Februari 21, 2022

Selasa, 22 Februari 2022 Pesta Takhta St. Petrus, Rasul

Bacaan I: 1Ptr 5:1-4 "Gembalakanlah kawanan domba Allah yang ada padamu."

Mazmur Tanggapan: Mzm 23:1-3.3b-4.5.6; Ul: 1 "Tuhanlah gembalaku, tak'kan kekurangan aku."

Bait Pengantar Injil: Mat 16:18 "Engkau adalah Petrus, di atas batu karang ini Aku akan mendirikan Gereja-Ku, dan alam maut tidak akan menguasainya."

Bacaan Injil: Mat 16:13-19 "Engkau adalah Petrus, dan di atas batu karang ini akan Kudirikan Gereja-Ku."
 
bacaan Kitab Suci dapat dibaca pada tautan berikut ini
   
warna liturgi putih

Saudara-saudari terkasih dalam Kristus, hari ini Gereja bersama-sama merayakan Pesta Takhta Santo Petrus, Rasul, sebuah perayaan besar yang menandai kesatuan Gereja melalui kepemimpinan Pangeran agung dan pemimpin semua Rasul dan banyak penerusnya sepanjang sejarah hingga saat ini. Hari ini kita mengingatkan diri kita sendiri akan kesatuan yang kita miliki sebagai satu kesatuan umat Allah, dalam satu kawanan semua umat beriman, berkumpul bersama di hadirat dan pelukan-Nya.

Kita mungkin merasa aneh bahwa kita merayakan Pesta takhta ini. Apa yang istimewa dari kursi ini sehingga kita merayakannya? Apa pentingnya Pesta ini? Seperti disebutkan sebelumnya, Pesta ini adalah pengingat akan kesatuan bahwa kita sebagai umat Allah, dari seluruh dunia berbagi dalam satu Gereja, satu kepemimpinan, dengan Kristus sebagai Kepala Gereja, dan dengan St. Petrus dan para pengikutnya. penerus sebagai Wakil dari satu-satunya Kepala Gereja yang sejati, Wakil Kristus, Paus kita.

Perayaan Pesta Takhta Santo Petrus bukan hanya sekedar perayaan atas kursi atau takhta sembarangan. Sebaliknya, kita harus memahami bahwa dalam konteks Gereja, pemimpin di sini adalah representasi nyata dan fisik dari otoritas para uskup sebagai tempat kedudukan otoritas mereka. Kursi ini dikenal sebagai Cathedra, di mana Katedral mendapatkan namanya. Ini mengacu pada gereja di mana Katedral uskup berada, sebagai simbol fisik dan nyata dari otoritasnya sebagai gembala umat beriman di keuskupannya.

Dan bagi Rasul Santo Petrus, yang merupakan Uskup Roma dan Paus pertama, itu menjadi lebih istimewa bagi kita semua, bagi seluruh Umat Katolik karena dia tidak sama seperti uskup-uskup lainnya, tetapi dia telah dipercayakan dengan peran khusus sebagai Wakil Kristus, sebagai orang yang memimpin seluruh Gereja Universal. Dia dan semua penerusnya memiliki kewajiban dan tanggung jawab khusus ini sebagai Wakil Kepala Gereja yang sejati, Yesus Kristus, bahwa Takhta Santo Petrus oleh karena itu adalah simbol yang sangat kuat dari otoritas dan keutamaan universal yang dimiliki Santo Petrus dan penerusnya, yang dimiliki Paus di seluruh Gereja.

Jadi, sementara memang ada kursi fisik yang sebenarnya digunakan oleh Santo Petrus sebagai peninggalan berharga yang ditempatkan di Altar Kursi Basilika Kepausan Santo Petrus, tetapi ini bukan hanya apa yang kita rayakan hari ini. Sebaliknya, melalui Pesta Takhta Santo Petrus Rasul yang agung ini, kita mengingat dan merayakan kesatuan Gereja yang berkelanjutan, semua kawanan umat beriman Tuhan di bawah bimbingan dan kepemimpinan Penerus Santo Petrus, Paus kita Fransiskus, Wakil Kristus, mengingat bagaimana dia dan para pendahulunya dari St. Petrus telah mendedikasikan diri mereka untuk memimpin umat Allah di dunia yang sering bergejolak ini.

Hari ini kita mengingat firman Tuhan sendiri, mendirikan dan mempercayakan Gereja kepada St. Petrus, yang namanya berarti 'Batu' agar Gereja yang didirikan-Nya dapat dibangun di atas dasar yang kokoh dari Batu Karang iman yaitu St. Petrus. Petrus, dan dibantu dengan kekuatan tiang-tiang iman para Rasul. Karena itu, Gereja dipersatukan dengan Tuhan, Gembala Utama dari semua, Gembala yang Baik, melalui banyak gembala yang telah Dia panggil dan tunjuk untuk memimpin dan membimbing umat-Nya, kawanan-Nya, yaitu para Rasul dan penerus mereka.
   
Oleh karena itu, sekarang, sebagai umat Allah dan Gereja-Nya, marilah kita melakukan yang terbaik dalam segala hal yang dapat kita lakukan untuk tetap bersatu dengan kuat sebagai satu umat dan satu Gereja, dengan menaati kebenaran, hukum, dan perintah Allah yang telah diwahyukan dan diturunkan kepada kita melalui Gereja-Nya, melalui para gembala kita, para Rasul dan penerus mereka, Paus kita dan banyak uskup serta imam yang dengan setia melayani Dia sepanjang zaman. Marilah kita semakin mempercayakan diri kita kepada Tuhan dan berusaha untuk bekerja lebih untuk kesatuan Gereja dan berdoa untuk Paus kita khususnya dan untuk para uskup lainnya juga.    
 
Marilah kita memberi mereka dukungan penuh kita dan melakukan apa pun yang kita bisa dalam kapasitas kita sendiri, memanfaatkan kesempatan apa pun yang telah Tuhan berikan kepada kita, sehingga kita dapat terus tumbuh semakin dekat dengan Tuhan di bawah kepemimpinan Fransiskus, Paus kita, Penerus Santo Petrus Rasul. Semoga Tuhan terus memberkati dia dan semua uskup lainnya, para gembala kita, agar mereka dapat terus setia melayani Tuhan dan setia serta berkomitmen dalam pekerjaan mereka untuk mewartakan Injil dan keselamatan di dalam Tuhan, sekarang dan selamanya. Amin.