Rabu, 03 November 2021

Kamis, 04 November 2021 Peringatan Wajib St. Carolus Borromeus, Uskup

Bacaan I: Rm 14:7-12 "Entah hidup, entah mati, kita tetap milik Tuhan."

Mazmur Tanggapan: Mzm 27:1.4.13-14 "Aku percaya akan melihat kebaikan Tuhan di negeri orang-orang hidup."

Bait Pengantar Injil: Mat 11:28 "Datanglah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat. Aku akan memberikan kelegaan kepada kalian."

Bacaan Injil: Luk 15:1-10 "Akan ada sukacita di surga karena satu orang berdosa yang bertobat."
 
 
warna liturgi putih
 
 
Saudara-saudari terkasih, dalam bacaan Injil hari ini dimulai dengan orang-orang Farisi yang bersungut-sungut tentang Yesus (lagi)! Kali ini mereka mengkritik Yesus karena menyambut orang-orang yang mereka anggap najis: para pendosa. Yesus tidak hanya menyembuhkan orang berdosa tetapi juga memiliki keberanian untuk makan bersama mereka! Yesus sekali lagi tidak berperilaku baik (setidaknya di mata orang Farisi).

Saya bertanya-tanya bagaimana tindakan sederhana Yesus duduk dan berbagi makanan dengan “orang-orang najis itu” mengubah hati dan kehidupan orang-orang itu. Untuk sekali apakah mereka benar-benar merasa dihargai dan diterima hanya untuk siapa mereka? Saya bertanya-tanya bagaimana momen sederhana namun penting itu mengubah hidup dan hati mereka.

Hari ini Yesus mengundang kita untuk duduk dan makan bersama-Nya meskipun kita “najis”. Bagaimana Anda akan merespons? Bagaimana saya akan menanggapi?

Kita mendengar Tuhan berbicara kepada murid-murid-Nya dan orang-orang menggunakan perumpamaan, yaitu perumpamaan tentang domba yang hilang dan dirham yang hilang. Dalam perumpamaan itu, Tuhan menyebutkan bagaimana seseorang yang memiliki seratus domba dan kehilangan salah satu dari domba itu akan melakukan segala yang dia bisa untuk menemukan satu domba yang hilang itu, berkeliling dan melakukan segalanya untuk menemukan dan dipersatukan kembali dengan domba yang hilang itu. Begitu dia menemukan domba yang hilang itu, dia akan bersukacita karena domba yang hilang itu bahkan lebih besar daripada domba lain yang tidak hilang. Logika yang sama juga diterapkan pada dirham yang hilang. Semoga Tuhan terus membimbing kita dan membantu kita dalam perjalanan kita, dan menguatkan kita dalam iman. Amin.