Minggu, 10 Oktober 2021

Senin, 11 Oktober 2021 Hari Biasa Pekan XXVIII

Bacaan I: Rm 11:1-7 "Dengan pengantaraan Kristuslah kami menerima kasih karunia dan jabatan rasul untuk menuntun semua bangsa supaya percaya."

Mazmur Tanggapan: Mzm 98:1.2-3ab.3cd-4 "Tuhan telah memperkenalkan penyelamatan-Nya."

Bait Pengantar Injil: Mzm 95:8ab "Hari ini dengarkanlah suara Tuhan, dan janganlah bertegar hati."

Bacaan Injil:  Luk 11:29-32 "Angkatan ini tidak akan diberi tanda selain tanda Nabi Yunus."
     
warna liturgi hijau 
 
Gambar oleh CCXpistiavos dari Pixabay

 Saudara-saudari yang terkasih dalam Kristus, dalam bacaan pertama kita hari ini dari kitab nabi Yehezkiel, kita mendengar Tuhan berbicara kepada umat-Nya, yang pada waktu itu berada di pembuangan di Babel, bahwa Ia akan mengumpulkan mereka seperti seorang gembala yang mengumpulkan domba-domba-Nya, dari mereka yang tercerai-berai di antara bangsa-bangsa, dan Dia akan mencari mereka dan menyatukan kembali diri mereka kepada-Nya, karena Dia masih mencintai mereka dan merawat mereka sebagai umat-Nya yang terkasih dan anak-anak-Nya. Tuhan masih setia pada Perjanjian yang telah Dia buat dengan mereka meskipun orang-orang yang sama telah mengkhianati dan meninggalkan-Nya untuk berhala dan dewa-dewa kafir palsu.

Tuhan akan membuktikan hak ini dengan mengumpulkan semua umat-Nya yang tercerai-berai dan menggerakkan hati Raja Persia, Cyrus Agung untuk mengizinkan keturunan orang Israel kembali ke tanah air mereka dan membangun kembali kota dan tempat tinggal mereka, serta Istana Suci. Bait Suci Tuhan di Yerusalem. Tuhan mengumpulkan mereka semua dan menyatukan mereka kembali, untuk hidup sekali lagi dalam ketaatan pada Hukum dan perintah-Nya, dan menjauhkan diri dari cara-cara memberontak nenek moyang mereka.
   
Saudara-saudari terkasih, tanda adalah sesuatu yang kelihatan dan menunjukkan maksud atau tujuan yang tak kelihatan, misalnya tanda ‘lampu lalu lintas menyala merah’ artinya perintah untuk berhenti, tanda ‘panah’ menunjuk arah tertentu yang harus diikuti, dst.. , Barangsiapa peka dan memahami serta melaksanakan perintah terlubung dari tanda-tanda tersebut maka ia akan selamat. Yunus menjadi tanda kehadiran atau utusan Tuhan bagi orang Niniwe, maka apa yang disuarakan atau disampaikan oleh Yunus ditangkap. dipahami dan dilaksanakan oleh orang Niniwe: orang-orang Niniwe bertobat dan akhirnya selamat.
 
Peristiwa Yunus masuk perut ikan menjadi cerita yang sangat mengesan dan inti pesannya menarik untuk direnungkan secara mendalam. Yesus mengangkat tokoh Yunus untuk menegaskan bahwa angkatan yang dihadapi sekarang ini juga mendapatkan tanda-tanda dari Yesus untuk bertobat. Yesus lebih besar dari Yunus, dan lebih besar dari Salomo, raja yang terkenal karena kebijaksanaannya. Dengan penegasan ini, orang-orang yang berhadapan dengan Yesus juga harus bertobat. Kalau tidak, hukuman kepada mereka akan lebih berat daripada hukuman orang-orang Niniwe. Mereka tidak akan diselamatkan, sebaliknya akan dibinasakan karena tidak mau percaya kepada karya penyelamatan-Nya.