Minggu, 04 Juli 2021

Senin, 05 Juli 2021 Hari Biasa Pekan XIV

Bacaan I: Kej 28:10-22a "Yakub melihat sebuah tangga, melihat malaikat Allah turun naik, dan melihat Allah yang bersabda."

Mazmur Tanggapan: Mzm 91:1-2.3-4.14-15ab; R:10
"Allahku, pada-Mulah aku percaya" 
    
Bait Pengantar Injil: 2Tim 1:10b "Penebus kita Yesus Kristus telah membinasakan maut dan menerangi hidup dengan Injil."

Bacaan Injil: Mat 9:18-26 "Anakku baru saja meninggal; tetapi datanglah, maka ia akan hidup."
  
Saudara-saudari terkasih dalam Kristus, dalam bacaan pertama kita hari ini, kita mendengar kisah Yakub, anak bungsu Ishak, anak Abraham, yang berada di Betel di tengah melarikan diri dari murka kakaknya Esau. Pada saat itu, Esau yang merupakan kakak laki-laki Yakub seharusnya menjadi orang yang mewarisi berkat dan anugerah Ishak sebagai ahli waris Abraham, tetapi Yakub mengambil berkat dan warisan itu dari Esau. Yakub melarikan diri dari Esau, takut akan murkanya, tetapi Tuhan menyertai Yakub, dan Dia menunjukkan kepastian ini saat dia berbaring tidur di Betel.

Seperti yang kita dengar dalam bacaan pertama kita hari ini, Yakub menerima penglihatan surga saat dia berbaring tidur, dan Tuhan berbicara kepadanya, meyakinkannya bahwa Dia akan bersamanya dan juga dengan keturunannya, mengingat Perjanjian dan janji yang sama yang telah Dia buat. dengan Abraham dan Ishak. Yakub berjanji kepada Tuhan bahwa jika Dia akan membimbingnya dan membantunya untuk kembali ke negeri itu suatu hari nanti, dia akan membangun sebuah mezbah besar untuk menghormati-Nya dan tetap setia kepada-Nya, dia dan keturunannya bersama-sama. Dan Tuhan memang membimbing Yakub dan akhirnya Dia membawa Yakub dan keluarganya kembali ke tanah yang dijanjikan kepadanya dan keturunannya.

Dalam perikop Injil kita hari ini, kita mendengar saat ketika Tuhan menyembuhkan dua orang dari masalah mereka. Ada seorang perempuan yang menderita pendarahan dan pendarahan, dan telah mencari pengobatan tanpa hasil. Dia mencari Tuhan karena dia percaya bahwa Tuhan akan dapat membantunya dari kesulitannya. Dia menyentuh jubah Tuhan dan langsung sembuh. Tuhan juga meyakinkan perempuan itu akan imannya, dan menguatkannya, meyakinkannya bahwa dia telah disembuhkan dan disembuhkan oleh kepercayaannya kepada-Nya.

Kemudian, Tuhan juga membangkitkan putri kepala rumah ibadat yang telah meninggal, yang awalnya mencari Dia untuk menyembuhkannya dari penyakitnya. Ketika dia meninggal sementara Tuhan tertunda dalam perjalanan, Tuhan meyakinkan ayahnya, pejabat itu, bahwa dia tidak perlu khawatir, dan terlepas dari ejekan dan tawa dari semua orang di sana yang menertawakan saran Tuhan bahwa gadis itu hanya tidur. Tuhan membangkitkan gadis itu dari kematian dan menghidupkannya kembali, menunjukkan kepada semua kekuatan dan kasih Tuhan.

Saudara-saudari di dalam Kristus, setelah mendengar hal-hal ini, apakah kita masih meragukan Tuhan dan semua yang Dia dapat lakukan demi kita, demi kita? Apakah kita masih tidak yakin akan hal-hal yang akan kita terima dari Dia, dan semua yang akan kita peroleh dengan menaruh kepercayaan dan iman kita kepada-Nya? Kita semua dipanggil untuk merenungkan hal ini, karena kita harus mempertimbangkan apa yang dapat kita lakukan untuk berkomitmen sebagai orang Kristen yang baik dan setia dalam hidup. Kita seharusnya tidak hanya berbasa-basi dan hidup dengan cara yang bertentangan dengan hukum dan perintah-Nya. Marilah kita semua berbalik kepada-Nya dan menjadi pembawa terang dan kebenaran-Nya dalam komunitas kita hari ini, agar melalui kita, lebih banyak orang dapat menjadi percaya kepada Tuhan juga. Semoga Tuhan menyertai kita dan memberkati kita semua dalam setiap usaha dan usaha kita yang baik. Amin.