![]() |
| Karya: artisticco/istock.com |
Bacaan I: Ef 3:14-21 "Semoga kalian berakar dan beralas dalam kasih, dan dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah."
Mazmur Tanggapan: Mzm 33:1-2.4-5.11-12.18-19; R: 22 "Bumi penuh dengan kasih setia Tuhan."
Bait Pengantar Injil: Mat 24:42a.44 "Segala sesuatu kuanggap sebagai sampah, supaya aku memperoleh Kristus dan berada dalam Dia."
Bacaan Injil: Luk 12:49-53 "Aku datang bukannya membawa damai, melainkan pertentangan."
Mazmur Tanggapan: Mzm 33:1-2.4-5.11-12.18-19; R: 22 "Bumi penuh dengan kasih setia Tuhan."
Bait Pengantar Injil: Mat 24:42a.44 "Segala sesuatu kuanggap sebagai sampah, supaya aku memperoleh Kristus dan berada dalam Dia."
Bacaan Injil: Luk 12:49-53 "Aku datang bukannya membawa damai, melainkan pertentangan."
Allah menciptakan dunia, dan Dia juga menciptakan setiap manusia. Allah menciptakan dunia yang indah untuk mencerminkan kebaikan-Nya. Allah menciptakan manusia menurut gambar-Nya untuk mencerminkan kekudusan-Nya. Namun, manusia tidak taat kepada Allah dan jatuh ke dalam dosa. Dosa memutuskan hubungan antara Allah dan manusia, merusak hubungan antarmanusia, serta merusak kepedulian manusia terhadap ciptaan. Akan tetapi, Allah tetap mengasihi dunia dan umat manusia yang telah jatuh dalam dosa, serta berkehendak menyelamatkan manusia berdosa dengan mengutus Putra tunggal-Nya, Yesus Kristus.
Dalam bacaan pertama, Rasul Paulus mengingatkan kita bahwa Allah adalah Bapa kita, yang menciptakan setiap keluarga, baik secara rohani maupun jasmani. Dan bagi kita yang merupakan murid-murid Yesus Kristus, kita dipanggil untuk menjadi Gereja yang mengemban misi. Misi kita sebagai umat Kristiani adalah melanjutkan karya keselamatan Yesus Kristus dengan mewartakan kasih Kristus kepada dunia dan memenuhi dunia dengan kasih Allah yang menyelamatkan. Api pemurni dari kasih Allah yang menyelamatkan itulah yang harus kita bawa di dalam hati kita, dan api itu pula yang harus mengobarkan dunia dengan kasih tersebut. Ketika api kasih Allah yang menyelamatkan itu melenyapkan dosa, maka damai sejahtera pun akan tercipta.
Dalam bacaan pertama, Rasul Paulus mengingatkan kita bahwa Allah adalah Bapa kita, yang menciptakan setiap keluarga, baik secara rohani maupun jasmani. Dan bagi kita yang merupakan murid-murid Yesus Kristus, kita dipanggil untuk menjadi Gereja yang mengemban misi. Misi kita sebagai umat Kristiani adalah melanjutkan karya keselamatan Yesus Kristus dengan mewartakan kasih Kristus kepada dunia dan memenuhi dunia dengan kasih Allah yang menyelamatkan. Api pemurni dari kasih Allah yang menyelamatkan itulah yang harus kita bawa di dalam hati kita, dan api itu pula yang harus mengobarkan dunia dengan kasih tersebut. Ketika api kasih Allah yang menyelamatkan itu melenyapkan dosa, maka damai sejahtera pun akan tercipta.
Doa Umat
Sekarang marilah kita memohon kepada Allah Bapa kita untuk membantu kita dalam semua kebutuhan kita.
Bagi Paus Leo, bagi gembala kami Uskup ......,bagi semua klerus, biarawan/biarawati, dan umat awam, semofa mereka kudus dan efektif dalam misi mereka untuk membawa semua orang kepada Kristus. Marilah kita berdoa:
Tuhan, dengarkanlah umat-Mu .
Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.
Bagi masyarakat tempat kita tinggal, khususnya mereka yang sedang mengalami kesulitan ekonomi, kemiskinan, dan ketidakadilan: semoga Tuhan menggerakkan hati banyak orang untuk saling peduli dan berbagi, demi terwujudnya masyarakat yang lebih adil dan sejahtera. Marilah kita berdoa:
Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.
Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.
Bagi semua orang terkasih kita yang telah meninggal, semoga mereka menikmati kepenuhan hidup kekal. Marilah kita berdoa.
Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.
Allah yang Mahabaik dan penuh rahmat, dengarkanlah doa-doa ini
yang kami persembahkan kepada-Mu hari ini dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.
Amin.




