Minggu, 07 November 2021

Senin, 08 November 2021 Hari Biasa Pekan XXXII

Bacaan I: Keb 1:1-7 "Kebijaksanaan adalah roh yang sayang akan manusia, Roh Tuhan memenuhi seluruh dunia."

Mazmur Tanggapan: Mzm 139:1-3.4-6.7-8.9-10 "Tuntunlah aku di jalan yang kekal, ya Tuhan."

Bait Pengantar Injil: Flp 2:15-16 "Hendaknya di dunia ini kalian bersinar seperti bintang-bintang sambil berpegang pada firman kehidupan."
    

Bacaan Injil:  Luk 17:1-6 "Jika saudaramu berbuat dosa terhadapmu tujuh kali sehari dan tujuh kali kepadamu dan berkata, 'Aku menyesal', engkau harus mengampuni dia."

warna liturgi hijau

Injil hari ini dimulai dengan Yesus sekali lagi mengajar murid-murid-Nya. Dia memperingatkan murid-murid-Nya untuk tidak melakukan apa pun yang akan menyebabkan skandal bagi orang lain atau menggoda mereka untuk berbuat dosa. Bagi Yesus, ini adalah salah satu hal terburuk yang dapat kita lakukan.

Yesus menyuruh murid-murid-Nya untuk berjaga-jaga. Mereka perlu memperhatikan apa yang mereka lakukan dan apa yang mereka katakan. Kata-kata dan tindakan mereka akan berdampak positif atau negatif bagi orang lain. Hari ini Yesus mengingatkan kita untuk sadar akan kata-kata kita, sikap kita dan tindakan kita. Hari ini kita memiliki potensi untuk menjadi pengaruh positif atau pengaruh negatif! Apa yang akan menjadi pilihan kita?

Dalam bacaan I, Kitab Kebijaksanaan kita mendengar bagaimana Kebijaksanaan Tuhan tetap ada dalam diri orang-orang benar dan dalam semua orang yang bersedia mendengarkan Tuhan dan mengikuti jalan-Nya. Jika di sisi lain kita lebih memilih untuk mengikuti jalan kita sendiri yang tidak patuh, tidak menaati Tuhan, hukum dan perintah-Nya, maka pada akhirnya, kita mungkin berakhir di jalan kebodohan dan kekurangan Hhkmat dan bimbingan Tuhan. Itulah yang terjadi pada banyak orang yang telah memilih untuk tidak menaati Tuhan dan menempuh jalan mereka sendiri.
  
Tuhan masih ingin mengampuni kita dan berdamai dengan kita, bahkan dengan semua kesalahan itu, seperti yang Dia katakan segera setelah itu tentang pengampunan, dan bagaimana kita harus saling mengampuni tanpa henti, angka tujuh yang digunakan memiliki arti kesempurnaan, dan oleh karena itu adalah panggilan bagi kita semua untuk bermurah hati dalam mengampuni sama seperti Tuhan sendiri yang murah hati dalam mengampuni dosa-dosa kita, asalkan kita mau bertobat dari dosa-dosa dan kesesatan kita dan menerima belas kasihan-Nya yang selalu murah hati. 
   
Semoga Tuhan memberkati kita semua dan semoga Dia tetap bersama kita dalam perjalanan hidup kita, sehingga kita dapat semakin dekat dengan-Nya, dan terus menapaki jalan kehidupan ini, dan dikuatkan dalam iman, setiap saat.  Amin.
Credit:ThamKC/istock.com