Kamis, 19 Agustus 2021

Jumat, 20 Agustus 2021 Peringatan Wajib St. Bernardus, Abas dan Pujangga Gereja

Bacaan I: Rut 1:1.3-6.14b-16.22 "Naomi pulang bersama-sama Rut dan tiba di Betlehem."

Mazmur Tanggapan: Mzm 146:5-6.7.8-9a.9bc-10; Ul: 2a "Pujilah Tuhan, hai jiwaku!"

Bait Pengantar Injil: Mzm 25:5c,5a "Tunjukkanlah lorong-Mu kepadaku, ya Tuhan, bimbinglah aku menurut sabda-Mu yang benar."

Bacaan Injil: Mat 22:34-40 "Kasihilah Tuhan Allahmu, dan kasihilah sesamamu seperti dirimu sendiri."
 
warna liturgi putih
 
 Saudara dan saudari terkasih dalam Kristus, merenungkan bacaan-bacaan hari ini, kita semua diingatkan akan perlunya kita masing-masing sebagai orang Kristen untuk mengikuti Tuhan dan perintah-perintah-Nya dengan sepenuh hati, dipenuhi dengan kasih yang tulus baik kepada Allah. dan untuk sesama kita. Inilah inti dari perikop-perikop Kitab Suci kita hari ini, seperti yang kita dengar dari Kitab Rut dalam bacaan pertama kita, dan kisah dari Injil tentang Tuhan yang berbicara tentang perintah yang paling penting dalam Hukum Taurat.

Dalam bacaan pertama kita hari ini, kita mendengar bacaan dari Kitab Rut di mana kita mendengar tentang wanita Moab yang adalah menantu perempuan Naomi, seorang wanita Israel yang telah kehilangan suaminya dan kedua putranya, salah satunya adalah suami pertama Rut. Oleh karena itu pada saat itu, kedua janda tersebut memutuskan untuk kembali ke tanah Israel dari persinggahan mereka di Moab, tetangga selatan Israel. Naomi memberi tahu Orpa, menantu perempuannya yang lain, dan Rut untuk meninggalkannya dan kembali ke tanah air mereka, yang dilakukan Orpa, tetapi Rut bersikeras bahwa dia akan mengikuti Naomi ke mana pun dia pergi.

Kita mungkin memperhatikan bahwa Kitab Rut unik karena dinamai menurut nama seorang wanita Moab, yang berasal dari orang-orang kafir yang sering berperang melawan orang Israel. Namun yang benar-benar luar biasa ketika kita mendengar cerita tentang bagaimana Rut mengikuti ibu mertuanya ke tanah Israel adalah, cintanya kepada ibu mertuanya dan kesiapannya untuk menjadi bagian dari bangsa Israel, dan mengikuti Tuhan itu luar biasa, apalagi mengingat banyak di antara orang Israel sendiri yang tidak setia kepada Tuhan.

Dan yang lebih penting lagi adalah fakta bahwa Rut tidak lain adalah nenek buyut dari Raja Daud Israel yang terkenal dan penting, karena dia nantinya akan menikahi Boas, salah satu kerabat Naomi, dan menjadi ibu Obed, ayah dari Jesse, yang kemudian menjadi ayah Daud. Oleh karena itu Rut adalah wanita yang unik, seorang non-Israel yang datang secara sukarela untuk menjadi bagian dari umat Allah, dan yang dengan tulus berusaha untuk merawat kerabatnya, terutama ibu mertuanya, suatu kebajikan yang membuat Boas menikahinya.

Ini adalah seorang wanita dan hamba Tuhan yang benar-benar mengasihi Tuhan dan menaati-Nya dengan segenap hatinya, pemenuhan perintah-perintah yang telah Dia berikan kepada orang-orang, yang ironisnya banyak dari orang-orang itu sendiri tidak menaati Hukum dan perintah yang sama. Dan itu adalah orang asing, dan seorang wanita khususnya yang membuktikan kepada mereka bahwa bahkan orang lain pun dapat menjadi murid dan pengikut Tuhan, jika seseorang datang untuk mencintai Tuhan dan mengikuti jalan-Nya sepenuhnya dengan iman, seperti yang telah dilakukan Rut.
 
Saudara dan saudari dalam Kristus, hari ini kita harus melihat teladan yang diberikan oleh para pendahulu kita yang kudus, dalam membantu kita untuk benar-benar setia kepada Tuhan, seperti yang telah dilakukan Rut, seorang wanita suci, takut akan Tuhan dan benar, melalui siapa banyak generasi setelah itu dibawa lebih dekat kepada Tuhan. Mungkin tidak mengherankan mengapa Daud dan keluarganya menjadi orang yang saleh dan taat kepada Tuhan mengingat mereka adalah keturunan dari wanita yang setia dan berdedikasi ini, yang kisahnya sedang kita ingat hari ini.

Hari ini kita juga merayakan pesta St. Bernardus dari Clairvaux, seorang Kepala Biara dan hamba Allah yang terkenal, yang dikenang karena imannya yang besar kepada Tuhan, kekudusan dan kesalehannya, dan pengabdiannya kepada Maria, Bunda Allah yang Terberkati, sebagai serta segala sesuatu yang telah dia lakukan demi Gereja, terutama dalam reformasinya dan modernisasi ordo dan biara-biara religius, dengan pendirian Cistercian yang dikembangkan dari Ordo Benediktin. St. Bernardus dari Clairvaux menginspirasi banyak orang dan melalui banyak karyanya, ia menjadi sangat berpengaruh dalam banyak aspek Gereja.

St. Bernardus mengabdikan bertahun-tahun dalam banyak karyanya di seluruh Gereja, bepergian dari satu tempat ke tempat lain dan terlibat dalam pemerintahan dan manajemen Gereja berkat hubungan dekatnya dengan para Paus dan para pemimpin Gereja lainnya. Dia menyerahkan dirinya dan mempercayakan segalanya kepada Tuhan, dan dengan berani serta sabar menanggung banyak tantangan dan pencobaan saat dia melakukan yang terbaik untuk melayani Tuhan dan menjadi teladan dalam kehidupan dan tindakannya sendiri.

Marilah kita semua juga terinspirasi oleh teladan-teladan yang telah ditunjukkan oleh St. Bernardus, dan marilah kita menyerahkan diri kita kepada Tuhan. Semoga Tuhan, Allah kita yang Mahapengasih, mengasihani kita dan memberi kita kekuatan untuk bertekun dalam iman, sekarang dan selamanya. Amin. 



Lisensi foto: CC0