentang hal itu.
Semoga puasa, pantang, doa, dan sedekah kita benar-benar berpusat pada Tuhan, dan semoga hal itu membantu kita untuk terus bertumbuh dalam iman dan pengabdian kepada Tuhan, dan mengingatkan kita semua akan kelemahan, kefanaan, dan juga keberdosaan kita sendiri sehingga kita dapat benar-benar rendah hati dalam hidup, dalam menginginkan dan mencari kesembuhan dan pengampunan dari Tuhan. Amin.
Doa Umat
Dengan penuh keyakinan, kita menyampaikan kebutuhan kita kepada Allah Yang Mahakuasa.
Marilah kita berdoa bagi Gereja, umat Allah, semoga kita rela menjadikan hari-hari Prapaskah ini sebagai pembaharuan pikiran, hati, dan jiwa, dalam pengabdian kita kepada Allah dan pelayanan kepada sesama. Marilah kita mohon.
Tuhan, dengarkanlah doa kami.
Tuhan, dengarkanlah doa kami.
Marilah kita berdoa bagi Bapa Suci kita, Paus Leo XIV, untuk Uskup.........., untuk semua orang yang memimpin, membimbing, dan melayani di Gereja, semoga mereka membimbing kami di jalan kebenaran. Marilah kita mohon.
Tuhan, dengarkanlah doa kami.
Tuhan, dengarkanlah doa kami.
Marilah kita berdoa bagi perdamaian di dunia kita. Marilah kita juga berdoa untuk mereka yang menderita akibat kekerasan dan ketidakadilan perang. Marilah kita berdoa.
Tuhan, dengarkanlah doa kami.
Dan untuk kebutuhan kita sendiri, (sampaikan dalam keheningan hati)
Untuk semua ini, marilah kita mohon.
Untuk semua ini, marilah kita mohon.
Tuhan, dengarkanlah doa kami.
Dan akhirnya, marilah kita berdoa untuk semua orang yang telah meninggal, terutama mereka yang telah mengajari kami dalam jalan iman. Marilah kita mohon.
Tuhan, dengarkanlah doa kami.
Tuhan Allah, kami datang dengan rasa syukur atas hari-hari Prapaskah ini. Bantulah kami untuk menyadari kebutuhan kami akan Engkau dan untuk saling melayani saat kami bertumbuh di masa-masa ini. Dengarkan kebutuhan kami dan penuhi kebutuhan itu jika sesuai dengan kehendak-Mu, karena kami memohonnya dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.




