Selasa, 05 Oktober 2021

Rabu, 06 Oktober 2021 Hari Biasa Pekan XXVII

Bacaan I: Yun 4:1-11 "Engkau sayang akan pohon jarak itu. Mana mungkin Aku tidak sayang akan kota Niniwe yang besar itu?"

Mazmur Tanggapan: Mzm 86:3-4.5-6.9-10 "Engkaulah Allah, yang panjang sabar dan berlimpah kasih setia."

Bait Pengantar Injil: Rm 8:15 "Kalian akan menerima roh pengangkatan menjadi anak; dalam roh itu kita akan berseru, ‘Abba, ya Bapa’."

Bacaan Injil: Luk 11:1-4 "Tuhan, ajarlah kami berdoa."
 
warna liturgi hijau
 
 Setiap orang Katolik hafal doa 'Bapa Kami': satu-satunya doa yang Yesus ajarkan kepada para pengikut-Nya. Tetapi 'Bapa Kami' yang kita kenal di dalam hati kita—yang kita doakan di setiap Misa sebelum menerima Komuni Kudus, dan yang kita doakan beberapa kali selama rosario—bukanlah 'Bapa Kami' yang kita dengar Yesus ajarkan, dalam perikop Injil hari ini.

Versi 'Bapa Kami' yang dicatat Lukas untuk kita lebih pendek dari versi yang kita hafal. Mungkin versi yang lebih pendek ini adalah versi pertama yang Yesus ajarkan kepada para pengikutnya, sama seperti seorang guru memperkenalkan poin-poin penting dari sebuah pelajaran terlebih dahulu, dan kemudian menyempurnakannya lagi.

Dalam versi singkat dari 'Bapa Kami' ini, ada tiga pokok yang Yesus ajarkan kepada kita untuk didoakan. Dalam keheningan setelah Komuni Kudus, atau setelah Misa, atau di rumah kita, baca dan doakan versi yang lebih pendek ini, dan lihat apa tiga poin itu. Apa tiga hal yang Yesus ajarkan agar kita minta dari Bapa Surgawi kita?
 
Dalam Injil Lukas 11:1-13 didapati tiga pokok. Pertama Yesus mengajar murid-muridnya berdoa (ayat 1-4), disusul dengan perumpamaan mengenai orang yang dengan tanpa sungkan minta tolong kepada seorang kawannya di tengah malam (ayat 5-8), dan diakhiri dengan sebuah pengajaran mengenai kekuatan doa (ayat 9-13).
 
 
"Doa Tuhan adalah kesimpulan seluruh Injil" (Tertulianus, or. 1). "Ketika Tuhan mewariskan kepada kita rumusan doa ini, Ia menambahkan pula: "Mintalah, maka kamu akan diberi; carilah, maka kamu akan mendapat; ketuklah, maka pintu akan dibukakan bagimu" (Luk 11:9). Jadi setiap orang dapat menyampaikan pelbagai macam doa ke surga seturut kebutuhannya; tetapi ia harus selalu mulai dengan doa Tuhan, yang merupakan doa utama" (Tertulianus, or. 10).
--- Katekismus Gereja Katolik, 2761
 
 
Gambar oleh kalhh dari Pixabay