Senin, 22 November 2021

Selasa, 23 November 2021 Hari Biasa Pekan XXXIV

Bacaan I: Dan 2:31-45 "Allah akan mendirikan suatu kerajaan yang takkan binasa selama-lamanya dan akan meremukkan segala kerajaan."

Kidung Tanggapan: Dan 3:57.58.59.60.61 "Pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya."

Bait Pengantar Injil: Why 2:10c "Hendaklah engkau setia sampai mati, sabda Tuhan, dan Aku akan mengurniakan kepadamu mahkota kehidupan."

Bacaan Injil: Luk 21:5-11 "Tidak ada satu batu pun akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain."
 
warna liturgi hijau


"Akan tiba harinya". . . . Hari ini Yesus memberi tahu murid-murid-Nya bahwa suatu hari Bait Suci akan runtuh! Tentu saja murid-murid-Nya ingin Yesus meramalkan masa depan: mereka berharap Yesus memberi tahu mereka dengan tepat kapan Bait Suci akan dihancurkan. Mereka juga ingin Yesus memberi mereka tanda yang harus dicari agar mereka siap untuk kejadian ini.

Yesus tidak menjawab pertanyaan mereka secara langsung. Sebaliknya, Dia memberi tahu murid-murid-Nya untuk memperhatikan tanda-tanda seperti bencana alam, gempa bumi, tsunami, perang, pemberontakan. Saya berasumsi bahwa ramalan-Nya mungkin telah menimbulkan sedikit kecemasan pada murid-murid-Nya. Namun, segera setelah pernyataan ini, Yesus memberi tahu murid-murid-Nya bahwa mereka tidak boleh takut.

Apakah kita ingat kecemasan dan ketakutan saat lonjakan covid-19 di Indonesia pada bulan Juni-Juli 2021? Dimana rawat inap rumah sakit penuh, IGD penuh hingga penderita covid-19 harus mengantri di selasar rumah sakit, halaman parkir rumah sakit? Pemakaman dan krematorium ada antrian panjang. Luangkan waktu sejenak dan ingat kejadian itu. Mungkin ada di antara kita, saudara, orangtua, tetangga, teman yang meninggal karena covid-19. Bagaimana Anda mendengar berita ini yang mendominasi setiap hari baik di media cetak, tv, dan media sosial? Apa tanggapan Anda terhadap semua yang terjadi? Tentu kita tidak ada yang ingin hal itu terjadi lagi, dimana waktu itu rumah sakit penuh, orang-orang sakit yang tidak menderita covid-19 juga turut kesulitan mendapatkan kamar rawat inap.

Peristiwa seperti tragedi ini juga bisa menjadi pengingat bagi kita bahwa “kita tidak tahu hari maupun jam” kematian kita! Tak satu pun dari kita memiliki jaminan hari esok. Kita benar-benar hanya memiliki hari ini dan mungkin hanya saat ini! Jenis peristiwa ini membuat kita takut (dan dapat dimengerti)! Kita hari ini masih dibayangi dengan lonjakan covid-19, Namun, peristiwa ini juga berpotensi memotivasi kita untuk secara menjalani setiap hari dengan baik, siap siaga, waspada dengan tidak lalai menerapkan protokol kesehatan.

Kenyataannya adalah bahwa tidak ada dari kita yang tahu waktu spesifik kematian kita. Namun kita tahu bahwa setiap hari kita diberi hadiah: hadiah 24 jam! Bagaimana Anda dan bagaimana saya akan menghabiskan hadiah kita, waktu kita, hari ini? Dengan siapa kita akan menghabiskan waktu kita? Apakah Tuhan bagian dari jawaban kita? Semoga kita semua tidak lupa dan lalai dengan kejadian lonjakan covid-19 pada Juni-Juli 2021, dan juga di beberapa negara lain pada pekan-pekan ini mengalami lonjakan covid-19. Mari hindari kerumunan, batasi aktivitas terutama pada Natal dan akhir tahun ini sampai kita terbebas dari pandemi covid-19 ini.