Minggu, 06 Juni 2021

Senin, 07 Juni 2021 Hari Biasa Pekan X

Bacaan I: 2 Kor 1:1-7 "Allah menghibur kita, sehingga kita sanggup menghibur semua orang yang berada dalam macam-macam penderitaan."

Mazmur Tanggapan: Mzm 34:2-3.4-5.6-7.8-9 "Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya Tuhan."

Bait Pengantar Injil: Mat 5:12a "Bersukacitalah dan bergembiralah, sebab besarlah ganjaranmu di surga."

Bacaan Injil: Mat 5:1-12 "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah."
 
warna liturgi hijau 
 
 
    Saudara dan saudari terkasih dalam Kristus, hari ini ketika kita mendengarkan kata-kata Kitab Suci, kita mendengar kata-kata penghiburan dari Tuhan mengingatkan kita semua bahwa jika kita setia kepada Tuhan dan mengikuti jalan-Nya, maka kita tidak perlu khawatir. karena Tuhan akan memberkati kita dan melindungi kita, dan kita akan disediakan, dan dikuatkan oleh kasih karunia. Tuhan akan selalu berada di sisi kita, bahkan ketika kita sendiri tidak menyadarinya. Dia selalu ada untuk kita, sepanjang waktu.

Dalam bacaan pertama kita hari ini, saat kita mendengarkan kata-kata Santo Paulus dalam Suratnya kepada umat beriman di kota Korintus, kita diingatkan oleh Rasul Paulus bahwa apapun penderitaan dan tantangan yang kita hadapi dalam hidup, Tuhan selalu di sisi kita dan Dia tidak akan pernah meninggalkan kita, apa pun yang terjadi. Jika kita bertekun dengan setia melalui cobaan dan tantangan itu, dan tetap setia kepada-Nya, Tuhan akan memberkati kita dan menjaga kita dalam kasih karunia dan berkat-Nya. Kita tidak perlu takut jika kita menaruh kepercayaan kita kepada Tuhan, karena upah kita di dalam Dia akan sangat besar.
  
 Injil St. Matius, menceritakan kepada kita Khotbah di Bukit yang terkenal oleh Tuhan Yesus, yang juga dikenal sebagai Sabda Bahagia. Dalam Sabda Bahagia itu, kita mendengar tentang Tuhan yang berbicara untuk mendorong mereka yang setia kepada Tuhan dan yang benar dan adil dalam cara hidup mereka, hidup sebagai orang Kristen yang sejati, dalam menunjukkan kasih satu sama lain, dalam membawa kedamaian dan keharmonisan bagi komunitas, dan dengan tidak mementingkan diri sendiri dan murah hati dalam memberi, semua yang oleh karena itu Tuhan telah meminta kita semua untuk lakukan dalam hidup kita sendiri.

Melalui apa yang dikatakan St. Paulus dan Tuhan sendiri kepada kita, sebagai orang Kristen kita semua diingatkan untuk menjadi orang yang berbudi luhur dan menjadi teladan dalam hidup kita, bahwa dalam setiap tindakan, perkataan dan perbuatan kita akan selalu kita tunjukkan sikap dan perilaku yang paling menyerupai Kristus, yang datang dengan tulus dari hati kita, dari kasih kita yang dalam kepada Tuhan dan dari iman dan komitmen kita yang abadi kepada Tuhan. Ini adalah panggilan Kristen kita dalam hidup, dan apa yang diharapkan setiap dari kita untuk dilakukan, dalam kehidupan kita sendiri sebagai orang Kristen.

Sayangnya, banyak dari kita yang belum mempraktikkan ini dalam hidup kita sendiri, dan banyak dari kita menjalani hidup kita seperti yang juga dilakukan oleh seluruh dunia. Saudara-saudari di dalam Kristus, jika demikian halnya, bukankah kita orang Kristen hanya dalam nama saja? Dan sebenarnya bukankah memalukan dan tidak pantas bagi kita untuk bahkan menyebut diri kita sebagai orang Kristen, jika tindakan kita ternyata malah bertentangan dengan ajaran iman kita? Namun, itulah yang dilakukan oleh beberapa dari kita, dalam menjadi egois dan jahat terhadap orang lain, dalam memanipulasi dan mengeksploitasi orang lain, terutama mereka yang lemah dan kurang beruntung.

Dan masih banyak lagi di antara kita yang telah menyerah pada godaan dunia, godaan kesenangan dan kemuliaan duniawi, bahwa kita telah mengabaikan dan meninggalkan kebenaran dan jalan Tuhan, sebagai ganti cara dunia. Apakah seperti ini yang kita lakukan sebagai orang Kristen? Tidak, tentu saja tidak! Seperti yang kita dengar dari Kitab Suci hari ini, kita semua dipanggil dan ditantang untuk menjadi berbeda dari dunia, untuk menunjukkan cinta, perhatian dan kasih sayang ketika ada begitu banyak kebencian dan kejahatan di dunia ini, dan untuk menunjukkan belas kasihan, kedamaian dan rekonsiliasi ketika ada begitu banyak kebencian dan kejahatan di dunia ini. begitu banyak kekerasan dan kepahitan di dunia kita saat ini.

Saudara dan saudari di dalam Kristus, bersedia dan mampu untuk menyerahkan diri kita kembali kepada Tuhan dan jalan-Nya mulai sekarang, jika kita belum melakukannya? Marilah kita semua menyadari misi dan panggilan Kristiani kita, semua yang diharapkan untuk kita lakukan, sebagai bagian dari satu Gereja ini dan satu komunitas umat beriman kristiani. Marilah kita semua mencurahkan usaha, waktu dan perhatian kita untuk melayani Tuhan lebih setia, dan bertekun semakin kuat dalam iman, mendedikasikan semua yang kita bisa untuk membawa kemuliaan bagi Tuhan dan untuk menunjukkan iman Kristen kita, cinta dan kasih satu sama lain.

Semoga Tuhan menyertai kita semua, dan semoga Dia selalu memberkati kita dalam setiap usaha kita, dan marilah kita juga memohon kepada-Nya untuk menguatkan kita dan memberi kita keberanian, energi untuk terus maju ketika segala sesuatunya menantang dalam hidup kita dan dalam hidup kita. jalan. Semoga Tuhan memberkati kita selalu, sekarang dan selamanya. Amin.