Jumat, 03 September 2021

Sabtu, 04 September 2021 Hari Biasa Pekan XXII

Bacaan I: Kol 1:21-23 "Allah telah mendamaikan kalian agar kalian ditempatkan di hadapan-Nya dalam keadaan kudus dan tak bercela."
   
Mazmur Tanggapan: Mzm 90:3-5a.12-13.14.17 "Allahlah penolongku."

Bait Pengantar Injil: Yoh 14:6 "Akulah jalan, kebenaran dan kehidupan, sabda Tuhan. Tiada orang sampai kepada Bapa, tanpa melalui Aku."

Bacaan Injil: Luk 6:1-5 "Mengapa kalian melakukan sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat?"
     

     warna liturgi hijau

    Hukum sangat penting di dunia kita. Jika kita tidak memiliki peraturan atau undang-undang, siapa pun dapat melakukan apa yang ingin mereka lakukan dan tidak akan ada konsekuensi untuk menyakiti orang lain, mencuri apa yang bukan milik kita atau menipu orang dari tabungan hidup mereka. Hukum memiliki tujuan yang lebih tinggi. Tujuan hukum adalah untuk memastikan bahwa dunia kita adalah untuk melindungi hak-hak individu, negara-negara dan dunia.

     Namun, hari ini orang-orang Farisi suka mengomel. Seperti biasa, mereka mengawasi Yesus untuk kemungkinan pelanggaran hukum Musa. Ketika orang-orang Farisi menyadari bahwa murid-murid Yesus telah memetik beberapa butir dan secara otomatis memakannya, mereka memiliki kesempatan yang sempurna untuk menuduh Yesus dan murid-murid-Nya melanggar hukum Musa.

     Yesus tidak ragu-ragu. Dia dengan tegas mengingatkan mereka:  “Tidakkah kalian baca apa yang dilakukan Daud, ketika ia dan para pengikutnya lapar? Ia masuk ke dalam rumah Allah dan mengambil roti sajian. Roti itu dimakannya dan diberikannya kepada para pengikutnya. Padahal roti itu tidak boleh dimakan, kecuali oleh para imam.” Dan Yesus berkata lagi, “Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat.”
  
    Sekarang, apakah kita melakukan hal-hal dengan cara yang salah dalam cara kita menghayati iman kita? Apakah kita semua mengikuti Tuhan dengan sepenuh hati atau hanya memenuhi perintah dan aturan karena kewajiban dan ingin melakukan apa yang harus kita lakukan? Atau apakah kita sungguh-sungguh dan tulus setia kepada Tuhan? Mampukah kita berkomitmen dengan cinta dan komitmen sejati, dan mampukah kita mendedikasikan diri setiap saat dengan semangat untuk Tuhan?  Semoga Tuhan menyertai kita selalu, dan semoga Dia memberkati kita dalam setiap perbuatan kita dan dalam setiap usaha dan perbuatan baik kita. Amin.

Image by Foto-Rabe from Pixabay