Kamis, 16 September 2021

Jumat, 17 September 2021 Hari Biasa Pekan XXIV

Bacaan I: 1Tim 6:2c-12 "Hai manusia Allah, kejarlah keadilan."

Mazmur Tanggapan: Mzm 49:6-7.8-9.17-18.20 "Berbahagialah yang hidup miskin terdorong oleh Roh Kudus, sebab bagi merekalah Kerajaan Allah."

Bait Pengantar Injil: Mat 11:25 "Terpujilah Engkau, Bapa, Tuhan langit dan bumi sebab misteri kerajaan Kaunyatakan kepada orang kecil."

Bacaan Injil: Luk 8:1-3 "Beberapa wanita menyertai Yesus dan melayani Dia dengan harta bendanya."

warna liturgi hijau

Saudara dan saudari terkasih dalam Kristus, dalam bacaan pertama kita hari ini, kita mendengar dari Surat Rasul Paulus kepada Timotius tentang pengingat yang diberikan Rasul Paulus kepada Timotius, salah satu penerus Rasul yang paling awal sebagai yang pertama dari para uskup sehubungan dengan keprihatinan tentang ajaran-ajaran palsu dan bimbingan palsu dari mereka yang telah mempromosikan ide-ide mereka sendiri yang menyimpang, karena pada masa awal Gereja, ada benih-benih perpecahan dan perselisihan yang ditempatkan oleh iblis dan pengikutnya. kekuatan, dalam mencoba untuk menghancurkan Gereja dan umat Allah yang setia.
  

Rasul Paulus berbicara tentang bagaimana ada orang-orang yang mengejar agenda mereka sendiri dan mempromosikan ide-ide cacat mereka sendiri yang tidak memiliki kepenuhan kebenaran atau ilham Ilahi seperti yang telah diterima oleh para murid Tuhan, para Rasul dan rekan sekerja mereka. Mereka malah menyebabkan kebingungan dan perpecahan demi kemuliaan dan pengejaran duniawi mereka sendiri, menyamar sebagai guru iman sementara menjadi agen si jahat, yang menggunakan mereka untuk menyebarkan perpecahan dan kebingungan ini, dan menyerang yang paling rentan di antara kawanan domba Tuhan. .

Oleh karena itu, Rasul Paulus melalui kata-katanya mengingatkan kita bahwa kita harus waspada terhadap semua orang yang menabur perselisihan dan perpecahan di antara kita, dan semua orang yang berusaha untuk mendapatkan keuntungan pribadi atas umat Allah. Kita semua harus berhati-hati dan jangan mudah membiarkan iblis menguasai kita. Kita harus tetap setia pada iman kita dan memahami apa yang kita yakini agar kita tidak terpengaruh oleh ajaran dan gagasan palsu itu. Dan itu juga menjadi pengingat bagi kita bahwa kita tidak boleh tergoda oleh keinginan duniawi dan akhirnya merusak orang lain demi kemuliaan pribadi kita sendiri.

Hari ini kita semua dipanggil untuk mengingat komitmen yang kita semua dipanggil untuk lakukan sebagai murid dan pengikut Tuhan. Melihat contoh-contoh yang telah ditunjukkan oleh para Rasul Kudus dan murid-murid Tuhan, kita dapat melihat bagaimana mereka telah memberikan segalanya dalam melayani Tuhan, dalam memberitakan kebenaran Tuhan dan dalam menyampaikan kasih-Nya kepada semua orang. Mereka bekerja selama bertahun-tahun dalam mewartakan firman Tuhan dan menanggung banyak penganiayaan, dan kadang-kadang mereka juga harus melawan ajaran sesat dan bidaah seperti yang harus dihadapi oleh Rasul Paulus sendiri.

Meskipun demikian, mereka bertekun dan berkomitmen kepada Tuhan tanpa ragu-ragu, menghabiskan banyak usaha dan waktu, menjaga fokus mereka pada Tuhan sepanjang waktu. Mereka mungkin goyah dan gagal, tetapi dengan bantuan, kekuatan dan kasih karunia dari Tuhan, mereka bangkit lagi, dan lagi, tidak pernah menyerah dalam pekerjaan dan upaya untuk kemuliaan Tuhan yang lebih besar dan untuk keselamatan saudara dan saudari mereka. Semangat dan iman inilah yang dimiliki oleh para pendahulu kita yang suci, yang juga harus kita miliki dalam hidup kita sendiri, dalam iman kita sendiri kepada Tuhan.

Semoga Tuhan selalu bersama kita dan semoga Dia menguatkan kita masing-masing dengan kebenaran-Nya agar kita selalu setia kepada-Nya, dan tetap berkomitmen pada kebenaran-Nya, dan tidak jatuh ke dalam perangkap kepalsuan dan kebohongan yang ditempatkan iblis. di sekitar kita. Semoga Tuhan memberkati kita semua dalam setiap usaha dan perbuatan baik kita, sekarang dan selamanya. Amin.

 

 

Foto oleh form PxHere