Kamis, 17 Juni 2021

Sabtu, 19 Juni 2021 Hari Biasa Pekan XI

Bacaan I: 2Kor 12:1-10 "Aku suka bermegah atas kelemahanku."

Mazmur Tanggapan: Mzm 34:8-9.10-11.12-13 "Kecaplah dan lihatlah betapa baiknya Tuhan."

Bait Pengantar Injil: 2Kor 8:9 "Yesus Kristus telah menjadi miskin, sekalipun Ia kaya, agar berkat kemiskinan-Nya, kalian menjadi kaya."

Bacaan Injil: Mat 6:24-34 "Jangan khawatir akan hari esok."

 

warna liturgi hijau

     Hari ini kita mendengar firman Tuhan yang mengatakan dengan tegas dan jelas bahwa “Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar.” Tuhan mencari siapa? Ia menuntut orang-orang yang setia dalam kebenaran. Banyak orang pandai, tetapi hanya sedikit yang baik; dari yang baik itu hanya sedikit yang  bijaksana; dari sedikit yang bijaksana itu, lebih sedikit lagi yang setia. Orang yang setia itulah yang dikehendaki Tuhan. 

       Mamon dalam perikop ini mengacu pada harta atau dewa apa pun yang Anda taruh di hadapan Tuhan…  Sering dikatakan bahwa "Uang adalah akar dari segala kejahatan". Ekspresi yang lebih akurat mungkin adalah: "Karena cinta akan uang adalah akar segala macam kejahatan." Jika Yesus bersabda: ”Kamu tidak dapat mengabdi Allah dan Mamon", kita diharapkan mengurus mamon yang kecil dan sederhana setiap hari sebaik mungkin dan dengan demikian berkenan di hati Allah, dengan kata lain tidak memisahkan hidup doa dan kerja/kesibukan sehari-hari melainkan menemukan Allah dalam segala sesuatu atau segala sesuatu dalam Allah. Semoga kita dapat menggunakan segala hal duniawi untuk membantu kita mencapai kemuliaan Surga.

     Hari ini Yesus berbicara tentang kekuatiran. Yesus memahami bahwa hidup manusia sebagai sebuah peziarahan memerlukan pemaknaan setiap hari. Pasalnya, tak seorang pun tahu apa sebenarnya yang dikehendaki oleh Penciptanya dan apa yang akan terjadi selanjutnya dengan hidup mereka. Oleh karena itu, kita membutuhkan sebuah jaminan. Yesus menjamin hidup kita. Ia mengundang murid-Nya untuk memiliki kepercayaan atau iman yang mendalam akan jaminan itu seperti tertulis, “Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai.”

      Semoga kita semua melakukan tanggung jawab, kepercayaan yang diberikan Tuhan kepada kita dengan penuh kesetiaan. Dengan demikian, hidup ini menjadi kesempatan untuk melakukan hal-hal baik bagi Tuhan dan sesama. Tuhan memberkati. *