Januari 05, 2022

Kamis, 06 Januari 2022 Hari Biasa Sesudah Penampakan Tuhan

Bacaan I: 1Yoh 4:19-5:4 "Barangsiapa mengasihi Allah, Ia harus juga mengasihi saudaranya."
   
Mazmur Tanggapan: Mzm 72:1-2.14.15bc.17

Bait Pengantar Injil: Luk 4:18 "Tuhan mengutus Aku menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin, dan memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan."

Bacaan Injil: Luk 4:14-22a "Pada hari ini digenapilah Kitab Suci."
 
warna liturgi putih

Saudara-saudari terkasih dalam Kristus, merenungan firman Tuhan hari ini, kita mendengar tentang pengingat akan kasih Allah yang telah dinyatakan kepada kita di dalam Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat kita, yang datang ke dunia ini membawa kepada kita penggenapan keselamatan yang telah lama dijanjikan yang telah dijanjikan Allah kepada kita masing-masing, kepada seluruh umat manusia melalui banyak nabi dan utusan-Nya yang telah Dia utus kepada kita di masa lalu.

Dalam bacaan Injil hari ini, kita mendengar bagaimana Tuhan Yesus datang ke rumah ibadat di Nazaret kampung halaman-Nya, dan membaca gulungan kitab nabi Yesaya, mengucapkan kata-kata yang telah diucapkan nabi itu tentang kedatangan-Nya sendiri ke dunia ini. Dengan mewartakan firman keselamatan Tuhan, dan mengingatkan kita semua akan janji-janji-Nya, Kristus telah meyakinkan semua orang yang berkumpul, dan kita semua di sini yang telah mendengar sabda itu dari Kitab Suci, bahwa Dia akan selalu menjunjung dan memenuhi janji-janji-Nya, dan kita dapat benar-benar percaya kepada-Nya.

Karena melalui Inkarnasi-Nya dan datang ke dunia ini Dia telah menunjukkan kepada kita karunia kasih-Nya, dan harapan penebusan, bagi kita untuk diperdamaikan dengan-Nya dan untuk dapat menemukan jalan kita kepada-Nya. Tuhan telah mengutus Putra-Nya sendiri ke tengah-tengah kita agar Dia dapat tinggal bersama kita dan tinggal bersama kita, dan agar kita tidak sendirian terlepas dari apa yang kita hadapi di dunia ini. Dia telah datang untuk menyembuhkan kita dari luka-luka kita, mengampuni kesalahan dan pelanggaran kita, dan memanggil kita untuk bertobat dari banyak dosa kita dan berdamai dengan kita.

Dalam bacaan pertama kita hari ini, Rasul Yohanes dalam Suratnya berbicara tentang panggilan bagi kita semua orang Kristen untuk saling mengasihi dan menunjukkan kasih dalam kehidupan dan tindakan kita sehari-hari, sama seperti Allah telah mengasihi kita terlebih dahulu, melalui semua yang Dia lakukan bagi kita dan akhirnya melalui Kristus, dengan pengorbanan kasih-Nya di kayu Salib, saat Dia tanpa pamrih menanggung ke atas diri-Nya semua cambuk, hukuman dan penderitaan karena dosa-dosa kita. Dia memberikan diri-Nya bagi kita, sehingga dengan kasih dan tindakan-Nya, kita semua dapat menerima jaminan hidup yang kekal, dan melalui luka-luka-Nya dan kematian-Nya, kita telah dijadikan bagian dalam sukacita sejati dan kemuliaan abadi.

Jika kita semua mengaku percaya kepada Tuhan, maka wajar jika setiap orang dari kita harus mencintai Dia dengan kemampuan terbaik kita, dan mengasihi Dia terlebih dahulu dan terutama sebelum segalanya. Dan dengan kasih yang sama ini, kita semua juga harus mengasihi sesama saudara kita, di komunitas kita masing-masing. Karena jika Tuhan telah mengasihi kita masing-masing tanpa terkecuali, bahkan kepada orang yang paling berdosa sekalipun, lalu bagaimana mungkin kita tidak mengasihi saudara-saudari kita, bahkan orang asing yang kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari?

Dan bukan hanya itu, tetapi karena Tuhan sendiri juga telah mengajar murid-murid-Nya, kita harus belajar untuk mengasihi bahkan musuh kita dan semua orang yang membenci kita. Sangat mudah bagi kita untuk mencintai mereka yang mencintai kita kembali, tetapi jauh lebih sulit untuk mencintai mereka yang telah membuat hidup kita sulit dan menyakiti kita. Tapi itulah tepatnya yang Tuhan sendiri telah lakukan kepada kita. Ingatlah bagaimana Dia telah mengampuni mereka yang telah membuat Dia menderita, menolak dan mempermalukan Dia, semua orang yang telah menghukum Dia hingga mati dengan kematian yang paling menyakitkan di Kayu Salib. Dia mengampuni orang-orang yang membenci-Nya dari Salib-Nya dan berdoa bagi mereka semua.

Saudara dan saudari dalam Kristus, marilah kita semua belajar untuk mengasihi dengan murah hati dan memenuhi panggilan kita sebagai orang Kristen untuk menunjukkan kasih satu sama lain dengan cara yang sama seperti yang pertama kali Tuhan tunjukkan kepada kita. Janganlah kita mengeraskan hati kita dan semakin membuka diri kita untuk kasih dan keajaiban Tuhan yang paling murah hati. Melalui kasih-Nya, Tuhan telah menyelamatkan kita dan berusaha untuk membuat kita utuh kembali. Namun, karena kekeraskepalaan kitalah banyak dari kita tetap terikat pada dosa dan menempatkan diri kita di bawah belenggu dan kekuasaan dosa, kejahatan dan kejahatan.

Hari ini, saat kita terus merayakan masa Natal ini, marilah kita semua menjadi saksi kasih Tuhan di tengah-tengah komunitas kita, dan marilah kita mengabdikan diri dengan lebih berani untuk mengasihi Tuhan dan berbagi kasih itu satu sama lain. Marilah kita mengikuti Tuhan dan jalan-Nya, mengasihi dengan murah hati dan lembut mulai sekarang, selalu dan selama-lamanya. Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi selalu dan tetap bersama kita, setiap saat. Amin.