| Halaman Depan | Bacaan Sepekan | Renungan Pagi| Privacy Policy | Support Lumen Christi |



April 30, 2023

1 Mei: Peringatan Fakultatif Santo Yusuf Pekerja


 
 
 Santo Yusuf, sebagai pelindung universal Gereja digambarkan dalam seni siap menjawab perjuangan zaman industri, nasionalistik, dan revolusioner. Sebagian besar sejarah modernitas ditulis melalui prisma kerja manusia. Kondisi tenaga kerja yang buruk dan pengangguran melanda era industri abad ke-19, memicu banyak revolusi.

Peningkatan lingkup spiritual St Yusuf dirayakan dalam sebuah altar indah yang dilukis oleh Giuseppe Rollini untuk Gereja Hati Kudus di Roma. Dibangun di atas tanah yang dibeli oleh Pius IX dengan maksud mendedikasikan sebuah gereja untuk St Yusuf, proyek tersebut dihentikan ketika Paus Pius mendapati dirinya diasingkan di dalam tembok Vatikan. Penggantinya Leo XIII menyelesaikan gereja di bawah dedikasi barunya, tetapi membangun altar khusus untuk St Yusuf, di mana Rollini akan mencoba membuat ikonografi pertama untuk pelindung universal. Luminositas yang damai memenuhi ruang gambar, berbeda dengan masa revolusioner yang bermasalah. St Yusuf adalah sosok yang dominan dalam komposisi tersebut, jubah emas dan putihnya membangkitkan warna bendera kepausan. Dewasa, tapi jelas tidak tua, dia memberkati Basilika Santo Petrus yang dipersembahkan kepadanya oleh seorang malaikat yang berlutut. St Yusuf menggendong Bayi Yesus dengan mudah di satu tangan, sementara Yesus melihat langsung ke penonton menginstruksikan mereka untuk "Pergi ke Yusuf," seperti yang tertulis di spanduk yang dipegang oleh lebih banyak malaikat di atas. Lembut namun berwibawa, Yusuf tampak siap menanggapi seruan Gereja yang berjuang di era industri, nasionalis, dan revolusioner.

Senin, 01 Mei 2023 Hari Biasa Pekan IV Paskah

 

Bacaan I: Kis 11:1-18 "Jadi kepada bangsa-bangsa lain pun Allah mengaruniakan pertobatan yang memimpin kepada hidup."

Mazmur Tanggapan: Mzm 42:2-3; 43:3-4

Bait Pengantar Injil: Yoh 10:14 "Akulah gembala yang baik, sabda Tuhan, Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku."

Bacaan Injil: Yoh 10:1-10 "Akulah pintu kepada domba-domba."

warna liturgi putih 
 
Bacaan Kitab Suci dapat dibaca pada Alkitab atau kilk tautan ini  
 
Saudara dan saudari terkasih dalam Kristus, pada hari ini kita melanjutkan renungan tentang Tuhan sebagai Gembala Baik kita, Penuntun dan Pemimpin kita melalui kegelapan dunia ini, dan Dia mengumpulkan kita semua sehingga kita masing-masing dapat menuju jalan keselamatan dan menemukan pertolongan dan rahmat dalam pelukan-Nya. Inilah yang Dia minta dari kita masing-masing, agar kita berjalan di jalan-Nya dan mengikuti Dia sebagai Gembala dan Pembimbing kita.
 
Kita mengikuti Dia, dan Dia memimpin kita, dan inilah mengapa mereka yang melihat kita, seharusnya mereka tahu bahwa kita adalah milik Kristus Tuhan kita dan bukan milik orang lain. Ingat apa yang Yesus katakan dalam Injil hari ini? Bahwa domba mengenal sang gembala, dan hanya mendengarkan sang gembala, dan bukan pencuri dan gembala palsu lainnya? Seperti itulah seharusnya kita, karena kita adalah domba dan kawanan domba Tuhan, milik Allah. Artinya, cara hidup kita, semua perbuatan, perkataan, perbuatan, dan tindakan kita harus mencerminkan sifat Tuhan, yaitu kebaikan, cinta, kasih sayang, dan kepedulian satu sama lain.

lumenchristi.id 2023 - Situs ini menggunakan cookies untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan menggunakan situs ini, Anda telah menyetujui penggunaan cookies dari Kami.