Jumat, 24 September 2021

Sabtu, 25 September 2021 Hari Biasa Pekan XXV

Bacaan I: Za 2:1-5.10-11a "Aku datang dan tinggal di tengah-tengahmu."

Kidung Tanggapan: KIDUNG Yer 31:10.11.12ab.13 "Tuhan menjaga kita seperti gembala menjaga kawanan dombanya."

Bait Pengantar Injil: 2 Tim 1:10b "Penebus kita Yesus Kristus telah membinasakan maut, dan menerangi hidup dengan Injil."

Bacaan Injil: Luk 9:43b-45 "Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia. Mereka tidak berani menanyakan arti perkataan itu kepada-Nya."
 
warna liturgi hijau
 
 Saudara-saudari terkasih dalam Kristus, hari ini melalui bacaan Kitab Suci kita semua dipanggil untuk mengingat kasih dan pemeliharaan Tuhan bagi kita, betapa Dia peduli dan selalu hadir untuk kita, sangat mencintai kita dan tidak pernah menyerah. kita terlepas dari sikap keras kepala dan ketidakpatuhan kita yang terus-menerus. Dia masih dengan sabar merawat kita dan mengirimkan kepada kita Juruselamat-Nya seperti yang telah Dia janjikan, bahwa segala sesuatu yang telah Dia nyatakan dan katakan melalui para nabi dan utusan-Nya akan digenapi.

Dalam bacaan pertama kita hari ini, diambil dari Kitab Nabi Zakharia, kita mendengar Tuhan berbicara melalui nabi kepada umat-Nya tentang Tuhan yang akan melindungi umat-Nya dan tidak akan membiarkan malapetaka menimpa mereka, bahkan seperti kota Yerusalem saat itu sedang dibangun kembali. Secara kontekstual, nabi Zakharia aktif pada masa pemerintahan Raja Persia, Darius, beberapa waktu setelah bangsa Israel kembali dari pembuangan mereka di Babel dan Asyur.

Pada saat itu, orang-orang Israel secara bertahap mulai membangun kembali kota-kota mereka dan kehidupan baru, dan kota Yerusalem sendiri berada di tengah-tengah rekonstruksi setelah dihancurkan dan dihancurkan oleh Babel beberapa dekade sebelumnya. Bait Allah di Yerusalem juga sedang dibangun kembali, ketika orang-orang berbalik kepada Tuhan di bawah kepemimpinan Ezra dan Nehemia, serta pengaruh nabi-nabi lain termasuk Zakharia sendiri.

Oleh karena itu, dengan konteks ini, kita dapat lebih memahami bagaimana Tuhan meyakinkan umat-Nya akan kehadiran-Nya yang berkelanjutan di tengah-tengah mereka dan bagaimana Dia akan menjadi pusat dan fokus hidup mereka, menjadi pengharapan dan kekuatan mereka di tengah kegelapan dan kejahatan yang mengelilingi mereka. Ini Dia komunikasikan kepada mereka, dan Dia kemudian akan membuktikan dan menegaskan komitmen-Nya dengan mengirimkan kepada kita Putra-Nya, Yesus Kristus, ke dunia ini untuk menjadi Juruselamat kita, untuk membawa kepada kita Terang Harapan yang telah kita tunggu-tunggu.

Dalam perikop Injil kita hari ini, kita kemudian mendengar Tuhan sendiri berbicara tentang hal ini ketika Dia memberi tahu murid-murid-Nya bagaimana Dia akan diserahkan ke tangan musuh-musuh-Nya dan bagaimana Dia akan dianiaya dan dibuat menderita oleh penguasa, dan akhirnya, akan dihukum mati dan menderita karena kesalahan dan dosa semua orang. Dia melakukan semua ini karena Dia dengan sabar mengasihi kita dan ingin kita semua diperdamaikan dengan Dia, dan Dia ingin kita menaruh kepercayaan kita sekali lagi kepada-Nya.
 
Hari ini kita semua ditantang untuk bertumbuh dalam kasih dan iman kepada Tuhan, dan meninggalkan cara-cara kita yang berdosa, ketidaktaatan kita dan semua hal yang menghalangi kita untuk menjangkau Tuhan. Marilah kita semua merendahkan diri di hadapan Tuhan dan menyadari betapa tidak bersyukur dan berdosanya kita selama ini. Marilah kita mengikuti Tuhan dengan ketulusan yang semakin besar dan menyerahkan diri kita kepada-Nya lagi dengan hati yang dipenuhi dengan kasih kepada-Nya.

Semoga Tuhan menyertai kita selalu dan semoga Dia terus menguatkan kita masing-masing untuk berjalan dengan setia di jalan-Nya sehingga kita dapat menjadi inspirasi dan teladan yang baik, sebagai panutan yang hebat bagi satu sama lain. Semoga kita semua melakukan dengan cara apa pun yang kita bisa untuk memuliakan Tuhan melalui hidup kita, bersyukur bahwa Dia selalu mengasihi kita dan memberkati kita dalam setiap kegiatan kita, dan bahkan mengaruniakan Putra-Nya untuk keselamatan kita. Semoga Tuhan memberkati kita selalu, setiap saat. Amin.